NovelToon NovelToon
Moving On

Moving On

Status: tamat
Genre:Patahhati / Mafia / Cintapertama / Pihak Ketiga / Gangster / Healing / Tamat
Popularitas:10.1M
Nilai: 5
Nama Author: Sisca Nasty

Zeroun Zein. Pria yang pernah memimpin sebuah geng mafia itu harus merelakan cinta sejatinya berbahagia dengan pria lain. Ia tidak pernah menyangka kalau rasa cinta yang selama ini ia miliki harus terganti dengan rasa Sayang untuk seorang sahabat.

Mencari pengganti mantan tunangannya, memang bukan hal yang kini ia harapkan. Namun, apa yang terjadi jika ia dipertemukan dengan wanita yang bisa memporak porandakan hidupnya? Apakah Zeroun mau membuka hatinya untuk mencintai lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisca Nasty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bersama Ratu

Emelie tertidur di atas pangkuan ratu. Sejak bangun dari tidurnya, ia sudah menemukan wajah sang ratu di depan matanya. Bibirnya tersenyum bahagia, saat kini ia bisa memeluk wanita berstatus ibunya itu dengan bebas. Tanpa ada lagi jarak seperti tadi malam.

“Ibu ... maafkan Emelie. Emelie tidak pernah menyangka, kalau Raja akan pergi secepat ini.” Buliran air mata Emelie membasahi baju yang digunakan ratu saat itu.

“Emelie, yang terjadi biarlah terjadi. Kalau boleh ibu tahu, kemana saja kamu selama ini? kenapa kamu lari di pesta pernikahan? Ibu sangat mengkhawatirkanmu.” Ratu mengusap lembut rambut Emelie dengan senyum penuh kepahitan.

“Ibu, maafkan Emelie. Emelie belum siap untuk menikah secepat ini.” Emelie membenamkan wajahnya di dalam pelukan sang ibunda.

“Sebelum pergi, Yang Mulia Raja berpesan sama ibu. Untuk melaksanakan acara pernikahan setelah Kamu siap untuk menikah. Emelie, kami tidak akan memaksamu untuk menikah dalam waktu dekat ini. Kami ingin, kalian saling mengenal dulu satu sama lain.”

Emelie memejamkan matanya. Hatinya terasa luka dan kecewa saat mengingat nama Damian. Ia sangat benci dan muak mendengar nama Damian. Ingin sekali ia menolak nama Damian dari daftar calon suami yang dipersiapkan untuk dirinya. Namun, ia tidak bisa melakukan apa-apa saat itu.

Setidaknya masih ada waktu untuk memikirkan cara agar pernikahan ini tidak pernah terjadi.

Emelie mengukir senyuman kecil saat mengucapkan kalimat itu di dalam hati.

“Emelie, selama di Hongkong, Ibu dengar kamu di tolong oleh seseorang. Siapa dia?”

Pertanyaan Ratu kembali mengingatkan dirinya dengan nama Zeroun Zein. Bibirnya terasa kaku saat harus berbohong atas identitas asli Zeroun Zein saat ini.

“Emelie di tolong oleh seorang pria tua, Ibu. Pria itu sangat baik, ia menganggap Emelie seperti putrinya sendiri saat Emelie ada di Hongkong.”

“Benarkah? Ibu akan mengirimkan hadiah untuknya. Sebagai ucapan terima kasih karena sudah menjaga putriku dengan begitu baik selama di Hongkong.”

“Jangan!” teriak Emelie sebelum duduk menatap wajah sang Ratu dengan wajah cemas.

“Kenapa, Nak?” Ratu menyelipkan rambut Emelie yang berantakan.

“Suatu hari nanti Emelie ingin pergi ke tempat itu lagi. Emelie gak mau teman-teman Emelie di tempat itu tahu identitas asli Emelie.” Emelie memasang wajah penuh kerinduan akan rumah kontrakannya.

“Mereka gak tahu, kalau kau Putri Raja?” Wajah Ratu terlihat kaget.

Emelie menggeleng kepalanya, “Walaupun mereka menganggap Emelie seperti wanita biasa. Tapi, mereka memperlakukan Emelie dengan begitu baik.”

Ratu tersenyum kecil, “Baiklah, semua terserah padamu, Nak. Ibu tidak akan merusak semua rencana baik yang sudah kamu buat.” Mencubit hidung Emelie dengan tawa kecil.

“Terima kasih, Ibu.” Emelie memeluk tubuh Ratu dengan wajah berseri-seri.

Ada satu pria lagi yang belum bisa Emelie ceritakan pada Ibu. Maafkan Emelie, Ibu. Emelie tidak ingin Ibu salah paham dan akhirnya mencelakai Zeroun. Apa lagi pria itu kini ada di sini. Akan sangat mudah bagi Ibu untuk menangkapnya. Tunggu-tunggu. Zeroun masih ada di sini? Iya, setelah tadi malam. Aku belum sempat menemuinya lagi.

“Ibu, Emelie mau mandi. Ada hal penting yang harus Emelie lakukan.” Emelie mengecup pipi Ratu sebelum berlari ke arah kamar mandi.

“Hati-hati, Emelie,” teriak Ratu dengan kepala yang menggeleng.

“Aku tidak pernah menyangka. Kini gadis kecilku sudah tumbuh menjadi Putri yang sangat cantik dan menggemaskan seperti ini.”

.

.

.

Beberapa saat kemudian, Emelie sudah keluar dari dalam kamar. Saat Emelie selesai mandi, Ratu sudah pergi meninggalkan kamarnya. Kini Emelie terlihat menuruni anak tangga di temani beberapa pelayan wanita. Memeriksa setiap sudut rumah megah itu dengan seksama. Langkahnya tertuju pada pria yang menerima tanggung jawab untuk memimpin semua pengawal kerajaan.

“Selamat Pagi, Putri. Ada yang bisa saya bantu?” Kepala Pengawal kerajaan itu menunduk hormat.

“Dimana Saya bisa bertemu dengan semua pengawal yang sudah menyelamatkan saya semalam sore?” tanya Emelie dengan wajah angkuhnya.

“Anda tidak perlu repot-repot menemui mereka, Putri. Biar saya yang memberi perintah kepada mereka untuk menemui Putri di sini.” Pria itu menjaga derajat Emelie sebagai Putri.

Emelie diam sejenak. Semua perkataan Pria itu memang benar. Tidak pantas jika seorang Putri kerajaan, mengunjungi tempat berkumpulnya para Pengawal kerajaan.

Aku tidak yakin Zeroun masih ada di lokasi Istana ini. Pasti mereka sudah pergi meninggalkan Istana.

“Putri,” sapa salah satu pelayan yang baru saja tiba di hadapan Emelie.

“Ada apa?” Emelie memandang wajah pelayan itu dengan seksama.

“Pangeran Damian telah tiba, Ratu meminta Putri untuk menemui Pangeran di Ruangan Ratu.” Pelayan itu masih menekuk kepalanya.

“Saya akan segera ke sana,” jawab Emelie dengan ekspresi tidak bersemangat.

“Putri, apa anda ingin saya memberi perintah pengawal-pengawal itu untuk menemui anda?” tanya pria itu lagi.

“Tidak, lupakan saja.” Emelie memutar tubuhnya.

Mendengar nama Damian saja sudah membuat suasana hatinya berubah buruk. Apa lagi ketika ia harus berhadapan langsung dengan pria itu. Dengan langkah yang berat, Emelie berjalan pelan menuju ke ruangan pribadi Ratu. Beberapa pelayan tampak mengikuti Emelie dari belakang.

Di ruangan yang berukuran sangat luas. Damian dan Ratu duduk berhadapan di meja berukuran sedang. Ada dua cangkir teh yang baru saja dihidangkan di atas meja. Ratu dan Pangeran Damian terlihat berbincang dengan begitu akrab.

Sejak pertama kali melihat Pangeran Damian, Ratu sudah sangat menyukai Pangeran Damian. Hatinya merasa sangat bahagia, jika Putri Emelie dan Pangeran Damian menikah untuk membentuk keluarga yang bahagia.

Emelie muncul di dalam ruangan dengan satu senyuman manis di wajahnya. Tubuhnya membungkuk sebelum menyapa Ratu pagi itu.

“Selamat Pagi, Yang Mulia ....” Emelie tidak ingin menyapa Pangeran Damian pagi itu.

Hatinya masih merasa kesal saat mendapat tamparan yang berasal dari tangan Damian saat itu. Ditambah lagi, Damian tidak menolong dirinya saat beberapa pembunuh menyerangnya.

Ratu melirik wajah Pangeran saat Emelie hanya menyapa dirinya. Belum sempat Ratu mengeluarkan kata, Pangeran Damian sudah beranjak dari tempat duduknya.

“Selamat Pagi, Putri Emelie. Senang bertemu dengan anda lagi. Maafkan saya, karena tidak bisa melindungi anda dalam kejadian semalam sore. Apa anda baik-baik saja, Putri?” Pangeran Damian memasang wajah khawatir.

Emelie tersenyum kecil menatap wajah Damian.

Pria ini benar-benar cocok menjadi artis. Bisa-bisanya dia berakting dengan begitu bagus. Ingin sekali Aku membalasnya detik ini.

Emelie mengepal kuat tangannya untuk menahan amarah di dalam hatinya.

“Saya ada beberapa urusan yang harus diselesaikan. Sebaiknya kalian mengobrol berdua.” Ratu beranjak dari tempat duduknya.

“Terima kasih, Yang Mulia ....” jawab Emelie dan Damian bersamaan.

Ratu membawa semua pelayan dan pengawal yang ada di ruangan itu untuk keluar. Hanya tersisa Emelie dan Damian di dalam ruangan mewah itu.

Emelie berjalan ke arah kursi dengan wajah tidak suka. Duduk di salah satu kursi sambil membelakangi Damian saat itu.

“Emelie, akhirnya kau kembali juga ke istana ini. Jika akhirnya kau pulang, kenapa waktu itu aku harus repot-repot menjemputmu hingga ke Hongkong.” Damian berdiri di smaping kursi Emelie. Ada tawa kecil yang terukir di bibirnya.

Like jangan lupa.😊

1
Xylaa
kangen babang zeroo
Xylaa
balik lagii setelah sekian lamanya 😍 gamon parah
Sunny Kwok
Luar biasa
Debbie Teguh
/Facepalm/
Debbie Teguh
pinter taktiknya zeroun, seolah2 jd morgan bantu nyerang white tiger
Debbie Teguh
baru kali ini sy mau baca yg episode mya diatas 200 thor, semua krn zeroun /Drool/
Debbie Teguh
parfum thor
Debbie Teguh
kayaknya teman pernah cerita di hkg pas tahun baru gak rame, mereka hebohnya pas imlek, bener gak ya?
Icema
Luar biasa
Hartatik
itu pasti putri emille
Hartatik
dulu kayak pernah baca.tapi agak lupa.
Lailatul Fadjariyah
thor aku gk bosen membaca karyamu ini. dlu sdh dibaca skrg kubaca lgi. sukses slalu utk karya2x mi thor.semangaaaat utk buat karya cerita yg lebih greget lgi
ᴛᴀͭʟᷴɪᷝᴛͥʜᷮᴀ
asemm baca surat dari Morgan nyesek ehh /Sob//Sob//Sob/ terharu sama pengorbanan dia tapi GPP lah masih ada jantung Morgan dihidup lana
ᴛᴀͭʟᷴɪᷝᴛͥʜᷮᴀ
Mau ngeces dulu bayangin Lukas sama Morgan pada pamer perut kotak2 nya/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Prima Ringkat
halo thor aku kembali lagi setelah sekian lama. kangen sama babang ze😁🥰
Sisca Nasty: terima kasih kak🥰
total 1 replies
Lutfa
alur cerita yang menarik.
sisi
Sangat bagus 😍🥰😘😍😍
Izty Ciuz
sangat bagus
Yokebeth Ida R.
Input aja thor... klo nulis jangan kebanyakan kata " cukup" jadi boring aja bacanya
Yokebeth Ida R.
Ini baru seru thor... wonder woman datang, lanjoooot 😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!