"Jangan dekat rawa itu!"
semenjak banyak yang meninggal karena memasang jebakan ikan di malam hari, rawa kecil itu di jauhi oleh banyak orang karena sudah banyak yang meninggal dunia.
Apa yang sudah terjadi?
Siapa penghuni rawa kecil itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16. Bakul yang tertinggal
Ani menutup pintu rumah Lena berulang kali untuk melihat keberadaan gadis itu apa ada di dalam atau tidak, Andro juga datang menemani Ani karena dia ingin melihat bagaimana keadaan Lena. mereka berdua datang berkunjung dan malah tidak menemukan keberadaan Lena di dalam rumah ini, pintu dalam terkunci rapat sehingga membuat Ani menjadi bingung sekali.
Kalau pergi juga tidak mungkin karena Lena sama sekali tidak ada berpamitan kepada dia tentang kepergian menuju sebuah tempat, sebab selama ini bila dia ingin pergi maka selalu Ani yang menemani karena Lena tidak mau pergi sendirian alias merasa takut bila dia pergi mencari keberadaan seseorang atau bahkan tempat untuk berjualan.
Jadi tentu saja sekarang Ani merasa begitu aneh dan dia penasaran kenapa Lena bisa menghilang mendadak begitu saja, tidak ada pesan dan sekarang saat ada di rumah juga sama sekali tidak terlihat Lena di dalam rumah itu sehingga dia tidak tahu mau mencari kemana lagi keberadaan Lena.
Andro juga berkeliling rumah Lena karena dia ingin melihat terlebih dahulu apakah memang Lena tidak ada di dalam rumah ini atau dia ada di bagian belakang, namun ternyata sampai belakang rumah juga dia tidak menemukan keberadaan gadis itu sehingga dapat dipastikan bahwa Lena memang sedang tidak ada di dalam rumah ini.
''Bagian belakang juga kosong tidak ada orang sama sekali.'' Andro berkata kepada Ani.
''Jadi ke mana sebenarnya Lena ini pergi Kok dia tidak ada di sekitar rumah dan tidak jualan juga hari ini?'' Ani sungguh dengan kehilangan Lena.
''Bisa dia hilang mendadak begitu saja tanpa kabar berita seperti ini, kemarin tidak ada bilang mau pergi ke sebuah tempat kah?'' Andro menatap Ani yang sedang kebingungan itu.
''Enggak, malah kemarin dia penuh semangat mencari Pakis liar di hutan sana karena mau menjual hari ini dan kenapa sekarang malah tidak berjualan.'' jelas Ani dengan perasaan tidak karuan karena dia merasa takut.
Kemaren mereka berdua memang mencari Pakis liar yang ada di hutan sana untuk dijual di pasar seperti ini, mereka memang kerap mencari apa saja tumbuhan yang bisa untuk dijual pada hutan-hutan dan terkadang Lena juga mendapatkan jamur sehingga bisa dia bawa dan mendapatkan uang dari hasil jualan itu.
''Nanti sore saja kita kembali ke sini kalau kau ingin melihat dia, Siapa tahu dia sedang ada urusan dan pergi sendiri.'' Andro untuk menenangkan.
''Ya sudah, tapi aku tidak percaya kalau dia pergi sendirian karena selama ini dia juga sangat penakut.'' Ani bergumam pelan sambil berjalan pergi.
''Rumah nya saja sepi begini kok.'' Andro juga agak bingung.
''Ah semoga saja dia tidak kena masalah lah.'' harap Ani.
''Ini rawa apa kok kecil sekali seperti itu?'' Andro penasaran ketika mereka lewat di rawa kecil..
''Cuma empang biasa lah itu, kecil dan juga kotor.'' jawab Ani biasa saja tanpa dia tau yang sebenarnya.
Andai saja Ani tahu bahwa saat ini Lena ada di dalam Rawa itu karena dia telah menjadi makanan empuk bagi siluman Berduri yang sangat jahat itu, namun tentu sajalah Ani tidak mengetahui tentang hal tersebut karena dia juga kurang paham tentang Rawa itu dan dia bukan dari warga sini.
''An, itu kok seperti bakul yang sering Lena bawa ya!" mata Andro menemukan sesuatu di bawah pohon pisang.
''Mana?!'' Ani langsung menoleh dengan kaget karena dia sedang kepikiran memang.
''Itu, Ayo kita lihat dulu untuk memastikan apa itu memang milik Lena atau bukan.'' Andro bergegas menuju pohon pisang itu untuk melihat bakul yang ada di tanah.
''Apa sih mata dia ini? dari tadi aku tidak melihat ada bakul di sana loh padahal.'' Ani memang tidak melihat dan dia segera mengikuti Andro sekarang.
''Ha kau lihat ini, bakul ini yang sering Lena bawa ketika dia pergi ke pasar kan.'' Andro kepada Ani untuk memastikan terlebih dahulu.
''Benar sekali, lalu kenapa bakul doa ada di sini?!'' Ani kaget sekali dan dia tidak menyangka.
''Ayo cari dulu Lena di sekitar sini karena mungkin saja dia sedang melakukan sesuatu atau sedang terkena masalah.'' Andro agak panik juga karena takut bila ada sesuatu yang terjadi pada Lena.
Lama mereka berkeliling untuk mencari keberadaan Lena karena Rawa itu memang kecil sehingga mereka hanya bisa berputar di sekitaran situ saja, meski mereka sudah berkeliling ke sana kemari namun ternyata tetap saja tidak berhasil menemukan keberadaan Lena yang tidak tahu ada di mana sehingga kedua orang ini merasa lelah dan juga putus asa.
''Tidak ada, aduh aku capek sekali ini.'' kelh Ani sambil duduk di bawah pohon pisang.
''Kemana Lena pergi? bakul dia saja ada di sini.'' Andro pusing sekali.
''Kalian sedang cari apa?'' tegur Pak RT ketika dia melihat ada orang asing dan terlihat berduaan seperti itu.
Ani agak kaget dan dia segera berdiri walau sekarang sedang merasa sangat lelah, sebab rasanya tidak sopan bila berbicara kepada orang tua dan dia sedang dalam posisi duduk seperti itu sehingga terkesan tidak menghargai sama sekali, dan terlihat juga wajah Pak RT ini menaruh rasa curiga terhadap mereka berdua.
''Anu maaf, Pak! kami dari desa sebelah dan sedang mencari keberadaan Lena karena hari ini dia tidak berjualan di pasar.'' Ani langsung menjelaskan.
''Oh Lena, Mungkin dia ada di rumah Kalau tidak berjualan ke pasar.'' ujar Pak RT.
''Tadi kami sudah dari sana tapi ternyata dia tidak ada di dalam rumah itu, ini malah Kami menemukan bakul jualan dia ada di bawah pohon pisang.'' Andro yang menjelaskan kepada Pak RT.
Pak RT yang melihat bakul itu tentu saja dia menjadi tegang karena selama sebulan ini sudah ada kejadian yang cukup mengerikan di Rawa itu sehingga dia mulai memiliki pikiran buruk untuk Lena, terlebih lagi mereka semua tahu bahwa Gadis itu seringkali berangkat ke pasar di waktu subuh sehingga para warga terkadang belum ada yang bangun.
''Apa tadi kalian memang sudah memastikan kalau rumah dia itu kosong?'' tanya Pak RT dengan wajah yang begitu tegang.
''Sudah, kami sudah berkeliling untuk mencari dan memang Lena tidak ada di dalam rumah.'' Ani segera mengangguk.
Pak RT yang mendengar hal itu segera berlari menuju rumah Purnama karena dia harus memberitahu kepada wanita itu bahwa ada korban yang jatuh lagi, tidak bisa dia mengurus ini sendirian dan harus membutuhkan pertolongan dari Purnama agar Purnama bisa menangkap iblis yang sedang merajalela di dalam Rawa itu.
Selamat pagi para pembaca autor Novita Jungkook, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita author ya.
aneh betul dia
naferia curiga SMA siapa ya🤔🤔
Nana jg kok bisa masuk lumpur bukan nya td menghajar melda🤔🤔