NovelToon NovelToon
Orang Ketiga

Orang Ketiga

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Selingkuh / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: aprilia frahesta

setiap hari aku harus melihat pemandangan yang tak mengenakkan mataku. ya melihat suamiku mesra-measraan dengan wanita lain. kalau dibilang orang ketiga sebenarnya akulah yang orang ketiga, karna aku masuk dan mengacau hubungan mereka.

tetapi posisiku disini adalah istri sahnya bagas, ya meskipun pernikahan kami terjadi karna perjodohan. tapi setidaknya dia menghargaiku layaknya seorang istri bukan.? entahlah aku sendiri juga bingung, sebenarnya bagas menganggapku seorang istri atau tidak karna selama ini bagas selalu bersikap dingin terhadapku. atau jangan-jangan dia menganggapku hanya sebuah bayangan saja, bayangan yang tak pernah ia lihat. menyedihkan sekali diriku ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aprilia frahesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

salah faham

"aku harus mengajak brayen atau tidak ya. tapi masak aku lagi yang mengajaknya jalan, kenapa dia sebagai seorang pria tidak peka. apa dia tidak sadar sedikitpun tentang perasaanku"

"ah sudahlah aku akan tetap mengajaknya" gumam bunga sembari mengambil ponselnya dan segera mengirim pesan kepada brayen.

bunga:

bray apa kau ada acara besok?

"astaga sudah hampir satu jam tapi tidak dibalas, atau jangan-jangan dia pergi berkencan dengan wanita lain, ah aku harusnya tidak mengharapkan dia"

ting... ting... ting

"ini pasti brayen"

farah:

bunga ayo kita keluar menonton, aku sangat bosan. sedangkan raisa tidak mau diajak pergi karna tidak mendapat izin dari bagas.

"huft aku fikir ini brayen. tapi yasudahlah aku pergi saja bersama farah, dari pada dirumah tidak ada kerjaan"

bunga:

oke aku akan jemput kamu, tunggu sebentar ya.

farah:

oke 😘

bunga segera ganti baju dan merias wajahnya dengan sederhana, setelah selesai ia segera meraih tas jinjing dan kunci mobil yang berada diatas nakas. dengan sangat tergesa-gesa ia keluar dan segera masuk kedalam mobilnya, dipacunya mobil itu dengan kecepatan sedang menuju kerumah bagas untuk menjemput farah.

"kau sudah menunggu lama ya?" tanya bunga ketika baru sampai rumah bagas dan sudah melihat farah menunggu diluar.

"tidak, aku juga baru saja keluar. ayo kita berangkat sekarang" ucap farah ketika sudah masuk kedalam mobil bunga.

"oke, kita mau nonton dimana?"

"mall depan itu saja"

"baiklah. oh iya, kenapa kau tak pergi bersama fadil?"

"fadil sudah kembali siang tadi, dan lusa dia akan kemari lagi untuk menjemputku dan mama"

"oh, kau pasti sangat kesepian tidak ada dia disini"

"tidak juga sih, aku sudah terbiasa LDR dari semasa kuliah bunga"

"oh iya ya, bahkan kau waktu kuliah harus LDR malang, london. kau hebat farah, kau bisa mempertahankan hubunganmu dan fadil tidak perduli seberapa jauhnya jarak"

"hal yang terpenting dari sebuah hubungan adalah saling percaya satu sama lain bunga"

"ya aku rasa kau benar"

tak lama mereka berdua telah sampai dimall dan bergegas menuju kebioskop untuk menonton.

"kau mau nonton apa farah?"

"aku ingin yang romantis, apa kau menyukainya"

"iya itu akan sangat seru, ketimbang kita nonton horor"

setelah membeli tiket dan beberapa camilan mereka segera masuk kedalam untuk menonton. dan setelah film yang mereka tonton selesai mereka memutuskan untuk segera keluar.

"masih sangat sore untuk pulang" ucap farah setelah melihat jam yang melingkar ditangannya yang ternyata menunjukkan pukul 20.30.

"lalu kita mau kemana lagi far?"

"kau mau kemana?"

"emtt, bagaimana kalau kita belanja"

"boleh juga, aku sudah lama tidak belanja"

"kemarin kau baru saja memeras mas bagas dan sekarang bilang sudah lama tidak belanja, dasar farah gila"

"hehe aku lupa bunga, sudah ayo kita belanja"

mereka segera menuju kesalah satu pusat baju khusus wanita, setelah hampir satu jam mereka mengobrak-abrik isi toko itu akhirnya mereka menemukan baju-baju yang mereka inginkan.

"aku sudah selesai far. apa kamu belum selesai?"

"tinggal satu. aku bingung memilih ini, menurutmu bagus yang putih, atau yang biru?"

"kalau menurutku bagus yang putih"

"baiklah aku ambil yang putih, yuk kita membayar"

setelah mereka selesai membayar mereka segera keluar dari dalam toko itu, namun ketika mereka baru saja mau keluar langkah bunga terhenti karna melihat pria yang sangat ia kenal berjalan masuk kedalam toko itu bersama seorang wanita.

*"oh jadi ini alasannya kenapa dia mengabaikan pesanku, harusnya aku tak terlalu berharap lebih kepada brayen"* gumam bunga dalam hati ia berusaha mengerjap-erjapkan matanya supaya air matanya tak jatuh membasahi pipinya.

"bunga are you oke?"

"ya aku baik-baik saja far"

"bunga kau disini juga?" tanya brayen

"iya, aku permisi dulu bray" pamit bunga sembari menarik tangan farah keluar dari toko itu.

"apa wanita itu yang sering kakak ceritakan kepadaku?"

"iya, bagaimana menurutmu?"

"sangat cantik kak. tapi kelihatanya dia tadi tidak suka dengan diriku, atau jangan-jangan dia cemburu kepadaku?"

"tidak mungkin. itu mungkin hanya perasaanmu saja dek"

"mungkin kak"

"bunga kau ini kenapa?" tanya farah ketika mereka sudah sampai dalam mobil.

"hatiku sakit sekali farah. apa sesakit ini ketika kita mencintai tetapi tidak dicintai balik"

"maksud kamu?"

"kau tau pria tadi farah? dia pria yang selama ini aku cintai, tapi dia tidak pernah melihat keberadaanku sama sekali. aku sudah dengan sangat murahan menunjukkan perasaanku kepada dirinya, tetapi dia ternyata sudah memiliki seorang kekasih. hatiku sakit sekali farah, harusnya kalau dia sudah punya kekasih tidak perlu merespon diriku, tidak perlu membalas semua chat yang kukirim setiap hari untuknya. hatiku sakit sekali farah" ucap bunga dengan air mata yang terus menetes dari kedua matanya.

"sabar bunga, aku tau ini sangat sakit. tapi kau harus bersabar, kau harus ingat satu hal bunga. akan ada pelangi setelah hujan, dan akan selalu ada kebahagiaan setelah kesedihan" ucap farah sembari terus memeluk bunga, bahkan tanpa terasa air matanya pun ikut jatuh karna merasakan betapa sakitnya jadi bunga.

"apa aku boleh menginap dirumahmu, aku butuh seorang teman"

"tentu boleh, aku dengan senang hati akan menemanimu"

"terimakasih farah"

"sama-sama bunga, anggaplah aku ini juga kakakmu seperti kau menganggap raisa sebagai kakakmu"

"iya farah"

"sekarang kita tukar posisi ya, biar aku saja yang bawa mobil, kondisimu sedang tidak setabil"

"iya"

mereka segera bertukar posisi dan farah segera melajukan mobil bunga menuju kekediaman keluarganya. setelah hampir 10 menit mereka telah tiba dirumah.

farah segera mengambik belanjaannya dan segera menggandeng bunga dan mengajaknya kedalam kamarnya.

"kamu tunggu disini dulu ya bunga, aku akan buatkan teh hangat untukmu"

"terimakasih farah"

"iya"

farah segera menuju kedapur untuk membuatkan teh untuk bunga.

"raisa kau sedang apa?"

"aku sedang membuat susu hamil, kau mau buat apa far?"

"buat teh untuk bunga. kasihan dia lagi patah hati"

"maksudmu?"

"ternyata pria yang dia sukai sudah memiliki kekasih sa"

"apa? lalu dimana anak itu sekarang?"

"ada dikamarku"

aku segera bergegas pergi untuk menemui bunga yang ada didalam kamar farah, ah adik kecilku pasti sedang sangat hancur sekali sekarang.

"dek" panggilku ketika melihatnya menyembunyikan wajahnya diantara kedua lututnya

"kakak"

aku segera berlari kearahnya dan segera memeluk adik kecilku yang tengah menangis, aku tau bunga pasti sangat hancur sekali sekarang, karna aku tau betapa besar cinta bunga untuk brayen.

"dia sudah punya kekasih kak"

"apa kau yakin dia kekasihnya?"

"jelas saja dia kekasihnya, kalau tidak untuk apa dia mengajak wanita itu belanja. seharusnya aku tidak boleh terlalu berharap kepadanya kak"

apa iya brayen sudah memiliki kekasih, tetapi kenapa secepat itu. ah kasihan sekali adik kecilku ini, namun entah mengapa tiba-tiba fikiranku teringat dengan seorang gadis, ya dia adalah putri adiknya brayen. atau jangan-jangan wanita yang bunga maksud adalah putri.

"ini minumlah dulu bunga" ucap farah yang baru saja masuk.

"terimakasih farah" ucap bunga dan dengan segera ia meminum teh hangat buatan farah hingga tandas

"sama-sama"

"bunga apa kau tau kalau brayen memiliki seorang adik?"

"tidak kak"

"dan ketika kau melihatnya bersama seorang wanita apa kau bertanya kepadanya siapa wanita yang bersama dengan dirinya?"

"tidak kak, aku langsung pergi karna aku sudah kepalang cemburu dan tidak bisa membendung air mataku lagi"

"harusnya kau bertanya baik-baik kepadanya bunga"

"kenapa kau kelihatanya mengenal pria yang disukai bunga sa?"

"itu karna brayen adalah sahabatku dulu"

"apa pria itu yang pernah menyukaimu, hingga membuat bagas uring-uringan?"

"iya far"

"astaga" ucap farah sembari memukul kepalanya.

"sudah jangan menangis lagi"

"bunga ponselmu berbunyi"

"tolong kau angkatkan far, tidak mungkin kan aku mengangkat dalam kondisi seperti ini"

"baiklah" ucap farah sembari mengambil ponsel bunga yang masih didalam tas jinjing.

"brayen bunga"

"kau angkatlah"

"kau yakin tidak mau mengangkatnya sendiri"

"aku malas berbicara kepadanya"

"halo asalamualaikum" ucap farah ketika ia sudah mengangkat telfonnya.

"walaikumsalam. maaf ini siapa ya? dan bunga dimana sekarang?"

"aku farah, temannya bunga. bunga sedang tidak ingin berbicara kepadamu, apa kau tak sadar jika selama ini bunga mencintai dirimu. dan kau sudah memiliki kekasih tapi masih memberikan harapan palsu untuk sahabatku, dimana hatimu, dasar cowok breng*ek, tidak punya hati"

"tapi dia...."

"hallah kau tidak perlu berusaha membela diri sekalinya breng*ek tetap saja breng*ek" ucap farah sembari mematikan ponselnya.

"kenapa kau jadi emosi farah, kenapa kau tidak tanya baik-baik kepada brayen"

"maaf, aku terlanjur emosi sa" ucap farah sembari mencebikkan bibirnya.

1
Hera sasuwe
bagus ceritanya
Suriati Tombong
Dunia tak selebar daun kelor
lepaskan sj bagas
Suriati Tombong
lanjut . . .
Suriati Tombong
ceritax cukup menarik buat di simak
bunda nya adel
dirimu diriku kepadamu kepadaku,canggung bgt dialog nya,tp stdkx gratis lah😆
bunda nya adel
cpt bgt selesai dtg bulan nya😵
Ayu Suwarni
mantap
Ayu Suwarni
akhirnya
Ayu Suwarni
mantap
Renny Suningsih
ceritanya agak aneh gitu ya
🥀princes_novel❤️🥀
bagi ku brciuman itu tdk lah wjar dan dia mngrti agama shrs a GK bgtu donxz apa lgi bukan adik kandung... lw bisa Thor jgn blg Tuhan lah lbih baik Allah kn dia agama Islam psti Allah lw brdoa..
Vanesa Ninik
semudah itu memaafkn dia yg udah berbln² mnyakiti .ach hati malaikat bnget .anyelir seperti itu jugakh syang q ga bc smpe tamat kisah anyelir
Ika Astrie
Bagas seoran muslim yg taat agama .masa mau ciuman sama yg bukan mahrom nya .ngelantur deh thor
Ika Astrie
melarang plagiat tapi .cerita ini plagiat.dan jadi ngawur gini sih..klw Farah adik nya ko sampe ciuman hadeeuh
Silma Ramadani
q kok jd bingung sendiri y
Lisa Andriyana
Pun hny saudara angkat, g seharusnya melakukan hal semacam itu,, iuhh berciuman 🙈🙈 ajaran agama yg mn membolehkan hal macam itu,jika status mereka adlh saudara walaupun hny angkat. ingat laki2 & perempuan dewasa yg bercumbu sdh pasti akan kebablasan lah,, duh ada2 aja halu nya😁😁
Lisa Andriyana
Mirip bahkan mgkin persis dg novel tetangga 😁, bedanya disana sedikit lebih vulgar dan perbedaan pada latar pekerjaan tokohnya saja, tak apalah, coba ikutin dl cerita disini, krn yg di sebelah keputus bacanya hehehe😀
Uthie
Saya baca ulang lagi ini... udah baca sampai part sekian, mkn dl off dan gak up lagi .. jd pas liat lagi, ternyata sy sdh ada baca sampai sekian .. dan Krn ingin ingat lagi alur cerita nya, sy baca ulang dr awal lagi 👍👍👍😁
Joni Huam
author nya ngasal. buat cerita pemainnya ahli ibadah tp kelakuan nya ahli maksiat. harus sesuai sm kepribadian dong. ya walaupun gratis tp yg nyambung gitu napa.
Noni Kartika Wati
nah gitu dong Raisa jangan bodoh diduain diem aja dicuekin mau aja,,minggat yg jauh kalo bisa jgn sampai bertemu lagi sama sibagas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!