NovelToon NovelToon
Perjalanan Menjadi Dewa

Perjalanan Menjadi Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Petualangan / Kultivasi / Fantasi Timur
Popularitas:248.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mager nulis nama

Terlahir di dataran es membuat Hao Chen harus menjalani pelatihan ekstra dari sekte kecil tempatnya tinggal.

Namun tidak di sangka, Hao Chen yang polos dan baik hati ternyata dulunya adalah dewa kematian yang begitu di takuti oleh dewa lain hanya dengan mendengar namanya.

Huhuhuhu.... 😭 Sangking bersalahnya author pengen ngubah judulnya jadi perjalanan penembusan dosa author

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mager nulis nama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29.CERMIN DIRI

Di podium sekte lotus keabadian, Wang Fei yang sedang asik menonton laju pertarungan di kejutkan dengan kedatangan Hao Chen dan Ling An. Terlihat Hao Chen membawa banyak manisan seperti yang di janjikan nya kepada Wang Fei.

Hao Chen memberikan semua manisan itu kepada Wang Fei, segera Wang Fei menerimanya dengan datar.

"Kenapa kalian keluar lama sekali ?"Tanya Wang Fei.

"Ada sedikit masalah saat ingin keluar tadi, apakah nomor urutan ku sudah di panggil ?"Tanya Hao Chen.

Wang Fei menggeleng pelan,"Belum, penyelenggara Wang Ergou sengaja mengundurkan nomor urutan mu untuk bertarung di akhir nanti,"

"Aku mengerti, sepertinya Wang Ergou sedang merencanakan sesuatu yang tidak ku ketahui.. Pria itu begitu semangat hari ini, aku harus berhati-hati."Ucap Hao Chen, kemudian dia dan Ling An duduk di kursi semula.

Ling An yang telah resmi menjadi wanita Hao Chen terlihat diam dengan malu-malu, namun jelas terlihat tangan keduanya saling menggenggam erat satu sama lain.

Tiba-tiba penyelenggara Wang Ergou memanggil nomor urutan Ling An,

gadis itupun berdiri setelah berpandang singkat dengan Hao Chen.

Tidak lama kemudian Hao Chen juga di minta kehadirannya ke arena 5. Sesampainya di atas arena, Hao Chen tersenyum kecil ketika melihat lawannya adalah kandidat dari sekte gagak ilusi sebelumnya.

'Jadi ini rencana Wang Ergou, baik akan ku layani,'Batin Hao Chen.

Hao Chen mengeluarkan sekantong koin emas dari balik pakaiannya, kemudian menatap lawan yang berdiri di sisi arena sambil tersenyum.

"Mau bertaruh ? Siapa yang tangannya patah duluan akan kalah,"

Pemuda berpakaian serba hitam bernama Shimayi itu tersenyum sinis, kemudian mengambil sekantong emas dari balik pakaiannya."Aku tidak yakin kedua tangan mu akan utuh jika sudah bertarung dengan ku,"

"Bagus jika kau berani, ku kira kau hanya besar mulut saja,"Ucap Hao Chen.

Kemudian dua orang teman wanita Wang'Ergou datang untuk mengamankan uang taruhan mereka.

Semua mata penonton tertuju pada arena 5, mereka tidak henti-hentinya meneguk ludah ketika pertarungan Hao Chen melawan Shimayi yang di tunggu-tunggu akan segera di mulai.

Wasit yang terlihat sedang berdiri di tengah-tengah arena nampak tegang dengan dua kontestan kali ini. Segera sang wasit mengangkat sebelah tangan kemudian menurunkannya, setelah itupun sang wasit berlari ke sudut arena untuk mengamankan diri agak tidak terkena imbas dari pertarungan Hao Chen melawan Shimayi.

Hao Chen yang sudah memiliki cara untuk melawan pengguna ilusi, segera melesat ke depan dan menyerang Shimayi dengan pukulan serta tendangan untuk menyibukkan orang itu agar tidak memiliki waktu untuk menggunakan kabut ilusinya.

Shimayi yang tidak terlalu mahir dalam bertarung dengan tangan kosong merasa kesulitan untuk mengimbangi serangan Hao Chen. Keadaan semakin memepet Shimayi, hingga iapun melempar sebuah bola ke lantai. Segera bola itu mengeluarkan asap putih tebal yang dengan cepat menyelimuti seluruh arena 5 dalam sekejap mata.

Melihat asap mulai merembet ke arahnya. Hao Chen segera melompat tinggi-tinggi untuk menghindar dari asap itu, karena siapa tau kabut asap itu memiliki kemampuan untuk menarik seseorang masuk ke dalam ilusi.

Tiba-tiba dari dalam kabut, muncul dua bayangan hitam berbetuk seperti manusia menyerang Hao Chen menggunakan pedang. Hao Chen yang melihat hal itu bukannya menghindar tapi hanya diam sambil tersenyum kecil. Ternyata tebasan pedang dari kedua bayangan itu tidak berdampak apa-apa karena hanya menembus serta melewati tubuh Hao'Chen begitu saja.

"Mau menakut-nakuti ku menggunakan ilusi murahan ini ? Kau sangat lucu, teknik seperti ini tidak ada gunanya di mata ku,"

Semua penonton tercengang dengan kecerdasan Hao Chen dan instingnya yang begitu tajam. Bahkan sebagian dari penonton sempat menutup mata ketika melihat kedua bayangan tadi menebas tubuh Hao Chen, padahal nyatanya kedua bayangan tadi tidaklah nyata. Meski begitu serangan tadi terlihat sangat nyata, namun tidak mampu membuat Hao Chen gentar atau ketakutan seperti yang di rasakan penonton.

Dengan keadaan tubuh mengambang di udara, Hao Chen tersenyum kecil menatap ke bawah,"Sampai kapan kau akan bersembunyi di sana seperti seorang wanita ? Waktu terus berjalan,"

Shimayi yang sembunyi di dalam kabut merasa sangat kesal dengan gigi tertutup rapat. Iapun mengeluarkan beberapa siruken dari kantong khusus kemudian melemparnya ke arah Hao Chen.

Saat menghindari semua siruken yang datang dengan sebilah pedang, Hao'Chen terkejut ketika matanya yang tajam melihat cairan lengket berwana ungu di bagian runcing suriken itu.

'Racun ?!'

Dengan cepat Hao Chen melapisi telapak tangannya dengan es tipis untuk kemudian menangkap satu suriken yang datang ke arahnya. Lalu sekuat tenaga Hao Chen melempar suriken itu ke arah Shimayi. Lemparan Hao Chen yang begitu cepat tidak memberi peluang untuk Shimayi menghindar, hingga kemudian suriken beracun itu tepat tertancap ke bahu kanan Shimayi.

Racun sendiri di larang kegunaannya pada turnamen, untuk itu Hao Chen ingin melihat reaksi Shimayi ketika terkena oleh senjata curangnya sendiri.

Shimayi yang mulai merasakan dampak dari racun yang mulai menyebar ke pembuluh darahnya segera menelan sebuah pil dari balik pakaiannya. Tentunya perbuatan curang Shimayi tidak di ketahui oleh orang lain, mengingat dirinya masih berada di dalam kabut yang begitu tebal. Namun tetap saja hal itu tidak luput dari pengawasan Hao Chen, dia hanya diam dan tersenyum kecil melihatnya.

"Ck Ck Ck. Kenapa orang tidak layak seperti ini diikutsertakan dalam turnamen besar ? Dasar sekte kurang kerjaan,"Gumam Hao Chen, sambil berdecak berkali-kali.

Setelah kadar racun di dalam tubuhnya mulai menghilang, Shimayi perlahan dapat kembali menggerakkan tubuhnya dengan leluasa. Iapun melakukan segel tangan dan menciptakan banyak bayangan hitam untuk di gunakan menyerang Hao Chen. Para penonton yang mengira kalau serangan puluhan bayangan itu adalah ilusi yang sama seperti sebelumnya adalah salah besar, ketika melihat serangan yang di lakukan puluhan bayangan itu begitu nyata dan kasat karena Hao Chen harus menyambut semua serangan mereka menggunakan sebilah pedang.

Hao Chen yang nampak bertarung melawan puluhan bayangan nampak santai meski mereka datang semakin banyak seolah tidak ada habis-habisnya. Berapapun banyaknya bayangan yang datang, mereka pasti kalah oleh permainan pedang Hao Chen. Alhasil membuat penonton yang melihat terpesona dengan gerakan Hao Chen yang tegas dan berkarisma.

Di sela-sela bertahan, Hao Chen melihat ke arah Shimayi yang nampak masih melakukan segel tangan.

'Kurasa bayangan ini datang dan berjumlah semakin banyak adalah karena orang itu terus-menerus melakukan segel tangan.. Berarti, untuk menghentikan serangan bayangan ini aku hanya perlu menganggu orang itu,'

Setelah mengetahui penyebab dari banyaknya jumlah bayangan yang datang. Hao Chen segera meledakkan energi besar dari dalam tubuhnya untuk membinasakan mahluk bayangan yang berada di sekitarnya. Setelah itu Hao Chen mengubah pedang di tangan menjadi busur es dan melesatkan sebuah anak panah es ke arah Shimayi.

Seketika konsentrasi Shimayi terganggu, iapun melompat kebelakang untuk menghindar dari anak panah yang melesat ke arahnya. Secara bersamaan kabut asap yang menyelimuti arena menghilang,

dari atas udara Hao Chen melesat ke bawah dengan tangan kanan memegang sebilah pedang es yang mengeluarkan hawa dingin.

Shimayi yang berdiri di sisi lain arena juga telah bersiap denga sebilah pedang bayangan.

Merekapun melesat ke arah satu sama lain dan saling menghantamkan pedangnya hingga membuat percikan api dan suara dentuman setiap kali pedang keduanya berbenturan.

"Ternyata perkiraan ku salah tentang obat sebelumnya. Nyatanya obat yang kau makan tadi tidak hanya membantumu dalam meregenerasi luka, tapi juga meningkatkan kemampuan dan ability mu secara pesat,"

Shimayi tersenyum sinis,"Lalu apa ? Kau akan mengadu ??"

Hao Chen tersenyum kecil, sambil masih menyambut serangan yang datang."Kenapa aku harus mengadu hanya untuk sekedar melawan badut murahan yang sok keras seperti mu ?? Itu terlalu berlebihan menurutku,"

"Kurang ajar ! Ayo kita lihat siapa badut sebenarnya di antara kita !!"Dengan wajah nampak marah Shimayi berkata lantang.

Hao Chen tersenyum dingin dengan tatapan membunuh. Kemudian tanpa basa-basi memukul perut Shimayi hingga membuatnya terpental kebelakang dan hampir jatuh ke arena.

Sementara badut sungguhan yang sedang menonton langsung meninggalkan kursinya, setelah mengetahui kalau menjadi badut itu susah.

"Harusnya dulu aku menuruti perkataan ibu yang menyuruhku untuk menjadi petani bukannya badut,"

Dari kepalan tangan kanan Hao Chen, berpusat sebuah energi besar yang perlahan-lahan membentuk kepala seekor roh naga putih.

Shimayi yang baru saja kembali berdiri juta tidak mau kalah, dia memfokuskan energi bayangan ke kedua telapak tangannya untuk kemudian melakukan seni segel tapak dan membuat sepuluh bayangan hitam yang lebih kuat daripada sebelumnya.

10 Bayangan hitam itu tidak hanya lebih kuat, mereka juga memiliki tubuh seperti jendral perang dengan senjata besar seperti gada,tombak,scimitar yang menjadi senjata mereka.

Hao Chen hanya berwajah datar melihat 10 bayangan itu berdiri di depan Shimayi seperti sedang melindungi tuanya.

Dengan santainya Hao Chen melangkah ke depan dengan tangan kanan di balut oleh kepala roh naga putih yang mengeluarkan hawa dingin. Kemudian Hao Chen segera melakukan gerakan memukul, membuat kepala roh naga putih melesat dan menghancurkan segala yang berada pada garis serangan.

Tidak hanya menghancurkan pertahanan dari 10 bayangan jendral, namun energi berbentuk kepala naga itu juga menghantam Shimayi hingga membuatnya terpental kebelakang dan muntah darah.

Tiba-tiba Hao Chen sudah terlihat berdiri di dekat Shimayi yang sedang berlutut dengan menggenggam sebilah pedang es yang mengeluarkan hawa dingin begitu ganas. Saat Hao Chen hendak menebas kepala Shimayi, tiba-tiba di sekelilingnya menjadi gelap gulita.

Hanya dengan melihat keadaan sekitar, Hao Chen sadar kalau dia berada di dalam ilusi. Sedangkan tubuhnya terlihat masih berdiri mematung, membuat Shimayi terkejut melihat keadaan lawannya yang tidak mau berlutut meski jiwanya sedang berada di dunia ilusi. Namun dengan begini saja sudah cukup membuat Shimayi berpikir dirinya sudah menang. Karena jika seseorang sudah masuk ke dalam dunia ilusi, maka dia akan di hadapankan dengan ketakutan terbesarnya agar bisa keluar.

Ling Feng yang melihat Hao Chen sudah masuk ke dalam ilusi nampak gusar, sambil mengelus janggut.

"Ini gawat.. Chen'er sudah masuk ke dalam dunia ilusi, akan sulit baginya untuk bisa keluar."

Yukimura menoleh ke arah Ling Feng dengan perasaan khawatir terhadap keadaan Hao Chen.

"Lalu bagaimana guru ? Apakah ada cara untuk senior Chen agar bisa keluar dari belenggu ilusi itu ??"

Ling Feng menatap Yukimura,"Kau sendiri bagaimana ? Apa yang kau lihat ketika terjebak di dalam ilusi sebelumnya ??"

Yukimura mengelus dagu sambil mengingat-ingat kejadian saat dimana dia masuk ke dalam dunia ilusi.

"Di sana sangat gelap, aku di hadapankan oleh seorang pendekar yang sangat kuat dan tidak bisa ku kalahkan,"

"Itu namanya cermin diri,"

"Apa maksud dari cermin diri guru ?"

"Cermin diri adalah kondisi di mana seseorang di hadapankan dengan ketakutan terbesarnya. Dari ceritamu, aku bisa menyimpulkan kalau Hao'Chen bisa keluar hanya jika dia mampu mengalahkan ketakutan terbesarnya.. Namun, keberhasilannya hanya 5 %. Jika tidak, dia akan selamanya berada di sana dan menjadi gila,"

Yukimura nampak tegang diiringi dengan meneguk ludah untuk kemudian menatap ke arah tubuh Hao Chen.

"Apa yang menjadi ketakutan terbesar senior Hao Chen ?

1
Xuan Yan
🤩😎
Xuan Yan
ttap semangaaat Thor
💪
Xuan Yan
🤩😎
Xuan Yan
🤩😎 muantaaab👍
Xuan Yan
🤩😎
Xuan Yan
ttap extra semangaaat Thor
💪
Xuan Yan
sungguh prolog yg bgs
🤩😎
minak jinggo
pihak admin mana nieh.. author kyak gini d lolosin.. apa kepepet gk punya author yg kompeten d APK ini
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut thor
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lanjut thor
Rinaldi Sigar
lanjut
Eren Yeager
maaf maaf, khilaf sampe lupa pernah bikin novel gw njirrr
Lucas Immanuella: emng BABI kau nii Thor🗿
total 1 replies
Erlangga Wahyudi
udh hampir 4 thn ga up...udh hbs brp galon kopi thor nunggunya
إندر فرتما: aku kira udah meninggal author nya
total 1 replies
Christian Matthew Pratama
copypaste
Bonar Afrianto
Luar biasa
Alex Kawun
luar biasa kau hao chen
sayang nya pembaca tdk pernah tahu bgmana HC bisa menguasai kepandaian yg di miliki nya itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!