Terjebak dalam hubungan pernikahan yang tidak diinginkan, adalah sebuah malapetaka bagi Liana. Ia yang sudah sangat membenci Andra, harus menghadapi pria itu lagi. Nyatanya, Andra sendiri yang menjebak Liana.
Apa yang akan Liana lakukan, saat mengetahui, jika pernikahan antara dirinya dan Andra adalah rencana suaminya? Akankah Liana dan Andra kembali saling mencintai seperti dulu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ruth89, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misi pertama, tuntas
Hari pernikahan pun tiba. Liana merasa sangat sedih. Di hari bahagianya, tidak ada seorang pun yang mendampingi dirinya. Sang ibu, kini telah duduk di pangkuan Yang Maha Kuasa. Sementara ayahnya, Tidak akan mungkin menemaninya. Sudah pasti, pria itu lebih memilih menghabiskan waktu bersama keluarga barunya.
Sahabat, ia mulai menertawakan dirinya, ketika kata itu muncul. Hubungan mereka, kini terasa amat tak menyenangkan. Terutama, sejak Fia mengetahui rahasia keluarga mereka. Suara ketukan pintu, membuat Liana menghapus air matanya.
"Masuk," ucapnya mempersilakan orang yang mengetuk pintu.
Sebuah kepala terlihat menyembul dari balik pintu. Liana tersenyum manis pada Bianca.
"Ih, cantik banget." Bianca menghampiri Liana dan memeluknya.
"Makasih," ucap Liana.
"Oh, iya. Fia kemana?" tanyanya lagi.
"Papanya masuk rumah sakit. Makanya dia gak bisa datang," jelas Liana.
Anggukkan kepala Bianca berikan sebagai jawaban. Bianca tersenyum misterius pada Liana.
"Apaan, sih?" tanya Liana malu.
Wajahnya memerah, mendapat tatapan seperti itu dari Bianca. Melihat wajah memerah sang sahabat, gadis itu terkekeh.
"Sejak kapan kalian balikan?" tanya Bianca.
Tidak ada jawaban yang Liana berikan Gadis itu hanya tersenyum, seraya mengendikkan bahunya acuh. Bianca mencebikkan bibirnya, mendapat jawaban seperti itu. Kemudian, Bianca mengambil ponsel dan berfoto bersama Liana. Ia menatap puas foto itu.
Tak lama, calon ibu mertuanya datang dan menuntun Liana menuju aula pernikahan. Dibantu oleh Bianca, Liana melangkah anggun.
***
Setelah melewati serangkaian ritual agama, kini mereka memasuki acara resepsi. Tak tanggung-tanggung, keluarga Andra mengundang setiap koleganya. Bukan hanya itu, seluruh karyawan dari perusahaan yang dipimpin Andra dan ayahnya pun, semua hadir. Sementara dari perusahaan Liana, hanya beberapa orang.
Liana terus tersenyum pada para tamu yang hadir. Sampai satu jam kemudian, rasa lelah mulai menderanya. Andra menyadari hal itu.
"Mau istirahat di ruang ganti?" tanya Andra berbisik.
Liana menganggukkan kepala setuju. Kakinya terasa sangat sakit. Andra pun menuntun Liana menuruni stage. Ia juga mengantar wanita yang kini menjadi istrinya itu, ke ruang ganti.
"Biarkan aku sendiri. Pergilah temui para tamu," ujar Liana, ketika ia sudah duduk berselonjor.
"Kau yakin?" tanya Andra.
"Ehm," jawab Liana. Ia tersenyum, untuk meyakinkan sang suami.
Andra pun menganggukkan kepala. Kemudian, ia meninggalkan ruangan itu. Andra kembali berbalik, sebelum menutup pintu.
"Hubungi aku, jika terjadi sesuatu," pinta Andra.
"Iya," jawab Liana.
Setelah pintu tertutup, Liana menaikkan kakinya ke atas sofa. Tak lama, seseorang masuk ke ruangannya. Liana terjingkat kaget saat pintu terbuka dengan kuat. Di ambang pintu, terlihat istri kedua ayahnya.
Liana hanya menghela napas kasar melihat kedatangannya. Belum sempat ia berbicara, dua orang bodyguard segera menyeret dirinya keluar dari sana. Mereka bahkan menutup mulut wanita itu paksa. Meski tidak mengerti dengan yang terjadi, Liana tak ingin ambil pusing.
***
Acara pun usai. Andra membawa Liana ke istana yang telah ia persiapkan untuk mereka. Ia menunjukkan kamar yang akan Liana gunakan.
"Seperti perjanjian, Senin nanti, aku akan mentransfer uang yang kau minta," ujar Andra.
"Oke!" jawab Liana.
"Oh, iya." Andra mendekati nakas.
Pria itu mengeluarkan sebuah amplop berwarna coklat dari sana. Kemudian, menyerahkannya pada sang istri. Liana menatap bingung amplop itu. Namun, Andra terus mendorongnya.
Ia pun mengambil dan membuka amplop yang Andra berikan. Senyumnya merekah, saat mengetahui isi amplop itu. Tidak hanya itu, matanya pun berbinar cerah.Andra sangat menyukai ekspresi itu.
"Terima kasih," ucap Liana tulus.
"Bagaimana soal kepemimpinan?" tanya Andra.
"Aku belum terlalu paham. Bisakah kau mengajariku?" pinta Liana.
Andra menganggukkan kepala setuju. "Mandilah. Aku akan kembali ke kamarku di samping," ucap Andra.
Ia mengusap lembut kepala sang istri. Mulai sekarang, ia harus ekstra bersabar. Ia tak ingin bertindak gegabah, hingga berakhir dengan kebencian Liana yang semakin menggunung padanya.
"Akhirnya, rencanaku berhasil." Andra tersenyum bahagia.
"Misi selanjutnya, membuat Liana kembali mencintaiku, dan membuatnya yakin dengan hubungan pernikahan." Andra menghela napas kasar.
"Semangat Andra. Kau pasti bisa," ucapnya pada diri sendiri.
*suami ketemu pria lain adalah kesalahan fatal tapi istri ketemu pria lain dianggap hal wajar
*suami berbicara dengan wanita lain dianggap kesalahan fatal tapi istri sampai curhat bahkan mengumbar Ian suaminya pada pria lain kalian anggap hal wajar
*istri membela dan bahkan lebih memilih pergi dengan pria Lian didepan suaminya kalian anggap hal wajar
*istri menjatuhkan harga diri suaminya didepan pria lain sampai pria lain itu meremehkan suaminya kalian anggap hal wajar
*suami kontak fisik dengan wanita lain kalian anggap keslaahan fatal tapi istri bahkan sampai pelukan dengan lelaki lain kalian anggap wajar
*Andra banyak melakukan kebodohan
tapi liana banyak melakukan kesalahan fatal
*munafik dia marah suami dekat dengan wanita lain tapi dia malah curhat bahkan pelukan dengan pria lain
*mengumbar aib rumah tangga dan suami pada pria lain
*menjatuhkan harga diri dan kehormatan suami didepan pria lain
*membiarkan pria lain meremehkan dan merendahkan suaminya
dan yang membuat novel ini miris dan munafik adalah novel ini membela dan membenarkan semua kelakuan laknat liana
klw q smpai pnya ibu tiri dia yg bekal kuhabisi
bicara dgn nada keras aja udh kusikat😠😠
hemm jd ank tiri yg jahat wkwkkkk
makasih crazy up nya 🙏🙏
Utk Andra, apapun alsnmu bertemu sm Fia, tetep salah. Karena dia dah janji ga akan ktemu Fia lg, tp terbukti bahwa smp skrg dia msh bertemu. Tinggalin aja dulu Andra ya Liana. Ga usah cere, temuin Andra lg setelah 50thn kmudian sambil kau bawa anak cucu mu🤣🤣. Slamat thn baru 2023 thor🥳🥳