NovelToon NovelToon
Tentang Rasa

Tentang Rasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:600.7k
Nilai: 5
Nama Author: nasya kamila

Tak lebih indah dari intan permata
Mengurai ketulusan persemaian jiwa
Bukan dahaga pengemis duka
Bukan lara pelerai luka

Ikatan yang tak pernah berdiri
Diatas panggung perintih hati
Meski harus menari
Diatas duri-duri yang berbisik lirih

Demi ikatan yang berarti abadi
Sampai mata ini tertutup rapi
Dihadapan sang Ilahi.

***

Nadya Syafina (Nadin) harus rela dicabut uang bulanan nya oleh ayahnya. Setelah menolak dijodohkan dengan anak rekan bisnis ayahnya yang ternyata adalah mantan pacar Nadin.

Tanggung jawab terhadap Bunda nya yang sedang sakit dan adik kesayangannya memaksanya bekerja di sebuah kantin perusahaan.

Bagaimana Jika Bos perusahaan itu adalah musuh bebuyutannya dan seorang yang diam-diam mengaguminya dimasa lalu?

Bagaimana juga jika mantannya masih mengejarnya dan mengharapkannya kembali?

Lalu siapa yang akan dipilih Nadin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nasya kamila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 Berita

Aku memandang pantulan tubuhku didepan cermin besar didalam kamarku. Sesekali aku menghenduskan nafasku kasar, mencoba menahan segala gejolak yang ada di dada.

Semenjak kepergok mama dengan posisi yang tidak pantas dengan Titan kemarin, rasanya aku ingin menenggelamkan diri saja. Bagaimana aku harus menghadapinya pagi ini.

"Menikah dengan Titan? " Ya ampun gak ngebayangin.

Ok,

Titan emang ganteng,pintar, kaya dan juga sayang anak-anak.

Upssss... ngomong-ngomong soal anak-anak,satu tambahan lagi buat Titan.Pria beranak satu, gak masalah sih toh aku juga sayang banget ama Devan,hanya saja masalahnya aku tidak cinta atau sebenarnya aku belum cinta atau lagi sudah cinta tapi tidak menyadarinya. Entahlah yang jelas aku belum cukup mengenalnya dan belum mau menikah sekarang.

Tapi tetap saja aku memutuskan untuk datang ke rumah Titan seperti biasa.Mengasuh Devan dengan sepenuh hati. Ya aku memang sudah menyayangi anak itu, sangat malahan.

Ku pencet bel rumah megah yang ada di hadapanmu itu, tak berapa lama mbok Darmi asisten rumah tangga yang sudah mengenaliku itu membukakan pintu. Senyumku terbit untuk menyapa mbok Darmi.

"Selamat pagi mbok? " Sapaku ramah

"Selamat pagi non Nadin, mari masuk non. Nyonya, den Titan sama den Devan sedang sarapan.Langsung ke meja makan saja seperti biasa" Ucap mbok Darmi ramah. Aku menganggukkan kepalaku dan segera menuju tempat yang disebutkan mbok Darmi tadi.

Ku lihat Titan dan mama Sonia sedang sarapan sedangkan Devan sedang disuapin mbak Risma anaknya mbok Darmi.

"Devan gak mau makan kalau gak disuapin mama" Teriak Devan sambil mengelak dari suapan mbak Risma.Perempuan itu tampak kesulitan untukenyapi Devan.

"Devan gak boleh gitu ah. Kasihan kan sama mbak Risma dari tadi nyuapin Devan tapi gak mau makan juga, atau Devan mau disuapin sama oma aja"

"Siniin mbak Risma biar saya saja yang suapin Devan" Tambah mama Sonia. Dengan berat hati mbak Risma memberikan piring yang makanannya belum tersentuh sama sekali.

"Biar Nadin yang suapin ma" Potong ku kemudian. Semua orang yang ada disana kini beralih menatapku kecuali.... Titan.Pria itu tampak masih menyuekiku.

"Hore mama sudah datang" Teriak Devan girang kemudian mama Sonia tersenyum kepadaku.

"Sekalian saja Nad kamu ikut sarapan" Ajak mama Sonia

"Nadin udah sarapan tadi ma"Ucapku sambil menempati tempat duduk mbak Risma tadi. Sementara perempuan itu masih berdiri disamping meja makan.

" Mbak Risma bisa kembali kedapur aja bantuin mbok Darmi"Ucap mama Sonia saat melihat mbak Risma masih belum beranjak dari meja makan.

Mbak Risma memandangku dengan tatapan tidak sukanya seperti biasa.

Ah... aku lupa jika mbak Risma memang tidak menyukai ku. Perempuan itu bahkan terang-terangan pernah mengatakan langsung padaku. Mbak Risma memang putri nya mbok Darmi tapi sikap mereka sungguh berbanding terbalik. Mbok Darmi yang baik hati sedangkan mbak Risma yang sedikit judes sih menurutku.

Tapi aku sedikit tau kenapa mbak Risma seperti itu sikapnya padaku. Dulu sebelum ada aku, mbak Risma adalah pengasuh nya Devan, tapi semenjak ada aku posisi nya sedikit tergeser kan. Meskipun jika tidak ada aku dia tetap pada pekerjaannya. Karena aku memang menolak tinggal di rumah Devan dan lebih memilih datang pagi dan pulang malam setelah Devan tertidur.

Lupakan tentang mbak Risma dan kembali kepada perasaanku yang semakin tidak menentu saat ini. Asli pengen kabur aja dari sini. Sebenarnya aku lebih memilih mbak Risma ada disini saja dari pada dia harus pergi.

Kebayang gak sih duduk diantara keluarga Ceva saat ini. Rasanya seperti penjahat yang sedang diinterogasi.Merindinggggg.....

Aku berdoa dalam hati semoga mama Sonia kena serangan amnesia dengan kejadian kemarin. Ya kali aku harus jawab apa kalau mama Sonia ngomongin masalah kemarin sementara belum ada ide muncul di kepalaku. Aku juga heran nih otak yang biasanya cos pleng banget saat menjahili orang tiba-tiba buntu saat menghadapi masalah serius seperti ini.

"Jadi Nadin, kapan mama bisa datang ke rumah kamu untuk melamar kamu sama orang tuamu "

Klunting

Sendok yang kupegang tanpa sengaja lepas dari genggaman tanganku sehingga menimbulkan bunyi yang membuat semua orang kembali menatapku.Kali ini Titan juga melihat ke arahku meskipun masih dengan tatapannya yang datar.Yang penting dia udah lihat wajahku yang udah pucat pasi ini mendengar ucapan mama. Dia sih enak aja gak ada beban lah aku.....

Berasa mau pecah kepalaku.

Baru juga aku berharap mama Sonia amnesia eh sekarang udah ingat aja.

"Maaf ma" Ucapku pelan lalu mengambil sendok yang jatuh.Tapi mama Sonia malah mengambil sendok yang baru dan menyerahkan kepada ku.

"Itu sudah kotor biarkan saja" Aku menerima sendok itu dari tangan mama Sonia dengan gugup.

"Kamu sudah bicara sama orang tua kamu kan Nad? Sekali lagi mama tanya sama kamu? Kapan mama bisa melamar kamu untuk Titan? "

Bisa gak sih Tuhan aku dibikin pingsan saat ini juga. Apa aku pura-pura aja ya? Tapi seperti nya mama Sonia bukan perempuan yang bodoh. Kalau aku semakin berkelit bisa-bisa aku di nikahin hari ini juga.

"Se... se.. be.. "

"Ma... udahlah ma gak udah di perpanjang. Mama tau kan gak terjadi apa-apa. Ini Titan yang salah ma? Jangan paksa Nadin dengan permintaan mama itu? Nadin berhak menentukan siapa jodoh dia. Nadin berhak bahagia. Mama gak mau kan kejadian kak Revan terulang lagi? "

Serius ini Titan ngomong itu.Lega sih rasanya,tapi......Aku jadi mikir kemarin-kemarin apa? Sial... ternyata dia beneran modusin aku doang dong kalau begitu. Ah... kenapa ada rasa yang aneh di dadaku ini. Nyesek banget pas tau Titan cuma mempermainkan aku.Ke GR an banget sih kamu Nad-nad?.

"Mama tau Titan? dan sekarang mama menyesal. Kamu lihat ini"

Braaakkk

Mama membanting sebuah majalah di hadapan kami. Titan mengambil majalah itu dan diam seketika. Aku jadi penasaran dan mengambil majalah itu.

Oh no.... apa-apaan ini? Gimana bisa berita ini sampai masuk majalah.

Mahesa Septian Ceva seorang pengusaha muda akhirnya menunjukkan wajah calon istrinya. Siapakah perempuan beruntung itu?

Hah seriusan berita itu? Bisa-bisanya mereka bikin berita tanpa konfirmasi terlebih dahulu. Aku makin tercengang saat mendapati foto-foto kami.

Ada foto kami saat di rumah sakit bahkan ada foto kami saat nonton bioskop kemarin. Eh... tapi kan kemarin juga ada Ale tapi di foto ini cuma ada kami bertiga. Foto itu seperti menunjukkan kalau kami keluarga kecil yang bahagia.

Ya ampun...

Aku jadi kepo sendiri saat mengingat nama Ale. Gimana kalau Ale lihat berita ini? Aku memang belum menerima Ale tapi aku sudah memutuskan memberinya satu kesempatan untuknya.

Gak mungkin kan saat aku memberi satu kesempatan pada satu pria tiba-tiba aku berhubungan dengan pria lain. Setidaknya itu yang aku fikirkan selama ini.

Kini semua itu makin rumit saat berita itu muncul. Lalu aku harus bagaimana????

*

*

*

Maaf ya kak baru Up... lagi sibuk sana-sini🤭🤭🤭🤭

Jangan lupa dukung othor remahan kerupuk ini. Dengan cara Like, komen and favorit.

Kalau ada lebihan poin bisa disumbangin lah. Seikhlas nya aja. Kalau suka boleh Vote.

Terima kasih 🙏🙏🙏🙏

1
Herlini
suka benar, alur cerita dan bahasanya tdk membosankan,, ak beri 5 bintang deh
Dwi Laras Anggreni
good
Fitriyani
iiih,,,kesel bgt aq sm titan,,,be*o bener,,,baik boleh,tp jgn t*l*l...😠
Fitriyani
setuju aku sm kamu Ale...
Fitriyani
mf lg y thor,mgkn q slh 1 istri yg beda dr istri2 yg lain,klo q ada d posisi Nadin,suami yg kita cinta trnyta nyakitin hati n perasaan,bkn hanya lewat kata tp jg sikapnya,wlwpun sbnrnya itu adlh kebohongan,aq g bs dgn mudah maafin Dy,aplgi dsni mnrt aq Titan bkn nya lgsg mnjlaskn apa yg sbnrnya trjd,malah jd playing victim,klo aq jd Nadin g semudah itu aq mmafkn,,
mf y thor,ini cm pendpt q sndr aja🙏
Fitriyani
mf y thor, sbnrnya q udh feeling sih,tp ttp aja kesel sm Titan 😠
Pipit Sopiah
puassss,,, sukurin mari jogged sama sama
Pipit Sopiah
mak lampir cabe cabean muncul
Pipit Sopiah
seru ceritanya menarik
Pipit Sopiah
mungkin devan anak kakaknya x
Pipit Sopiah
lanjut lagi bacanya
Pipit Sopiah
wah ngakak aku🤣🤣
Pipit Sopiah
aneh ya pelakor dimana mana otaknya ga waras,,
Pipit Sopiah
semangat kamu bisa nad
Pipit Sopiah
sabar nad nad🤭
Pipit Sopiah
lanjut lagi bacanya
Pipit Sopiah
Masih hadir langsung like
Kamila Azmi Rokhit: makasih kak semoga suka ya🤣
total 1 replies
Sriza Juniarti
hempaskan pelakor💪💪👍👍
Sriza Juniarti
aku mampir kk..seru kayaknya
Kamila Azmi Rokhit: Terima kasih banyak kak. Semoga suka
total 1 replies
Fitri Sagustine04
nyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!