NovelToon NovelToon
Pengasuh Sang Pewaris (Dia Tahu Segalanya)

Pengasuh Sang Pewaris (Dia Tahu Segalanya)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Ibu susu
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: FR Nursy

Dituduh menjual jasad anak kandungnya sendiri, Raznalira Utami (28 th) tidak hanya kehilangan buah hatinya tetapi juga rumah tangganya. Suaminya menceraikannya tanpa memberi kesempatan untuk menjelaskan.

Dalam keterpurukan hidupnya, Razna menerima tawaran menjadi ibu susu bagi bayi laki-laki milik seorang duda muda konglomerat, Rendra Mahardika (35th). Demi bertahan hidup, ia menekan masa lalunya dan masuk ke dunia baru yang terasa asing, dingin, dan penuh rahasia.

Namun takdir seolah belum selesai mempermainkannya.
Di rumah megah itu, Razna bertemu dengan seorang wanita misterius yang membuat darahnya seketika membeku. Wanita tua yang dulu membeli jasad anaknya.

Apa tujuan sebenarnya wanita itu membeli jasad bayi Razna?
Apa hubungan wanita tua itu dengan Rendra?

Kecurigaan Razna berubah menjadi ketakutan saat perlahan ia menyadari sesuatu yang mustahil, apakah itu?


Happy reading 💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FR Nursy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29 Mak Comblang

Ucapan polos itu membuat suasana kamar kembali hening. Moana memiliki harapan besar untuk bisa punya mama baru. Dia masih ingin merasakan kasih sayang seorang mama yang tidak mungkin ia dapatkan dari mama kandungnya yang telah meninggal. Jalan satu-satunya adalah menyatukan Papanya dengan ibu susu adiknya.

Razna sontak menahan napas. Wajahnya langsung memanas hingga ke telinga. Dia tidak mungkin menerima keinginan Moana untuk menikah dengan Papanya, apalagi kematian mama Moana yang belum genap 6 bulan.

Sementara Rendra menoleh pelan ke arah putrinya dengan tatapan tidak percaya.

"Moana..." desahnya pelan. Ada rasa iba melihat anak sekecil itu harus kehilangan Mamanya di usia yang seharusnya dipenuhi kasih sayang dari seorang ibu.

Namun anak kecil itu justru tampak bingung melihat reaksi orang dewasa yang ada di hadapannya.

"Kenapa sih?" tanyanya polos. "Kata teman-teman juga kalau nanti Papa nikah lagi, Moana akan punya Ibu. Terus Ibu bisa anterin Moana ke sekolah. Moana ingin Papa nikahnya sama Bu Razna aja, biar sama-sama bisa jagain Moana dan Dede Finza terus,"

Razna buru-buru berdiri sambil mencoba menutup kegugupannya.

"Moana jangan bicara seperti itu, Sayang..." ujarnya lembut walau suaranya terdengar bergetar. Jemarinya menyelipkan helai rambut Moana ke balik telinganya.

"Tapi Moana serius..." anak itu mengerucutkan bibirnya sambil mengangkat dua jari membentuk huruf V.

"Moana suka kalau rumah ini jadi ramai lagi. Penuh canda tawa, bisa bermain bareng. Kalau ada Ibu, Papa pasti akan sering ada di rumah," ujarnya apa adanya.

Kalimat terakhir itu membuat hati Rendra mencelos. Rumah ini memang terlalu sepi sejak kepergian istrinya. Ia terlalu sibuk menenangkan dirinya sendiri sampai tidak menyadari bahwa putri satu-satunya pun memendam rasa kehilangan yang begitu mendalam.

Rendra akhirnya berjalan mendekat lalu mengusap kepala putrinya perlahan. Seraya mencium keningnya lalu memeluknya sesaat.

"Menikah itu tidak semudah yang Moana pikirkan."

"Kenapa?" tanyanya lagi.

Rendra terdiam sejenak sebelum menjawab pelan, "Karena menikah bukan hanya soal suka ataupun cinta. Apalagi mama belum lama meninggal. Papa belum bisa melupakan Mama."

Razna menundukkan kepalanya semakin dalam. Dia merasa tidak pantas berdiri di tengah percakapan itu. Apalagi ketika ucapan Moana mulai menyentuh sesuatu yang selama ini berusaha ia kubur rapat-rapat.

"Kita jangan bahas itu lagi ya!" ucap Razna sambil memaksakan senyum.

"Sekarang Moana temani Dede Finza saja, mau?"

Moana terlihat kecewa dengan ucapan Ibu Razna, tetapi akhirnya mengangguk pelan.

"Baik Bu."

"Anak pintar,"

Anak itu lalu kembali naik ke atas ranjang dan duduk di samping Finza yang masih tertidur pulas. Kakinya bersila, kedua tangannya sambil menopang dagu.

"Dek...kamu setuju engga sih kalau Papa menikah sama Ibu? Ibu itu baik, seperti Mama. Kamu harus percaya, deh. Buktinya, setiap hari Dede digendong sama Ibu, dikasih susu sama Ibu, bahkan tidur juga sama Ibu. Enak banget jadi kamu, Dek. Bisa tidur bareng Ibu," celotehan Moana polos, membuat keduanya seketika membeku.

Rendra berdehem pelan sambil memijat tengkuknya yang tiba-tiba terasa kaku.

Sementara Razna buru-buru memalingkan wajahnya, berpura-pura merapikan selimut Finza agar tidak perlu memperlihatkan wajahnya yang sudah merah padam.

"Moana.." panggil Rendra dengan nada memperingatkan, meski terdengar lebih pasrah daripada tegas.

"Apalagi sih Pah?" sahut anak itu polos.

"Moana tidak boleh bicara seperti itu lagi ya!"

"Tapi Moana jujur lho Pah," protes Moana serius.

Jawaban itu membuat Rendra kehilangan kata-kata. Anak kecil memang tidak mengerti rumitnya perasaan orang dewasa. Baginya, siapa pun yang memberi perhatian. Dan kehangatan pantas menjadi keluarga.

Razna menarik napas panjang sebelum akhirnya berdiri menjauh beberapa langkah dari ranjang.

"Tuan, saya titip Finza dulu ya!" ucapnya pelan.

Rendra mengangguk sambil terus memperhatikan interaksi antara Razna dengan putrinya.

"Lho ibu mau ke mana?" tanya Moana penasaran.

"Ibu keluar sebentar,"

Moana semakin terlihat murung, melipat kedua tangan di dada dengan bibir cemberut.

"Bu Razna marah ya sama Moana?"

Pertanyaan itu menghentikan langkahnya. Dia tercekat sesaat, lalu segera menggeleng cepat dan kembali menghampiri anak kecil itu lagi.

"Engga, Sayang. Ibu nggak marah,"

"Terus kenapa wajah Ibu merah?"

Kali ini Rendra sampai menahan tawa kecilnya. Razna melotot singkat ke arah pria itu sebelum kembali menatap Moana yang masih menunggu jawaban darinya dengan serius.

"Nggak ..nggak apa-apa kok. Cuma di kamar ini tiba-tiba terasa panas. Gerah banget," jawabnya asal, sambil mengibaskan tangan untuk mengipas tubuhnya.

"Tapi AC-nya dingin kok, Bu,"

Razna memajukan bibirnya, anak kecil di hadapannya itu terlalu pintar untuk dibohongi.

Sementara di sudut jendela, Rendra malah terlihat semakin menikmati situasi.

"Mmm iya sih...mungkin Ibunya aja yang lagi kegerahan," gumam Razna pelan, nyaris putus asa mencari alasan yang tepat untuk menutupi rasa malu karena ucapan Moana yang sangat polos.

Moana mengerjapkan mata beberapa kali, lalu mengangguk kecil meski wajahnya masih dipenuhi rasa penasaran.

"Oooh jadi Ibu sakit?"

"Mmmm bisa dibilang begitu..." jawab Razna dengan kaku lalu tersenyum samar. Wajahnya masih terasa panas, sementara tubuhnya dilanda sensasi hangat dingin akibat getaran aneh yang sejak tadi menyerbu dirinya.

Keadaan itu membuat Rendra akhirnya terkekeh pelan.

Wanita itu langsung menoleh tajam, "Tuan, jangan ketawa dong,"

"Ups, maaf. Tapi beneran wajahmu kayak kepiting rebus," ujar Rendra dengan bibir terangkat geli.

Melihat keduanya, Moana justru ikut tersenyum kecil. Suasana yang tadinya canggung perlahan berubah menjadi hangat, membuat Razna akhirnya menghembuskan napas lega.

Rendra akhirnya benar-benar terkekeh pelan mendengar kepolosan putrinya. Untuk pertama kalinya sejak istrinya meninggal, suara tawa itu kembali terdengar di dalam rumah.

Hal sederhana itu membuat suasana sesak di dalam dada Razna perlahan berubah hangat. Tanpa sadar ia pun ikut tertawa kecil.

Sementara di balik pintu ada seorang wanita yang diam-diam sedang memperhatikan interaksi mereka. Danara menatap Razna dengan sorot mata yang kesal dan penuh rasa iri.

"Tak akan aku biarkan mereka hidup bersama..." lirihnya pelan, jemarinya mengepal kuat.

1
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
penasaran karena anaknya jadi laki"
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
nah kan 😏
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☘𝓡𝓳𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯💘
akhirnya km ceritakan juga..
Harus itu renn .. jgan biarkan mereka bebas dan soal anak itu semogga nanti ngk kan bikin kalian kecewa soal ke benarannya
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
betul Rendra kau harus seret itu mama Mila dan Danara supaya mereka merasakan membusuk didalam penjara akibat perbuatan mereka sendiri yang menyekap Sherin 😏
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
bisa jadi Finza ini anaknya Razna besar kemungkinannya begitu dan anaknya Sherin ditukar sama anaknya Razna 🤔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☘𝓡𝓳𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯💘
Nahh Sherin aja ngk merasa melahirkan anak laki"
ceritakan aja semua Sherin..biar semua jelas dan kau akan aman
Arin
Baguslah cerita kan semua yang terjadi 5 bukan lalu tanpa harus ditutupi lagi Sherin. Biar semua kebusukan Mama Mila dan Danara terungkap. Dan juga tentang anak kalian bukan yang sekarang ada dirumah itu
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☘𝓡𝓳𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯💘
Alhamdulilah akhirnya bisa kembali LG kepelukan Rendra
Tp siapa yg menolong mu melarikan diri🤔
Nahhh katakan yg sbnernya Sherin siapa yg megurung mu di sana...
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☘𝓡𝓳𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯💘: ok bntar
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☘𝓡𝓳𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯💘
Luarr biasaa
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
bilang aja 😌
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
cepat katakan kalo mama Mila dan Danara yang telah mengurungmu selama ini di RSJ biar cepat kebongkar semuanya
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
berharap itu Sherin istrinya Rendra yang tiba tiba memeluk apa dia bisa melarikan diri,🤔
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
semoga Arya bisa menyelamatkan hasil DNA nanti karena takutnya Danara mendahului tau sendiri dia licik 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Apa itu Danara🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Mamanya kan Razna 🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☘𝓡𝓳𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯💘
Akhirnya bisaketrmu dengan majikan ras km arya
Semogga istrimu segera ketemu Renn...
Arin
Semoga itu Sherin yang kembali ke rumah Rendra. Dan membongkar kebusukan Ibu Mila dan Danara. Jadi ketahuan anak yang sekarang diasuh Razna bukan anak kandung mereka. Tunggu hasil tes DNA semoga benar itu anak kandung Razna
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh kenapa lg Finza 😔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☘𝓡𝓳𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯💘
Nahh bagus raz km langsung pada intinya... semogga KK raz bisa megawasin tes DNA itu
Waduh knp tuhh Firza kok Suti panik gtuu
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
owalah ternyata itu kakak Razna baguslah klo begitu siapa tau bisa bantu Razna nanti saat hasil DNA keluar biar Arya yang handle supaya ga ditukar sama Danara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!