Bagaimana rasanya jika di hari pertunangan mu, pasanganmu justru datang bersama seorang perempuan yang ia kenalkan sebagai kekasihnya???
Risha dan Arga menjalin hubungan karena sebuah perjodohan. Mereka saling mengagumi satu sama lain dan mulai mencoba membuka hati untuk saling mencintai.
Disaat benih cinta mulai tumbuh, datanglah sosok laki-laki yang merupakan cinta pertama di masa kecil Risha. Di lain sisi, Arga terjebak dengan kondisi yang mengharuskannya bertanggungjawab atas perbuatannya dengan seorang perempuan.
Akankah Risha dan Arga tetap bersama? Bagaimana kisah cinta mereka?
Terus ikuti jalan ceritanya ya Readers❤️
Terimakasih🤗🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titislia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Restoran Ardi
Siang itu, di SMA Tunas Bangsa terlihat Ardi bersama teman-temannya sedang bersiap akan pergi makan-makan di restoran Ardi untuk merayakan kelulusan mereka. Sekolah mereka dinyatakan lulus 100%.
Mereka sedang dalam perjalanan menuju restoran dengan menggunakan mobil Ardi dan Diko. Setelah tiba di restoran, Ardi bersama teman-temannya segera masuk ke dalam restoran.
"Gila, makin ramai aja usahamu di?" tanya Diko.
"Alhamdulillah, pas momen kelulusan juga hari ini. Tuh banyak anak-anak masih pakai seragam juga kayak kita." kata Ardi sambil menunjuk ke arah kerumunan beberapa siswa yang masih memakai seragam.
"Eh, Di. Itu bukannya cewek yang kamu bawa ke rumah sakit tempo hari itu?" tanya Diko sambil menunjuk ke arah Risha.
Ardi mengikuti kemana arah tangan Diko, benar saja ia melihat Risha bersama Andri. Seketika senyum tersimpul manis di bibirnya.
"Em, kalian duduk aja di meja biasa ya. Pesan apa yang kalian mau. Free untuk kali ini." kata Ardi ke teman-temannya.
"Siap deh." kata teman-teman Ardi kompak.
"Em, aku ke meja sana dulu ya. Kalian tunggu aja menunya datang." kata Ardi pamit untuk menghampiri Risha.
"Gini nih, kalo udah ngelihat pacar. hehehe. Tapi nggak papa lah, berhubung suasana hati dia lagi seneng kita juga dapat free makan sepuasnya guys." kata Diko kepada teman-temannya.
"Jadi itu cewek Ardi. Cantik banget bro, manis lagi " kata salah seorang teman Ardi.
Ardi berjalan menghampiri Risha dan Andri.
"Hai, sudah lama kah?" tanya Ardi saat sudah di depan meja Risha dan Andri.
"Eh, Ardi. Udah lumayan sih, ni juga udah mau selesai makan. Kamu udah pulang juga? gimana lulus kan?" tanya Risha.
"Alhamdulillah, lulus 100%. Ini lagi sama temen-temen tuh, ngerayain kelulusan. Makan-makan." kata Ardi sambil menunjuk ke arah meja teman-temannya.
"Selamat ya." kata Risha.
"Eh, Andri, Risha. Kalian pesan lagi aja makanannya, hari ini free buat kalian." kata Ardi menawarkan.
"Tapi kami udah cukup kenyang." kata Andri menjawab.
"Tambah lagi lah, minum atau apa gitu. Btw, gabung yuk ma teman-teman aku." tawar Ardi kepada Risha dan Andri.
"Eh, apa kami nggak ganggu momen kebersamaan kalian?" tanya Andri.
"Santai aja. Sekalian kenalan sama mereka, siapa tau ada yang cocok nanti. hehehe." kata Ardi sambil tertawa.
"Ya udah kami ikut gabung, tapi kami nggak bisa makan lagi, udah kenyang banget." kata Risha.
"Minum aja ya, Sha, Ndri." tawar Ardi membujuk mereka.
"Ya udah minum aja lah." kata Risha pasrah.
Mereka lalu menuju ke meja teman-teman Ardi untuk ikut bergabung. Teman-teman Ardi sedang menikmati makanan mereka.
"Guys, kenalin nih Risha, Andri." kata Ardi mengenalkan mereka.
"Hai Risha, Andri." kata teman-teman Ardi kompak.
"Hai, salam kenal ya. Kami boleh gabung?" tanya Risha.
"Tentu saja. Dengan senang hati." kata Diko.
"Duduk Sha, Ndri." kata Ardi menunjuk kursi untuk mereka duduk.
Mereka asik makan dan minum sambil cerita-cerita tentang kelulusan mereka. Mereka juga saling berbagi rencana melanjutkan kuliah mereka. Diko dan Ardi akan kuliah di universitas G, sedangkan teman mereka yang lain akan kuliah di luar negeri.
"Wah, berarti nanti kita sekampus dong. Beda jurusan tapi hehehe." kata Diko sambil tertawa.
"Kamu sejurusan tuh sama Andri. Aku sama Risha." kata Ardi.
"Iya, iya. Eh Andri, bisa kita tukeran kontak biar nanti daftar kuliah sama-sama." kata Diko.
"Boleh kok." kata Andri lalu menyebutkan nomor hp nya.
Terdengar HP Andri berdering, tentu saja panggilan dari Diko.
"Save ya." kata Diko sambil tersenyum manis ke Andri.
"Duh, ini jantung kok degub degub gini sih. Masa ia aku suka sama Diko, baru aja kenal." batin Andri.
"Astaga, Andri manis banget kalo senyum. Ini kenapa lagi jantungku berdebar-debar gini. Apa ini namanya jatuh cinta pandangan pertama?" batin Diko.
Mereka lanjut ngobrol hangat, Ardi, Diko, Risha dan Andri berencana akan nonton bioskop setelah makan-makan. Sedangkan teman Ardi yang lainnya langsung pulang sebab sudah ditunggu keluarga mereka untuk merayakan kelulusan mereka.
"Em, Di, aku numpang mandi ya? masa kita nonton pakai seragam gini?" kata Diko.
"Mandi tinggal mandi lah Ko. Bawa ganti kan?" tanya Ardi.
"Bawa lah. Risha, Andri aku mandi dulu ya." kata Diko.
"Em, Ardi. Kami juga mau numpang bersih-bersih nih. Boleh?" tanya Risha.
"Tentu saja. Kamu masuk aja langsung ke ruangan aku. Masih inget kan?" tanya Ardi.
"Iya ingat kok." kata Risha.
"Ndri, yuk." ajak Risha.
"Kamu aja deh masuk ke ruangan Ardi, aku giliran sama Diko aja deh biar cepet." kata Andri.
"Ya udah, aku duluan ya." kata Risha.
Risha naik ke ruangan Ardi, sedangan Andri menuju kamar mandi yang digunakan Diko.
Risha sudah selesai dari mandi, ia lalu keluar kamar mandi dan mulai bersiap-siap. Terdengar ketukan suara pintu, Risha lalu membukanya.
"Eh Ardi. Maaf ya, pasti nunggu lama." kata Risha.
"Eh enggak kok. Aku baru aja dari dapur lihat stok bahan masak kok. Kamu udah selesai?" tanya Ardi saat melihat Risha masih sibuk menyisir rambutnya.
"Udah, tinggal siap-siap aja nih. Aku bisa keluar kok. Kamu mandi aja." kata Risha.
"Eh, nggak papa kok, kamu lanjut aja siap-siapnya. Aku mandi dulu ya." kata Ardi langsung memasuki kamar mandi setelah mengambil handuk dan pakaian ganti.
Risha yang sudah selesai bersiap-siap segera turun mencari Andri.
"Eh Diko, Andri mana yah?" tanya Risha ke Diko yang sedang duduk di salah satu meja.
"Masih di kamar mandi Sha, kok sendiri la Ardi nya mana?" tanya Diko balik.
"Masih siap-siap kali, tadi baru masuk kamar mandi dia." kata Risha.
Andri keluar dari kamar mandi dan terlihat sudah siap.
"Maaf nunggu lama ya?" tanya Andri.
"Enggak kok. Baru aja aku turun Ndri." kata Risha
"Ndri, makin cantik aja kamu." bisik Risha di telinga Andri.
Andri yang mendengar pujian dari Risha seketika. mukanya berubah merah merona.
"Cie, mukamu merah Ndri." bisik Risha lagi.
"Ish, kamu apaan sih Sha. Buat malu tau nggak." kata Andri sambil berbisik.
Terlihat Ardi menuruni tangga menuju ke arah mereka Ardi terlihat begitu fresh, tampan dengan jaket Hoodie warna maroon yang ia kenakan.
"Ehm, sorry lama. Kalau semua udah siap Ayuk berangkat. Satu mobil aja ya, gimana setuju nggak?" tanya Ardi.
"Pakai mobilku aja Di." kata Diko menawarkan.
"Ya udah yuk." kata Ardi.
Mereka berempat berangkat ke Mall dengan menggunakan mobil Diko. Ardi dan Diko duduk di depan, sedangkan Risha dan Andri duduk di kursi belakang.
👍
💪 trus ya thorr...
up nya yg lma dn pnjang....
ada bwang nya dkit...
lnjut thorr...
💪💪💪💪
aku mau nya...?
arga sma risha...
dan
Ardi sma andri...
lnjut dech thorr...
💪💪💪
lnjut thorr...
💪💪💪
ya thorr....
ggal kn smua niat jhat deon tu...
ksihan aku sma Arga...
💪 trus thorr....
deon dn clara
ya thorr...???
lempar sja mereka berdua tu ke penjara lgi thorr...
💪💪💪 ya thorr...
Arga.... Arga....
kok d'ksih sich no na risha sma clara...
hbis lh risha sma clara...
hncur lh hbungan... yg bru trjali...
💪💪💪 thorr...
dan
risha milik Arga
ya thorr...
💪💪💪
💪💪💪
cman usul dn saran sja...
jngan ada kjahatan yg menyakitkan ya thorr...
💪💪💪
trus ya thorr...
lma k'lmaan...
eeeh dtang pengkhianat...
kn jdi ksihan sma Resha yg nggak tau apa2 ikut2an trlibat sma s'deon...
jngan smpai resha knpa2 ya thorr...
💪💪💪💪
salam dari novel Topan Cahaya 🤗