Di selematkan oleh seorang malaikat sungguhlah sebuah keberuntungan bukan? namun siapa sangka di balik itu semua Zeline harus menerima wejangan terakhir untuk menikah dengan calon suami dari wanita yang telah menyelamatkan nyawa nya itu.
" Thalia kau tau bukan wanita yang ku cintai itu adalah dirimu bukan dia." Arthur
" Priaku mungkin jodohmu itu bukanlah aku melainkan Zeline hanya saja Tuhan menggirimkan nya melalui aku." Thalia
Zeline dia harus bagaimanakah dirinya menerima atau kah menolak? namun Zeline tidak ingin mengecewakan wanita yang telah menyelamatkan nyawa nya itu.
Tidak pernah terlintas sedikitpun dalam benak Zeline menikah dengan seseorang dalam keadaan tidak saling mencintai, akankah pernikahan Zeline berakhir dengan bahagia atau kah mungkin sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29
Frans keluar terlebih dahulu untuk membukakakan pintu mobil Tuan dan Nyonya nya.
Zeline dan Arthur pun keluar dan untuk yang pertama kali nya Frans mendegarkan Arthur menggucapkan kata terima kasih.
Arthur berjalan ke arah pintu sambil mengandeng lengan Zeline, akhirnya Zeline mau pulang lagi Arthur masih tak percaya dengan itu semua.
" Assalamualikum.." ucap Zeline dan Arthur setelah masuk ke dalam rumah sambil menyalami tangan Leta.
" Waalaikum salam..wah menatu Mama udah pulang..Pah, Papa menatu kita udah pulang nih Pa." teriak Leta sambil menghampiri Zeline lalu memeluk menantu nya itu dengan erat.
Savero yang mendegarkan ucapan sang istri yang mengatakan bahwa menantu nya itu sudah pulang segera turun ke bawah untuk menemui menantu nya itu.
" Alhamdulillah akhirnya kamu mau pulang juga Nak, Papa minta maaf ya Nak untuk semua kesalahan yang pernah Arthur lakukan kepadamu." Savero merasa bersalah pada Zeline setelah Leta mengatakan semua nya yang terjadi dalam rumah tangga sang anak.
" Ngak papa kok Pa, lagian Zeline juga udah ngelupain semua nya, jadi Papa ngak pelru merasa bersalah lagi." tutur Zeline.
Savero menepuk pelan pundak Zeline betapa baiknya Zeline mau memaafkan luka hati nya, yang terkadang orang tak mampu untuk memaafkan.
" Yasudah pasti kalian belum makan malam kan?" ucap Leta ia hari ini merasa sangat-sangat bahagia menantu nya kini telah kembali lagi.
Zeline dan Arthur kompak menggelengkan kepala nya, Leta tersenyum melihat sepasang suami istri itu kini telah seperti pasangan pada umum nya.
" Yasudah ayo kita makan sama-sama, Angel turun makan dulu Dek.." ucap Leta senang karena Zeline telah kembali.
Saat Zeline ingin ikut melangkah ke dapur Arthur menarik tangan Zeline, wanita itu pun berbalik menghadap Arthur.
" Iya Tuan?" uacap Zeline sambil menatap Arthur dengan sedikit rasa takut. Zeline tidak bisa membohongi dirinya sendiri masih ada sedikit keraguan dan ketakutan pada Arthur.
" Sekali lagi saya minta maaf ya untuk semua yang pernah saya lakukan kepada kamu." ucap Arthur begitu tulus.
" Iya Tuan aku sudah memaafkan Tuan sebelum Tuan meminta maaf kepadaku. Aku sudah melupakan semua nya jadi Tuan jangan bahas-bahas soal ini lagi ya." tutur Zeline tak kalah tulus.
Tak ada dendam sedikitpun dari hati Zeline untuk membalas Arthur, Zeline sudah memafaakan semua kesalahan yang pernah Arthur perbuat pada nya dulu.
Arthur tersenyum bahagia untuk pertama kali nya lagi setelah Thalia. Hanya Zeline lah yang mampu membuat Arthur tersenyum bahagia seperti saat ini.
Pria itu menggandeng lengan Zeline dengan begitu erat, lalu mereka berdua pun berjalan ke arah dapur dengan saling bergandeng tangan.
Zeline dan Arthur pun bergabung beserta anggota keluarga nya yang lain. Akhirnya malam ini keluarga Mahatama bisa makan malam dengan formasi yang lengkap.
" Wah Kakak ipar telah kembali lagi." sorak Angel antusias seperti tadi Leta saat pertama kali Zeline datang.
" Iya Dek.." balas Zeline sambil tersenyum.
Semua keluarga itu saling melemparkan senyuman satu sama lain dan mulai memakan makan malam nya dengan tenang.
.
.
Zeline duduk di bawah karpet ia masih belum berani untuk duduk di atas ranjang takut Arthur akan marah lagi kepada nya seperti dulu.
" Zel kenapa duduk di bawah?" Arthur pun mendudukan tubuh nya di bawah karpet seperti Zeline.
" Iya Tuan..hmmm.." Zeline tak berani untuk berbicara.
Arthur tahu pasti wanita nya itu takut untuk duduk di atas kasur, sepertinya Zeline masih menginggat jelas kejadian pada masa itu.
Arthur menggenggam tangan Zeline dan mereka berdua pun berdiri, Arthur menatap mata Zeline dengan begitu malu membuat sang pemilik mata menjadi salah tingkah.
" Sekarang kamu tidak perlu takut lagi kepadaku atau bahkan ragu kepadaku, aku sudah berubah aku ingin menjadi suami yang baik untukmu kita mulai dari awal semua nya kita buka lembaran baru." Arthur menatap wajah Zeline.
" Sekarang kamu jangan merasa takut, jangan merasa kamu seperti sendirian sekarang ada aku. Aku akan selalu ada untuk kamu apapun yang akan terjadi di masa yang akan datang kita akan sama-sama terus." sambung Arthur.
Mata Zeline berkaca-kaca saat mendegarkan Arthur berbicara seperti itu, semoga Arthur bisa memegang kata-kata nya.
Arthur menghapus jejak air mata di wajah Zeline lalu membawa wanita itu ke dalam dekapan hangat nya.
Yang saat ini Zeline rasakan adalah kenyamanan saat berada di dalam dekapan Arthur, kita rasa takut itu mulai menghilang sedikit demi sedikit Zeline akan membuang jauh-jauh rasa takut nya kepada Arthur.
Arthur melepaskan pelukan nya dan menatap wajah Zeline begitupun sebalik nya dengan Zeline.
" Oh iya apa kamu mau mandi?" tanya Arthur kini tak ada lagi bahasa kasar yang sering Arthur ucapkan kepada Zeline seperti dulu yang ada sekarang hanyalah kelembutan yang Zeline rasakan.
" Tapi aku tidak membawa baju, baju-bajuku semua nya berada di apartementmu." balas Zeline.
Arthur tersenyum " Mandilah aku akan meminjam baju Angel untukmu."
Zeline mengangguk ia pun berjalan masuk ke dalam kamar mandi, rasa nya seperti sudah lama sekali Zeline tidak kerumah mertua nya padahal Zeline menginap di rumah Lena pun tidak sampai seminggu.
Beberapa saat kemudian terdengar suara ketukan pintu Arthur datang untuk mengantarakan baju Angel yang ia pinjam untuk Zeline.
Wanita itu mengeluarkan tangan nya untuk mengambil baju yang berada di tangan Arthur.
" Terimakasih." ucap Zeline lalu menutup pintu kamar mandi dengan rapat.
" Sama-sama." Arthur tersenyum kini giliran Arthur untuk segera mandi badan nya rasa nya lengket sekali.
Setelah selesai Zeline keluar kamar mandi dengan memakai piyama milik Angel. Arthur menatap Zeline ia baru sadar bahwa istri nya itu sangatlah cantik.
" Tuan ayo sekarang giliranmu untuk mandi."
Arthur tersenyum " Istriku jangan panggil aku dengan sebutan Tuan lagi, aku ini suamimu bukan Tuanmu."
Deghhh dada Zeline bergemuruh walaupun Arthur pernah mengatakan kata itu dulu, namun kali ini rasa nya sangat berbeda.
" Ah iya maaf Art-thur." ucap Zeline terbata.
Arthur menggelengkan kepala nya melihat tingakah Zeline yang masih cangung terhadap nya.
" Kalau begitu aku mandi dulu, tolong siapkan bajuku ya."
" Iya Mas.." ucap Zeline tanpa di filter terlebih dahulu.
" Apa tadi aku tidak denger." jelas Arthur.
" Memang nya tadi aku bilang apa?"
" Tadi kamu bilang Mas? Mas apa?"
Zeline bingung dirinya malu saat ingat tadi mulutnya mengatakan Mas pada Arthur. Memang ya ini mulut tidak bisa di ajak berkompromi.
" Mak-maksud Zeline itu Mas, Mas tukang bakso ya Zeline mau bakso tapi yang jualan nya Mas-Mas yang di depan apartement." jawaban Zeline sangatlah melenceng dari arah pembicaraan.
" Tapi boleh juga aku mau kamu panggil aku dengan sebuatan Mas." kata Arthur.
" Oh jadi kamu mau Zeline panggil Mas bakso?"
" Iya tapi ngak pake bakso nya juga lah." balas Arthur. Memang ada-ada saja istri nya ini.
" Iya deh Mas bakso." goda Zeline lalu menyiapkan baju untuk Arthur.
" Kamu ini ya.." Arthur berjalan mendekat ke arah Zeline. Zeline kira Arthur akan memarahi nya tetapi tebakan Zeline salah pria itu malah menggelitiki tubuh Zeline.
" Ampun...iya aku panggil kamu Mas." ucap Zeline di sela-sela tawa nya.
Bukan nya melepaskan Zeline, Arthur malah semakin menggelitiki tubuh Zeline.
" Mas, Mas ampun aku udah engak kuat."
Arthur pun berhenti menggelitiki tubuh Zeline. Entah sadar atu tidak Arthur mencium kening Zeline.
" Mas mandi dulu ya." ucap Arthur seraya beranjak dari atas kasur.
" Iy--ya Mas." Zeline menatap pintu kamar mandi yang mana di dalam nya terdapat Arthur.Zeline masih tak percaya Arthur mencium nya tadi.
****
Pagi hari nya Zeline bangun terlebih dahulu kini Zeline tidur tidak di atas karpet lagi. Zeline tersenyum melihat Arthur yang masih terlelap dalam tidur nya, untuk pertama kali nya Zeline tidur satu ranjang dengan Arthur setelah menikah.
Zeline membangunkan Arthur pelan-pelan agar pria itu tidak marah kepada nya, Zeline menepuk tangan Arthur yang ketiga kali nya dan akhirnya mata pria itu perlahan-lahan mulai terbuka.
" Mas mandi dulu gih." ucap Zeline lembut
Arthur menggucek-ngucek padangan mata nya sebelum beranjak. " Iya sayang Mas mandi dulu ya, makasih udah bangunin Mas." Arthur pun beranjak dari tempat tidur menuju ke kamar mandi.
" Itu udah jadi tugas aku Mas." kata Zeline kembut seraya merapihkan tempat tidur.
Sayang? aaa... rasa nya kenapa gini ya? apa mungkin karena Arthur adalah cinta pertama nya Zeline?
Zeline pun melanjutkan kembali pekerjaan nya setelah itu Zeline menyiapkan baju untuk Arthur.
Selang dari itu Arthur keluar kamar mandi ia tersenyum saat melihat Zeline dari arah belakang.
" Zel kenapa kamu masih bekerja saja?"
Zeline berbalik ke belakang melihat Arthur yang sedang melihat ke arah nya juga dengan tatapan tajam nya.
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN KALIAN DENGAN CARA MEMBERI LIKE,KOMEN SERTA VOTE NYA YA..TERIMAKASIH ☺☺
Terimakasih untuk pembaca setia Ceo Kejam Itu Suamiku.☺☺
Semangat ya.