NovelToon NovelToon
Transmigrasi Panglima Perang

Transmigrasi Panglima Perang

Status: tamat
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:103.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: less22

Seorang panglima perang di khianati istrinya lalu di bunuh oleh kakak kandungnya sendiri. Sialnya kenapa ia baru tahu di saat detik-detik kematiannya. Di sisa nafas yang terakhir, jika ada di kehidupan selanjutnya ia akan membalaskan semua kejahatan mereka.

Tapi siapa mengira jika jiwanya malah pindah ke tubuh menantu idiot keluarga ternama yang mati karena bunuh diri, ia beruntung karena bisa hidup kembali meskipun dengan tubuh baru.

Di saat itulah ia pun bertekad membalaskan dendamnya kepada Kakak kandung dan istrinya. Ia juga bertekad membalaskan semua perbuatan orang yang sudah membuat pemilik tubuh asli menjadi idiot dan mengambil alih kekuasaan panglima perangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

...❤️❤️❤️❤️ Happy reading ❤️❤️❤️❤️...

...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

Ryan, dengan perasaan gugup dan sedikit takut, duduk di depan kamera yang akan merekam kesaksiannya untuk Aztron. Ia menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan diri. Aztron duduk di sampingnya, memberikan semangat dan dukungan.

"Kau siap, Ryan?" tanya Aztron dengan lembut, sambil menepuk bahu Ryan.

Ryan mengangguk, kemudian kamera mulai merekam. Ia bercerita tentang bagaimana ia menjadi saksi atas berbagai perbuatan licik yang dilakukan oleh Aziz, serta mengungkapkan rahasia-rahasia yang disembunyikan oleh mereka.

Setelah selesai, Aztron mematikan kamera dan tersenyum pada Ryan. "Baiklah Ryan, terima kasih atas rekamannya. Aku akan memastikan keselamatanmu. Setelah ahli waris itu jatuh ke tangan ku, maka kau akan ku kirim keluar negeri yang sangat jauh agar kau dan keluarga mu baik-baik saja," ucap Aztron.

Wajah Ryan tampak lega, namun masih ada rasa cemas yang terselip di matanya. "Terima kasih banyak, Tuan Muda," ucap Ryan dengan suara bergetar, menunjukkan betapa berat beban yang ia pikul.

"Baiklah, aku akan kirimkan pengawal ke sini," ucap Aztron.

Aztron pun menelpon pengawal yang ia sewa untuk menjaga Ryan.

Beberapa jam kemudian, para pengawal yang di telpon pun datang.

"Baiklah, aku permisi untuk pulang. Maaf membuat mu saat ini dalam kewaspadaan. Tapi aku berjanji akan menjamin mu tetap selamat," janji Aztron.

"Baik Tuan Muda."

Aztron pun kembali ke kota untuk pulang ke rumahnya.

...❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

Fajar masih menyisakan semburat cahaya yang lembut di ufuk timur saat Aztron tiba di depan rumahnya. Perjalanan yang cukup panjang membuat tubuhnya letih dan haus akan istirahat. Begitu memasuki halaman rumah, para pengawal yang berjaga langsung memberikan hormat kepadanya.

"Selamat pagi, Tuan Aztron," sapa salah satu pengawal dengan suara serak.

Aztron hanya mengangguk singkat sambil melangkah menuju pintu rumah. Begitu pintu terbuka, aroma makanan yang menggoda langsung menyambutnya. Zamora, tampak berdiri di ambang pintu dengan pakaian kantor yang rapi, senyum tipis terlukis di bibirnya.

"Udah pulang? Mau sarapan dulu?" tanya Zamora dengan nada ragu, menyadari suaminya terlihat lelah.

Aztron menggeleng pelan, "Bawa bekal saja, aku akan makan di kantor. Kita harus segera ke kantor sekarang," ucapnya dengan nada tegas, seolah mengingatkan dirinya sendiri tentang tanggung jawab yang menanti.

Mendengar jawaban suaminya, Zamora langsung mengangguk patuh dan melangkah menuju dapur untuk mengambil bekal yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Sementara itu, Aztron bergegas masuk ke kamar mandi, melepas pakaian kotor yang menempel di tubuhnya dan merendam diri dalam air hangat yang mengalir deras dari shower.

Setelah selesai mandi, ia keluar dan terlihat baju kantor yang sudah tersedia di atas kasur.

Dengan menekuk alisnya, Aztron meraih baju itu. Ia hanya merasa aneh saja Zamora yang sangat perhatian padanya meskipun ia tahu Zamora mungkin dulu lebih dari perhatian yang ia berikan kepada pemilik tubuh Asli.

Dengan cepat, Aztron memakai baju lalu keluar dari kamarnya.

"Ayo kita segera ke kantor sekarang," titah Aztron yang bergegas untuk segera pergi, ia cukup istirahat tadi malam saat di perjalanan untuk menghadapi masalah Aziz.

...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

...❤️❤️❤️❤️ Bersambung ❤️❤️❤️❤️...

1
Sriana Junaidi
mantap
Nibras Amiruddin
mantab lanjut trus thor
Zzz: Mampir kak, judulnya Iblis penyerap darah, kali aja suka🙏
total 1 replies
Mbah Haryo
ok...bagus
Mbah Haryo
oke..takasih 5 bintang untuk cerita yg sat set ini..
krn..ide ceritanya bagus..walopun serba terburu"...
jika saja cerita ini tamat antara 300 sd 500 cpt...
detailnya psti bagus....

oke..
congratulation thor...
Mbah Haryo
py to iki critaneee....
kalo kalah sidang & terbukti besalah..si najiz kan ya ditahan to yaw..kok sdh dsitu duluan..emang bisa terbang. ?
Olan moro
mantap.... 👍👍👍
Olan moro
mantap....
Agang Junior
ini nih yg keren biar pendek nggak bertele² dan tuntas...
Wulan Sari
cip 👍 menarik karyanya
Tri Arrum
Luar biasa
alexsander
maaf thor..aku penasaran dngan yg namanya pakaian mukodo..aku search di mbah google..koq gak ketemu ya
asya yussi
Luar biasa
dhani satria
bagus
dhani satria
kakange taekwondo
dhani satria
mukodo?
Hardianto Erlangga
spa yg dia suruh,,,????
Hardianto Erlangga
kosa kata yg terbolak balik,,munkin dia nulis pas lagi ngantuk,,
Gabutdramon
dari namanya ini jelas bukan penduduk bumi, semua nama angat alienable
YumiKaori~: alien😭😭
total 1 replies
Gabutdramon
wah belum pisah udah ditunangkan 😱
Ervina
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!