NovelToon NovelToon
Kau Milikku Sayang

Kau Milikku Sayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Single Mom
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"siapa namamu?"
xavier menatap lekat bocah 5 tahun itu yang melotot marah kepadanya, bocah laki-laki dengan rambut gondrong ikal sebahu, memegang sebuah rubrik di tangannya.
mata bocah itu mengingatkan xavier pada wanita itu, wanita sialan yang pergi begitu saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

dua puluh sembilan

"boleh aku menginap di sini, malam ini?"

Diandra membelalak kaget, matanya membola sempurna menatap xavier lekat.

"aku masih ingin bersama kalian"

Diandra menggeleng cepat, " jangan, apa kata tetangga nanti!"

Xavier menghembuskan nafasnya kasar, tangannya masih mengenggam jemari diandra hangat.

"kamu mau pindah dari sini?, tinggal di apartemen milikku?"

Diandra tersenyum tipis, entah mengapa aura pria ini tak lagi mengintimidasi. Di matanya kini xavier terlihat ramah, senyum pria ini sangat mempesona.

"kalau kamu dan killian tinggal di sana, aku akan lebih mudah berkunjung, sayang!"

Diandra tersipu, saat xavier memanggilnya sayang, debar jantungnya berpacu lebih cepat.

"kamu juga tetap bisa berkunjung kemari kan?"

"bisa sih" angguk xavier cepat, "tapi terlalu jauh, butuh 1 jam dari kantor kemari"

"aku kasihan pada killian, baru sebulan kami di sini, dia juga baru mulai sekolah. Kalau kami pindah lagi, kasihan dia"

Xavier yang bersandar di sofa dengan masih mengenggam jemari diandra hangat, pria itu menatap diandra penuh cinta.

"maaf, di. Aku egois yah"

Diandra menggeleng dengan senyum lembutnya,

"ahh" seru diandra tiba-tiba, "kamu nggak jadi makan?mungkin mienya sudah bengkak"

Diandra bangun dari sisi xavier, menarik nampan dari atas meja, dan benar. Mie instant yang diandra masak sudah dingin dan membengkak,

"yah..." ujarnya kecewa, "udah nggak enak nih, aku buatin lagi yah"

"nggak usah.." larang xavier cepat, meraih mangkuk itu dari tangan diandra.

"apapun yang kamu masak, pasti enak"

Diandra tersenyum malu, "gombal ihh" bisiknya malu.

Xavier tertawa, " itu bukan gombal, sayang. Itu karena cinta"

Diandra tertawa, ia memalingkan wajah cantiknya yang tersipu malu.

"om..xaviii.." teriakan dari ambang pintu kamar, mengagetkan xavier dan diandra.

Bocah 5 tahun itu berlari ke arah pelukan xavier yang terkembang. Diandra sampai harus beringsut memberi ruang untuk putranya itu.

"om xavi kangen, nak!" ujar xavier sembari memeluk tubuh gempal killian erat.

"seminggu rasanya setahun nggak ketemu kamu!" jentik tangannya di hidung mancung bocah tampan yang mengernyitkan hidungnya itu.

"lian juga kangen, iyakan ma?" tanya bocah itu meminta persetujuan mamanya, diandra hanya tersenyum mengangguk.

"mama juga kangen, om. Iyakan ma?" tanya killian lagi, diandra langsung mendelik kaget. Xavier tertawa melihat diandra yang malu dan jengah.

"iyakah?, mama kangen juga?" tanya xavier, menggoda diandra yang semakin salah tingkah.

Tawa xavier semakin kencang, karena killian menjawab dengan semangat. Mata bocah itu berbinar-binar menceritakan mamanya yang uring-uringan.

Diandra sampai harus membekap mulut putranya yang mengelak, xavier malah semakin terbahak, menatap diandra dan killian penuh cinta. Dan dia bahagia, sangat bahagia.

Diandra melirik sesaat, walau tawa xavier terdengar lepas, namun tawa itu tak sampai ke mata xavier.

Entah mengapa diandra merasa xavier sedang memiliki masalah, pria itu terlihat lelah.

"kalau semua urusanku cepat terselesaikan, maukah kamu menikah denganku, di?"

Diandra terkesiap, wajahnya sontak berubah. Senyumnya mendadak hilang, diandra menatap lekat mata pria itu yang menatapnya penuh harap.

"bagaimana dengan tunanganmu?"

Xavier, pria itu tiba-tiba menghembuskan nafasnya berat, tatapannya beralih, ia memeluk killian erat.

"aku ingin bersama dengan kalian terus" ujarnya menciumi killian gemas.

Ia tak menjawab pertanyaan diandra, ada sesak yang ingin xavier keluarkan dari dalam dada, namun tak ingin membebani diandra dengan masalah yang ia punya.

"kamu mau menunggukan, di? Aku akan selesaikan semua masalah, dan akan membawa kalian berdua pulang" tatap xavier hangat, tangannya meremas lembut jemari diandra yang berada di genggamannya.

"kamu ada masalah?" tanya diandra hati-hati. Matanya beralih mengamati killian yang mulai rewel.

"kenapa sayang?" tanya diandra merengkuh killian yang turun dari pangkuan xavier.

"lian kebelet pipis, mama!" jawab bocah itu bergidik menahan. Diandra sudah bangun ingin menemani putranya, tapi xavier dengan sigap menggendong killian dan membawa ke kamar mandi.

Diandra yang mengikuti mereka dari belakang, hatinya berbunga indah. Menatap punggung xavier yang bidang, ada rasa bangga menyelusup indah ke dalam dadanya.

bagaimana tidak, pria tampan nan mempesona itu juga mencintainya, ternyata perasaan 10 tahunnya tidak bertepuk sebelah tangan.

Xavier mengurus killian dengan telaten, pria itu juga memakaikan celana killian yang terbuka karena buang air kecil.

"kalian ke depan saja!, aku masak malam sebentar!"

Xavier menoleh, setelah merapikan pakaian killian, ia membisikkan sesuatu ke telinga bocah gondrong tampan itu.

Killian mengangguk dan berlari menuju kamar, diandra mengernyitkan keningnya.

"aku minta killian main sendiri, aku mau bantuin kamu masak, sayang!" ujar xavier sembari melangkah mendekati diandra yang gugup kembali.

Suara pria itu, tatapan matanya kembali sayu. Diandra tahu adegan mesra di sofa tadi bakalan terulang lagi.

Diandra hendak berkelit, saat pria itu sudah berdiri tepat di hadapannya, namun diandra kalah cepat, pinggang rampingnya direngkuh xavier cepat.

Tubuh mungil diandra langsung di dekap erat xavier yang tersenyum, posisi mereka terlihat begitu eksotis, diandra tersandar di meja makan dengan tubuh setengah tertengadah.

Pinggangnya dipeluk erat, xavier setengah membungkuk, kedua tangan diandra menyilang di dada, ia memalingkan wajahnya yang sudah merah seperti kepiting rebus.

"xavi..." panggil diandra lirih dengan suara bergetar salah tingkah.

"nanti killian lihat!"

Xavier tertawa kecil, melepaskan pelukannya di pinggang ramping yang mungil itu, namun sebelum diandra beranjak, xavier mengecup keningnya lembut.

"aku suka melihatmu tersipu!"

Diandra pura-pura tak mendengar, tangannya pura- pura sibuk. Jangan tanya keadaan hatinya saat ini, bahagia, sangat bahagia.

"di..." panggil xavier lembut, pria itu duduk di meja makan yang terlihat kecil dengan badan raksasanya itu.

"heum"

"kamu sabarkan menungguku?"

Diandra membalikkan tubuhnya, di tangannya masih memegang pisau.

"aku janji, di. Nggak akan lama, tapi sebelum itu, ada yang harus kita lakukan"

"apa?" alis diandra terangkat sebelah, tatapannya penasaran.

"mendaftarkan nama killian dengan namaku, bagaimana kamu mendaftarkan killian di sekolah, siapa nama ayahnya?"

"aku masih mengosongkan kolom itu, dan aku juga tidak memberikan salinan kartu keluarga ke sekolahnya"

"besok aku akan minta kuasa hukum keluarga untuk memasukkan nama killian ke dalam kartu keluarga, supaya urusan sekolah killian lancar"

Diandra terdiam, menatap xavier lekat. Sekelebat rasa curiga menghampiri, apakah xavier tulus menyukainya, ataukah ini cara pria itu merebut hak asuh killian darinya.

"sayang..." tangan xavier merengkuh bahu diandra lembut, ia tahu kalau diandra sedang curiga padanya.

"aku ingin kita memiliki kartu keluarga yang sama yang hanya ada namaku, namamu dan lian, tapi aku membutuhkan sedikit waktu untuk menyelesaikan semua masalahku.." jeda xavier sesaat, ia mengamati reaksi diandra.

Diandra hanya diam, mata wanita itu masih menatapnya lekat.

"kalau kita menunggu sampai menikah, aku takut urusan administrasi negara dan data-data legal killian akan sulit ke depannya"

"ini bukan caramu memisahkan aku dan killian kan?"

"astaga sayang.." serunya merengkuh tubuh mungil itu kepelukannya.

"besok kita akan daftarkan killian di kartu keluargaku, dan akan menerakan namamu di sana sebagai ibunya"

Diandra mengurai pelukan itu, kepalanya mengangguk lembut.

"aku percaya padamu xavi, jangan nodai kepercayaanku"

"pasti sayang, pasti" janji xavi, kembali merengkuh tubuh mungil diandra, dan memeluknya erat penuh cinta.

Bersambung...

1
Sri S
lanjut 🙏
sutiasih kasih
memenangkn hati diandra... yg mmposisikn diandra mnjadi simpanan🙄🙄
sutiasih kasih
knapa harus mnunggu khancuran.... bru oma brubah fikiran...
🤔🤔🤔
sutiasih kasih
andai km dlu punya sikap yg tegas xavi.... smuanya tak akn kacau bgini....
Sri S
lanjut
Sri S: lanjut
total 1 replies
sutiasih kasih
knapa tak sedari dlu oma..... knapa bru sekarang oma mngijinkn xavi mnikah diandra....
jgn egois oma.... dlu dan skrg sdh brbeda....
🙄🙄🙄🙄🙄
sutiasih kasih
sepede itu km xavi....
klopun diandra msih mncintaimu.... ada elang.... laki2 yg tak prnah mnempatknnya di posisi yg kedua...
saling cinta tak mnjajikn diandra mnjadi prioritasmu bukan... km tetap lbh memilih perusahaan jga posisimu...
& untuk oma.... di msa akn datang... jgn dech datang memohon diandra untuk kmbali dgn xavi.... saat nnti xavi benar" trpuruk & hncur...
jdilah oma yg tau diri... krna tak smua yg oma mau... hrus sll trwujud🙄🙄🙄
sutiasih kasih
diandra mau mnikah dgn siapun itu bukan urusanmu xavi...
dan ingat km yg memilih mnikahi geraldine dan km tau artinya km khilangan diandra....

untuk km geraldine.... tak usah km seniat itu mnjatuhkn diandra.... km jga akn slmnya khilangan xavi.... krna nyatanya km tukang selingkuh saat msih mnjadi istri xavi....
falea sezi
lanjutt nunggu si bangke Xavier liat diandra menikah🤣🤣 seru kayaknya nangis darah dia kayaknya
sutiasih kasih: pasti pol seru kak.... diandra jga boleh dunk bebas mnentukn pilihan....

klo xavi harus hancur krnA khilangan diandra.... itu pilihan dia sndiri kn...
dlu diandra sdh prnh bilang g mau mnjdi yg kedua.... tpi apa coba knyataan yg diandra terima... xavi ngotot tetap maunya diabdra dia jdikn istri kedua...
cinta apa yg xavi berikan.... hny luka dan luka...
total 1 replies
falea sezi
kasih diandra jodoh kaya raya donk😒 biar bisa rebut kilian
falea sezi
oma tua bangka g tau diri😒 dia lahirin cicit mu eh mau lu tendang 🤣 mati aja lu oma g guna
sutiasih kasih
smoga elang & diandra jodoh....
setidknya elang dri awal sll mngutamakn diandra....
sutiasih kasih
tau gitu dlu km mmprtahankn & mnomor satukan diandra,xavi....
🤣🤣
Sri S
lanjut kn seru🙏
Sri S
lanjut kn seru🙏
sutiasih kasih
lnjutkn hidupmu di..... jgn km trperangkap dgn bualan cinta xavi...
klo dia mncintaimu... dia pasti lbh mngutamaknmu... & tak akn mnukarmu & mnmpatknmu dgn posisi yg kedua....

tak ada salahnya km mnata hidup jga hatimu di..... bukalah hatimu untuk org yg sll mngutamknmu... bukan yg sll mnnpatknmu dposisi kedua...
trkadang prlu untuk tak peduli dgn org yg tak mau mngertimu....
sutiasih kasih
smog diandra segera move on.... & mnikah & bahagia dgn keluarga yg baru....
biar mereka yg sll menekan diandra untuk sll mnngrti & sll diposisikn ditmpat yg sll harus mngalah.... mnyesal krna waktu yg disia"kn... tak kn bisa mmbuat diandra kmbali....
😅😅
Mei TResna Rahmatika
pliss kak jangan nyampe Xavi tergoda sama Geraldine,kasian diandra😭
sutiasih kasih: biarin aja kak..... toh xavi jga jdi laki" g ad tegasnya & otaknya g mikir....
mna mau diandra dijdikn yg kedua.... ttp slmanya jdi istri simpanan....
untuk apa diandra bersanding tpi harus sll trsmbunyi.... untuk apa hidup lgi dan lagi posisnya sll harus paling mengalah... dan harus paling mngerti...

biar tau rasa tuh si oma & xavi... klo diandra nnti akhirnya memilih bahagia dgn laki" yg lain....
total 1 replies
sutiasih kasih
perempuan mna yg sudi... didikn yg kedua xavi??
nyata2 km lbh memilih mnjadikn diandra mnjadi yg kedua🙄🙄
sutiasih kasih
cinta tpi km mnomor duakan harga diri diandra jga killian....
cinta macam ap yg km berikan xavi??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!