Dikhianati. Ditinggalkan. Ditindas.
Itu yang Miracle dapat setelah 5 tahun berjuang untuk Morgan mantan suaminya.
Tapi Miracle bukan wanita yang bisa diinjak lalu dibuang. Tiga tahun kemudian, namanya jadi momok di dunia bisnis. Dia kembali bukan untuk balikan. Dia kembali untuk membeli perusahaan itu. Dan untuk membuat Morgan berlutut di hadapannya.
Siapkah kamu menyaksikan seorang "Mantan Istri" merebut kembali tahtanya?
Kita ikuti sepak terjang mantan istri CEO...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.04.Mencari Bukti
Pukul. 21.00 waktu Indonesia bagian barat, Miracle dan Komariah sudah sampai di Restoran. Mereka berdua duduk di pojok, supaya bisa memantau pergerakan karyawan di dalam Restoran.
"Restoran ini ramai, aku yakin seratus lima puluh juta bisa masuk sehari. Pantas Morgan bisa memanjakan Arini dengan barang mewah rupanya seramai ini." bisik Komariah menatap ke pintu masuk.
"Berapapun larisnya kalau lupa dengan asal, hasil itu akan hangus. Aku percaya Karma. Cepat atau lambat mereka akan memetik hasil dari perbuatan buruknya."
"Manusia yang sedang berselingkuh jarang ingat Karma, karena mereka kemasukan setan..."
"Mereka datang, lihat..Arini dandanannya glamour seperti sosialita. Mereka tidak malu tampil berdua."
"Rupanya Morgan merayakan ulang tahun Arini, pantas beberapa meja dikosongkan. Mereka tampak serasi dan terlihat bahagia. Morgan terus mem*luk Arini." ucap Miracle dengan wajah memerah.
Bagaimana pun ia berusaha sabar, tenang, hatinya tetap sedih, rasanya ingin berteriak dan mengamuk.
"Jangan baper, tenang saja, siapkan camera untuk mencari bukti perselingkuhan mereka." ucap Komariah menggegam tangan Miracle.
"Kom, hatiku sakit rasanya ingin maju melabrak mereka."
"Sabar..kamu harus kuat, sayangi dirimu sendiri, anggap Morgan sudah m*ti." ucap Komariah menenangkan Miracle.
Setelah menenangkan Miracle, Komariah kembali fokus merekam adegan yang di tampilkan oleh kedua manusia tak tahu malu itu.
Terlihat teman-teman Morgan sudah memenuhi meja bar. Morgan naik ke atas stage live music mengambil microphone dan memberi sambutan.
"Teman-teman yang berada disini, saya CEO Morgan's Kitchen mengucapkan terimakasih atas kedatangan kalian. Hari ini adalah ulang tahun tunangan saya, kami sengaja membuat acara disini untuk mengenang pertemuan kami yang pertama kali. Kami berdua mohon doanya supaya kami bisa melanjutkan ke pernikahan."
"Cium..cium..."
Morgan dan Arini saling berp*lukan dan berc*uman mesra. Hati Miracle terasa pecah, ia merasa asing melihat Morgan. Inikah orang yang dibelanya selama lima tahun. Masa muda dan harta dia relakan hilang demi Morgan.
"Pak Morgan..kami ikut bahagia mendengar pernyataan anda, tapi dengar-dengar anda sudah punya istri." seorang wartawan maju memberi pertanyaan.
"Lancang, siapa kalian, wartawan dari mana, ini privacy..."
"Kami kesini di undang oleh nona Arini, pak Morgan jaga sikap.."
"Hapus vidionya...acara ini bukan untuk konsumsi publik, wartawan bubar..bubar..."
"Sayank Maafkan aku, kau takut dengan siapa, istri tuamu itu." ucap Arini ngambek.
"Sayank bukan begitu maksudku, sebelum kita sah jadi suami istri, jangan ramai-ramai dulu, aku takut ada kendala."
"Sayank percaya padaku, istri tuamu tidak akan tahu, dia gaptek mana pernah baca berita."
"Informasi ini bersifat rahasia, kita belum siap menyebarluaskan kepada masyarakat umum, diketahui oleh pihak-pihak tertentu yang berkepentingan saja." ucap Morgan.
"Maaf tadi ada mis komunikasi, semoga para wartawan dan yang lain mengerti, karena saya dan tunangan belum sempat berunding."
"Silahkan mencicipi hidangan ala kadarnya dan memberi Review positif di Google."
Kemudian musik dance mengalun, Morgan dan Arini berdansa saling berpelukan dan berc*uman mesra.
"Mira..apa kamu mau memberi ucapan dan kado?"
"Nanti aku kasi kado surat cerai." sahut Miracle geram.
"Kita tunggu mereka di mobil siapa tahu mereka berbulan madu."
"Benar juga, aku lewat samping kau bayar ke kasir. Aku tunggu kamu di mobil."
Miracle menuju tempat parkir, dulu tempat ini mereka beli menggunakan uang bantuan dari Wijaya Group. Morgan membohonginya dan mengatakan bahwa uang itu pinjaman bank.
Seperti biasa Miracle mengalah dan tidak mempermasalahkan lagi. Lagipula hasilnya nyata dari uang itu berupa bangunan Restoran dan peralatan dapur yang serba canggih.
Miracle mulai merasa kalau Morgan sedikit arogan, dan mengingatkannya awalnya dari mereka tidak punya menjadi punya.
Mungkin dari situ Morgan merasa tidak sefrekuensi, tidak ada kecocokan atau keserasian di antara mereka. Beda dengan dulu, waktu miskin dan saat berjuang bersama sikap Morgan manis dan rendah hati, makanya Miracle merasa memiliki kesamaan pola pikir, hobi, selera, atau cara pandang terhadap hidup, sehingga merasa sangat "nyambung" dan nyaman saat mengobrol atau menghabiskan waktu bersama.
Rupanya Morgan berubah karena uang dan status sosial. Dia haus validasi ini kondisi psikologisnya. dia sangat bergantung pada pengakuan, pujian, atau persetujuan orang lain untuk merasa berharga dan bahagia. Dia butuh ini, karena ia sering rendah diri dan rasa percaya dirinya kurang. atau mungkin dia trauma masa lalu, seperti pengabaian emosional.
Miracle menarik nafas panjang, ini hasilnya melawan orang tua. pikirnya.
"Mira, pec*ndang itu sudah keluar dari Restoran. Kita ikuti kemana perginya, ingat surat cerai harus dipegang. Jangan kamu luluh saat dia minta maaf, mohon ampun. Ingat surat pembagian waris."
"Dada ku jadi berdebar, gimana kalau kamu yang ikuti nanti aku nyusul. Aku takutnya ngamuk tidak terkontrol."
"Baiklah, nanti aku telepon kamu saat Morgan sudah haha,hihi dengan selingkuhannya."
Miracle sepanjang jalan terdiam, ia berpikir sendiri itu lebih nyaman. Harusnya ia hidup sendiri dan mencintai diri sendiri.
Suara dari The Weeknd call out my name mengalun dari Playlist mobil. Lagu lama tapi tetap enak di dengar.
We found each other
Kita saling menemukan satu sama lain
I helped you out of a broken place
Aku membantumu keluar dari tempat yang hancur
You gave me comfort
Kau memberiku kenyamanan
But falling for you was my mistake
Tapi jatuh cinta padamu adalah kesalahanku
I almost cut a piece of myself for your life
Aku hampir mengorbankan sebagian diriku untuk hidupmu
Guess I was just another pit stop
Sepertinya aku hanya pemberhentian sementara
'Til you made up your mind
Sampai kau memutuskan
You just wasted my time
Kau hanya membuang-buang waktuku
I'll be on my...
aku akan pergi...
"Sedih, marah itu wajar karena kamu pelaku sejati, kamu begitu tulus mencintainya, membantunya sampai sukses, tapi yang kamu terima tidak sebanding. Dia menusuk dari belakang, laki-laki behini cocoknya di bunuh."
"Aku akan pulang ke rumah, tapi terus terang aku tidak mampu melihat mereka dalam keadaan mesum di depanku."
"Serahkan semua padaku, kamu tunggu di mobil, aku tidak selembek diri mu."
"Maafkan aku telah merepotkanmu."
"Ucapkan kata-kata itu saat aku berhasil mencari bukti." sahut Komariah turun dari mobil. Mereka sudah sampai di hotel dan permainan akan di mulai.
Setelah pasangan selingkuh masuk kamar, Komariah sengaja menunggu Walter di depan kamar membawa minuman. Dia mengaku sebagai penghuni kamar dan mengambil tugas Walter serta masuk dengan mudah ke kamar.
Minuman sudah dicampur obat bir*hi. Walaupun pakaiannya bebas tapi dua sejoli itu tidak peduli, mereka asyik berciuman, mengucapkan kata-kata tak senonoh.
Dia keluar setelah menaruh minuman, lima belas menit kemudian Komariah sudah bisa mengambil cctv yang dia sembunyikan.
Tidak ada huru hara semua berjalan sesuai keinginan masing-masing.
*****
ini yang namanya ingat wajah ea ingat rasanya....
tapi rasa itu tak selalu nyaman....