NovelToon NovelToon
Akhir Tragis Pelakor Yang Menghancurkan Hidupku

Akhir Tragis Pelakor Yang Menghancurkan Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: BI STORY

Aku menyelamatkannya dari kubangan lumpur, tapi dia justru menenggelamkanku ke dalam derita."

​Anita hidup dalam kesempurnaan. Dia memiliki kehormatan, kekayaan, dan Randy suami tercinta yang telah ia temani berjuang dari nol hingga sukses menjadi pengusaha properti kaya raya.

Namun, menara kebahagiaan itu runtuh seketika saat takdir mempertemukannya kembali dengan Valeria, sahabat masa kecilnya yang telah terpisah selama 15 tahun.

​Iba melihat nasib Valeria yang miskin dan terjerumus menjadi wanita malam, Anita dengan tulus mengulurkan tangan. Dia membawa Valeria masuk ke dalam kehidupannya dan memberikannya pekerjaan terhormat sebagai karyawan di kantor Randy.

Anita tidak pernah tahu bahwa malam pertama Valeria terjun ke dunia malam, pelanggan pertamanya adalah Randy. Dan sejak malam terkutuk itu, keduanya telah bermain api di belakangnya.

​Valeria yang digerogoti rasa iri mendalam atas kemewahan Anita, mulai melancarkan aksi liciknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BI STORY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Identitas Baru Sang Ratu

3 Bulan Kemudian

​Bunyi gunting yang beradu dengan helaian rambut memecah keheningan di dalam salon privat yang sengaja disewa total oleh Trian. Anita duduk tegak di depan cermin, menatap pantulan dirinya tanpa ekspresi.

Rambut panjang bergelombangnya yang dulu selalu dipuji Randy kini berjatuhan di lantai, dipotong pendek sebahu dengan gaya sharp bob yang tegas. Rambutnya kini diwarnai pirang kecoklatan, kontras dengan kulit wajah barunya yang halus tanpa celah.

​Seorang penata rias profesional menyelesaikan sentuhan terakhir pada matanya, memberikan riasan bold eyeliner yang tajam dan lipstik merah marun yang pekat.

​"Selesai, Kak," ucap penata rias itu sembari mundur perlahan.

​Anita membuka matanya. Ketika dia menatap cermin, dia tidak lagi melihat Anita yang lemah, yang menangis saat disiksa, atau yang memohon belas kasihan. Sosok di dalam cermin itu kini memancarkan aura dingin, misterius, dan penuh kuasa.

​Trian melangkah mendekat dari belakang, meletakkan sebuah paspor dan kartu nama baru di atas meja rias.

"Mulai hari ini, di depan publik dan di depan bajingan itu, kamu adalah Annora. Perwakilan investor tunggal dari PT Angkasa Megah, perusahaan cangkang yang sudah aku siapkan untuk menjerat Randy."

​Anita menyentuh ujung rambut pendeknya, lalu tersenyum dingin.

"Gaya rambut ini mengubah segalanya, Trian. Bahkan jika Randy menatap mataku sekarang, dia hanya akan melihat bayang-bayang ketakutannya sendiri. Terima kasih."

​Sementara itu, di rumah mewah Randy, suasananya jauh dari kata romantis. Balasan atas perbuatan jahat datang lebih cepat dari yang diperkirakan.

Randy duduk di sofa ruang tamu dengan kaki kanan yang dibalut gips tebal, bersandar pada sepasang kruk kayu. Mobil mewahnya hancur total di dasar jurang dan tidak ditanggung asuransi karena kelalaian berkendara saat hujan badai.

​"Randy! Mana uang bulanan buat bayar perawatan mahal gue?! Ini udah jatuh tempo, pemilik salon udah nagih-nagih!" teriak Valeria, berjalan mondar-mandir di depan Randy dengan wajah cemberut.

​"Bisa diam nggak lo?!" bentak Randy, suaranya terdengar stres. Dia memijat pelipisnya yang berdenyut.

"Lo nggak lihat kaki gue masih patah tulang?! Kantor gue lagi kacau, Valeria! Para klien pada narik modal mereka karena gosip Anita hilang secara misterius mulai menyebar!"

​"Ya itu urusan lo, bukan urusan gue! Lo kan suaminya, cairin aja itu aset-aset atau saham atas nama Anita!" sahut Valeria egois, sama sekali tidak peduli dengan kondisi fisik Randy yang pincang.

​"Pelacur goblok!" maki Randy berang, membuat Valeria tersentak.

"Semua aset berharga, tanah, dan saham mayoritas perusahaan itu atas nama Anita! Peraturan bank dan hukum nggak bisa mencairkan apa pun tanpa tanda tangan dia langsung atau surat keterangan kematian resmi dari pengadilan! Dan surat itu baru bisa keluar setelah bertahun-tahun kalau orangnya hilang! Kita bangkrut, Valeria! Paham lo?!"

​Mendengar kata bangkrut, wajah Valeria mendadak pucat. Hubungan yang awalnya didasari oleh nafsu dan uang itu kini mulai retak di ambang kehancuran finansial. Valeria menatap Randy dengan pandangan jijik, menyesal telah melangkah terlalu jauh jika akhirnya harus hidup melarat bersama pria pincang ini.

​Di tengah keputusasaan Randy, sebuah dentingan notifikasi surel masuk ke ponselnya Randy membuka pesan tersebut. Surel itu dikirim secara anonim oleh Niko, menggunakan protokol terenkripsi atas nama korporasi investasi internasional.

​Yth. Bapak Randy,

Kami dari PT Angkasa Megah memantau situasi fluktuasi saham perusahaan Anda. Kami tertarik untuk memberikan suntikan dana segar sebesar lima puluh miliar rupiah guna menyelamatkan operasional perusahaan Anda, dengan syarat pertemuan tatap muka secara privat besok malam di Executive Lounge Hotel Grand Aston.

Perwakilan investor kami, Ibu Annora, yang akan menemui Anda langsung.

​Mata Randy seketika berbinar lebar bagai melihat ratusan koper uang. Lima puluh miliar rupiah!

Angka itu lebih dari cukup untuk melunasi semua utang perusahaan, menenangkan Valeria yang mulai menuntut, dan mengembalikan kejayaannya.

​"Valeria... kita selamat," bisik Randy dengan tawa histeris yang dipaksakan.

"Besok malam, ada investor besar yang mau menyuntik dana ke perusahaan gue. Besok gue bakal datang ke pertemuan itu, biarpun kaki gue pincang!"

​Valeria yang mendengar nominal fantastis itu langsung berubah sikap, mendekati Randy dan memeluk lehernya manja.

"Oh, benarkah cayang? Kalau begitu, aku harus ikut besok malam!"

​Randy tersenyum licik, mengangguk setuju tanpa menyadari bahwa surel itu adalah umpan mematikan. Mereka tidak pernah tahu bahwa "Ibu Annora" yang agung, investor yang memegang kunci nasib finansial mereka, adalah wanita yang sama yang telah mereka buang ke dasar jurang dengan wajah yang hancur.

Jerat hukum dan dendam kesumat telah terpasang dengan rapi, tinggal menunggu waktu untuk ditarik erat hingga mencekik leher mereka berdua.

​Malam sebelum pertemuan penting itu, atmosfer di dalam kamar utama berubah menjadi panggung kesombongan bagi Valeria. Meski status resminya di kantor masih sebagai sekretaris Randy, wanita itu sudah bertindak seolah-olah dialah sang ratu baru di rumah mewah tersebut.

Dengan kurang ajar, Valeria duduk santai di depan meja rias milik Anita, menikmati semua fasilitas mewah yang ada. Dia membuka satu per satu laci kosmetik mahal peninggalan Anita, memoleskan lipstik bermerek dan menyemprotkan parfum mewah ke lehernya dengan tawa sinis yang puas.

Valeria berdandan super anggun malam itu, mengenakan gaun malam berpotongan rendah yang elegan, mencoba memantaskan diri untuk mendampingi Randy bertemu dengan investor besar.

​Namun, kegilaan Valeria tidak berhenti pada sekadar bersolek. Matanya yang penuh kedengkian tiba-tiba tertuju pada sebuah foto keluarga berbingkai perak yang terpajang rapi di sudut meja.

Di dalam foto itu, tampak Anita yang tersenyum anggun mendekap Vano kecil dengan latar belakang taman rumah.

​Wajah Valeria seketika berubah kesal. Dengan kasar, dia menyambar bingkai foto tersebut, lalu melemparkannya ke lantai hingga kaca pelindungnya pecah berantakan. Tanpa rasa bersalah, ujung sepatu hak tinggi yang dikenakan Valeria menginjak-injak foto wajah Anita dan Vano, menekan dan memutarnya di atas pecahan kaca hingga gambar ibu dan anak itu robek hancur tak berbentuk.

​Seolah belum cukup memuaskan kebenciannya, Valeria membungkuk sedikit, meludahi foto robek yang telah terinjak itu dengan pandangan penuh jijik.

"Mampus lo, perempuan sok suci. Sekarang semuanya jadi milik gue," desisnya kejam.

​Dengan ujung jarinya yang lentik, Valeria memungut sisa kertas foto yang telah kotor dan basah tersebut, lalu melemparkannya begitu saja ke dalam tong sampah di bawah meja rias. Dia tersenyum puas di depan cermin, siap melangkah keluar mendampingi Randy tanpa tahu bahwa akhir dari kesombongannya sudah berada di depan mata.

Bersambung

1
Eridha Dewi
aneh
Ariany Sudjana
semoga Anita bisa diselamatkan, dan pelacur murahan itu, juga Randy, harus dihukum mati
Eneng Farida
autor ini mh salah judul kali ya bkn hrusnya judulnya akhir hidup isri sah bkn sebaliknya
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan yang bodoh kamu itu Valeria, kamu akan menyeret Anita dan Randy, yang ada juga kamu dan Randy yang akan jatuh, Anita sih cerdas, sudah mengamankan aset, dasar pelacur murahan yang bodoh 😂😂🤣🤣 hanya bisa ngangkang demi jadi istri konglomerat, tapi otaknya tolol 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
hahaha dasar pelacur murahan kamu itu Valeria, gimana rasanya aset yang kamu andalkan itu rusak parah disengat tawon?
Ariany Sudjana
hahahaha pelacur murahan ga mempan sama sengatan tawon ternyata 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
padahal Anita langsung saja masuk ke kantor Randy, jangan bicara dulu, kan lebih seru jadinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!