NovelToon NovelToon
HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Hantu / Teen
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Hidup Lylac yang datar tapi penuh perjuangan karena orangtuanya yang miskin, berubah total ketika tak sengaja ia bertemu hantu cantik Mika, di gudang sekolah saat ia ingin sendiri.

Mika terus merengek pada Lylac untuk mendekati Evan, Anak basket yang populer. Itu idolanya dulu saat masih hidup. ini membuat Lylac harus berhadapan dengan Angel geng cewek cantik dan populer yang merasa kesal melihat Lylac ada disekitar Evan. Padahal Lylac hanya disuruh Mika, hantu cantik itu.

Baca dan lihat bagaimana Lylac yang malas mengurusi orang malah bertemu dengan geng cowok dan cewek paling populer itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 15 Didatengin Angel

Atmosfer siang ini terasa sedikit mencekik. Ketika seseorang dengan tubuh tinggi semampai berhenti tepat di depan mejanya.

Angel berdiri didepannya. Rambutnya yang dikuncir kuda tinggi bergoyang sedikit saat ia melipat tangan di dada. Senyumnya terkembang sempurna. Sebuah senyuman ramah yang sering ia perlihatkan di depan para guru dan semuanya. Ketika dia sedang berhati baik.

Anak-anak yang melihat ini terkejut. Mereka ingin tahu kenapa Angel muncul di kelas ini.

"Hai," sapa Angel. Suaranya cukup nyaring untuk membuat beberapa murid di sekitar mereka menoleh. "Boleh ngobrol sebentar?"

"Denganku?" tanya Lylac tidak yakin. Karena ia makhluk penyendiri. Sibuk dengan pekerjaan sampingan. Jadi tidak terlalu mengenal Angel.

Angel menghela napas pelan. Sepertinya menahan dirinya untuk tidak marah. Dua temannya di samping sampai menipiskan bibir melihat Lylac.

"Tentu saja sama kamu," tegur Sinta teman Angel kesal.

"Oh ya. Ada apa?" tanya Lylac akhirnya. Mengabaikan kemustahilan yang ia pikirkan tadi.

Angel menatap lurus ke arahnya. memutari meja Lylac, lalu bersandar santai di ujung meja kosong di sebelahnya.

"Enggak ada apa-apa, sih. Cuma mau ngingetin aja. Akhir-akhir ini jadwal latihan tim basket lagi padat banget menuju turnamen. Sebagai kapten cheerleader, aku cuma mau mastiin fokus anak-anak cowok enggak keganggu."

Lylac mengerutkan kening, masih belum menangkap arah pembicaraan. "Maksudnya?"

"Ya... tahu sendiri kan, anak basket itu gampang kepikiran," ujar Angel tertawa kecil. Suara tawa yang terdengar sangat dipaksakan di telinga Lylac. "Terutama Evan. Dia itu kan tumpuan tim. Jadi, lebih baik kalau orang-orang di sekitarnya ... terutama yang baru saja merasa jadi orang yang dekat dengannya, bisa agak jaga jarak. Biar Evan enggak terimbas sama hal-hal yang enggak penting."

Kalimat itu meluncur begitu halus. Riri yang ada disana langsung paham.

Berbeda dengan Lylac yang kurang paham.  Mata Lylac mengerjap bingung.

Siapa yang dia maksud? Aku?

"Wah, wah, wah! Dia muncul dan melabrak kamu?"

Sebuah suara melengking yang sangat familier tiba-tiba menginterupsi lamunan Lylac. Mika muncul dengan lompatan heboh. Tentu saja, tidak ada satu pun manusia di kelas itu yang menyadari kehadirannya selain Lylac.

Lylac melirik. Ia merasa tidak pernah dekat dengan cowok itu. Apalagi sampai mengganggu waktu latihannya.

Sebelum Lylac sempat merespons. Riri berkata, "Lylac enggak dekat dengan Evan, Angel."

Angel hanya menaikkan satu alisnya, menatap Riri dengan pandangan meremehkan yang tersamarkan.

"Lho, Riri? Aku lagi ngomong sama dia," tunjuk Angel le Lylac. Enggan mendengarkan orang lain.

"Aku tahu dia enggak kenal jadi aku ikut ngomong." Riri sedikit memaksa. Namun dengan nada biasa. Dia tahu Angel akan melakukan hal seperti ini.

"Sudah, Ri," potong Lylac cepat. Memegang lengan sahabatnya agar tidak memicu keributan yang lebih besar. Lylac beralih menatap Angel. Mencoba tetap tenang meski jantungnya berdegup kencang. "Makasih sarannya, Angel. Tapi aku rasa ada salah paham. Aku enggak pernah ada niat buat ganggu siapa pun. Aku tidak dekat sama sekali dengan Evan."

Angel tidak membalas ucapan Lylac. Ia hanya tersenyum tipis. Ia menegakkan tubuhnya bersiap untuk pergi dari kelas itu. Namun, tepat sebelum melangkah melewati ambang pintu, Angel membalikkan badannya sedikit. Tatapannya terkunci tepat pada manik mata Lylac.

"Ada orang yang seharusnya tahu tempatnya."

Begitu punggung Angel menghilang di belokan koridor. Riri langsung menghempaskan tubuhnya kembali ke kursi.

"Aku kan sudah pernah bilang ke kamu. Lebih baik kamu hati-hati karena Evan pernah nolong kamu. Angel pasti bakal mengganggumu," kata Riri.

"Jadi aku diserang nih?"

Lylac tidak menanggapi. Ia terpaku di tempatnya, menatap meja dengan pandangan kosong.

Lylac hanya bisa menghela napas panjang dalam hati. Selama ini, Lylac hanya berpikir kerja cari uang untuk sekolah. Namun kenapa tiba-tiba jadi dia diserang? Nama Evan pula.

"Drama manusia itu emang paling top! Gila, aura cewek tadi item banget, kayak pantat panci emak-emak!" cerocos Mika sambil menggerak-gerakkan tangannya dengan ekspresi heboh. "Dia itu cemburu, Lylac! C-E-M-B-U-R-U!"

Sepertinya begitu. Denganku? Aneh banget.

...----------------...

Lylac kembali sibuk merapikan alat tulisnya ke dalam tas dengan gerakan yang tenang. Baginya, gertakan Angel tadi tidak menghasilkan uang ataupun nilai untuk bertahan hidup. Jadi, tidak ada gunanya membuang energi untuk memikirkan drama seperti itu.

Riri yang duduk di sebelahnya menghela napas pelan.

"Angel sepertinya salah paham," ujar Riri pelan, melipat kedua tangannya di atas meja dengan santai.

"Biarkan saja," sahut Lylac pendek, mengancingkan ritsleting tasnya tanpa beban.

Tepat setelah itu, guru Sosiologi yang terkenal pelit nilai melangkah masuk ke kelas. Suasana kelas yang tadinya santai langsung senyap seketika.

Beliau meletakkan tumpukan kertas itu di atas meja guru dengan ketukan yang tegas, membuat seluruh murid otomatis menegakkan punggung.

"Siang ini, seluruh angkatan akan memulai proyek riset lapangan Sosiologi," ujar Pak Hasan tanpa basa-basi, suaranya yang berat menggema ke seluruh ruangan. "Tugas ini pararel. Semua mendapatkan materi dan tenggat waktu yang sama. Minggu depan, bab awal harus sudah ada di meja saya."

Beberapa murid di barisan belakang langsung mengeluh pelan.

"Aturan utama tugas ini," lanjut Pak Hasan, matanya memicing jeli di balik kacamata minusnya, "Kalian wajib menggunakan buku referensi utama yang ada di perpustakaan sekolah sebagai landasan teori. Saya tahu kalian pintar mencari materi di internet, tapi untuk riset ini, kalian harus membaca, merangkum, dan menyalin data langsung dari buku fisik yang disediakan sekolah."

Mendengar kalimat itu, seisi kelas langsung paham bahwa beliau sedang menggalakkan gerakan membaca buku perpustakaan secara wajib. Tidak ada jalan pintas digital untuk tugas kali ini.

"Dan sebagai bukti fisik kalian benar-benar membaca di sana, setiap kelompok wajib menunjukkan buku referensi tersebut beserta bukti keanggotaan perpustakaan." tambah Pak Hasan dengan tegas. "Artinya, perwakilan kelompok yang memegang buku harus melakukan registrasi menggunakan kartu perpustakaan fisik milik kalian sendiri. Tidak boleh diwakilkan."

Kalimat terakhir Pak Hasan langsung memicu kasak-kusuk panik di seisi kelas. Zaman sekarang, hampir sebagian besar murid sudah abai dengan kartu perpustakaan fisik. Banyak yang hilang, terselip, atau bahkan tidak pernah membuatnya sama sekali sejak kelas sepuluh karena mengandalkan internet.

"Ada pertanyaan?" tanya Pak Hasan sekilas. Tidak ada yang bersuara. "Kalian lakukan di jam luar pelajaran ya."

Begitu Pak Hasan melangkah keluar dari ambang pintu, anak-anak kelas XI-2 mulai bangkit berdiri dari kursi mereka, sebagian besar sibuk mengeluh karena harus mencari kartu perpustakaan mereka yang hilang.

Riri langsung memeriksa dompetnya dengan tenang, lalu menoleh ke arah Lylac. "Aku punya, Ly. Tapi masa berlaku kartuku habis bulan lalu karena belum diperpanjang."

"Enggak masalah. Kan bisa diperpanjang."

"Ya." Riri tersenyum.

1
viellia
evan kenal mika ga ya,kasian mika😭
viellia
Ly kasian mika kenapa ga jujur aja si,mika udah ga lama lg akan balik ke alamnya😭😘
viellia
coba aja angel bisa liat mika pasti mukanya pucet dan ga gangu liylac lg🤭
viellia
lanjut kakak...
LisA: Terima kasih sudah mampir dan baca😊
total 1 replies
Jumi Saddah
pengen deh mika masuk ke raga liylac,,trus mukul angel🤭🤭
Jumi Saddah
klo lylac ju2r apa riri percaya,,,
Jumi Saddah
moga evan percaya klo lylac bisa melihat yg orang tidak lihat,,
Jumi Saddah
sering up donk,,soal nya seru ini cerita nya,,
LisA: Siap. Terima kasih sudah membaca.
total 1 replies
Inah Ilham
astaga gemes ih pingin nguncir bibirnya si Mika
Inah Ilham
dicueki salah.... ditanggapi makin salah lagi, piye to wis jan angel...angel...
LisA: 😅😅😅😅😅
total 1 replies
Inah Ilham
🤣🤣🤣🤣🤣
Prines
bagus cerita nya lanjutin lg yaa
Prines
Thor mana kelanjutannya aku tunggu loh
LisA: Terima kasih sudah baca😊
total 1 replies
Suci Lestari
Thor,, kok novel kencan buta, udah gk ada lagi??
LisA: Iya😅🙏
total 1 replies
Kasandra Kasandra
crita shana sm pak regas katanya mau ada extra part nya kak.. sy tunggu2 ndak muncul2😞
Qaisaa Nazarudin
waaahhh kayaknya kereeennn nih..Nabung dulu ah,nunggu babnya banyak,biar bisa marathon bacanya 🙏🙏😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!