Nyai sekar ayu hanindia dikenal sebagai dukun manten yang cerdas, cantik dan berhati suci di desa terpencil yang masih menganut budaya jawa kejawen yang kental.
Ilmu dukun manten merupakan ilmu ma'rifat yang turun temurun didapat sejak zaman kerajaan terdahulu. Tidak sembarang orang mampu mewarisi ilmu ma'rifat tersebut.
Dalam lingkungan masyarakat kerajaan terdahulu dukun manten memiliki tujuan membangun kerukunan sesama manusia melalui budaya, adat, wuku dan tahun.
Apa jadinya kalau keempat sahabat. Leo Radin Syah, Elang rahardika, intan champa dan Sundari harus mengalami hal supranatural sehingga melibatkan sang DUKUN MANTEN, Nyai sekar ayu hanindia harus turun tangan membantu konflik mereka??
Dapatkah mereka terbebas dari segala konflik BLACK MAGIC atau supranatural lainnya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laura Hussein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
wedang uwuh oplosan. (alur masa lalu)
"Jatmiko.." sapa Bima rahardika seraya tersenyum sinis.
Jatmiko Djodi, Pria tinggi itu adalah pemilik sanggar tari budaya yang dikenal dengan nama sanggar tari kemantrenan.
Sanggar tersebut merupakan sanggar terpopuler dan terbesar dengan segudang prestasi. Tak ada yang mampu menyaingi sanggar tari miliknya.
Sanggar ini telah melahirkan para penari-penari budaya berbakat, hebat dan berprestasi. Sanggar ini memfokuskan diri terhadap pelestarian dan pengembangan berbagai jenis tarian nusantara.
Selain dikenal sebagai pemilik sanggar tari kemantrenan. Jatmiko adalah seorang lurah di desanya. Beliau duda satu anak bernama sundari jatmiko.
Sejak istrinya meninggal, jatmiko tidak mempunyai keinginan untuk berumah tangga kembali. Jatmiko memilih fokus membesarkan anaknya dan mengurus sanggar tari miliknya.
"Ada apa gerangan, kau memintaku kemari, Bima??" Tanya jatmiko sembari menghisap rokok dengan cangklong kesayangannya.
"Harusnya kau tahu, bahwa aku cukup sibuk karena mengurus pernikahan putriku, kau telah membuang waktuku, bima.." sambung Jatmiko.
"Aku memintamu bertemu disini, karena aku sudah MUAK. Kau selalu saja mencari masalah denganku. Mengganggu ketentraman hidupku.." jawab Bima, tanpa ekspresi dengan matanya yang terus menatap jatmiko, menyimpan sesuatu yang sangat dalam.
"Apa maksudmu, Bima. Mencari masalah apa??"
Lebih tepatnya, kau telah memperalat sundari untuk meminta istriku menjadi ibu pengganti dalam acara pernikahannya besok.
Jatmiko tertawa rendah. "Sudahlah, Bima. Itu bukanlah masalah besar. Wajar jika sundari menginginkan hal tersebut di acara paling bersejarah dalam hidupnya. Bagaimana lagi, ibu kandungnya sudah meninggal.."
Bima rahardika tidak menanggapi, ia hanya mengepalkan kedua tangannya marah.
"Ayolah, kita tidak perlu memperbesar Masalah ini. Bukankah kita teman, bima??" Jatmiko menghisap rokoknya lagi.
"Teman..Teman macam apa kau ini?" bima tersenyum sinis.
"Mana ada teman yang terobsesi terhadap istri temannya. Aku tahu selama ini, kau mencintai istriku. Benar kan??" Tutur Bima seraya menekankan kalimat terakhir.
Jatmiko tertawa rendah. "Tuduhanmu tidak beralasan Bima, mana mungkin aku mencintai istri temanku sendiri??"
"Jika kau tidak mencintai istriku, lalu mengapa kau memilih hidup menduda selama 20 tahun. Kau bahkan memanfaatkan sifat polos istriku yang rela menjadi ibu sepersusuan bagi anakmu sundari hah, Jawab??" Desak Bima tegas.
Jatmiko tersenyum simpul, lalu membuang puntung rokok yang memang sudah habis dan menginjaknya.
"Bagiku ibunya sundari adalah cinta terakhirku. Tidak ada yang bisa menggantikan posisi istriku setelah meninggal. Itulah mengapa aku betah menduda sekian lama.." jawab Jatmiko memilih setia.
"Mulutmu begitu busuk, Jatmiko. Aku muak dengan segala kebohonganmu. Jangan berkelit, aku mempunyai bukti bahwa kau memang terobsesi terhadap istriku.." tutur Bima seraya tersenyum sinis.
"Bukti apa?? Apa yang hendak kau buktikan, Bima??" Jawab Jatmiko malah bersikap arogan dan menantang.
"lihat ini!!" Tutur Bima seraya memutar video di ponselnya.
Sebenarnya apa isi video tersebut?? Untuk lebih jelasnya, kita flashback ke masa video itu direkam.
FLASHBACK ON
Kala itu sundari menderita sakit, sakit yang dideritanya cukup aneh. Entahlah sulit dijabarkan apa penyebabnya.
Sundari bersikeras meminta ibu sepersusuannya, Ratna Dewi untuk menemaninya selama sakit.
"Sebaiknya makan dulu ya, nak. Lalu minum obat.." ucap ibu Ratna Dewi seraya membawa piring berisi nasi lengkap dengan lauk-pauknya.
Saat sesuap nasi itu menyentuh indra pengecap sundari. Ia merasakan rasa yang lain. Bukan rasa enak yang dapat sundari rasakan di lidahnya. Melainkan rasa jijik yang teramat sangat. Sehingga memaksa sundari untuk segera memuntahkan makanan di mulutnya itu.
Hueeekk..
Ibu Ratna Dewi dan Elang panik melihat sundari memuntahkan makanan. Mereka tidak tahu apa yang terjadi pada sundari.
"Kau kenapa, nak??" Tanya ibu Ratna lalu mengambilkan segelas air, dan meminta sundari segera meminumnya, karena ibu sundari pikir, Sundari tersedak makanan.
Namun saat sundari mulai meminum air itu, lagi-lagi sundari langsung memuntahkannya. Indra perasanya terasa aneh.
"Rasa apa ini? Kenapa nasi ini rasanya seperti daging mentah? Dan minuman ini terasa seperti darah??" Sahut sundari merasakan mual di perut dan mulutnya.
"Masa??" Sahut ibu Ratna dan Elang.
Elang meraih piring dari tangan ibunya dan melahap hidangan tersebut, beberapa suap Elang memastikan bahwa makanan tersebut aman, kemudian Elang mencoba minuman yang membuat sundari mual.
"Makanan ini enak, minumannya juga sama, tak mengandung unsur menjijikan seperti yang kau sebutkan tadi sundari.." jelas Elang meyakinkan.
Sundari meminum seteguk air kembali, mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan lidahnya. Dan lagi-lagi sundari memuntahkan air itu kembali.
"Rasanya masih sama, persis seperti rasa darah.." sahut sundari lagi membuat ibu sundari dan Elang saling bertatapan bingung.
"Apa yang terjadi, nak? Apa kau masih tersedak??" Sahut ibu sundari pikir.
"Sepertinya sundari butuh istirahat, bu.." tutur Elang. Ibu sundari setuju apa yang dilontarkan putranya.
"Sebaiknya, kau istirahat ya sundari.." tutur ibu Ratna sambil membantu sundari berbaring dengan nyaman.
"Bu, menginaplah disini!! Aku ingin,ibu menemaniku!!" Tutur sundari seraya menggenggam erat lengan ibu ratna.
"Mas Elang, bolehkah ibu menemaniku dan menginap disini untuk beberapa hari, aku mohon!!" Sundari mengatupkan kedua telapak tangannya dan menatap Elang penuh harap.
Mata Sundari berbinar, membuat Elang sulit untuk menolak. Tetapi Elang tidak bisa membiarkan ibunya menginap. Alasannya takut timbul FITNAH, apalagi pak Jatmiko duda. Status ibunya hanya merawat Sundari tidak lebih.
"Mas Elang takut, akan timbul fitnah jika ibu menginap. Status ayahmu, duda. Baba masih diperantauan. Mas Elang takut, warga desa berpikiran macam-macam.." jelas Elang khawatir.
Mendengar pernyataan Elang, sundari menundukkan kepala dan malah menangis.
Elang menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ia juga menggosok sebelah alisnya dengan telunjuknya. Kebiasaan Elang kalau sedang bingung.
"Baiklah, ibu bisa menginap disini menemanimu. Tapi, aku juga akan menginap disini menemanimu dan ibu.." terang Elang mengambil keputusan bijak.
Senyum Sundari merekah, matanya berbinar-binar setelah Elang mengizinkan ibunya untuk menginap bersama sundari sementara waktu dirumahnya.
"Terimakasih, mas Elang.."
"Sama-sama.." balas Elang dengan senyuman manis.
"Baiklah, sundari. Mas Elang akan membeli makanan diluar. Siapa tahu jika memakan nasi bebek kesukaanmu, kau tidak muntah dan mau makan.." tutur Leo bangkit dari sofa dan berjalan menuju pintu depan.
Elang mengendarai motornya menuju warung nasi bebek kesukaan sundari yang jaraknya begitu jauh dari desa. Apapun demi kesembuhan sundari. Meski hanya saudara sepersusuan. Elang bahkan menganggap sundari layaknya adik sendiri.
"Aneh, tadi minum air putih, sundari muntah-muntah. Tapi mengapa setelah minum wedang uwuh buatan mbok Darmi, Sundari malah menghabiskannya hingga tandas. Sundari tertidur lelap sekarang.." gumam ibu Ratna bingung bukan main.
Karena penasaran, Ratna Dewi mencicipi sedikit wedang uwuhnya. Mbok darmi memang membuat 2 cangkir wedang uwuh.
"Wah, benar saja Sundari doyan malah meminumnya hingga tandas. Wedang uwuh buatan mbok darmi memang enak. Hangat dibadan.." ujar Ratna Dewi bermonolog sambil meminum wedang uwuh itu hingga habis.
Entah mengapa setelah meminum wedang uwuh itu, Ratna merasakan rasa kantuk luar biasa.
🙊🙊🙊🙊🙊
"Ah, dia masih tertidur rupanya.." sudah kesekian kalinya Jatmiko memandang Ratna yang tertidur dalam posisi duduk disamping ranjang sundari.
"Obat bius yang kucampurkan ke dalam wedang uwuh ternyata bereaksi, sundari dan Ratna dalam pengaruh bius saat ini.." gumam Jatmiko lirih seraya tertawa jahat.
"Maafkan bapa, nak. Kau terpaksa ikut dalam pengaruh obat bius.." gumam Jatmiko seraya mengusap kening putrinya yang terlelap pengaruh obat bius.
Jatmiko membopong Ratna ala bridal style menuju sofa panjang, masih dalam ruangan yang sama. Namun jaraknya agak sedikit jauh dari ranjang sundari.
Saat berhasil membaringkan Ratna di sofa. Jatmiko terpaku sesaat, dan tak lama kemudian senyumnya tersungging jahat. Matanya fokua menatap wajah ratna yang tertidur pulas karena pengaruh obat bius.
"Kau sungguh cantik, ratna.." guman jatmiko lalu duduk sejenak di bibir sofa dan lancang memandang wajah ratna lebih dekat.
Sundari dan Ratna masih terlelap, karena pengaruh obat bius.
Mata jatmiko lancang menelusuri tubuh Ratna, dari wajah hingga kaki.
"Kau semakin cantik, bahkan kemolekan tubuhmu pun semakin begitu menawan. Itulah yang membuatku semakin jatuh hati padamu.." gumam jatmiko lancang.
"Aku ingin memilikimu, Ratna. Aku begitu mencintaimu.."
Tak hanya sekedar memandangi tubuh Ratna, Jatmiko bahkan mulai berani meraba wajah Ratna. Efek obat bius membuat ratna tak bereaksi apa-apa. Hanya tertidur pulas.
Melihat kesempatan langka ini, membuat jiwa muda yang terpendam oleh usia tuanya itu mendadak muncul. Membuat nafsu birahi yang sudah lama tak ia rasakan mencuat kembali.
Dengan nafsu yang mulai tak terkendali, jatmiko melucuti pakaian Ratna secara perlahan. Tangannya mulai beraksi meraba seluruh tubuh Ratna dari atas hingga bawah. Bahkan Jatmiko juga mulai berani ******* bibir Ratna dengan amat rakus. Pria tua itu larut dalam birahinya. Ratna tak sadar dirinya dijamah, karena masih dalam pengaruh obat bius.
Ternyata aksi bejat Jatmiko terhadap Ratna, direkam diam-diam oleh mbok darmi yang curiga akan gerak-gerik majikannya, Jatmiko.
Benar saja, mbok darmi merekam dari mulai Jatmiko menaruh obat bius ke dua cangkir wedang uwuh buatan mbok darmi, hingga aksi lancang menjamah tubuh Ratna di kamar putrinya sendiri.
Nah video tersebutlah yang mbok darmi kirimkan ke ponsel bima rahardika suami sah Ratna Dewi yang tengah merantau menjadi nelayan di pesisir.
kalau buah kutilayu mungkin d tempat ku namanya buah klayu x ya. jd penasaran gambarnya kekmana
kasian ibunya elang.
burung gagak petanda akan meninggalnya ibu elang.
kasian Ratnya jiwanya d bawa pergi sm s luman d jd kan ratunya.
mari saling dukung
Salken ya...
Mampir yuk di novelku
GADIS TIGA KARAKTER