Xu Ming adalah pemuda biasa dari Bumi yang sangat menggemari novel dan komik kultivasi. Suatu hari, keinginannya untuk menjadi tokoh utama benar-benar terkabul. Ia tiba-tiba terbangun di Dunia Tianxuan dan memperoleh Sistem Pembimbing Kultivasi. Namun, alih-alih menjalani petualangan besar, ia justru dipaksa berlatih pedang, berkebun, memasak, melukis, memainkan qin, menulis kaligrafi, hingga melakukan berbagai pekerjaan sederhana selama sepuluh tahun.
Saat Xu Ming mengira perjalanan sebagai seorang kultivator baru akan dimulai, sistem justru menghilang setelah menyatakan bahwa tutorial telah selesai.
Menganggap dirinya masih seorang mortal yang lemah, Xu Ming memilih tinggal di Desa Qinghe dan menjalani hidup tenang. Tanpa ia sadari, seluruh latihan itu telah membuatnya melampaui semua tingkatan kultivasi. Sementara Xu Ming terus meragukan kekuatannya, seluruh dunia justru memanggilnya Senior, menganggapnya sebagai pertapa agung yang menyembunyikan identitas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5 — Lapak yang Menggemparkan Kota Qingyun
Pagi di Kota Qingyun selalu ramai.
Suara pedagang menawarkan dagangan bercampur dengan langkah kaki para pengunjung yang memenuhi jalan utama.
"Buah segar! Buah segar!"
"Ramuan obat berkualitas!"
"Bijih besi terbaik!"
Suasana pasar begitu hidup.
Di salah satu sudut pasar, Xu Ming duduk santai di belakang lapaknya.
Ia menyandarkan punggung ke dinding sambil menikmati secangkir teh yang dibawanya dari rumah.
"Hmm..."
"Enak juga."
Di depannya hanya ada beberapa keranjang sayuran, buah-buahan, daun teh, serta sebuah lukisan dan kaligrafi sebagai hiasan.
Baginya, lapak itu terlihat sangat sederhana.
"Semoga laku."
Beberapa saat kemudian...
Seorang gadis kecil bersama ibunya berhenti di depan lapak.
"Bu, kubisnya besar sekali."
Wanita itu tersenyum.
"Berapa harganya, Tuan?"
Xu Ming langsung menjawab dengan ramah.
"Dua koin tembaga saja."
Wanita itu membelalak.
"Dua... dua koin?"
Xu Ming mengangguk.
"Kemahalan, ya?"
Wanita itu buru-buru menggeleng.
"Tidak! Tidak!"
Ia segera membeli beberapa sayuran.
Xu Ming tersenyum puas.
"Syukurlah."
"Dagangan pertamaku laku."
Setelah mengucapkan terima kasih, wanita itu pergi.
Namun, baru beberapa langkah meninggalkan lapak...
Ia tiba-tiba berhenti.
Tubuhnya terasa hangat.
Rasa lelah yang selama bertahun-tahun mengganggunya menghilang begitu saja.
Bahkan luka lama di lengannya perlahan sembuh.
"Apa..."
Wanita itu memandang kubis di tangannya dengan wajah tidak percaya.
Di sisi lain pasar...
Seorang pria tua berjubah abu-abu tiba-tiba menghentikan langkahnya.
Tatapannya terkunci ke arah lapak Xu Ming.
"Hm?"
Ia menghirup napas dalam.
"Kenapa energi spiritual di sini tiba-tiba menjadi begitu pekat?"
Pria tua itu adalah Tetua Liu, seorang kultivator alam Inti Emas yang berasal dari Sekte Awan Hijau.
Ia mengikuti aliran energi spiritual itu hingga tiba di depan lapak Xu Ming.
Begitu melihat isi lapak...
Pupil matanya mengecil.
"Itu..."
Kubis biasa?
Tidak.
Dengan penglihatannya, setiap lembar daun kubis memancarkan energi spiritual murni.
Buah persik di keranjang bahkan dikelilingi kabut tipis energi.
Tetua Liu menelan ludah.
"Buah Roh..."
"Sayuran Roh..."
"Bagaimana mungkin seseorang menjual semua ini di pasar biasa?"
Namun, yang benar-benar membuat napasnya tercekat bukanlah sayuran itu.
Melainkan...
Kaligrafi yang tergantung di belakang Xu Ming.
Hidup Tenang Adalah Kebahagiaan.
Empat belas karakter sederhana.
Tetapi...
Di mata Tetua Liu...
Setiap goresan kuas seolah mengandung Dao Langit.
Ia hanya menatapnya selama beberapa detik.
Lalu...
"Ugh!"
Seteguk darah segar menyembur dari mulutnya.
Tubuhnya mundur beberapa langkah.
Orang-orang di sekitar langsung panik.
"Tetua Liu!"
"Anda baik-baik saja?"
Tetua Liu buru-buru mengangkat tangan.
"Aku... tidak apa-apa."
Meski bibirnya berdarah...
Matanya justru dipenuhi kegembiraan.
"Aku terlalu lemah..."
"Aku memaksakan diri memahami Dao milik Senior."
Ia tidak berani melihat kaligrafi itu lagi.
Sebagai gantinya, ia menatap Xu Ming dengan penuh hormat.
Pria muda itu sedang menyeruput teh sambil menguap.
Benar-benar terlihat seperti orang biasa.
Namun...
Justru itulah yang membuat Tetua Liu semakin yakin.
"Seorang ahli sejati selalu kembali kepada kesederhanaan."
Xu Ming menyadari ada seorang kakek berdiri di depan lapaknya.
Ia tersenyum ramah.
"Silakan, Pak."
"Mau beli sayur?"
Tetua Liu hampir refleks membungkuk.
Namun ia segera menahan diri.
"Senior pasti sedang menyembunyikan identitas."
"Kalau aku berlutut sekarang, bukankah aku akan mengganggu beliau?"
Akhirnya ia hanya menangkupkan kedua tangan.
"Salam hormat..."
Xu Ming tersenyum canggung.
"Bapak terlalu sopan."
Tetua Liu gemetar.
'Senior menjawabku...'
'Hari ini aku benar-benar diberkahi langit!'
Xu Ming menunjuk keranjang buah.
"Kalau mau beli, pilih saja."
"Harganya murah."
Tetua Liu melihat buah persik itu.
Sudut matanya berkedut.
'Buah Roh kelas ini...'
'Kalau muncul di pelelangan, harganya bisa membuat sekte-sekte besar saling membunuh.'
Lalu...
Senior ini...
Menjualnya di pasar?
Bahkan berkata...
Murah?
Tetua Liu menarik napas panjang.
Ia semakin yakin.
Senior di depannya sama sekali tidak peduli dengan benda-benda duniawi.
Baginya, Buah Roh hanyalah buah biasa.
Dengan tangan gemetar, Tetua Liu bertanya pelan.
"Senior..."
"Berapa harga seluruh dagangan ini?"
Xu Ming menghitung sebentar.
"Hmm..."
"Mungkin sekitar seratus koin tembaga."
Tetua Liu hampir jatuh terduduk.
'Seratus...'
'Hanya seratus?'
Nilai sebenarnya...
Bahkan sepuluh kerajaan pun tidak akan mampu membelinya.
Xu Ming menggaruk kepala.
"Kalau terlalu mahal..."
"Bisa ditawar."
Tetua Liu buru-buru menggeleng.
"Tidak!"
"Sangat... sangat murah."
Ia mengeluarkan sebuah kantong penyimpanan dari lengan bajunya.
Di dalamnya terdapat ribuan batu roh.
Namun ia ragu.
'Kalau aku memberikan batu roh...'
'Apakah Senior akan tersinggung?'
Sementara Tetua Liu masih kebingungan...
Xu Ming justru menatap kantong itu dengan penasaran.
"Dompetnya unik juga."
"Apa semua orang di dunia ini memakai kantong sekecil itu?"
Tetua Liu semakin yakin.
'Senior bahkan tidak tertarik dengan kantong penyimpanan...'
'Benar-benar telah melampaui urusan dunia.'
Tanpa disadari oleh Xu Ming...
Berita tentang seorang Senior misterius yang menjual harta surgawi di pasar Kota Qingyun mulai menyebar dengan cepat.
Dan itu hanyalah awal dari kesalahpahaman yang akan mengguncang seluruh Dunia Tianxuan.
Bersambung...