NovelToon NovelToon
Amara (Bukan Anak Terbuang)

Amara (Bukan Anak Terbuang)

Status: tamat
Genre:Persahabatan / Tamat
Popularitas:15.5k
Nilai: 5
Nama Author: trias wardani

Kalau yang ingin cerita cinta-cintaan bukan di sini tempatnya. Ini hanyalah cerita gabut author yang entah kenapa bisa bikin kisah anak berusia 8 tahun.
Nggak suka boleh skip. Yang mau lanjut harap sediakan tisu karena cerita ini mengandung banyak bawang.

***

'Apakah aku nakal? Kenapa aku dibuang di sini? Apakah Ayah tidak inginkan aku lagi?'

Amara, seorang gadis berusia delapan tahun yang tengah dilanda sedih karena dititipkan di panti asuhan oleh ayahnya tanpa dia tahu kenapa. Di tengah kesedihannya, Belvara, seorang anak laki-laki selalu hadir untuk menghibur hati Amara yang sedang sedih.

Sampai pada akhirnya ....

"Tidak! Kalian bohong!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon trias wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Adopsi

"Kamu nggak apa-apa?" tanya Bara tiba-tiba muncul membuat aku yang sedang memejamkan mata membuka mataku perlahan.

"Aku nggak apa-apa. Bara boleh aku tanya sesuatu?" tanyaku pada anak itu.

"Ya, apa?"

Aku teringat dengan Zian. "Ayah sudah tidak ada. Apa mungkin akan ada seseorang yang mengadopsiku?"

Dia kemudian mengalihkan tatapannya. "Tidak tahu. Memangnya kamu akan ke mana?" tanya Bara dengan nada rendah.

"Nggak tahu juga." Aku terdiam. Entah kenapa aku ingat dengan Zian sekarang ini.

"Apa kamu mau meninggalkan panti?"

"Tidak tahu juga. Sekarang ayah sudah tidak ada, kamu pikir siapa yang akan bawa aku keluar dari panti?" tanyaku. Bara hanya mengedikan kedua bahunya.

Lama-lama aku mengantuk. "Aku ngantuk."

"Tidur aja. Aku tunggu kamu di sini," ucapnya. Aku mengangguk dan kemudian tertidur dengan nyaman.

***

Setelah kepulangan dari desa aku kembali menjalani hidupku seperti biasa. Masih tidak ada Zian yang bersama denganku ke sekolah. Bara hanya kadang-kadang saja menemaniku, sekarang jarang sekali datang.

Hari ini ketika aku pulang sekolah ada sebuah mobil berwarna hitam yang terparkir di halaman panti. Beberapa orang berada di ruangan itu, di hadapan mereka sepasang suami istri yang tengah tersenyum bahagia. Lea juga ada di sana, dia sedang memeluk boneka besar di tangannya.

Apa dia akan diadopsi?

Aku hanya memperhatikan saja dari luar ruangan Bunda Evie. Saat Lea mengalihkan tatapannya padaku, aku segera pergi dari ruangan itu.

Di dalam kamar aku hanya duduk, membayangkan Lea akan pergi jauh, Cindy tidak akan ada temannya, tapi biarkan saja dia. Dia itu anak nakal pantas diberi hukuman. Semoga saja setelah Lea bersama dengan orang tua angkatnya, dia tidak akan nakal lagi.

Pada saat makan malam, suasana di ruang makan terdengar riuh. Anak-anak yang lain saling mengobrol satu sama lain, tapi tidak dengan Cindy. Dia hanya menunduk dan mengaduk-ngaduk makan malamnya saja. Dia yang biasanya aktif, kini hanya diam saja.

Aku memperhatikan dia dari kursiku.

"Lea sekarang sudah enak tinggal bersama orang tua yang kaya," ucap salah seorang yang kudengar.

"Iya. Dia bisa mendapatkan apapun yang dia inginkan," kata yang lain.

"Sayang sekali tadi kita terlambat pulang sekolah. Kalau aja kita tadi nggak main-main dulu di sekolah, mungkin kita yang berada di sana," ucap salah satu dari mereka yang dijawab 'benar' oleh yang lainnya. Aku hanya mendengarkan saja cerita mereka, tidak tahu bagaimana kehidupan setelah kami diadopsi nanti, semoga saja Lea akan bahagia di sana.

"Itu gara-gara kamu. Kalau aja tadi kamu nggak ngajak main di sana, bisa jadi malam ini aku sudah tidur di kasur yang empuk," ucap seseorang dengan tawa kecil di mulutnya.

"Atau bisa jadi itu aku!"

Aku heran. Kenapa mereka sampai berebut untuk ingin diadopsi. Apakah di sini mereka tidak bahagia? Aku cukup bahagia di sini bersama dengan Bunda Evie.

Makan malam telah selesai, semua anak-anak kembali ke kamarnya masing-masing.

"Amara!" teriak salah seorang memanggil namaku.

Aku menoleh tanpa berkata apa-apa. Rosa, si anak yang tadi berbincang di meja makan, datang mendekat ke arahku. "Sebenarnya tadi aku lihat, kalau wanita itu bicara sama Bunda Evie cari kamu."

"Mau apa?" tanyaku.

"Tadinya kamu yang mereka cari."

1
Tien Ensoe
ada bbrp hal yg blm dijelaskan
Tien Ensoe
kok tamat kak,gmna dngn bara dan ana yg mirip dengan nya
Tien Ensoe
akhirnya amara mau diadopsi,semoga orangtuanya angkatnya baik...
Tien Ensoe
kok blm up lg
Tien Ensoe
iya ,kamu hrs bahagia amara
rindi yesna wati
😋😊💖💓💓😻😉😉💞🥳🥳🤗😚😚😍💌🌷💕😁😁❣😽💟😘💗💗💝🥰🥰
Nurul Boed
sedihhh
Giyarni Sutrisno
bagus
rindi yesna wati
💞💘😘💌😉🌷💖💝🥰🤩
Naura Salsabila
bara yah thor. dia idah meninggal
Trias Wardani: 🤔. belum tau, apakah dia hanya teman khayalan atau gimana ini?😅
total 1 replies
☾⃟ℳoon - Moon 🌙
Karya baru,nyimak dulu ya kak, semangat
Trias Wardani: silakan kak, semoga menikmati cerita ini 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!