Seorang gadis SMA yang bar - bar jodohkan dengan anak sahabat mamanya. Perjodohan itu tidak bisa di elakkannya, karena terikat dengan sumpah keramat yang di ucapkan oleh mamanya dengan sahabatnya tersebut.
Gadis itu tidak tahu, entah akan bagaimana dengan nasibnya kelak. Secara pria yang di jodohkan dengannya itu adalah orang yang sangat menyebalkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rill Ridho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29
"Kamu?" Arfian menatap tak percaya.
"Kenap? Apa aku tidak boleh ke sini?"
"Ngapain kamu kesini?"tanya Ardian dengan nada dingin.
"Apa bapak tidak punya mata? Aku kesini untuk membawakan bapak makanan." jawab Kyara.
"Tumben kamu baik, aku jadi curiga!"Ardian menatap Kyara penuh curiga.
"Aish... Nggak boleh souzon gitu ih. Aku kesini tu berniat baik, mau mengantarkan makanan buat suami aku yang lahi capek kerja." kata Kyara, ia menghampiri Ardian.
"Ayo, makan siang dulu. Nanti kalau bapak sakit gimana? Aku jug akan yang repot" kata Kyara, mulai membuka kotak bekalnya.
"Apa ini masakan kamu?"tnya Ardian yang melihat makanan yang di bawakan Kyara.
"Ya jelas nggak lah pak, aku mana sempat buat masak, tapi ini tadi aku minta tolong buatkan sama mbok Darmi, aku pasti-in bapak bakalan suka" jawab Kyara, ia mengulurkan sendok pada Ardian.
"Ayo coba lah!"
Ardian mulai memakan makanan nya, " kamu dari mana?"tanya Ardian di sela kunyahan nya.
"Aku dari sekolah, dan langsung ke sini. Itu semua aku lakuin cuma untuk kamu loh ,pak"
Ardian meletakkan sendoknya, ia menatap Kyara. "To the poin aja, aju tahu kalau kamu pasti sedang menginginkan sesuatu." kata Ardian yang memang sudah bisa menebaknya.
Kyara tersenyum, " Hehe bapak tahu saja. Jadi gini pak, nanti malam sahabat aku mengadakan pesta ulang tahun..."
"Lalu?"tanya Ardian memotong ucapan Kyara.
"Apa aku boleh pergi?"tanya Kyara.
"Tidak boleh!" seru Ardian.
"Lah kenapa?"protes Kyara.
"Karena acaranya malam, anak gadis tidak boleh keluar malam. Dan apa kamu sudah lupa kalau sudah punya suami, mana ada seorang istri keluyuran malam"jawab Ardian santai, tanpa melihat kearah Kyara.
"Sekali ini saja, boleh ya...please!" mohon Kyara , namun Ardian tetap menggeleng.
Kyara terdiam dan cemberut. Ardian pun menoleh karena tidak mendengar suara Kyara.
" Apa kamu menangis?"tanya Ardian yang melihat mata Kyara yang sudah berair.
"Tidak"elak Kyara.
"Lalu kenapa mata kamu berair gitu?"tanya Ardian.
"Bukan aku yang mau menangis, tapi matanya aja yang mengeluarkan airnya sendiri" jawab Kyara asal.
"Puftt..."Ardian menahan tawa saat mendengar jawaban Kyara.
"Hmm... Kak , aku boleh pergi ya please!l mohon Kyara.
"Kamu bilang apa?"tanya Ardian kaget.
"Aku boleh pergi?"jawab Kyara.
"Bukan yang itu!"
"Yang mana?"tanya Kyara.
"Di awal kalimat..."
"Hmm?"
"Bukan setelahnya!"
Kyara mencoba mengingat perkataannya." Kak?"ucap Kyara, Ardian tersenyum, dia senang karena baru kali ini Kyara memanggilnya tidak dengan sebutan bapak.
"Jadi apa boleh aku pergi? Ayolah nanti aku bisa telat... " rengek Kyara.
" Boleh, asal kamu memanggil aku dengan sebutan kakak bukan bapak! "Kata Ardian dan dengan cepat Kyara mengangguk, dia sangat senang karena telah di izinkan untuk pergi ke pesta ulang tahun sahabatnya.
"Kalau begitu aku pergi dulu." ucap Kyara, menyandang tasnya.
"Jangan lupa habiskan makanannya, mbok Darmi udah capek membuatkannya dan terima kasih" lanjutnya.
Cup!!
Kyara mengecap pipi Ardian dan itu berhasil membuat pria itu terdiam sambil memegang pipinya.
"Dasar bocah"gumamnya sambil tersenyum senang.
***
Dengan langkah girang, Kyara berlari ke parkiran perusahaan Ardian. Di sana sudah ada Jesi dan juga Monik yang sedang menunggunya di mobil.
"Gimana?"tanya Jessi saat Kyara masuk ke dalam mobil.
"Berhasil dong!!" seru Kyara senang.
"Asyiiik, kalau gitu ayo kita nyalon dulu, gue mau cuci rambut dulu" kata Monik.
"LETS GOOOO..."teriak mereka bersamaan.
****
Sementara Ardian di kantornya, sedang merenggangkan ototnya.
Drrrttt.... Drrrttt...
Ardian menoleh saat mendengar ponselnya yang berdering.
" Tumben dia nelpon? " Ardian mengernyit heran, kemudian menerima panggilan itu.
"Apaan?"tanya Ardian.
'Yaelah bro, salam dulu kek napa?'
"Hmm... Buruan, to the poin atau gue matiin!"
'Tc, lo sibuk nggak malam ini?'
"Kenapa memangnya?"
'Party yuk!'
"Kapan?"
'Ntar malam...'
"Ok!" setelah mengatakan itu, Ardian langsung mematikan sambungan telponnya.
"Kebetulan aku juga lagi butuh hiburan." ucapnya.
***
Kyara dan kedua sahabatnya apa selesai nyalon. " Sekarang kita mau ke mana? "Tanya Kyara.
"Hmmm... gimana kalau kita hangout-nya di cafe Abang gue aja. kebetulan dia lagi ada peresmian cabang baru di dekat sini. " kata Jessy.
"Bagus nggak?"tanya Monik.
"Pasti Baguslah, Kalian kan tahu sendiri gimana seleranya Abang gue. "Ucap Jessi.
"Kalau gitu ayo!" Mereka pun pergi meninggalkan salon.
***
Di cafe
Jessie memarkirkan Mobilnya di parkiran yang sudah nampak penuh.
"Ayo kita turun..."
Mereka pun turun bersama dan melangkah masuk ke dalam Cafe.
Terlihat Cafe itu begitu ramai pengunjung, Jessi celingak celinguk mencari Abangnya tersebut .
"Nah, itu dia!"
Desi menunjuk meja depan dan nampak beberapa pria sedang asyik mengobrol di sana.
"Kak Ken!" panggil Jessi.
"Eh adek? Kamu sama siapa ke sini?"Tanya Kenan. Namun matanya tertuju ke arah Kiara, dia langsung terpesona melihat kecantikan nya dimiliki oleh Kyara dengan rona merah di pipinya.
"Woii! Kedip dong kak!"Ledek Jessi
Teman - teman Kenan pun menertawakan nya.
"Aku sama teman - teman, kakak udah kenalkan sama mereka, jadi nggak perlu aku kenalin lagi" kata Jessi.
"Kenapa malam ini kalian kayak yang bukan kakak kenal deh."kata Kenan.
"Apa perlu kita kenalan lagi kak."kata Kyara.
"Hallo kak, aku Monik"kata monik bersalaman dengan Kenan, sementara Kyara hanya diam saja, saat Kenan mengulur kan tangan nya, Kyara tidak membalas nya dan hanya tersenyum dan menyebut kan nama nya.
Setidaknya Kyara masih tahu batasan nya, meski pun dia tidak mengguna kan kerudung dan mengguna kan pakaian terbuka. Tapi Kyara masih menjaga batasan nya, tidak bersentuhan dengan lawan jenis apa lagi semenjak dia menikah dan mendapat bimbingan keagamaan dari mbok Darmi.
"Kenan pratama, panggil aja kak Ken"kata Kenan.
"Sudah tahu kali kak, aku Kyara" jawab Kyara.
"Eh... Ayo duduk"
Mereka pun bergabung di meja yang sama, tak lama datang lah Ardian ke cafe Kenan.
"Hey bro!!"sambut Kenan.
"Ardian, lo datang juga?"sambut teman nya yang lai .
"Iya dong, gue sempetin tadi buat mampir. lagian otak gue lagi mumet banget lihat kertas seharian."
"Eh itu bukannya suami lo?"bisik Jessi pada Kyara, Kyara pun mengangguk pelan.
' dia kenapa ke sini? habislah gue! dia pasti bakal ngamuk karena udah gue bohongin.' rutuk Kyara dalam hati.
" Ayo duduk,dan kenalin ini adik gue Jessi dan ini para sahabat nya." kata Kenan mengenal kan adik nya.
"Hai..."sapa Jessi, Ardian hanya tersenyum.
Ardian pun ikut bergabung bersama mereka, Kyara tampak tegang dan gugup saat tahu kedatangan Ardian. Ia pun tidak berani melihat ke arah Ardian.
"Bang Ardian, temannya kak Ken ya bang?"tanya Jessi.
"Iya, jangan panggil abang, panggil kakak saja. Kayak tukang ojek aja dipanggil abang-abang! " balas Ardian.
"Hahaha... Kakak bisa saja."Ardian tersenyum . Ardian merasa sangat familiar dengan gadis yang ada di samping Jessie.
"Itu teman kamu kenapa nggak mau noleh ke sini? " tanya Ardian penasaran.
Jessie pun melihat kearah Kiara. " Kya lu kenapa nggak mau noleh kearah kak Ardian?"tanya Jessi.
Kyara pun membalik kan badan nya dan melihat ke arah Ardian. Ardian begitu kaget saat melihat penampilan Kiara yang begitu cantik. Kyara pun takut-takut melihat ke arah Ardian.
"Ba.... Kakak hehe"
tio bkn nya teman kyara
laki2 lemah...😏😏
kedua kk kyara mn siihh...kok gk ngawasin adek nya...mdh2 an ketahuan sm kk nya kyara gmn adrian yg punya pacar
cemburu luu yaa kyara d antar kenan..syukurin😄..luuu jalan sm pacar luu juga...