MENGANDUNG UNSUR DEWASA HARAP BIJAK DALAM MEMBACA....
Icha Pratichia Dirga putri seorang pengusaha kaya raya, kehidupannya yang diatur sejak kecil hingga sekarang ini membuatnya jenuh dan berniat mencari kebebasan diluar.
Tapi sayangnya dalam perjalanan terjadi insiden yang membuatnya mau tidak mau harus menikah dengan seorang pria.
Icha yang polos dan tidak tahu apa apa harus belajar ini itu setelah berstatus istri sah sang pria.
Bagaimana kisah cinta Icha setelah menikah dibaca yuk novelnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
Rantang dua tingkat dengan warna elegan sudah berada diatas meja wangi masakan yang masih panas Menyeruak keluar menggelitik hidung manusia yang berada disana untuk segera mencicipi.
"hmm siapa ya yang sudah mengirim makanan kesini baunya wangi sekali" tangan Icha membuka kotak dengan tak sabaran bahkan sampai ngiler.
Padahal sejam yang lalu dia masih berkutat dengan buku peninggalan mendiang Sherish.
"aku sudah gak sabar pasti bunda yang kirim" bergumam sendiri sambil membuka rantang.
Saat ini Icha berada dikantor dia ikut karena bosan berada diapartemen sendirian, walau Sera diam tapi dia tidak bilang tidak dan akhirnya disinilah Icha sekarang dia tidak menggangu Sera yang kerja dan dia memiliki pekerjaan sendiri bahkan manja saja tidak.
"apa yang kau lakukan itu untuk Sei" teriakan itu hampir saja membuat Icha menjatuhkan sendok yang hampir masuk mulut.
Begitu melihat kearah pintu dia sudah tidak terkejut lagi tapi juga terkejut jika makanan diatas meja kerja Sera ternyata dari Luna.
"oh jadi masakan ini dari kamu" Icha berbicara dengan ketus dan tidak suka.
Tanpa banyak bicara dia mengambil hp dan menelpon Sera yang sedang rapat membuat Luna mengernyit.
Hp diatas meja bergetar membuat semua orang kini fokus terhadap benda pipih itu, Sera yang fokus juga teralihkan dia segera menjawab panggilan yang ternyata dari istrinya itu.
mendengar apa yang Icha katakan Sera tidak terkejut karena memang Luna sering mengirim makanan kekantor dan dimakan bertiga tapi sekarang berbeda dia sudah beristri dan ingin menjaga perasaannya tidak ingin mengulangi kesalahan lagi.
"terserah kamu saja" ucapnya datar namun lembut dan panggilan segera berakhir kembali fokus terhadap pekerjaan saat ini.
Semua bawahan tidak berani buka mulut karena mereka tahu jika sudah meeting bosnya itu akan serius dan dingin beda dengan tidak meeting penting atau yang menyangkut proyek.
Diruang direktur saat ini begitu mendapat jawaban dari Sera Icha segera menekan interkom yang terhubung kesalah satu karyawan.
"kesini sekarang" titahnya, dia menatap Luna tajam duduk dikursi kebesaran melihat wanita didepan dari ujung kepala sampai kaki.
Begitu cantik, seksi dengan penampilannya yang membuat para kaum Adam terpesona, sedangkan penampilannya begitu biasa saja tanpa riasan yang menempel diwajahnya namun begitu Icha tetap cantik dan beruntung dia selalu percaya diri.
Icha tidak pernah memikirkan penampilan juga mempoles wajahnya baginya itu semua sangatlah ribet hanya memakai cream dan suncreen itu sudah cukup kaos oblong berpadu dengan hotpants ciri khasnya sejak dulu dengan rambut dikuncir kuda.
Sementara Luna kebenciannya terhadap Icha semakin menjadi sejak ada dia Sera semakin jauh padanya sampai terlihat jelas jika Sera memberi jarak terhadapnya, berbeda sekali dengan tunangan Sera dulu yang mudah dikelabui tidak memberi jarak terhadap mereka berdua.
Tentu saja Icha sangat mengantisipasi keadaan yang namanya orang kita tidak tahu jalan pikirannya bukan bisa saja seorang teman bisa menikung kan jika kita sendiri tidak hati-hati.
Apalagi suaminya sudah memberi lampu hijau jika dirinya bisa berbuat sesuka hati dikantor, haisss senangnya.
Seorang karyawan mengetuk pintu lalu berjalan masuk belum sempat dia berbicara Icha sudah menyuruhnya membawa rantang yang berisi masakan dari Luna segera dikeluarkan seakan barang itu mengganggu saja.
"singkirkan barang ini dari sini suamiku tidak butuh sesuatu dari orang lain" kata suami sengaja diucapkan agar Luna sadar akan posisinya hanya sebatas teman biasa tidak lebih.
"kau...."
"ingat Luna temanmu itu sudah menikah dan aku sebagai istrinya tidak suka jika suamiku didekati wanita lain" Icha menatap Luna tajam dan tegas lalu melihat kearah karyawan yang masih berdiri disana.
"jangankan suami bahkan masih pacaran pun aku juga tidak suka jika ada wanita yang caper terhadap kekasihku, kamu juga begitu kan" lanjutnya cari persetujuan.
"Ka kalo itu saya sudah pasti saya akan menampar wanita itu dan menghajarnya sampai puas" balas karyawan itu membuat Icha tersenyum tipis.
"itu sangat bagus bawalah rantang ini buat makan siang mu saja" Icha.
"terimakasih nyonya saya permisi dulu" balas karyawan itu menunduk hormat dan segera berlalu karena melihat situasi yang kian memanas.
"fuh benar-benar gila nona Luna itu sudah tau tuan Sera sudah beristri masih saja ganjen" gumam karyawan itu walau lirih tapi masih terdengar.
"hei apa yang kamu omongin dan apa yang kamu bawa itu" karyawan lain.
"itu si Luna masih saja ngejar pak Sera padahal beliau kan sudah menikah masih pengantin baru pula kasian sekali durinya teman sendiri"
"tapi nona Icha sangat tegas walau orangnya manja dan kekanak-kanakan, jangankan nona aku juga akan melakukan hal yang sama jika ada orang ketiga dalam hubunganku"
"emang si Lunanya saja yang ganjen, dasar! terus ini mau diapakan aku takut memakannya bisa kena semprong nanti"
"makan saja" mendengar suara yang begitu familiar mereka berdua langsung bergidik ngeri. Tamatlah sudah mereka berdua baru saja ngomongin Luna.
Mereka spontan meminta maaf sambil membungkuk. "maafkan kami pak"
"asal bukan istriku saja" Sera berlalu menuju ruangannya dan mendapati istrinya merebahkan diri disofa tidur dengan tenang.
Mereka berdua hanya menunduk dalam tanpa menjawab sepatah katapun tapi mereka juga mengerti apa yang diucapkan atasan mereka yang tidak membolehkan menggosip tentang istri atasan.
"apa meeting tadi terlalu lama" Sera ngebatin lalu berjalan kearah meja kerjanya membuka laptop, anehnya Luna sudah tidak ada disana kemana perginya wanita itu.
"jalankan rencana sekarang" ucap salah seorang wanita didalam mobil mahalnya dengan sorot mata penuh kebencian dengan orang diseberang melalui seluler.
"ok, siang ini kita kerjakan, bos tunggu saja" nada bariton seorang pria membalas dengan angkuh juga sombong.
"hmm"
Wanita itu segera mematikan teleponnya lalu melihat gedung yang menjulang tinggi tepatnya diatas rasa bencinya makin menjadi sampai menghilangkan akal sehatnya.
"sebentar lagi kau akan menangis dan mohon ampun Icha kita lihat saja"
BERSAMBUNG.....
apa benar sera hanya karyawan perusahaan punya temennya kalo iya knp berbohong menjadi orang kaya,di nantikan penjelasannya ka autor