"Maksud mamah apa nyuruh aku buat nikahin Ranti? Mamah jangan bercanda mah!" kesal Atlas karena permintaan mamahnya yang benar-benar diluar dugaannya.
"Ranti sudah lulus SMA dan kamu sudah sangat lama sendiri, bukankah kalian akan serasi jika bersama? mamah juga sangat yakin kalau Ranti akan menjadi istri yang baik untuk mu dan menjadi ibu yang baik untuk Aska anakmu!"
Atlas benar-benar tidak bisa menerima permintaan mamahnya karena itu adalah sebuah permintaan yang sangat tidak masuk akal bagi Atlas,ia sama sekali tidak pernah sekalipun memiliki niat untuk menikah dengan Ranti gadis muda dan belia itu.
jangan lupa yah like komen dan votenya. masukin juga yah ke daftar bacaan dan favorit kalian hehehe.
see you guys,salam dari author kentang ini hehehe 🤎
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sopiakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Steo 27: Jangan berduaan.
Atlas berdiri didekat pintu tentu saja dilindungi oleh pilar yang sudah berdiri kokoh disana. Jujur saja ia sendiri tidak mengerti kenapa ia harus mengikuti Ranti keluar dari kantor apalagi saat melihat Abi yang sudah menunggu didepan kantor seperti seorang pasangan yang sedang menunggu Ranti.
Ranti sendiri berlari menuju Abi sembari tersenyum hingga Atlas yang melihat itu benar-benar sangat kesal bukan main. Hatinya terasa panas dan juga seolah tidak terima dengan apa yang tengah ia lihat saat ini.
Abi dan Ranti berbincang dengan serius namun terkesan sangat ramah. Mereka benar-benar terlihat sangat serasi satu sama lain belum lagi saat mereka bersama Ranti terlihat lebih terbuka dan juga ceria berbeda dengan Atlas. Ia kehilangan jati diri saat sedang bersama Atlas.
"Apa dia memang selalu seceria itu?" Gumam Atlas dengan pelan memperhatikan Ranti yang tersenyum itu.
Abi juga tersenyum kearah Ranti sembari memperlihatkan layar ponselnya. Mereka berbincang sembari berdiri disana dan memang sejak tadi mereka berniat berjumpa hanya sebentar saja.
"Kenapa mereka berduaan didepan kantor ku? Benar-benar tidak tahu sopan santun saja. Kenapa mereka terlihat sangat cocok dan aku tidak terima dengan itu."
Atlas benar-benar tidak mengerti dengan apa yang tengah ia rasakan saat ini. Ia mencoba untuk mengabaikan nya namun ia malah semakin dibuat frustasi saat tengah bersikap acuh.
"Bagaimana? Apa menurutmu tempat ini sangat cocok dengan selera mu?" Tanya Abi dengan pelan.
Ranti sedikit berpikir kemudian mengangguk tersenyum kearah Abi hingga laki-laki itu sempat mematung terdiam karena melihat senyuman indah yang Ranti lemparkan kearahnya.
"Aku sih gapapa bi dimana aja, yang lain emang milih disitu yah?" Tanya Ranti dengan pelan.
"Kalau mereka sih ngikut doang, sebenarnya acara reuni udah lama mau di Adain tapi kamu gak ada kabar sih. Jadi dipending dulu gak asik kalau kumpul kita gak lengkap,"ucap Abi dengan pelan.
Ranti merasa bersalah karena sudah melepaskan hubungan dengan mereka walaupun sebenarnya bukan maksud nya karena ia mengganti ponsel serta nomor hingga mereka tidak bisa menghubungi nya sama sekali.
Tiba-tiba saja angin berhembus sedikit kencang dan abu masuk ke mata Ranti. Dengan pelan ia mencoba untuk tenang dan membuka matanya namun ia merasa sangat perih disana.
"Akhh,," ringis Ranti mencoba membuka matanya.
Abi sendiri yang hendak memperlihatkan beberapa menu disana tiba-tiba kaget melihat Ranti yang matanya tertutup dan sedikit meringis.
"Ke,,kenapa Ran?"
"Aduh kayaknya mata aku kemasukan abu deh bi. Akhh perih banget,"ucap Ranti masih mencoba untuk membuka matanya.
Abi kebingungan harus bagaimana untuk membantu Ranti karena ia tidak mungkin asal mendekat kearah nya sebab Ranti saat ini sudah menjadi istri orang lain.
"Bi tolong tiupin mata aku dong akhh perih banget seriusan,"ucap Ranti mendekat kearah Abi dan mencoba membuka matanya.
Abi kaget bukan main saat Ranti sudah sangat dekat dengan nya, ia benar-benar gugup karena jarak diantara mereka sangat lah tipis. Belum lagi wajah cantik Ranti sangat terlihat jelas hingga debaran dijantung Abi semakin tidak terkendali.
"Bi,,perih bi!"
Ranti benar-benar mencoba untuk membuka matanya namun masih terasa sangat perih. Abi benar-benar ragu namun ia tidak bisa membiarkan Ranti seperti itu.
"Se,, sedang apa mereka? Kenapa mereka sangat dekat?" Atlas langsung semakin merasa panas dihatinya karena melihat Ranti dan Abi begitu dekat.
"Permisi yah Ran!"
Abi mendekat dan meniup pelan mata Ranti beberapa kali dan Ranti pun mencoba untuk membuka matanya namun masih terasa perih hingga mau tidak mau Abi meniupnya beberapa kali lagi.
Saat Ranti merasa ia sudah mulai baikan tiba-tiba saja tangannya ditarik oleh seseorang hingga menjauh dari Abi. Tentunya mereka kaget ternyata itu adalah Atlas sejak tadi merasa panas saat melihat itu.
"Ikut aku!"
Ranti kaget saat ia ditarik oleh Atlas begitu saja seperti yang selama ini ia lakukan. Namun bukan hanya itu saja, Abi juga bahkan ikut menarik tangan Ranti seolah Ranti adalah sebuah boneka yang diperebutkan oleh dua bocah.
Atlas menatap kesal dan juga dingin kearah Abi karena tangan nya yang lancang memegang tangan Ranti.
"Mohon tangannya dijaga agar tidak lancang memegang tangan istri orang lain!"
Abi tersenyum sinis kearah Atlas, awalnya ia masih sangat ingin menghormati Atlas namun sejak awal pertemuan mereka Atlas benar-benar tipe orang yang tidak sepatutnya dihormati. Setiap ia dengan Ranti sedang berbincang laki-laki itu selalu saja menarik Ranti dengan cara yang sangat tidak sopan. Ia selalu saja mengabaikan Abi dan jelas itu adalah sikap yang buruk.
"Saya selalu penasaran dengan bapak! Kenapa setiap Ranti sedang berbicara dengan saya maka reaksi bapak selalu saja seperti ini? Seolah bapak sangat takut Ranti akan berpaling dari bapak kepada saya. Apa bapak adalah suami yang gagal hingga selalu se khawatir itu?" Tanya Abi dengan wajah ramah walaupun sebenarnya ia tengah menyudutkan Atlas.
Ranti menatap kebingungan kearah Abi dan mencoba untuk melepaskan tangannya,ia benar-benar tidak mengerti kenapa Abi berkata seperti itu kepada Atlas? Jelas ia akan mendapatkan masalah nantinya.
Atlas tersenyum kearah Abi dan menarik Ranti hingga kini tangan gadis itu dilepaskan oleh Abi karena ia melihat Ranti benar-benar sangat risih dengan genggaman nya.
"Sepertinya rumah tangga kami bukanlah urusan mu, dan satu lagi sikap selalu mengajak istri orang lain bertemu bukanlah perilaku yang baik."
Mereka saling menatap satu sama lain dengan ekspresi saling menantang. Abi benar-benar tidak suka melihat Atlas karena entah kenapa ia merasa kalau Ranti sangat tidak bahagia dengan pernikahannya dan Atlas bukanlah suami yang baik dalam pandangan Abi sedangkan Atlas sendiri sejak awal melihat Abi benar-benar sangat membenci nya bukan karena cemburu namun ia hanya tidak suka melihat Ranti dekat dengan Abi.
"Ikut aku!" Kesal Atlas menarik Ranti dari hadapan Abi.
Ranti benar-benar tidak mengerti kenapa malah dia yang kena getahnya. Abi sendiri sangat kesal karena melihat Atlas benar-benar kasar memperlakukan Ranti.
"Aku pamit yah bi!"
Abi mengangguk dengan pelan dan terus memperhatikan Ranti yang berjalan mengikuti langkah Atlas. Mereka jelas tidak terlihat seperti pasangan suami istri yang harmonis.
"Jelas sekali Ranti terlihat sangat tertekan, aku harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka berdua. Kenapa mereka bisa menikah?"
Abi benar-benar sangat penasaran apa yang sebenarnya terjadi dengan Ranti hingga ia bisa terlibat dengan laki-laki arogan itu. Jelas sekali Atlas tidak menghargai nya dan bersikap seenaknya terhadap nya.
"Akhh aku sangat khawatir dengan Ranti!"
...🤎 Bersambung 🤎...
Hayolohh cemburu nya udah keliatan banget. Atlas atlas makanya baik-baik sama Ranti kalau gak mau diambil sama Abi.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys