NovelToon NovelToon
Who Is He?

Who Is He?

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Misteri / Contest / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:151.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: ItsMeMar

"Kau takkan bisa lepas dariku, Diana. Sampai kapanpun kau akan tetap bersamaku, selamanya."

Sesosok pria asing datang dan mengatakan hal itu padaku. Tidak hanya itu, dia juga memiliki kekuatan layaknya karakter fantasi. Aku yang hanya manusia biasa hanya bisa apa? Apa yang harus kuperbuat untuk menyingkirkan stalker ini?

.

.

.

Publish: 20 Januari 2021

>Diperkenankan komentar positive
>Yang mau saling dukung dimohon like dari bab akhir, ya. Sekian terima kasih :))

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ItsMeMar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

WIH #28

Happy Reading!

"Bagaimana kau bisa disini? Kukira kau masih di gudang bagaikan barang berdebu yang tak layak pakai," ejek Jessi dengan senyum miring yang disusul tawa renyah teman-temannya, "dan ngomong-ngomong, apa kau tidak punya teman? Mengapa kau disini seorang diri? Asal kau tahu, kami bisa menjadi temanmu, bahkan teman baikmu."

Diana hanya diam namun bukan berarti mengabaikan segala lontaran Jessi padanya. "Hey." Nina menyenggol lengan Diana sedikit kencang, "jangan diam saja, Jessi berbicara padamu."

Dengan sedikit ragu, Diana menoleh pada Jessi yang menatapnya dengan senyum licik. Gadis itu terdiam, ia tahu ini hanya akal-akalan Jessi yang ingin memanfaatkannya ataupun menjadikan asisten tak terhormat.

"Oh iya! Bukankah aku ada janji pada Rico bertemu di gerbang sekolah? Aku harus bisa melepas diri dari mereka."

"Maaf, aku ada keperluan penting, aku pergi dulu." Diana berujar pelan seraya berbalik, namun langkahnya terhenti ketika Nina menghadangnya dengan raut yang tidak bisa diartikan.

Diana terus mencoba untuk melintasi Nina, namun gadis itu tak memberi jalan sedikitpun baginya seakan tengah bermain gobak sodor.

"Sudah jelas aku tidak mengizinkanmu pergi, tapi kau masih bersikeras. Dasar keras kepala!" kesal Nina, kemudian mendorong bahu Diana hingga nyaris tumbang ke belakang.

Diana sedikit tersentak ketika Kayla bergerak maju mencengkeram lengannya dengan kuat, "dengar jalang, kita kemari hanya ingin mengajakmu berteman. Tapi kau malah membuat kami kesal."

"Lepaskan, ini sakit!" lirih Diana berusaha melepas tangannya, namun kenyataan tak sesuai harapannya, Kayla kian mengeratkan cengkeramannya dengan kuku-kukunya yang panjang, membuat Diana menjerit tertahan.

"Hey, apa-apa'an ini?!" seorang lelaki datang melepas genggaman Kayla dengan kasar.

"Anak pindahan??" Jessi berucap tak percaya.

Tatapan Eve yang awalnya mengunci tubuh Kayla kini teralih Jessi yang membeku di tempat. Pria itu menghampiri Jessi yang memasang raut terkejut, "apa yang sudah kau lakukan padanya?"

Bledar!

Sontak Jessi menatap langit yang tiba-tiba bergerumuh seakan mengiringi kemurkaan Eve.

Sementara itu, Sky bergerak membelakangi Diana ketika dua teman Jessi menoleh serempak dengan wajah tak suka. Mendapati tubuh yang menjulang, ke dua orang itu menengadahkan kepalanya, menjangkau mimik Sky yang begitu datar nan dingin. Seakan ancaman, mereka bergegas mengalihkan matanya.

"A-aku tak melakukan apapun pada Diana, kau salah paham ..." Jessi tersenyum lebar berusaha menutupi keraguan dan ketakutan dalam dirinya, "... yang kau lihat tidak seperti kenyataannya. Tadi Kayla sengaja menggenggam tangan Diana karena gadis itu tengah melamun. Kau tahu sendiri 'kan, hantu bisa dengan mudah merasuki seseorang yang melamun."

"Dia berbohong," sahut Sky dengan datar, membuat pandangan tiga gadis itu tertuju padanya.

"Hey, hey ... Kau tahu apa? Bahkan kau baru datang dan tidak melihat yang terjadi."

Di tengah perdebatan Sky dan Jessi, Eve tetap diam di posisinya, menghiraukan perbincangan mereka tanpa melepas matanya dari Jessi yang mulai nampak gagap.

"Masih tidak mau mengaku?" tantang Sky dengan senyum percaya diri.

"Mengaku apa?? Aku sudah mengatakan yang sebenarnya!" Jessi masih bersikeras membela diri.

"Jessi benar! Aku hanya menyadarkan Diana dari lamunannya saja. Lagipula, mana mungkin aku menyakiti Diana yang bahkan temanku sendiri?? Benar 'kan, Diana?" Kayla menoleh pada Diana, meminta pembelaan.

Sky yang sejak tadi sudah mengetahui kebenarannya tertawa ganjil, kemudian menatap Diana dengan senyum menetap. Sesaat, Diana melirik Kayla yang menyorotnya dengan muka penuh ancaman, "Kayla benar," lirih Diana tanpa mengangkat wajahnya, seketika senyum tipis di wajah Sky memudar.

"Lihat, kita tidak berbohong 'kan?" Nina yang sejak tadi bungkam kini angkat suara, "makanya, sebelum cari ribut, pastikan dulu mata kalian sebelum berucap yang tidak-tidak," imbuh Nina dengan nada setengah mengejek.

"Pst."

Sky menoleh pada Eve yang mengernyitkan dahi. Mengerti akan maksud temannya, Sky hanya menggeleng pelan tanpa merubah raut kecewanya.

"Kenapa ratu berbohong dan membela kelicikan mereka??" batin pria bersurai merah itu.

"Ra ... maksudku, Diana, kenapa kau mengatakan itu? Kenapa kau berbohong dan menutupi kesalahan mereka? Apa Jessi mengancammu? Tak apa, katakan semuanya padaku dan Eve." Sky berusaha membujuk Diana.

Di sisi lain, Jessi berdecak kesal, kebenciannya kian menggunung melihat kepedulian Sky pada Diana, sedangkan Eve yang kurang mengetahui kebenarannya hanya bisa diam dan mengandalkan telepati Sky untuk melacak semuanya.

"Mengancam? Apa yang kau katakan? Mereka bertiga adalah temanku. Kalian saja yang menganggapnya berlebihan." usai menyelesaikan dialognya, Diana berpaling dari kerumunan dengan langkah lebar.

"Lihat, Diana marah karena kalian." Nina memanasi suasana.

Tangan Sky terkepal, pria itu berbalik, menatap Jessi, Kayla dan Nina bergantian, "kalian pikir aku tidak tahu? Aku tahu yang kalian lakukan pada Diana. Kau ..." Sky menunjuk Kayla, "... selagi aku masih melihatmu menyakiti Diana, jangan harap kau masih bernafas di dunia ini. Aku serius, Kayla." Sky berucap penuh tekanan.

"Eve, ayo kita pergi," ajak Sky kemudian berlalu meninggalkan mereka yang diikuti Eve di belakangnya.

Beberapa detik usai kepergian mereka, Jessi tertawa ganjil, "apa? Dia ngelantur apa? Memangnya dia siapa mau melenyapkanmu, hahaha ..."

"Bahkan dia tahu namamu." Nina berdecih di akhir kalimat. Tak mendapat sahutan, Jessi mengarahkan matanya pada Kayla yang membeku di tempat, "entahlah, Jessi ... sepertinya dia berbicara serius."

...\=\=\=\=\=❤\=\=\=\=\=...

"Diana!"

Gadis pemilik nama itu menoleh, menatap kedatangan Rico padanya.

"Darimana saja, kau? Aku mencarimu kemana-mana, dan kenapa kau tidak mengikuti pelajaran? Apa semuanya baik-baik saja?" Rico menghujani Diana dengan segala pertanyaannya.

"Tidak apa-apa, Rico, semua baik-baik saja. Oh ya, apa keperluanmu mengajakku kemari?"

"Ah itu ..." Rico mengeluarkan sekresek tanggung dari dalam tas dan menyodorkannya pada Diana.

Gadis itu pun menyambutnya dan membuka isian kresek tersebut, "oh astaga ..." Diana kembali mengangkat wajahnya, "terima kasih banyak, Rico, aku sampai melupakan belajaanku di minimarket." senyum lebar terbit di wajahnya.

Bungkam, Rico tak membalas apapun, "saat aku bertarung dengan Sky, apa pria itu menyakitimu?"

Hening.

"Apa?" alih-alih menjawab.

Rico terkekeh, "lupakan. Oh ya, kau tidak memesan jemputan mobil? Hujan masih deras, sebaiknya kau cepat pulang ketimbang menetap di sekolah, karena akan sangat membosankan, hahaha ..."

Tawa canggung Diana mengudara, "iya, kau benar juga."

"Ah, aku baru ingat. Tadi saat jam istirahat berakhir, Leora dan Clair mencarimu, mereka sempat mengkhawatirkanmu," ungkap Rico.

"Oh, benarkah?? Baiklah kalau begitu, terima kasih informasinya, Rico, aku akan segera menghubungi mereka." Diana menarik seulas senyum sebelum akhirnya berpaling dari hadapan Rico.

"Ehm, Diana ..." Rico menjangkau juntaian tangan Diana. Lelaki itu kembali terdiam ketika Diana menatapnya menanti kalimat yang dilontarkan, "apa nanti malam kau ada kegiatan? Jika tidak, aku akan mengajakmu, Clair, dan Leora pergi ke bioskop."

"Apa yang akan kukatakan? Iya atau tidak? Jika aku menyetujuinya, apa hubunganku dengan Rico akan semakin dekat?" Diana menatap dalam mata Rico yang tengah menanti jawaban, "Tapi sepertinya tidak apa. Toh, ada Clair dan Leora yang akan terus menemaniku."

Cukup lama gadis itu berpikir, hingga akhirnya senyum simpul menghiasi wajahnya, "baiklah, pukul berapa kita akan ke bioskop?"

Seketika wajah Rico berbinar senang, hati lelaki itu bersorak sorai mendengar persetujuan Diana.

Memang akhir-akhir ini kian susah mendekatkan diri pada Diana karena halangan Eve dan Sky. Tapi paling tidak, ia bisa menghabiskan sebagian waktu bersama gadis itu meski harus mengajak teman lainnya, "ah itu, aku belum tahu. Begini saja, kita berkumpul di lobby Mall Town Square pukul enam sore, bagaimana?" Rico berucap dengan semangat yang membara.

"Baik." Senyum Diana kian mengembang.

"Oh ya, aku juga akan mengajak Key. Dia sahabatku, hahaha ..."

Saat Diana hendak menyahut, sebuah suara mendahuluinya, "woah, bagaimana jika kami ikut? Semakin ramai semakin seru, bukan?"

Rico memutar matanya jengah mendapati kehadiran Sky dan Eve yang tiba-tiba, "mau apa kalian? Kalian tak diundang disini."

...WHO IS HE?...

...To be continue ......

1
hawari hafiz
hmm mendalami banget aku jadi sean
hawari hafiz
makin penasaran untuk crita selanjutnya.. gass baca lagii🤭
hawari hafiz
karyanya keren.. dari bahasa penulisan.. jadi inspiratif buat seorang penulis
Putudina Nurhayanti
tulisannya bagus rapi
Putudina Nurhayanti
visual keren
Di Elva
kren sih ceritanya.. agak menguras otak 😶
Shue Narti Zulkarnaen
baru mulai baca
Ika Purbaningsih
mantap,,, 👍👍👍
Clara Safitri
kok visual diana tak ada thor?
Win
yuhuuu
Win
hadir kak😁

like dan fav uda mendarat.

salam dari "Pernikahan impian."

makasih😁😁
Nurul nurul
yg jadi pertanyaanku itu apa Diana ngk ada ortu??trs Sean itu sejenis apa sihh...
Nona Bucin 18294
Hai kak aku mampir, salam dari Terpaksa Menikahi Tuan Pangsit Rebus 🤗🥰
KaiRA🎉PUCUK~SQUAD🌱🐛🌱🐛🥀🐛
hallo kak aq mampir,krna liat kak senja mnyukai novel ini😂
Mei Shin Manalu
Semangat kak
Mei Shin Manalu
2 like untukmu
Mei Shin Manalu
Mampir kak
🎀ᵀᵗᵇ'ˢ Inka24#BTBM❤️
semangat up nya Thor 😁❤️
saling support yaa 🙏
Mei Shin Manalu
3 like untukmu
Mei Shin Manalu
Likeee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!