NovelToon NovelToon
Salah Tanggung Jawab

Salah Tanggung Jawab

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:26k
Nilai: 5
Nama Author: devi oktavia_10

Terlukanya hati Istri dan Anak saat Ayahnya memilh lebih memperhatikan kebahagian saudara dan keponakannya, dan mengabaikan tanggung jawabnya kepada istri dan anak anaknya.


"Sedikit sedikit uang sedikit sedikit yang kalian minta, kalian pikir saya ini mesin pencetak uang." Bentak pak Galih kepada anak sulungnya yang minta uang bayar SPP.


"Ini lagi mama kalian nggak becus jadi ibu, taunya cuma nadang doang, nggak bisa usaha cari uang, bisanya cuma mengemis sama suami." hina pak Galih kepada sang istri.


Ingin tau kelanjutannya, ikuti terus cerita mamak ya..... 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Tiga Puluh Tiga

"Bu, bu Soraya....! " panggil seseorang dengan wajah panik dan nafas yang menderu.

"Ehhh.... Ada apa pak, kok kaya ada urgen?! " ucap bu Rini yang kebetulan berada di dapur catering Soraya, sementara bu Soraya ada di belakang, sedang memberi arahan kepada anak buahnya.

"Dimana bu Soraya bu, Pak Galih kecelakaan, sekarang di larikan ke rumah sakit Medika." seru orang tersebut dengan suara bergetar.

Duarrrr.....

"Astagfirullah..... " Bu Rini ikut terkejut mendengar ucapan dari orang yang datang ke Catering itu.

Brakkk....

Bu Soraya ternyata mendengar ucapan bapak itu, tubuhnya lansung limbung dan terjatuh menabrak kursi.

"Soraya....! " pekik Bu Rini berlari membantu bu Soraya.

"A-ada apa dengan mas Galih? " tanya bu Soraya dengan suara lemah, tubuhnya seperti tak mempunyai tulang.

"Bu Soraya yang sabar ya, tadi pak Galih kecelakaan di jalan Damai, dia sudah di bawa ke rumah sakit Medika sama warga, saya di suruh menyampaikan pesan ini ke ibu oleh warga." ucap si bapak merasa kasihan dengan keadaan bu Soraya.

"Pergi pah ke rumah sakit bersama Tuti, yang di sini biar aku yang Handel dengan anak anak, nanti klau ada apa apa kabari aku secepatnya." ucap bu Soraya.

Bu Soraya mengangguk lemah, pikirannya kacau, tapi dia masih sempat berfikir jernih.

"Pak, tolong bantu saya ya." mohon bu Soraya.

"Baik bu, saya pasti bantu ibu se bisa saya, kita mau lansung ke rumah sakit? " tanya pak Tono dengan sopan.

"Tolong antar saya ke rumah dulu pak." ucap bu Soraya, ke rumah sakit tidak mungkin dia pergi dengan tangan tangan kosong, ada berkas yang harus di bawa, tidak hanya itu, sudah pasti uang yang utama, walau panik tapi dia tetap bisa memikirkan hal yang benar, dengan langkah sempoyongan, bu Soraya melangkah keluar rumah, dan naik ke atas motor pak Tono.

"Hati hati, kamu yang sabar, setelah kerjaan di sini selesai, aku akan menyusul ke rumah sakit." ucap bu Rini yang mengikuti bu Soraya sampai naik ke atas motor, bu Soraya hanya mengangguk lemah.

Bebarapa saat berlalu, bu Soraya sudah berada di rumah sakit, duduk di brangkar sang suami dan menangis pilu, karena pak Galih terluka cukup parah dan mengakibatkan dia tidak sadar diri sampai saat ini.

"Bu, kita harus secepatnya melakukan operasi di kaki dan punggung pasien, takut keadaan semakin memburuk dan mengancam nyawa pasien." ucap dokter menemui bu Soraya.

"Lakukan yang terbaik untuk suami saya pak." sahut bu Soraya dengan suara lemah.

"Baiklah, tolong ibu ke bagian administrasi untuk menyelesaikan administrasinya." ucap dokter tersebut.

Bu Soraya mengangguk lemah, lalu melangkah keluar ruang menuju loket administrasi.

Setelah semua selesai bu Soraya kembali ke IGD membawa berkas di tangannya.

Pak Galih di dorong menuju ruang operasi, dan di ikuti oleh bu Soraya dari belakang, pak Tono masih setia menemani bu Soraya di rumah sakit, tidak sedikit pun meninggalkan bu Soraya, dia merasakan apa yang di rasakan oleh bu Soraya.

"Silahkan ibu menunggu di sini." ucap dokter karena melihat bu Soraya ikut melangkahkan kaki memasuki ruang operasi.

"Tolong selamatkan suami saya pak, hiks...." mohon bu Soraya dengan wajah sebabnya.

"Kami akan berusaha dengan semaksimalnya bu, ibu juga jangan lupa untuk berdo'a ucap dokter dengan lembut.

Saat pintu ruang operasi tertutup dari dalam, bu Soraya terduduk lemah di kursi tunggu.

" Ibu yang sabar, pak Galih pasti akan baik baik saja." ucap pak Tono menghibur bu Soraya.

Bu Soraya baru sadar kalau masih ada pak Tono di sana, dan masih menjaga barang bawannya.

"Bapak masih di sini? " kaget bu Soraya menatap pak Tono.

"Masih bu, saya nggak tega meninggalkan ibu di sini sendirian di sini, takut ibu membutuhkan bantuan." ucap pak Tono dengan sopan.

"Ya Allah.... Terimakasih banyak udah peduli sama saya." ucap bu Soraya dengan sangat bersyukur.

"Santai aja bu, kita sesama manusia, apa lagi kita satu kampung, masa nggak perduli." kekeh pak Tono yang berprofesi sebagai tukang ojek, dia sering mendapatkan orderan dari warung dan catering Soraya itu.

Bu Soraya mengangguk dan tidak bicara lagi, pikirannya sangat kacau memikirkan suaminya yang berada di dalam ruang operasi sana.

"Sebaiknya ibu makan dulu, biar ibu ada tenaga." ucap pak Tono menyodorkan sekotak nasi ayam bakar yang dia beli.

"Saya, tidak nafsu makan pak." tolak bu Soraya lemah.

"Jangan begitu, ibu butuh tenaga, ibu harus sehat." bujuk pak Tono.

Mau tak mau bu Soraya memakan nasi yang di berikan oleh pak Tono, dan menelannya dengan kasar.

Plak....

"Dasar perempuan sialan! pembawa sial! " marah bu Hindun datang datang lansung menampar pipi bu Soraya, dan nasi yang baru saja dia makan beberapa suap itu terjatuh dari genggaman bu Soraya.

"Ehhh.... Ibu ini apa apaan sih, datang datang main nampar aja. " omel pak Tono melindungi bu Soraya dari amukan bu Hindun.

"Awas kau, jangan menghalangi saya memukulnya dia itu pembawa sial, bisa bisanya anak saya kecelakaan gara gara dia! " marah bu Hindun berapi api.

"Lah, si ibu ada ada saja, pak Galih kecelakaan di jalan raya, sementara bu Soraya ada di rumah, siap bagaimana? ini tuh namanya musibah bu." kekeh pak Tono tidak habis pikir dengan pikiran bu Hindun itu.

"Kamu tau sekali dengan wanita miskin ini, apa kalian ada hubungan di belakang anak saya?!" tudung bu Hindun tidak masuk akal.

Duaarrr....

"Ibu, jangan ngomong sembarangan." pekik bu Soraya tidak Terima.

"Astaga, makin ngaco aja ibu ini." ucap pak Tono geleng geleng kepala.

"Heh.... Perempuan sialan! belum cukup kamu morotin uang anak saya, sekarang kau sengaja membuat dia celaka, dasar perempuan tidak tau di untung! " maki bu Hindun lagi, bu Soraya tidak menanggapi lagi ucapan ibu mertuanya itu, percuma saja bicara panjang kali lebar, kalau di hatinya sudah tertanam kebencian, apa pun penjelasan tidak akan ada gunanya.

"Tolong jangan bikin ribut di sini bu, ini rumah sakit, bukan pasar loak, klau mau ribut silahkan keluar dari sini." tegas Security yang dari awal tidak suka melihat tingkah bu Hindun yang tidak ada sopan sopannya itu.

"Bapak ini gimana sih, jelas jelas dia itu yang bikin masalah, harusnya dia yang bapak usir, bukan saya, dia itu perempuan pembawa sial." tunjuk bu Hindun tidak Terima.

"Dari tadi ruangan ini tenang bu, sejak ibu datang jadi berisik dan ngomong tidak di pikir, klau ibu tidak bisa diam, ibu benar benar saya seret keluar." tegas security membuat bu Hindun bungkam.

Namun matanya tetap melirik sinis ke arah bu Soraya, namun tidak di perdulikan oleh bu Soraya, matanya menatap kosong ke arah pintu ruang operasi memikirkan keadaan sang suami di dalam sana yang berjuang melawan maut.

Bersambung....

1
JasmineA
udah kuduga...ngak kasi dia duit anaknya bakal ditendang🤭
Adi Sudiro
sendirinya ibu yg gak berguna cih... semoga pulang dari rumah sakit.. eeh ketabrak mati dehhh🤭🤭🤭🤣🤣
Erna Fkpg
punya orang kok durhaka banget sama anaknya ni anaknya lagi sekarat masih mikir uangnya
Erna Fkpg
emang minta dikarungin tu nenek lampir hindun👍👍👍
Shee_👚
setidaknya dalam keadaan terpuruk Bu Soraya di kelilingi orang² baik dan sayang sama dia.
Shee_👚
Alhamdulillah setidaknya perusahaan bertanggung jawab.
Shee_👚
lah di lawan aja mulutnya begitu, apa lagi gak dilawan semakin menjadi aja itu nenek lampir😏
Shee_👚
bagus kalau ada rasa bersalah, setidaknya kamu masih punya rasa empati Tia, jangan kaya ibumu dah mati hati nuraninya😭
Shee_👚
astaghfirullah denger anaknya sakit dan pulih lama dia malah gak da simpatinya sma sekali😩
Shee_👚
bener² ibu gak da hati, anaknya sedang sakit ko masih sempet² mikirin jatah uang bulanan😤
tenang jangan kawatir duwitmu di minta, bu soraya lebih dari mampu untuk mengobati pak galih😏
Shee_👚
nah disini kita liat seberapa peduli ibu yang selalu di turutin maunya. apa kah akan merawat seperti meminta uang dama galih yang terus menerus
Shee_👚
Alhamdulillah setidaknya pak galih selamat, walau luka di kaki parah tapi bisa pulih kembali
Ariany Sudjana
nah kelihatan kan si Mak Lampir ga peduli sama galih, hanya peduli sama uangnya galih. sekarang kecelakaan, pasti Soraya sama anak-anak yang urus, mana mau tahu si Mak Lampir uang dari mana buat RS
Ariany Sudjana
puji Tuhan, bos pa galih berbaik hati. benar sekali, untung si Hindun sudah pulang, kalau ga, pasti di ambil tuh uang dari bos pa galih
ryuka
dasar nenek gila si hindun ini
Muft Smoker
giliran lapar aj ngarepin cucu ny kasih mkn ,, dasar nenek akhlak less ,,
Shee_👚
semoga pak galih gpp, pliss jangan bikin pak galih amnesia atau meninggal kayanya gak seru jadinya😩
Shee_👚
dih gak tau malu, tadi menghina sekarang mau minta makan😏
Shee_👚
dih sirik aja, bilang aja kamu lapar😂
sana beli sendiri🤣
Shee_👚
lope lope sama gibran, walau masih kecil dia bisa menempatkan diri dengan baik🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!