"Apakah aku jatuh cinta pada hati yang salah..?? Kenapa cinta begitu rumit..?? Kenapa harus dia.? Dan kenapa juga aku harus jatuh cinta kepada saudaraku sendiri.."
_Jasmin Luthfi Adam.
"Aku menaruh hatiku pada dua hati sekaligus.. Dan jika aku harus memilih, mampukah hati ini memilih satu di antara dua hati ini.?"
_Marshall Adam.
"Aku jatuh cinta padamu, pada kelebihan mu. Bukan pada kekurangan mu."
_Aqilah Venesah.
Sambungan dari novel "Polisi Arogan Suamiku".
Jadi di sarankan untuk membaca lebih dahulu novel yang berjudul "Polisi Arogan Suamiku."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
Mom Yoona yang mendengar Al teriak memanggil Jasmin, langsung mendekat menghampiri Al. "Ada apa Al.?"Tanya mom Yoona.
"Ngak pa'pa kok mom."
"Jasmin bikin ulah lagi yah.??" Tanya mom Yoona kembali.
"Hhmm, ngak kok mom."
"Kamu yang sabar yah, hadapin Jasmin. Kamu tahu sendiri sifat adik mu itu seperti apa. Meski dia selalu terlihat bahagia dan cerewet tapi dia juga punya sisi lembut dan manja.. Jadi kamu sebagai kakak dan sekaligus suami, harus bisa memaklumi sifat Jasmin."
"Iya mom. Kalau begitu Al mau ke atas dulu." Ucap Al, lalu meninggalkan mom Yoona sendiri.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Di kamar.
"Jasmin dengar, intinya aku tidak suka kalau kamu dekat dengan teman mu yang tadi itu." Pinta Al, dan Jasmin hanya tersenyum.
"Kau dengar kan, apa yang ku ucapkan barusan.?" Tanya Al.
"Iya kak. Tapi aku tidak bisa janji akan hal itu." Ucap Jasmin.
"Kenapa.? Bukan kah aku ini suami mu.? Lalu kenapa kau tidak ingin mengikuti keinginan ku untuk tidak mendekat dengan teman mu itu."
"Iya aku tahu kak Al suami ku. Dan aku tahu juga kak batasan ku jadi istri. Aku tahu mana yang benar dan mana yang salah. Aku dan Miko hanya berteman, tidak lebih dari itu, tanpa ada perasaan tanpa ada apa apa antara kami. Jadi stop kak Al meminta ku untuk tidak dekat dengan Miko." Jelas Jasmin. Membuat Al memijat kening nya karena merasa pusing.. "Kau cemburu kak, bagaimana dengan perasaan ku yang telah kau duakan, bahkan istri kak Al sekarang sudah hamil." Batin Jasmin.
"Mulai besok aku akan mengantar sekaligus menjemput mu di kampus. Intinya aku tidak ingin melihat mu dekat dengan teman lain mu di kampus kecuali Indah dan Reni."
"Terserah kak Al, asal kak Al mampu membagi waktu, dan bisa mengantar dan menjemput ku." Ucap Jasmin lalu berdiri dari duduknya.
"Yah aku bisa membagi waktu ku, asal kamu bisa menjauh dari pria tadi."
"Kak Al yakin bisa membagi waktu untuk ku.? Jangan sampai kak Al sibuk dengan urusan lain di luar sana mungkin?" Tanya Jasmin, dan Al terdiam.
"Aku mau ke kamar papi dulu. Lebih baik kak Al pikirkan dulu, apakan kak Al punya waktu untuk mengantar jemputku. Kalau tidak, yah terpaksa Miko yang akan melakukan nya." Ucap Jasmin lalu keluar dari kamar..
"Acchhhhkkk." Teriak Al saat Jasmin sudah tidak berada di kamar lagi.. "Kenapa ini semua terasa sulit. Kenapa saat aku jatuh cinta pada Jasmin, Jasmin justru seakan ingin menjauh dari ku." Gumam Al.
"Apa yang harus ku lakukan sekarang.? Disaat ada dua hati yang telah mengisi hatiku saat ini.! Mampukah aku memilih satu hati dari dua hati ini..? Astaga, ini sungguh rumit. Kenapa aku harus berada di posisi seperti ini..?" Gumam Al, lalu terdengar bunyi suara ponsel nya.
Al menapat layar ponsel nya. Ternyata yang menelpon adalah Aqila. "Halo sayang." Sapa Aqila di seberang sana saat panggilan terhubung..
"Hhhm."Jawab Al cuek.
"Iihh, ada apa sih,.? Kok jawab nya kaya gitu.?"
"Ngak ada apa apa kok.. Oug yah kenapa menelpon, ada apa.?" Tanya Al.
"Sayang, aku rindu." Ucap Aqila dengan manja nya.
"Aqila, bukan ka aku baru saja pulang dari apartemen mu."
"Iya, tapi sekarang aku rindu. Aku ingin kau menginap di sini, malam ini sayang."
"Aqila, kau tahu bukan. Istriku bukan cuman kamu saja. Jasmin juga butuh aku di sisi nya. Jadi tolong mengerti lah. Kau harus tahu dengan posisi ku saat ini."
"Kau sudah janji padaku sayang, kalau kau akan menjadikan ku no satu." Ucap Aqila dengan suara sedih nya..
"Tapi Aqila...." Ucap Al terpotong kala Aqila sudah memutuskan panggilan nya.
"Huuufffffff." Al menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskan nya.
"Sangat rumit, sungguh sungguh rumit." Gumam Al.
Jangan lupa like dan komen yah...🤗🤗🤗
kualat kepada papi dan mommy...
nanti saat Al balik lagi jadi CEO , Aqilla ngajakin balikan... wkwkwk
makannya jangan jadi kacang lupa kulitnya....
gak ingat yang disakiti selama ini siapa . lihatlah , Aqilla pasti bakalan selingkuh wkwkwkwk
kasih Jasmin jodoh yang lain yang lebih baik .