NovelToon NovelToon
Penyesalan Suami Kejam

Penyesalan Suami Kejam

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:13.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Rosma Sri Dewi

Ruby, gadis cantik berusia 27 tahun terpaksa harus menikah dengan seorang pria dingin dan kejam bernama Arkana Rafassya, pria yang memiliki paras yang sangat tampan dan idaman para kaum hawa. Arka, begitulah dia biasa dipanggil, sebenarnya sudah memiliki seorang kekasih yang juga sangat cantik jelita seperti namanya, yaitu Jelita. Arka sangat mencintai Jelita, tapi karena sebuah insiden di mana dia ditemukan sedang berduaan di sebuah kamar dengan Ruby, terpaksa dia harus menikah dengan gadis itu dan berpisah dengan Jelita. Arka menuduh insiden itu adalah rencana licik Ruby agar bisa menikah dengannya, karena dia yakin kalau Ruby itu wanita yang haus akan kekayaan dan ingin hidup mewah. Karena alasan itu, membuat Arka sangat membenci Ruby dan sama sekali tidak pernah menghargai wanita yang sudah menjadi istrinya itu. Pria itu bahkan masih berharap ingin kembali pada Jelita. Bagaimana kelanjutannya? apa benar Ruby seperti yang dipikirkan oleh Arka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Sri Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekesalan Jelita 2

Jelita merogoh tasnya dan meraih handphone dari dalam. Kemudian, Jelita menghubungi Mona mamanya.

"Halo, Ma. Ada sesuatu hal yang sangat penting yang ingin aku sampaikan," ucap Jelita tanpa basa-basi.

"Apa itu?" terdengar suara Mona dari ujung telepon.

"Ma, Pak Rajasa meminta uang 100 juta lagi, dan harus ada satu jam lagi. Kalau tidak, dia akan membaberkan semua rahasia kita pada Arka, Ma. Kebetulan dia ada di sekitar kami sekarang,"

"Apa? ini mah dia sudah sangat keterlaluan. Minggu lalu,dia baru saja meminta uang 50 juta. Bisa-bisa kita akan selalu dia peras. Dua minggu ini saja, ini sudah ke tiga kalinya dia meminta uang. Lama-lama uang kita bisa habis. Dia itu benar-benar ancaman buat kita," Mona, benar-benar sangat marah sekarang.

"Itu juga yang aku pikirkan, Ma. Dia tadi sempat mengatakan, kalau aku harus menyiapkan uang kapanpun dia minta. Kalau aku meminta pada Arka sekarang, apa alasanku? apalagi jumlah uang yang dia minta jumlahnya sangat besar. kalaupun nanti aku sudah jadi istrinya, dia pasti tidak akan berhenti meminta, tentu saja, akan membuat Arka curiga, Ma. Aku benar-benar bingung sekarang," wajah Jelita terlihat ingin menangis.

"Kamu tenang saja,mama akan memikirkan caranya. Sepertinya, kita harus menyingkirkan si tua bangka itu. Tapi kita harus melakukannya dengan cara yang sangat halus, tanpa jejak. Seakan-akan kematiannya itu normal. Untuk sekarang, mama akan kirimkan uang yang dia minta dulu, sampai mama menemukan cara yang tepat untuk menyingkirkan," ucap Mona dengan raut wajah bengis, walaupun Jelita tidak bisa melihat ekspresi mamanya itu.

"Baik, Ma. Aku juga berpikir seperti itu. Dia harus segera kita lenyapkan. Aku tidak mau nanti, gara-gara dia hubunganku hancur dengan Arka. Aku juga akan membantu mama untuk memikirkan caranya," pungkas Jelita, dengan mata yang berkilat-kilat, penuh dengan kebencian. "Sudah dulu ya, Ma. Aku takut Arka datang mencariku, karena aku kelamaan pergi," pamit Jelita.

"Eh, tunggu dulu!" Jelita sontak mengurungkan niatnya untuk mematikan panggilan, karena mendengar suara Mona yang mencegahnya.

"Ada apa lagi, Ma?"

"Mama cuma mau tanya, bagaimana dengan urusan surat cerai itu? apa kamu sudah tanya, apa Arka sudah menandatanganinya atau belum?" nada suara Mona terdengar sangat penasaran.

Raut wajah Jelita kembali berubah kesal mendengar pertanyaan mamanya. "Belum sama sekali, Ma. Arka katanya lupa menandatangani surat cerainya dan masih dia letakkan di ruang kerjanya. Tapi,mama tenang saja, selepas dari sini, aku akan pergi bersama Arka ke rumahnya dan melihat sendiri dia menandatanganinya," Jelita tersenyum miring.

"Oh,baguslah kalau begitu. Kamu pastikan juga,kapan dia akan menikahimu," ucap Mona, penuh tekanan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Jelita, mengayunkan kakinya berjalan kembali ke tempat di mana Arka berada. Namun, alangkah kagetnya dia, begitu melihat tempat itu sudah kosong.

Jelita mengedarkan pandangannya, ke segala penjuru, untuk mencari keberadaan Arka, tapi, dia sama sekali tidak melihat sosok pria itu.

"Di mana sih dia? apa dia pergi ke toilet juga?" gumam Jelita sembari meraih kembali ponselnya.

"Ada pesan masuk? pesan dari siapa ya?" bisik Jelita sembari membuka handphonenya.

"Hah, Arka? kenapa dia mengirimkan pesan?" Jelita sontak dengan cepat membuka pesan yang ternyata dari Arka itu.

"Aku pergi lebih dulu! kamu sangat lama di toilet, aku tidak bisa menunggu lagi, karena ada urusan penting!" begitulah isi pesan dari Arka. Isi pesan yang singkat, tapi sanggup membangkitkan amarah Jelita.

"Sialan! bagaimana mungkin dia bisa pergi tanpa menungguku kembali? ini bukan Arka yang dulu. Dulu dia aku lama sedikit saja dia sudah sangat khawatir, dan datang mencariku, tapi kenapa sekarang dia seakan tidak peduli? brengsek, brengsek!" umpat Jelita sembari menghentak-hentakkan kakinya, sehingga membuat tatapan orang-orang beralih ke arahnya.

"Apa lihat-lihat! jangan ikut campur urusan orang!" bentak Jelita, sembari melangkah pergi, tapi dia masib sempat mendengar umpatan dari seseorang, "Dasar orang gila!"

Jelita tidak memedulikan umpatan itu. Ia tetap melanjutkan langkahnya sembari menghubungi mamanya kembali, guna mengadukan Arka yang meninggalkannya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Arka baru saja tiba di ruangannya dan langsung berkutat dengan pekerjaannya. Ia sama sekali tidak menghubungi Jelita lagi, untuk bertanya apa wanita itu sudah pulang atau tidak. Entah kenapa, pria itu tidak ada niat dan tidak merasa bersalah sama sekali.

Arka kemudian dikagetkan dengan handphonenya yang berbunyi. Arka mengrenyitkan keningnya, begitu melihat nama kontak yang sedang menghubunginya, yang tidak lain adalah Mona mamanya Jelita.

"Kenapa Tante Mona menghubungiku? aku angkat nggak ya?" batin Arka. Pria itu meraih ponsel, menimbang-nimbang terlebih dulu, kemudian meletakannya kembali di atas meja. Pria itu akhirnya memutuskan untuk tidak menjawab dan melanjutkan pekerjaannya kembali.

Namun, panggilan tidak berhenti begitu saja. Handphonenya Arka kembali berbunyi dan itu dari orang yang sama. Lagi-lagi Arka mengabaikannya dan tetap melanjutkan pekerjaannya.

"Nanti saja aku menghubungi Tante Mona. Tante itu paling sudah tahu kalau aku meninggalkan Jelita di restoran dan dia mau protes," bisik Arka pada dirinya sendiri.

Panggilan dari Mona akhirnya benar-benar berhenti, dan Arka kini kembali fokus melakukan pekerjaannya, sampai dia lupa kalau tadi dia berjanji akan pulang ke rumahnya bersama dengan Jelita, untuk menandatangani surat cerai itu.

Cukup lama Arka serius berkutat dengan pekerjaannya. Bukan karena pekerjaan itu sangat penting, tapi dia sengaja ingin fokus untuk mengalihkan pikirannya yang belakangan ini selalu memikirkan Ruby. Apalagi tiga hari yang lalu, dia mencoba lewat dari kontrakan Ruby, dan mengetahui kalau rumah itu sudah kosong.

Arka lagi-lagi dikagetkan dengan handphonenya yang berbunyi dan kali ini dia melihat ada nama Jelita yang tertera di layar ponselnya tersebut.

"Halo!" akhirnya Arka memutuskan untuk menjawab..

"Halo, Sayang. Kamu bilang kalau surat cerainya ada di ruang kerjamu, tapi kenapa tidak ada?" suara Jelita terdengar kesal dari ujung telepon.

"Kamu di rumahku?" bukannya menjawab, Arka malah balik bertanya.

"Iya! tadi aku memutuskan untuk datang ke rumahmu sendiri. Aku ingin mengambil surat cerai itu dan membawanya ke kantormu, tapi aku cari-cari, kenapa tidak ada?"

"Tidak ada bagaimana?" aku menaruhnya di dalam laci. Kamu sudah cari di situ?" tanya. Arka.

"Aku sudah cari, tapi yang kutemukan hanya photo Ruby. Kenapa kamu masih menyimpan photo wanita itu? bahkan di meja kerjamu juga ada photo pernikahan kalian berdua. Kamu sebenarnya sudah jatuh cinta ya pada Ruby?" suara Jelita benar-benar tinggi.

"Photo apaan sih? ok, kalau yang di dalam laci aku pernah tidak sengaja memasukkannya ke dalam, itupun karena papa yang meletakkannya di atas meja. Tapi, yang di atas meja, aku sama sekali tidak pernah meletakkan photo itu di situ?" sangkal Arka dengan kening yang berkerut.

"Bohong! jadi maksudmu kalau bukan kamu siapa lagi, hah! ok, aku tidak peduli masalah photo itu, yang sekarang sangat penting itu, di mana surat cerai itu kamu letakkan? aku mau membawanya sekarang padamu,"

"Sumpah demi apapun! aku menaruhnya di dalam laci dan sama sekali tidak pernah aku keluarkan dari dalam sana," tegas Arka meyakinkan.

Sementara itu, di depan ruang kerja Arka di kediamannya,tampak sepasang mata mengintip dengan sebuah senyuman yang bertengger di bibirnya. Siapa lagi si pemilik mata itu kalau bukan Adelia.

"Rasain! panas kan kamu melihat photo itu? untung aku tadi sempat meletakkannya di sana, setelah aku mengambil surat cerainya. hihihi. Mau kamu cari sampai besok pun, kamu tidak akan menemukannya. Aku akan pastikan kalau kamu tidak akan pernah menikah dengan kakakku. Hanya Kak Ruby lah, kakak iparku," batin Adelia sembari melangkah pergi dengan sangat hati-hati.

Tbc

Jangan lupa buat untuk tetap meninggalkan jejaknya dong. Please like, vote dan komen. Kasih hadiah juga boleh. Thank you 🙏🏻

1
Ratna Ningsih
hahahaha ada kuntilanak Bima malah naik keatas pohon. wkwkwkwk 😀😀😀😀🙈🙈🙈
Ratna Ningsih
otw Hamidun Adel 🤭🤭🤭
Ratna Ningsih
untuk menghadiri acara pertunangan sang mantan kek nya salah gaun deh🙏. lebih anggun gaun Adelia 🤭🤭
Ratna Ningsih
jangan emisi dlu Bima, luruskan permasalahan paham pandu dg mu biar semuanya clear.
Ratna Ningsih
hahahaha 😀😀😀🙈🙈
Ratna Ningsih
itu lah perempuan bodoh, lebih percaya dg org yg baru dikenal dripada org yg udah kita ketahui karakter nya 🙈🙈
Ratna Ningsih
seorang penulis sebelum menuangkan halu nya terlebih dlu akan melakukan riset, lokasi dan sejarah atau ilmiah yg akan dituangkan dalam ceritanya 🤔🤔🤔
Ratna Ningsih
readers hanya menikmati apa yg disuguhkan penulis dan readers ga bisa jdi sutradara 🤭🤭🤭🤞🤞
Ratna Ningsih
arka hilang ingatan alias amnesia 🤔🤔🤔🙈
Ratna Ningsih
makanya bucin boleh tpi logika tetap berjalan, punya kekuasaan dan uang seharusnya di selidiki dlu jngan langsung ambil keputusan. nyesek kan tih🤭🤭🤭🙈🙈
Ratna Ningsih
Lom jadi mertua udah mo ikut campur urusan anaknya 🤔🤔 gimna klo udah jdi mantu, bisa" perusahaan arka dia yg kuasain🙈🙈🙈🤭🤭
Ratna Ningsih
menyesal dibelakang ya vid, klo didepan tuh pendaftaran namanya 🤔🤔 pendaftaran penyesalan wkwkwkwk 🤭🤭😘😘😘
Ratna Ningsih
tugas pintu, apa itu maksudnya 🤔🤔
Ratna Ningsih
anak bodoh, orang tua ga tau diri anak dijadiin mesin pencetak uang. Ruby bodoh banget udah hidup dikhianati bapak sma kakak nya diperas lgi jdi mesin pencetak duit🤔🤔🤔
Ratna Ningsih
ada ya lelaki mulut ember kek gitu🤔🤔 emang cocok sih klo Risa berpasangan dg David mulut ember dan sama" penghianat 🤭🤭🤭🙈🙈
Ratna Ningsih
curiga, sepertinya papa nya ga setuju arka dg jelita makanya dibuatlah scenario untuk memisahkan arka jelita 🤔🤔🤔
Ratna Ningsih
barang jijik tpi dimauin dan dinikmati selama 4 th. ngadepin suami kek gitu Selma itu coz bisa ya🤔🤔🤔
ahyuun.e
siapa lagi itu tasya dan kama thor? perasaan yg lgi di bhas tiara dan panduan suara 🤒🤣
Vita Vita: 🤣😂🤣😂🤣😂🤣🤣🤣👍
total 1 replies
Misaza Sumiati
rajasa mungkin dibunuh mona
Novita Eka Wati
sedih 😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!