Banyu dan Alia sudah lama menjalin kasih, sejak mereka masih dibangku SMU sampai mereka sudah sama - sama bekerja. Banyak mimpi dan harapan yang ingin mereka wujudkan tapi semua itu terhalang oleh restu orang tua.
Banyu biru Aji berasal dari keluarga biasa saja pemilik restoran kecil yang sudah turun temurun warisan dari kakek dan nenek banyu, sementara keluarga alia berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya.
Diam diam orang tua aliya tidak menyetujui hubungan mereka bahkan mereka sudah menyiapkan jodoh dan rencana untuk memisahkan aliya dan juga banyu.
Akankan cinta mereka bisa berlanjut atau akan menyerah dan kalah????
" Hai.....aku come back setelah lama tidak menulis.... semoga karyaku ini bisa dibaca dan diterima banyak pembaca"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bondan wardoyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17 Aliya menghilang
Sudah beberapa hari sejak malam itu, Banyu juga sudah berkali kali mencoba menghungi Aliya yang pergi malam begitu saja. Di otak Banyu penuh dengan pertanyaan ada apa dengan Aliya dan kenapa Aliya tiba tiba memutuskan hubungan mereka padahal Banyu sudah siap melamar Aliya.
Tapi rencanya kandas begitu saja, Banyu sempet dua kali pergi kerumah Aliya dan hasilnya zonk bahkan rumah itu terlihat cukup sepi. Saat Banyu kesana hanya satpam aja yang menemuinya dan megatakan tidak ada orang dirumah karena semua pergi keluar negeri.
Apalagi ini semakin membuat Banyu tambah bingung bahkan Banyu mencoba kekantor Aliya dan jawaban mereka cukup membuat kaget, jika Aliya sudah mengundurkan diri dan tidak bekerja lagi sejak beberapa minggu lalu.
Banyu juga mencoba bertanya kepada beberapa teman dekat Aliya dan jawaban mereka saja tidak tau karena Aliya juga tidak menceritakan apapun kepada temen temanya.
Banyu pulang dari ruma sakit tidak seperti biasanya dia langsung masuk ke dalam kamarnya dan karena ibuk dan bapak cukup khawatir dengan Banyu akhirnya ibu memcoba bicara kepada putranya itu.
Banyu hanya bercerita soal Aliya tiba tiba memutuskan hubungan mereka itu saja. Sebenarnya ibu tidak kaget dengan hal itu setelah kedangan mamanya Aliya kapan lalu yang belum dia ceritakan kepada Banyu.
Ngomong-ngomong semua masalah yang muncul dikeluarga itu tiba-tiba saja terselesaikan dengan sendirinya. Masalah yang menimpa Banyu juga sudah selesai mulai minggu depan dia bisa praktek lagi diklinik. Dan terbukti pasienya yang salah bukan Banyu.
Sementara masalah bapak disekolah juga sudah selesai semua orang minta maaf karena benar saja rekan kerja bapak sudah memfitnahnya dan bapak juga sudah mengajar seperti biasanya disekolah.
TOK...TOK.....
Ibu mengetuk pintu kamat Banyu dan meminta ijin untuk masuk.
"Banyu ibu boleh masuk ibu mau bicara dengan kamu penting."
" Iya bu masuk saja pintu tidak dikunci."
Banyu tengah berbaring dikasurnya dan ibu duduk disamping Banyu dan membelai rambutnya dengan penuh kasih sayang.
" Banyu nak sebenarnya ibu juga sangat sedih dengan apa yang terjadi ibu juga tau perasaan kamu terhadap Aliya bagaimana ibu tidak mau juga karena masalah ini kamu menjadi sedih dan berlarut larut nanti kamu bisa sakit, Ibu yakin kamu pasti bisa melaluinya dan pasti akan ada jawaban kenapa Aliya bisa seperti itu tapi nanti waktu yang akan menjawabnya sekarang yang harus kamu lakukan adalah bersabar dan menunggu."
Banyu meletakan kepalanya di pangkuan ibunya seolah ingin melepaskan semua kesedihannya. Dan ibu terus membelai kepala anak laki laki nya dengan penuh kasih sayang. Ibu memutuskan untuk tidak menceritakan soal kedatangan mama Aliya kerumah dan juga pertemuanya dengan Aliya.
Mungkin ini lebih baik untuk mereka berdua dan ini yang diinginkan keluarga Aliya. Biarlah Banyu merasa sedih sesaat saja dia yakin Banyu bisa bertahan dan akan baik baik saja.
"Iya bu Banyu sudah berusaha melakukan apa yang Banyu bisa lakukan jika saat ini Aliya pergi suatu saat nanti mungkin dia akan kembali jika tidak mungkin Banyu harus belajar hidup tanpa Aliya ya bu yang penting bagi Banyu saat ini adalah ibu, bapak dan gita juga karir Banyu."
Gita dan Bapak sebenarnya menguping dari luar kamar Banyu karena penasaran. Mereka berdua juga lega mendengar jawaban Banyu. Malahan Gita senang kakaknya putus dengan Aliya dan berdoa semoga kakaknya mendapatkan wanita yang lebih baik lebih cantik lebih kaya tapi tidak sombong.
"Ibu dan bapak juga adik kamu pasti akan mendukung kamu sepenuhnya Banyu apapun yang akan kamu lakukan kedepan dan juga ibu akan berdoa supaya kamu bisa berhasil dan sukses dengan masa depan kamu juga bisa mengangkat derajat keluarga kita."
"Aamiin aamiin Banyu bisa jadi dokter juga berkat doa ibu Banyu janji tidak akan mengecewakan ibu dan bapak."
Lega rasanya ibu mendengarkan Banyu anaknya dia merasa bangga tentunya memiliki anak seperti Banyu. Ibu kemudia meninggalkan anaknya dikamar sendirian dan segera keluar.
Bapak dan gita sudah menunggu ibu pura pura tidak mendengar apa apa tadi dari balik pintu.
" Ibu, kenapa Ibu tidak cerita soal ? Mamanya Aliya."
"Hutttsss......tidak usah Gita biarlah hanya kita yang tau kasihan kakak mu kalau harus tau keluarganya dihina oleh orang tua pacarnya biarlah ini jadi rahasia dan kamu gits jangan katakan apapun soal itu."
"Ya baiklah kalau begitu Gita mengerti."
"Iyaa gita sebaiknya kita doakan saja supaya Banyu kakak mu segera baik baik saja tidak berlarut larut lagi memikirkan masalah ini."
Dan merekapun kembali melakukan aktifitas mereka masing masing dan meninggalkan Banyu sendiri dikamarnya untuk istirahat.
Oiya....beberapa waktu lalu sebelum kejadian antara Aliya dan Banyu. Ada acara penting di. Cafe dan bakery milik Jenar.
Yes grand opening cafe Jenar akan kita bahas di episode berikutnya.
Episode ini bersambung dulu ya.
Terima kasih untuk yang sudah mampir membaca novel aku semoga suka.
Dan ya tinggalkan like dan komen ya supaya aku tambah semnagat nulisnya.
Terima kasih banyak.