NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Ruang Ajaib / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:508.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18

Li Zie menatap sisa abu dupa ungu di bawah bantal dengan sorot mata yang bisa membekukan api.

 "Dupa Napas Iblis... penghancur meridian yang paling licik," desisnya. Ia menoleh ke arah Yan yang masih terpaku. Dan berkata dengan tegas, "Pengawal, jika kau ingin tahu siapa pengkhianatnya, jangan cari orang luar. Cari orang yang tahu kapan tepatnya teh penghangat ini harus diberikan setelah aku pergi!"

Yan tertegun, rahangnya mengeras, dan berkata, "Maksud Anda... orang dalam?"

"Nanti saja urusan pelakunya. Sekarang, bantu aku membalikkan tubuhnya!" Li Zie kembali ke mode dokter agresif. Ia menarik paksa selimut yang membeku. Sang Pangeran tampak seperti patung porselen yang retak, kulitnya nampak transparan hingga pembuluh darahnya yang membeku terlihat jelas.

Li Zie menggunakan teknik Akupunktur empat Gerbang dengan modifikasi energi qi karate-nya. Ia menusukkan jarum ke titik Hegu di tangan dan Taichong di kaki untuk membuka sumbatan energi ekstrem.

Li Zie menoleh mencari pengawalnya yang ternyata menunggu di luar, bahkan jauh dari paviliun dengan tubuh menggigil, Li Zie mengela nafas ia tidak punya asisten saat ini.

Li Zie melirik Pengawal Yan, dan berkata dengan penuh wibawa dengan suara khas kakek tua, "Hey! Anak muda, karena asisten ku tidak dapat membantu ku, maka kau saja yang membantuku. "

Yan mengangguk patuh, dengan perintah Tabib Agung, padahal selama ini ia hanya patuh dengan Tuannya saja.

Li Zie melemparkan botol kecil berisi air spiritual dan serbuk bunga, dan langsung di tangkap oleh pengawal Yan dengan sempurna.

"Aduk kedua bahan itu dan berikan padaku, " perintah Li Zie dengan tegas, ia masih sibuk dengan jarum jarumnya.

 Li Zie tidak bisa menahan diri untuk kembali melirik wajah sang Pangeran yang sangat dekat dengan wajahnya. Bulu mata pria itu yang panjang kini perlahan mencair, meneteskan air seperti air mata.

" Sial, kenapa di ambang kematian pun dia masih terlihat seperti lukisan mahal?" batin Li Zie, jantungnya sedikit berkhianat.

Li Zie mengambil ramuan yang di sodorkan pengawal Yan, lalu meneteskan ke bibir pengeran.

Begitu ramuan spiritual menyentuh bibir sang Pangeran, sebuah guncangan hebat terjadi. Tubuh pria itu memancarkan uap hitam yang berbau busuk, sisa-sisa dupa beracun yang dipaksa keluar oleh jarum Li Zie.

Perlahan, mata sang Pangeran terbuka. Kali ini tidak ada kabut matanya sangat jernih dan tajam, langsung terkunci pada mata Li Zie yang sedang bersembunyi di balik riasan arang.

"Kau... lagi..." suara pria itu terdengar lebih dalam dan berwibawa meski lemah.

Li Zie segera menarik diri, kembali memasang tampang kakek tua yang galak. Dan berkata, "Ya, ini aku. Dan kali ini, kau berhutang seluruh gudang emasmu padaku karena seseorang baru saja mencoba memanggang jantungmu dengan es!"

Pangeran itu mencoba meraih tangan Li Zie, tapi Li Zie dengan cepat menghindar, dan berkata dengan galak persis seperti kakek tua, "Jangan sentuh! Energi racunmu masih bisa menular ke kulit orang biasa."

"Dan Yan..." Li Zie menoleh ke arah pintu, lalu berkata, "Bawa 'tabib senior' yang memberikan teh tadi ke hadapanku. Aku ingin melihat apakah wajahnya sepucat teh yang dia buat."

Yan tidak membuang waktu. Dengan instruksi Li Zie, ia segera menyeret masuk seorang tabib tua berpakaian sutra hijau, Tabib Senior Wang yang tadi memberikan teh. Pria tua itu gemetar hebat, wajahnya lebih putih dari pada salju di luar paviliun.

"Ampun, Yang Mulia! Ampun Kais-" Tabib Wang langsung bersujud, namun Yan menahan lehernya dengan ujung pedang yang dingin.

Li Zie melangkah maju, tongkat kayunya mengetuk lantai dengan bunyi thak! thak! yang mengintimidasi. Li Zie mendekati Tabib Wang, lalu dengan gerakan cepat, ia menggunakan Mata Dewa untuk memindai seluruh tubuh pria itu.

"Jangan mencari ampun pada manusia, carilah ampun pada malaikat maut yang hampir kau undang," suara Li Zie terdengar sangat berat dan berbahaya. Ia tiba-tiba merogoh paksa lipatan lengan baju Tabib Wang dan menarik sebuah bungkusan kecil berisi sisa bubuk dupa ungu.

"Apa ini? Bumbu masak?" tanya Li Zie sinis sambil melempar bungkusan itu ke lantai. dengan gaya khas kakek petapa yang angkuh dan tangguh.

Tabib Wang membelalakkan mata. "Itu... itu hanya obat penenang!"

Li Zie tertawa, suara tawa kakek-kakek yang dibuat-buat namun terdengar mengerikan, lalu berkata, "Obat penenang? Ini Dupa Napas Iblis. Jika dicampur dengan hawa dingin Racun Es, jantung korban akan pecah dalam waktu satu jam. Kau sengaja memicu kambuhnya racun ini setelah aku pergi agar semua orang mengira aku yang gagal mengobatinya, bukan?"

Li Zie melihat tabib istana yang akan menjebaknya, rasanya Li Zie ingin mencekiknya sekarang juga.

Hay! semua terimakasih hadiah dan komentarnya ya.

1
Linda Nadi
Pengobatanya cuman akupuntur doang ya,tanpa disertai ramuan,bener"baru nemu cerita kaya gini...lain x sediakan makanan dulu sebelum mlakukan akupuntur
Linda Nadi
Baru x ini q baca cerita berbeda dari yg lain,kebanyakan cerita kultivasi tu makin kuat smakin bisa berhari"tak merasa lapar,begitu juga ilmu pengobatanya smakin lama smakin kuat smakin bisa mengendalikanya,begitu juga ruang dimensinya makin kuat orangnya smakin bertambah luas&lengkap pula isinya &takan ada habisnya juga 🤭🤣🤣🤣 ini mah ngocak perut mulu
Tri Haryanto
baguuuuuuus bangeeeet ya ampuuun
Heny Shae
zie dimana semua sikap sombong dan sok wibawamu 🤣🤣
Heny Shae
🤣🤣🤣
Sri rahayu
ternyata di dunia novel pun sama ya kalau istri kurang duit suka marah melulu 🤣🤣🤣🤣
Sri rahayu
Thor ceritamu Bagus dan di selingi kekonyolan pasti orang suka
Sri rahayu
Thor terimakasih ya sudah bikin sy tertawa terus .semoga amal ibadah author di terima karena sudah membuat banyak orang tertawa 😁😁🫰🫰
Fitria: Sama-sama, Kak.
total 1 replies
Sri rahayu
🤣🤣🤣🤣🤣 pasti terkenving kencing tuh
Sri rahayu
guru hentikan guru
Fitria: Kok author jadi ngakak ya, keinget nadanya🤣
total 1 replies
𝓬𝓱𝓪𝓵
🤣🤣🤣 bisa bisanya harga diri nmr 2
miss blue 💙💙💙
🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak banget ya allah 🤣🤣🤣
Hua Hua
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hua Hua
aduh terlalu cantik 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
miow 🐈🐈🐈
ini kenapa seolah2 yan bru liat kecantikan nya.... kan pas mergokin di paviliun reot pas muka nya dilap pke air spritual kasiar, yan dan feng liat terus terpesona... knp skrg yan malah kya bru pertama liat 🤭🤭🤭
Julia thaleb
Thor..
di dalam ruang dimensi simpan makanan yg banyak, saat lapeeer tinggal makan, tidak perlu bingung cari kedai nasi or restoran.
Lina Sofi
lucu bgt 🤣🤣🤣
tudehun
/Ok/
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru 🙂
Alisya Dilla
ya allah apa kh ada part yg lebih ngakak ketimbang part ini? astga ngga lemes besty 😭😭🤣🤣🤣💪
Fitria: Mungkin masih banyak sih, kk. 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!