Gadis pembunuh tersadis yang berumur 17 tahun tiba-tiba melintasi ruang waktu dan berakhir menjadi Putri kerajaan Melati, apa kau bercanda? untuk apa aku berada disini pikir gadis itu tapi tanpa disadari bahwa dirinya mulai jatuh hati pada Pangeran di kerajaan Putih.
tolong masukan dan dukungannya manteman
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mawarjee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 29
"Enyahlah aku tidak ingin di ganggu"Ucap Putri Selena yang semakin marah.
"Kenapa Putri sekarang sudah tidak baik lagi padaku"Jawab Pangeran San Ruan yang sedih.
"Aku tidak suka waktu sendiri ku di ganggu bukankah ini alasan yang masuk akal?Jadi bisakah kau tinggalkan aku sendiri?aku mohon"Ucap Putri Selena.
"Baiklah jika kehadiran ku tidak di sambut oleh Tuan Putri maka aku akan undur diri tapi aku minta Putri Selena berhati-hati memasuki hutan ini"Ucap Pangeran San Ruan khawatir.
"iya tenang saja aku tidak akan mati semudah itu"Jawab Putri Selena yang terus berjalan.
"Oke aku akan pergi sekarang, selamat tinggal jaga dirimu"Ucap Pangeran San Ruan melambai dan pergi.
Putri Selena berbalik melambai dengan senyum terpaksa ia pun lega karena Pangeran San Ruan mau meninggalkan dirinya sendiri.
"Apa sudah cukup memperhatikannya?keluarlah aku tahu itu kau Pangeran Mingze"Ucap Putri sambil menghela nafas.
"tidak aku sangka Tuan Putri menyadari nya aku kira aku tidak akan ketahuan secepat itu"Ucap Pangeran Mingze dengan terbata-bata.
"katakan kau mati dengan metode apa"Ucap Putri Selena tanpa ragu.
kalimat itu membuat Pangeran Mingze yang gugup itu tiba-tiba terkejut hingga jantung nya serasa berhenti berdetak.
"Kakak ipar kenapa kau perhitungan sekali kepadaku huhu"Jawab Pangeran Mingze yang meminta belas kasihan.
"Katakan atas dasar apa kau mengikuti ku berikan aku alasan yang tepat agar aku bisa mempertimbangkannya"Ucap Putri Selena dengan senyum licik.
"Begini Pangeran Feng khawatir dengan kakak ipar pergi sendirian jadi aku di perintahkan untuk melindungi kakak"Jawab Pangeran Mingze sangat gugup.
"Feng Yi chen?si brengsek itu khawatir padaku?"Ucap Putri Selena meragukan alasan yang dikatakan Pangeran Mingze.
"Kakak ipar jika kakak mendengar kau menyebutnya dengan kata brengsek mungkin kau akan di hukum"Ucap Pangeran Mingze tercengang dengan sebutan untuk kakak nya.
"aku tidak peduli dengan hukuman yang ia berikan ataupun pendapatnya tentang ucapanku barusan"Ucap Putri Selena tidak takut sama sekali.
"Kalo begitu bolehkah aku ikut kakak ipar melakukan perjalanan ini?"Tanya Pangeran Mingze yang memohon.
"Katakan apa keuntunganku jika aku membawamu bersamaku?"Ucap Putri Selena yang ingin menyulitkan Pangeran Mingze.
"err itu aku bisa melakukan apapun anggap saja aku adalah pengawal atau pelayanmu bagaimana?"Ucap Pangeran Mingze tanpa berpikir panjang.
"eh apa yang barusan ku katakan apa-apaan jadi pengawal atau pelayan?aku ini seorang pangeran"Gumam Pangeran Mingze tersadar.
"Pengawal?kau bahkan tidak bisa melindungi diri sendiri bagaimana mungkin kau jadi pengawal ku tapi jika pelayan apa kau bersungguh-sungguh ingin jadi pelayanku"Ucap Putri Selena.
"iya tidak masalah aku bisa menjadi pelayanmu selama perjalanan ini"Jawab Pangeran Mingze yang harus melakukannya karena ia ingin mengenal Putri Selena lebih jauh.
"Kita akan membuat rumah di sini kau bantu cari sesuatu untuk kita makan nanti malam kalau rumah serahkan padaku"Ucap Putri Selena.
"Baiklah jika begitu maka aku akan kembali sebentar lagi"Ucap Pangeran Mingze pergi mencari makanan.
Pangeran Mingze menuju sungai untuk menangkap ikan lalu ia melihat beberapa pohon yang berbuah ia pun memetik buah itu untuk di makan bersama Putri Selena.
Saat Pangeran Mingze kembali Rumah kayu berukuran kecil sudah berpijak di sana, Pangeran sangat tidak menyangka Putri Selena memiliki bakat lainnya.
nyimak dlu lah
hehehe nama"mc ama pelayan ny kayak ke barat"an ya tor
pembunuhan no 1...
tapi aslinya sangat lemah...
gi mana ya bacanya
thor gua harap mc nya ttp pembunuh sadis ya biar gk dimanfaatin