Elden Caster. Pengusaha sebuah Group Imperial terbesar di negaranya, pria yang terkesan dingin, dan juga menyeramkan. Hingga suatu saat, hatinya yang dingin itu mencair ketika bertemu dengan seorang gadis. Siapakah gadis itu? Hingga mampu membuat orang yang terkenal kejam dapat luluh dengan mudahnya. Temukan jawabannya di 'Dont Give Me Hope!'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kyushine / Widi Az Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dont Give Me Hope! Bagian 29
"Kenapa? Karena aku salah satu sponsor dari film ini. Design interior serta design pakaian yang di gunakan, semuanya adalah karyaku."
"Tapi itu bukan berarti kau harus masuk ke kamar seorang gadis sembarangan bukan?" Ashley kesal dengan sikap Leon yang seenaknya.
"Kenapa? Bukankah kau, dan Elden sering melakukannya? Tidur bersama, dan..." Belum menyelesaikan ucapannya, sebuah tamparan mendarat di pipi Leon. Mendapat perlakuan seperti itu, tentu saja membuat Leon tidak terima, ia pun mencengkram erat pergelangan tangan gadis itu, dan membanting tubuhnya di atas ranjang.
"K-kau, a-apa yang mau kau lakukan? Lepaskan aku!" Ashley mencoba memberontak, namun cengkraman pria itu terlalu kuat.
"Dengan mudah kau mengakui perasaanmu padaku, dan dengan mudah juga kau mengkhianatiku. Kau bisa menunggu untuk menyatakan perasaanmu di waktu yang tepat, lalu kenapa tidak bisa menunggu jawabanku di waktu yang tepat juga? Aku rasa kau harus mendapat hukuman, Ashley Francia."
"Bukankah aku sudah jelaskan alasannya padamu? Elden adalah teman masa kecilku, aku mencari, dan menunggunya selama ini. Aku juga tidak yakin dengan jawaban yang akan kau berikan padaku, selama di luar negeri untuk belajar, kau bahkan tidak mengirimiku pesan sekali pun. Aku tidak ingin selalu menunggu seseorang yang pada akhirnya orang tersebut akan lupa dengan janji yang dibuat."
"Tapi itu bukan alasan yang ingin ku dengar. Setelah ini mari kita lihat! Apa Elden masih menginginkanmu atau tidak?"
Leon mendekatkan tubuhnya pada tubuh gadis itu, dan Ashley pun tidak tinggal diam dengan perlakuan yang di lakukan pria itu terhadapnya. Namun, semua sia-sia, tenaganya dengan pria itu satu banding 100. Sekeras apa pun dia memberontak, dia tetap tak bisa melepaskannya.
"Lepaskan aku, aku mohon." Isaknya.
"Melepaskanmu? Itu tergantung bagaimana kau memuaskanku."
"Elden, tolong aku." Racau Ashley seraya memejamkan matanya dengan air mata yang menetes. Ketika Leon hendak mencium gadis itu, seseorang mendobrak pintu kamarnya.
"SIAPA ITU?" Leon menoleh dengan nada yang terdengar begitu marah. "Ck. Tidak ku sangka kau akan datang kemari." Sambungnya seraya tersenyum jahat.
"Apa yang mau kau lakukan pada orangku? Menjauh darinya sekarang juga." Tatapan Elden begitu tajam, rahangnya terlihat mengeras, dan ia juga mengepalkan kedua tangannya. "Sudah ku bilang menjauh!" Sebuah tinjuan pun mendarat di wajah pria itu, dan Ashley segera bangun dari sana. Lalu, Elden menarik tangan gadis itu ke belakang tubuhnya.
"Ha Ha Ha. Setelah mengatakan ini, aku tidak tahu, apa kau masih akan tetap membelanya atau tidak." Leon menyimpulkan senyum jahatnya seraya mengusap darah yang mengalir di sudut bibirnya. "Bagaimana jika aku bilang, aku sudah melihat seluruh tubuh Ashley?" Ungkapnya lagi.
Tanpa memperdulikan ucapan Leon, Elden kembali melayangkan tinjuannya hingga pria itu jatuh tersungkur. Kemudian, ia menarik kerah pria tersebut, dan menatapnya dengan tajam.
"Mulai hari ini, C.E Star tidak akan melakukan kerja sama lagi denganmu, dan jangan pernah untuk muncul lagi di hadapan kami lagi. Jika kau berani muncul, aku akan melakukan hal yang lebih lagi dari ini." Lalu, ia mendorong tubuh pria tersebut, dan berjalan menghampiri Ashley. "David, sisanya ku serahkan padamu." Tinjau Elden yang langsung membawa gadis itu meninggalkan kamar tersebut.
Wajah Elden masih terlihat begitu marah, dan siapa sangka jika kamar Elden hanya selisih dua kamar dari kamar yang di tempati oleh Ashley.
Elden membawa masuk gadis itu ke dalam kamarnya, tanpa protes, ia hanya mengikuti langkah kakinya. Air matanya masih menetes, dan tubuhnya masih bergetar. Setelah pintu tertutup, Ashley pun duduk terkulai disana.
Saat itu, Elden masih memunggungi tubuh gadis itu. Entah apa yang dirasakan olehnya, marah? Kesal? Atau iba? Kemudian, Ashley memberanikan diri untuk menghampirinya seraya menarik ujung bawah kemeja pria itu, dan hal itu berhasil membuatnya berbalik.
"Itu.. Dia sudah berbohong, dia sama sekali tidak melihat tubuhku." Ashley menundukkan kepalanya seraya memainkan jemarinya.
"Aku tahu." Gumam Elden yang langsung membawa gadis itu ke dalam pelukannya. Dalam pelukan tersebut, Ashley kembali terisak, ia sungguh takut membayangkan hal tadi. Jika Elden tidak datang, entah apa yang akan terjadi padanya.
"Kak Leon. Kenapa kau bisa berbuat seperti itu? Bukankah kau orang yang begitu lembut, dan menghargai segala keputusan seseorang?" Gumam Ashley dalam batinnya.
Bersambung ...
Hallo readers DGMH. Terima kasih atas ❤️ dan 👍🏻 yang sudah kalian berikan. Agar tambah semangat lagi, jangan lupa untuk rate dengan memberikan bintang 5 juga ya😆
Mampir juga menuju novel kontesku dengan judul My Boyfriend, My Ce'o
IG: @kyu_shine
💙Thank You💙
Aku tunggu kedatangan kk di karya aku ya
"Kamu matahari dan aku bulan" dan
"Siren or Human"
Semangat🥰
readermu rindu akan ceritamu thor,,,, 🤗🤗🤗