NovelToon NovelToon
TAKDIR YANG KU UBAH

TAKDIR YANG KU UBAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: Respati

Seorang perwira muda sekaligus Dokter militer tang terkenal dengan kejeniusannya dari Negara C , yang bernama Li Guang Yue, meninggal saat kembali dari tugas . karena Pesawat yang dia tumpangi meledak setelah beberapa saat mengudara .
Namun ternyata Dewa masih menyayanginya dia yang sudah mengira Rohnya berada di Alam keabadian, ternyata bereinkarnasi di dalam tubuh gadis lembut Cantik namun lemah , Putri dari Jendral Feng yang memiliki nama hampir sama dengannya. Gadis itu bernama Guang Manyue . gadis yang hidupnya menderita dan di abaikan keluarga kandungnya karena ulah Putri Palsu . Dan akhirnya mati di tangan gadis palsu tersebut.
Kehidupan mereka Tertukar karena ulah seseorang yang mengincar harta keluarga Jendral. Dan ingin kehidupan bayi kecil tersebut kelak akan menderita selama hidupnya . Mereka melakukan itu karena Dendam pada sang ibu juga keserakahan di dalam hati mereka . Ingin memiliki harta yang bukan milik mereka. penasaran...? kita baca Yuk...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Respati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERTEMU PUTRA MAHKOTA DAN JENDRAL AGUNG

Dia takut kemarahan Feng Li Nan akan menyulitkan para pelayannya kalau melihat Dia pergi. Karena itu Guang Manyue berpesan demikian.

" Baik Nona.. Hamba akan melakukan apa tang anda katakan. Hamba aka menjaga rumah dengan baik..." ucap gadis yang lebih tua dua tahun dari Manyue.

Dan akhirnya mereka keluar dari kediaman anggrek menuju pintu gerbang. Di depan pintu gerbang telah menunggu kereta milik Kediaman Jendral Feng yang akan membawa mereka ke pasar ibu kota. . juga ada dua pengawal bertubuh kekar berdiri di sebelah kereta.

"Silahkan naik Nona Muda..." ucap salah satu pengawal sambil bersikap mempersilahkan Guang Manyue naik ke kereta. Kini mereka sudah berada di dalam kereta Kuda yang akan membawa mereka menuju Pasar ibu kota. Pasar yang beberapa kali sudah Manyue datangi tanpa setahu orang kediaman Jendral Feng . Di luar dua pengawal naik kuda me gitingi kereta mereka.

Tak berapa lama, kereta mereka tiba di pintu pasar. Manyue segera menyuruh Kusir kereta menghentikan keretanya.

"Paman... Lebih baik kereta ini paman Si parkirkan di sini saja. Cari tempat baik untuk memarkirkan keretanya . Kita jalan saja masuk kedalam pasar..." Ucap Guang Manyue.

"Apakah tempat ini tidak terlalu jauh...? " tanya Paman Si.

"Tidak Paman.. sekalian berolahraga... " jawab Guang Manyue.

" Baiklah Nona...Paman akan menanti anda di tempat ini..."Ucap paman Si. mereka mencari tempat untuk menaruh kuda dan kereta. . Segera Manyue turun dari kereta Dan mereka segera berjalan masuk kedalam Pusat Pertokoan bersama dua pengawalnya . Mungkin karena cadar hitam di wajahnya, atau aura dingin yang keluar dari tubuh Manyue, banyak orang menatap ke arah mereka. Tiga gadis dan dua pria berjalan sambil melihat sekitarnya. Dan saat Manyue melewati toko pakaian, dia mengajak pelayan dan Pengawalnya masuk kedalam toko pakaian tersebut. Namun dua pengawalnya memilih menunggu di luar toko.

Toko ini ternyata cukup ramai ,banyak juga pembelinya. Ketika mereka tiba di dalam toko, banyak pelanggan yang sedang memilih pakaian.

"Kalian berdua, carilah baju untuk kalian sendiri. Dan jangan lupa pilihkan juga untuk teman kalian yang ada di rumah,.. " Ucap Manyue.

"Nona....maksud Nona anda ingin membelikan baju untuk kami ? kami boleh memilih baju sendiri..?" Tanya Juya dengan wajah kaget.

" Tentu saja.... Apakah harus aku yang memilihkan pakaian untuk kalian... " Jawab Manyue. Tentu saja ucapan Manyue membuat Juya kaget dan juga haru . Baru sekarang dia bertemu dengan majikan yang mau membelikan baju baru untuk pelayannya. bahkan mereka baru saja bekerja di tempat sang Nona. sudah hampir empat tahun Dia bekerja di bagian tempat Cuci di rumah sang Jendral. Mereka mendapatkan baju di saat tahun baru saja. itupun baju sederhana yang di bagikan oleh kepala pelayan. Dan kini baru beberapa hari mereka tinggal di tempat tinggal Nona Yueyue, wanita itu telah memberikan mereka baju baru. itupun mereka sendiri yang memilih.

"Tidak perlu Nona...kami akan memilih sendiri..." Ucap Juya lirih.

" Ya sudah sana pilih... Aku tidak bisa membantu, aku tidak tahu ukuran pakaian untuk kalian.. " Jawab Manyue. Segera keduanya pergi memilih baju yang mereka sukai. juga baju untuk pelayan yang ada di rumah. Cukup lama mereka berada di dalam toko pakaian tersebut. Baru setelah hampir dua jam kemudian, terlihat mereka bertiga keluar dari toko tersebut. Dan saat mereka berada di luar , barulah mereka menyadari kalau hari sudah menjelang sore. Dan mereka baru menyadari kalau mereka cukup lama berasa di dalam toko pakaian tersebut .

Merekapun melanjutkan jalan- jalan mereka. Manyue sadar saat ini waktu makan siang sudah terlambat bagi mereka , segera Guang Manyue membawa pelayan dan penjaga masuk ke dalam restoran yang ada di lokasi pertokoan tersebut. Tentu saja Ansi dan Juya merasa sangat gembira. Karena sejak tadi perut sudah minta di isi. dan juga baru kali ini mereka makan di restoran. Apalagi saat Manyue membawa mereka masuk kedalam restoran yang mereka tahu restoran itu restoran terkenal di seluruh ibu kota . Dengan perasaan canggung mereka masuk.

Ternyata pembeli di restoran ini cukup banyak. terlihat sekali kalau mereka merupakan para bangsawan ibukota. Terlihat meja- meja makan sudah penuh oleh para pelanggan . Mereka segera mencari meja makan untuk mereka tempati. Untunglah masih tersisa dua meja makan di bagian pojok ruangan dekat dengan Jendela . Segera mereka melangkah kearah dua meja makan tersebut. Setelah mereka duduk, seorang pelayan datang menanyakan makanan yang ingin merek pesan . Manyue memesankan banyak makanan untuk mereka. Juga memesan beberapa makanan yang akan mereka bawa pulang. Barulah setelah pelayan restoran pergi, Guang Manyue bisa melihat suasana di dalam ruang restoran tersebut. Sambil menunggu makanan datang, Ansi dan Juya berbicara pelan mengomentari restoran itu . Namun pembicaraan dari meja sebelah membuat Manyue memfokuskan pendengarannya di meja mereka.

" Beberapa bulan lagi, penerimaan murid baru Perguruan cahaya Bulan membuka pendaftaran murid baru. Apakah kau sudah bersiap ikut mendaftar.. "Kata salah satu Orang yang ada di kelompok tersebut.

"Tentu saja...aku sudah berlatih dengan ketat mempersiapkan diri untuk ujian masuk Perguruan elit itu .. Aku sudah tidak sabar mengikuti ujian masuk Perguruan Cahaya bukan..." Jawab salah satu dari mereka . Merekapun membahas penerimaan murid baru di perguruan Cahaya bukan . Guang Manyue yang mendengar pembicaraan mereka , segera bertanya pada dua penjaga yang duduk tak jauh dari tempatnya.

"Perguruan cahaya Bulan..? Di mana itu " Ucapnya perlahan.

" Perguruan Cahaya Bulan adalah Perguruan milik Kerajaan , letaknya tidak terlalu jauh dari Istana. Perguruan itu merupakan Perguruan tempat Pangeran dan Putri kerajaan belajar. Seleksi masuk Perguruan tersebut sangat ketat. Hampir semua murid yang belajar di Perguruan Cahaya bulan. merupakan murid pilihan yang memiliki kecerdasan dan kekuatan di atas rata- rata. Kebanyakan dari mereka merupakan Putra dan Putri para pembesar Kerajaan kita . Ada juga sih yang dari luar kota, malah ada juga yang berasal dari Kerajaan tetangga. Tapi Nona.. kebanyakan dari mereka merupakan anak- anak cerdas dan pintar. Tidak muda masuk dan menjadi murid Perguruan tersebut. Ke tiga Kakak anda merupakan alumni Perguruan Cahaya Bulan , Bukankah tuan ke empat pun sekarang masih menjadi murid Perguruan Cahaya Bulan...Begitu juga dengan Nona Feng Li Nan. Maaf...Walaupun kami tahu kekuatan dan kecerdasannya tidaklah seberapa. Untung dia Putri Jendral, kalau tidak, saya yakin dia tidak bisa masuk menjadi murid Perguruan cahaya Bulan..." Ucap pengawal Gu salah satu pengawal yang bertugas menjaga keselamatan Guang Manyue .

" Gu. Hati- hati kalau bicara. Kita semua tahu siapa Nona Li Nan. jika ucapanmu terdengar Dia, mati kau... " Ucap Pengawal San dengan wajah cemas. Seketika pengawal Gu terdiam. Meliha sikap mereka , membuat Guang Manyue tersenyum sekilas. Lalu Dia berkata.

" Jangan terlalu cemas, hanya kita berlima saja yang mendengarnya. Dan kami mana mungkin memberitahu Nona Li Nan.. Jikapun tiba-tiba Gadis itu memanggil kalian karena masalah ini, beritahu aku..." Ucap Guang Manyue datar .

" Benar sekali apa yang di katakan Nona Yueyue hanya kita berlima saja yang mendengarnya. Mana mungkin kita memberitahu Wanita jahat itu . Lagi pula Suaramu tadi pelan kok.." Sambung Ansi .

" Trimakasih Nona, sejak awal saya tahu Nona Manyue orang yang baik. Dan kami semua juga tahu kalau Nona selalu mendapat fitnahan dari Nona Li Nan.. Maafkan kami, kami tidak mampu membela Nona..." Ucap Pengawal Gu kembali . Manyun hanya tersenyum mendengar ucapan pengawal tersebut. Percakapan mereka terhenti saat pelayan datang membawa makanan yang mereka pesan .

"Nona.. Pesanan anda yang lain, bisa anda minta di kasir saat anda membayar Nanti..." Ucap pelayan sebelum dia pergi. Setelah pelayan pergi, Mereka segera menikmati makanan Mereka. Namun di tengah mereka menikmati makanan , Tiba-tiba terdengar keributan di luar restoran. Tentu saja keributan itu membuat semua orang yang ada di dalam restauran penasaran. Tak berapa lama terlihat dua pria yang di kawal oleh beberapa prajurit Kekaisaran masuk kedalam . Serentak semua orang yang ada di dalam ruangan itu berdiri untuk memberi salam.

"Salam Putra Mahkota, salam Jendral Agung.. " Ucap mereka bersamaan.

"Sudah.. kalian bisa bangun, Silahkan kalian makan lagi. Jangan terlalu formal, ini bukan di Istana. Abaikan saja kami.." Ucap salah satu dari mereka berdua. Dan manyue yakin kalau Pria itu Putra Mahkota kerajaan ini.

"Trimakasih yang mulia..." Ucap mereka lalu kembali duduk. Melihat semua yang terjadi. Guang Manyue tertegun sesaat sebelum mengikuti sikap mereka walau dalam diam. Dan Dia pun ikut kembali duduk. Manyue melihat sekilas pada kedua Pangeran tersebut. . Dua Pria yang memiliki aura dan penampilan yang berbeda. Salah satu dari mereka memakai topeng perak di wajahnya . Hanya saja dari tubuh pria gagah tersebut ,terasa aura sangat dingin menguar dari Pria itu . Membuat orang enggan atau takut mendekati . Aura Pria bertopeng itu Dingin, tegas dan juga Agung bisa Manyue rasakan . Walaupun begitu semua orang yang ada di sana bisa melihat dan menduga , kalau di balik topeng perak itu terdapat wajah yang sangat tampan. Sedangkan Pria yang satunya lagi memiliki wajah tampan, Gagah dan juga berwibawa , melihat kedatangan kedua Pria tersebut . Suasana di dalam restoran yang semula gamau, kini terasa sedikit tegang. Mungkin aura keduanya yang membuat meraka merasakan ketegangan di dalam hati mereka.

Dari semua orang yang ada di sana, Mungkin hanya Manyue lah yang terlihat santai dan tenang saat menikmati makanan yang ada di depan mereka. Melihat sikap orang - orang yang ada di ruangan itu, Guang Manyue melihat kembali ke arah keduanya sambil tetap makan makanan di depannya . Namun dia tak berani lama- lama melihat mereka. Tradisi wanita kuno yang tak sopan jika melihat seorang Pria, membuat Manyue kembali mengalihkan tatapannya ke meja makan. Walaupun begitu, keduanya merupakan Pria yang sangat tampan, Manyue yakin di balik topeng itu terdapat wajah yang sangat tampan . Sikap keduanya pun sangat berbeda. Yang satu dingin sampai ke tulang Sumsum, sedangkan yang lain lembut , sabar dan ramah.

( Oo..jadi ini dua Pria kebanggaan Kerajaan Gongyun ini. Yang satu merupakan Putra Mahkota yang di hormati dan di segani rakyatnya. Sedangkan yang lain merupakan Jendral besar yang terkenal dengan sikap dingin dan kejamnya . Apalagi saat dia berada di medan perang. Hingga di takuti dan di segani oleh kawan maupun lawan . Namun dua- duanya merupakan pria- pria tampan yang memukau. Satu tampan dan berwibawa, satunya lagi dingin menakutkan.. Benar - benar Pria pilihan.. Tapi sayang sekali, Putra Mahkota akan mati muda karena pangeran kedua yang ingin merebut kekuasaan nya. Jika mengingat alur ini, rasanya sangat sayang sekali, apalagi saat melihat wajah tampan Putra Mahkota , sungguh sangat di sayangkan . Semoga saja aku bisa menghindarkan kematian Putra Mahkota karena Pangeran kedua . Dan menunjuk kan sifat asli Pangeran kedua dan Selir Rong yang jahat , egois dan penuh ambisi itu. Tapi bagaimana caranya..?. Jika aku bilang pada Putra Mahkota, bisa- bisa aku di tangkap dan di hukum mati karena di duga sebagai orang yang telah berani memfitnah seorang Pangeran. Bukankah aku seperti mencari kematian. Aku belum menjadi bodoh. Lalu bagaimana caranya memberi peringatan Putra Mahkota tentang Pangeran kedua..? .Aku juga penasaran dengan rupa si penghianat Pangeran kedua itu. Pria jahat yang penuh ambisi tersebut bisa hidup tenang tanpa ada yang tahu kejahatannya. Untuk mendapatkan kekuasaan yang dia inginkan, segala cara akan dia tempuh demi kekuasaan itu. ) ucap Guang Manyue dalam hati .

Sedangkan Kedua Pangeran yang sedang berjalan menuju tangga untuk naik ke lantai atas, tiba-tiba salah satu dari mereka berhenti di kaki tangga. Dan Pria yang berhenti tersebut melihat kanan kiri. Dia Jendral Agung Kerajaan Gongyun. Adik dari Kaisar Yun San Jin. Yang bernama Huang Yutian. Melihat sikap pangeran Huang, Putra Mahkota merasa aneh. Dia ikut berhenti dan bertanya.

"Ada apa Paman kecil...? " Tanya Putra Mahkota dengan wajah heran. Namun Pangeran Huang tidak menghiraukan pertanyaan Putra Mahkota. Dia tetap melihat sekitarnya. Namun dia tidak melihat ada keanehan di tempat itu. Dia juga tidak merasakan bahaya yang mengancam.

"Paman... Kau mencari seseorang...?" Tanya Putra Mahkota lagi.

" Tidak ada.. Apakah kau mendengar sesuatu.. " Ucapnya perlahan setelah terdiam sesaat.

" Mendengar apa Paman..?" Tanya Putra Mahkota dengan wajah heran . Mendengar jawaban dari Putra Mahkota , Pangeran Huang terdiam kembali . Beberapa saat kemudian dia berkata.

" Sudahlah.. Ayo ke atas..." Ucap Pria dingin itu dengan suara dan aura dinginnya. Merekapun kembali melangkah menaiki tangga .

"Ada apa dengan Jendral Agung, sepertinya Dia mencari sesuatu.." Ucap salah satu pengunjung restoran,.

"Benar apa yang kau katakan teman.. Dia berhenti melangkah dan melihat kanan dan kiri, seperti sedang men cari sesuatu..." Kata Yang lain .

Manyue pun ikut melihat kearah kedua Pria yang kini kembali melangkah.

(Memangnya apa yang pria dingin itu cari.. Apakah dia merasa ada musuh di antara kami.. Mana mungkin, kami ini hanya rakyat jelata. Lagian Apa Dia tidak sadar, dengan aura dingin menakutkan dan mencekam Yang dia miliki, nafsu makan kami hilang seketika. Benar-benar menyebalkan ) ucap Guang Manyue dalam hati.

(Tuan ku...apakah anda tahu kalau Sang Jendral Agung itu sebenarnya sedang terluka parah. Dia juga menderita keracunan...?) Tiba-tiba Liuli berbicara.

"( Menderita luka dalam dan keracunan..? Apa maksudmu...?")Tanya Guang Manyue dengan wajah kaget. Tentu saja percakapan Guang Manyue dan Liuli di dengar oleh Jendral Huang Yutian. Wajah Pria itu terlihat berubah pucat lalu memerah saat mendengar kembali suara itu.

(Ada beberapa racun di dalam tubuh pria dingin itu Tuan...Terutama dua racun mematikan yang selama ini membuat dia tersiksa . Yaitu racun dingin dan racun panas kedua racun itu menye rang tubuhnya. Ada juga racun hati bersarang di tubuhnya. Di tambah beberapa tahun lalu, diapun terluka dalam saat berperang. .." Ucap Liuli kembali berkata di dalam otak Guang Manyue. .

"Benarkah..? Gila... Itu tubuh manusia atau wadah racun...Tapi kok tubuhnya terlihat sahat dan masih kuat..? Seolah dia tak menderita keracunan .." Ucap Guang Manyue dengan wajah heran.

"Itu karena kekuatan tubuh dan Mental Pangeran Huang sangat kuat , Tuan.. Kalau orang biasa, pasti dia sudah berakhir sejak lama.." Kembali terdengar suara Liuli di fikiran Guang Manyue.

"Memangnya kau tahu dari mana Li...?" tanya Guang Manyue dengan suara datar.

"Tuan... tubuh kecil ini bukanlah sembarang tubuh. hamba hanya perlu melihat si Penderitaan, hamba sudah tahu dia menderita apa..." ucap Liuli angkuh.

"iya, iya aku percaya..." ucap Guang Manyue . terdengar tawa gembira Liuli.

Percakapan mereka berdua membuat langkah Jendral Huang terhenti seketika di atas tangga.

(Benar- benar kasihan.. Apakah karena penyakit ini yang membuat Jendral Agung meninggal muda. Dan sejak saat itu Kerajaan Gongyun jatuh, apalagi pemberontakan yang di lakukan Pangeran Kedua..Ck..memprihatinkan ) ucap Guang Manyue lagi .

"Benar apa yang anda katakan tuan..sejak meninggal nya Jendral Agung, Kerajaan Gongyun jatuh. Di tambah lagi adanya pemberontakan Pangeran Kedua, ." Ucap Liuli lagi .

( Tunggu Xiao Li... kau berkata seperti itu, apakah kau bisa melihat masa depan seseorang...?) tanya Guang Yue lagi. sebab apa yang dia katakan, tak tertulis di salah. Novel. jadi Guang Manyue tidak tahu .

"( He he he... seperti yang ada fikirkan Tuanku..) jawab Si kecil sambil tertawa kecil .

( Dasar kau ini... lalu apakah tidak ada tabib yang bisa menyembuhkan dia..?" )Tanya Guang Manyue lagi.

(Kalau mereka mencari maka jawabannya memang tidak ada. Tapi karena sekarang sudah ada anda, maka penyakit seperti itu bisa di sembuhkan dengan sangat muda ..) Ucap Liuli lagi.

(Karena aku..?. Mana mungkin.. aku bukan ahli pengobatan Xiao Li. Mana mungkin aku bisa menyembuhkan Pria dingin itu..) Ucap Guang Manyue dengan wajah kaget dan tidak enak hati .

" Dengan ramuan yang kita buat di campur setetes darah di tubuh anda serta air Suci yang kita miliki, ,maka dengan sangat muda anda bisa menghilangkan racun di tubuh Yang Mulia Jendral Agung. Hanya saja untuk racun dingin dan Panas, harus kita dapatkan Teratai salju di tambah daun Lidah api dan juga Buah dan daun dari pohon Perak yang anda miliki, maka sempurnalah ramuan untuk Dia...." Ucap Liuli mejelaskan .

" Kenapa darahku bisa menjadikan penawar racun, sedangkan racun milik Nenek harus menggunakan air suci dan daun perak saja .."Ucap Manyue tak mengerti.

"Hamba baru baru mengetahui masalah itu Tuan.. Saat kekuatan anda berada di tingkat bumi awal, tiba -tiba Liuli menyadari kalau darah anda bisa menjadi penawar racun. Malah lebih kuat dari air Suci... " Ucap Liuli menjelaskan. Tentu saja percakapan mereka berdua membuat Jendral Huang Yutian kaget bukan main. Dia sampai terdiam di puncak tangga mendengarkan percakapan mereka. Karena semua yang mereka katakan benar adanya. Kalau sebenarnya tubuhnya rapuh karena racun dan Luka dalamnya. Dan sudah berpuluh tabib sakti dia datangkan , tapi tidak ada satupun yang bisa menyembuhkan atau menawarkan Racunnya . Selama ini dia masih mampu bertahan karena ramuan langka dan ilmu akupuntur milik sang Guru. Namun ramuan dan akupuntur itu hanya mencegah atau menahan racun menjalar ke jantungnya saja.

Dengan perasaan penasaran, dia kembali mencari orang yang berbicara. Tapi dia kembali tidak bisa menemukan orang yang sedang berbicara dengan seseorang . Semua orang terlihat menikmati makanan di depan mereka. Memang ada yang sedang berbicara dengan teman semeja mereka. Tapi mereka itu semua yang berbicara itu laki- laki. Sedangkan suara yang dia dengar, jelas itu suara wanita. Dengan perasaan jengkel dan penasaran dia menatap pada Putra Mahkota.

" Apakah kali ini kau mendengar sesuatu...?" Ucapnya perlahan.

" Mendengar apa Paman..? Aku tidak mendengar apapun itu, aku hanya mendengar suara para pengunjung yang sedang berbicara .. Apakah Paman mendengar sesuatu..?"Tanya Putra Mahkota sambil menatap Paman kecilnya dengan tatapan penasaran . Dan Jendral Huang juga bisa melihat kalau wajah Putra Mahkota tidak berbohong . Begitu juga dengan para pengawalnya, wajah mereka biasa saja. Malah terlihat keheranan menatap padanya. Melihat semua itu, dia baru menyadari kalau suara itu hanya Dia sendiri yang bisa mendengarnya . "

"Tidak ada.. Ya sudah ayo kita ke atas..." Jawab Pangeran Huang Yutian dengan wajah datar . Dia pun segera melangkah kembali dengan wajah tenang. Walau pun dalam hati berkecamuk pertanyaan yang tidak bisa dia tanyakan pada siapapun itu .

( sebenarnya suara siapa itu...mengapa semua pembicaraan mereka tentang penyakitku benar adanya. Dan aku merasa kalau suara itu suara seorang gadis. lalu Apakah semua yang dia katakan tentang Putra Mahkota dan Pangeran kedua benar adanya . Lalu apakah benar dia bisa menyembuhkan aku ...Benarkah mereka bisa melihat masa depan...tapi Kenapa hanya aku saja yang bisa mendengar suaranya.?) ucapnya dalam hati. Mereka berdua bersama para pengawal melangkah menuju lantai atas .

Udahan dulu ya.. aku lanjut pada episode selanjutnya.

Bersambung

1
Lily Nurindah Sari
akhirnya setelah sekian purnama nongol lagi.. semangat thor🙏🙏🙏
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Nemu apa kira2 didalem hutan
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Tuman dicuekin 😅 mang enak
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Othor gada gambar Manyeu kah 😃 penasaran tau sama perubahan naaa /Whimper/
@Mita🥰
wiiiih ..kira" dapat hewan kontrak gak ya🤭🤭🤭
Erna Fkpg
wah panen banyak😅
Erna Fkpg
karya baru semoga lebih bagus dan seru kaya ceritanya sebelumnya
Erna Fkpg
wah bisa tambah kuat lima elemen minyue dengan ada lima pohon warna💪💪💪
@Mita🥰
ayo manyue bagi" buah nya buat para saudara mu
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
😃 Molotot ga tuh mata na si Li Nan
Jungkookie🐰
kukira jodohnya bakal putra mahkota setelah ngga jadi sama Pangeran anaknya si selir eh ternyata kayaknya jodohnya malah jendral agung adik kaisar malahan wkwk
Respati: bingung... author juga bingung 😄🤭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Waah 😅 Manyeu jadi incaran duo pangeran
Dwi Setyaningrum
jd bayangin cantiknya Guang manyue itu kyk apa ya🤔 mgkn bidadari kalah cantik kali ya🤔hmm ga bisa dibayangin deh..🤭
Respati: jangan di bayangin neng 🤭🤭
total 1 replies
@Mita🥰
wih mantap tuh si minyue
Erna Fkpg
selalu kutunggu dengan semangat 😘😘😘
Iyus Iyus
tiga mawar sama vote tor
Respati: Trimakasih.. 🙏
total 1 replies
Erna Fkpg
pasti tambah dongkol tu Feng Li nan semua diberi hadiah oleh minyue😅💪💪💪
Sekar
lanjut thor💪💪😍😍
Vivi❄️❄️
cakep cover nya. 😍😍😍😍 lanjutan
Nur baity Al hanan ♍
up nya banyak kan donk jangan 1 bab doang.... 🤣🤣🤣
selalu up semangat💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!