Adira nur faiza seorang wanita yang berusaha tegar dan sabar dalam menghadapi cobaan hidupnya.
Kehidupan rumah tangganya hancur karena orang ketiga. saat ia akan memulai hubungan dengan orang lain kembali ia dikhianati. dibalik itu ia bersyukur karena merasakan kasih sayang seorang kakak.
Akankah ada seseorang yang benar- benar setia padanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 29
Diperjalanan motor Dira dihadang sebuah mobil, membuat Dira ketakutan tapi setelah pemilik mobil itu turun Dira menjadi lega.
"Apa aku membuatmu takut Dir," tanya Andri.
Andri lah yang menghadang motor Dira, setelah kepulangan Dira, Andri tak bisa tenang karena belum menjelaskan pada Dira, akhirnya dia memutuskan mengejar Dira.
"Sedikit," jawab Dira.
"Aku ingin bicara sama kamu," ucap Andri
"Bicara apa? ini sudah malam Ndri!" ucap Dira.
"Ini masih jam 8 Dir, aku yakin kamu juga belum bilang ke orang rumah kalau kamu pulang cepat, jadi biarin mereka berfikir kamu masih kerja! nanti kamu pulang jam 11 seperti pulang kerja," bujuk Andri, Dira masih diam memikirkannya.
"Ayolah Dir, aku perlu bicara sama kamu, banyak hal yang perlu aku jelasin, aku nggak mau semua berlarut- larut? lagi pula kamu udah dewasa udah bisa bikin keputusan sendiri," Andri menatap lekat pada Dira, Dira pun menganggukkan kepalanya.
****
"Kakakmu kemana lagi Ra?" tanya Nanik.
Zahra hanya mengangkat bahunya pertanda ia tak tahu.
"Kakakmu itu benar- benar kelewatan, Dira itu wanita baik, kalau dia pergi ke malang bersama anaknya dan juga itu perempuan, seharusnya nggak usah pakai nginap, padahal Dira sudah sangat percaya pada kakakmu itu, walaupun disana dia tidak melakukan apapun tapi sebagai wanita, Dira pasti sakit hati, apa hebatnya wanita itu yang hanya bisa sembunyi diketiak orang tuanya," kata Nanik dengan menggebu- gebu.
"Mah, kalau kakak mau rujuk, apa mama restui?" tanya Zahra.
"Nggak akan," jawab Nanik cepat.
"Papa juga nggak ridho kalau kakakmu rujuk, rizki semua tuhan yang atur, sekarang kakakmu sukses, restorant yang dia bangun berkembang, tapi kita tidak tau apakah kakakmu akan sukses selamanya atau tidak? bukannya papa mau doain anak papa yang jelek- jelek, tapi kita semua tahu alasan perceraian mereka, sekarang mungkin mereka menerima kakakmu tapi bagaimana jika nanti kakakmu berada dibawah, mereka pasti membuangnya lagi," ucap Irfan membuat Zahra dan mamanya menunduk sedih.
****
"Kamu mau pesan apa Dir?" tanya Andri.
"Cappuccino aja," jawab Dira.
"Cappuccino 1 sama coffe latte 1," ucap Andri pada pelayan.
Mereka memutuskan berbicara di sebuah coffe shop.
"Dir, aku mau minta maaf sama kamu," ucap Andri.
"Minta maaf karena apa?" tanya Dira.
"Aku minta maaf karena aku kemarin ke malang sama Lusi dan menginap disana, aku juga kaget waktu om Roni bilang Lusi akan ikut, om Roni hanya akan mengizinkan aku membawa Amel jika bersama Lusi, dan aku tidak bisa menolaknya karena aku sudah janji pada Amel, sewaktu disana aku juga udah bujuk Amel buat pulang, tapi dia menangis ingin mengulang waktu aku mengajaknya ke malang, Dir kamu percaya kan sama aku?" tanya Andri.
"Ndri bolehkah aku bertanya padamu? dan aku harap kamu menjawabnya dengan jujur," ucap Dira dan Andri menganggukkan kepalanya.
"Sewaktu kalian menginap di malang apa kalian tidur satu kamar?" tanya Andri.
"Tidak," jawab Andri cepat, jawabannya cukup meyakinkan membuat Dira percaya.
"Apakah pernah terjadi sesuatu disana hingga mengharuskanmu menutupinya dariku?" tanya Dira.
"Sesuatu apa?" tanya Andri pura- pura bodoh, padahal ia sudah paham.
"Kamu tidak harus berpura- pura bodoh," ucapan Dira menohok hatinya.
"Percayalah padaku hanya kamu yang aku inginkan! Lusi hanya masa laluku, ada Amel diantara aku dan Lusi mau tak mau pasti akan selalu membuatku terhubung dengan Lusi, yang perlu kamu terapkan hanya percaya padaku, karena kepercayaan adalah kunci sebuah hubungan, kamu ingatkan janji aku nggak akan ada perpisahan diantara kita, aku nggak mungkin mengkhianatimu, percayalah padaku," ucap Andri memohon.
"Aku percaya padamu jadi jangan pernah mengkhianatiku," Dira meneteskan air matanya.
"Tidak, aku tidak akan mengkhianatimu," ucap Andri seraya memeluk Dira.
"Sekarang masih jam 9 mau langsung pulang atau jalan- jalan dulu? kita pacaran dulu yuk? jarang- jarang pergi cuma berdua?" goda Andri membuat semburat nerah muncul dipipinya, Dira mengangguk mengiyakan.
"Mau jalan- jalan kemana?" tanya Andri.
"Terserah," jawab Dira.
"Kita nonton yuk? motor kamu dititipin aja di tempat penitipan motor disebelah minimarket diujung sana," ucap Andri.
"iya," ucap Dira.
Mereka pun pergi kesebuah mall, mereka memutuskan menonton film romantis.
"Aku beli minuman dulu kamu tunggu disini," ucap Andri yang dijawab dengan anggukan oleh Dira.
Dira sangat senang bisa nonton dibioskop karena semenjak menikah dengan Syarif, Dira tak pernah lagi nonton dibioskop.
"Ini minumanmu, ayo filmnya sudah mau mulai," Andri menggandeng tangan Dira memasuki gedung bioskop.
Mereka duduk dikursi paling belakang, Dira sangat senang sesekali ia menoleh kearah Andri dan tersenyum begitupun Andri, tangan mereka saling menggenggam seolah takut akan terpisahkan.
Ketika film memperlihatkan adegan mesra, Dira menjadi salah tingkah dan Andri mengetahuinya, dan ketika adegan berlanjut dari ci*m*n menjadi adegan panas, Dira semakin gelisah tanpa sadar tangan yang menggenggam tangan Andri dia remas, Andri sebenarnya juga menahannya sedari tadi, ia lelaki dewasa yang punya nafsu apalagi sudah pernah menikah. Andri mendekat kearah Dira.
"Dira," panggil Andri yang membuat Dira menoleh, segera dicium dan dilumatnya bibir ranum itu, Dira yang tadi gelisah awalnya syok pun menikmatinya, ia membuka sedikit bibirnya membuat Andri senang dan memasukkan lidahnya mengeksplor apa yang ada didalamnya.
Desahan dari penonton yang duduk didepan mereka membuat Dira sadar hingga mendorong Andri.
"Maaf aku terbawa suasana," ucap Andri.
"Aku juga minta maaf," ucap Dira
Mereka kembali fokus pada film yang mereka tonton.
.
.
.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu