Sebuah pencarian, dari rindu-rindu yang bertebaran.
Seorang remaja laki-laki, bernama Teorama, yang hampir "Mati" oleh rasanya yang dikhianati. Ia berpikir jauh tanpa kendalinya sendiri.
Ia terus mencari dan mencari apa arti rindu yang sebenarnya, di dalam sebuah keraguan, ia terus mencoba mencari sebuah kepastian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Vicky Nihalani Bisri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH - 28
Sore hari pun tiba, Risa kemudian pergi menuju ke rumah Amel
*SFX NADA DERING* Risa menelepon Amel
"Halo Ris, kenapa?" tanya Amel pada telepon tersebut
"Gue ke rumah lo sekarang ya Mel," ucap Risa di dalam telepon tersebut kepada Amel
"Iyaa Ris, lo di mana sekarang emangnya?" tanya Amel lagi kepada Risa
"Udah deket nih, lo tunggu depan rumah deh, bentar lagi sampe, deket banget," jawab Risa di dalam telepon tersebut
"Okee," ucap Amel kemudian mematikan teleponnya lalu pergi ke depan rumah
"Eh Mel....." tiba-tiba telepon terputus "Dasar nih Amel, orang belum selesai ngomong juga udah dimatiin," ucap Risa dalam hati
Tak beberapa lama waktu berselang, Risa akhirnya sampai di depan rumah Amel
"Haloo Mel," ucap Risa sewaktu dia keluar dari dalam mobilnya, menyapa Amel
"Heii, makin cantik aja lo sekarang Ris," ucap Amel kepada Risa seraya berpelukan dengan sahabat semasa SMA nya itu
"Ah bisa aja lo Mel, eh lo tuh ya, orang belum selesai ngomong udah dimatiin aja teleponnya," ucap Risa kepada Amel
"Eh lo tu ya emang ga pernah sadar dari dulu, lo duluan matiin telepon gue sebelum gue selesai ngomong, sering bahkan lo ngelakuin itu, dasar," jawab Amel kepada Risa yang tak sadar akan kelakuannya sendiri
"Ha? Iya yah, haha sorry Mel," jawab Risa kepada Amel
"Ah dasar lu emang, dari dulu ga pernah berubah, ya udah yuk masuk, langsung ke kamar gue aja," ucap Amel kepada Risa
"Okee Mel," balas Risa kepada Amel
Kemudian mereka berdua berjalan menuju kamar Amel, tampak rumah Amel begitu sepi, tak ada orang kecuali ia sendiri
"Eh Mel, mama sama papa lo mana?" tanya Risa kepada Amel
"Ohh lagi keluar kota mereka," ucap Amel kepada Risa
"Ohh berarti lo sendiri dong sekarang?" ucap Risa kepada Amel
"Iyaa Ris, lo lihat lah sepi banget nih rumah, gue sendiri," jawab Amel kepada Risa
"Ohh kenapa ga lo ajak temen-temen lo tidur di sini," tanya Risa kepada Amel
"Ah lagi males gue, lagi pengen nikmati waktu sendiri," ucap Amel kepada Risa
"Ohh iya deh Mel," jawab Risa kepada Amel
Akhirnya Risa dan Amel masuk ke dalam kamar Amel, Risa pun langsung baring di atas kasur Amel, sembari menikmati istirahat nya sejenak setelah seharian ngerjain skripsi yang ga kelar-kelar rasanya
"Ahh akhirnya gue baring juga setelah seharian," ucap Risa
"Hahaha lo sih, makanya kelarin dulu tuh skripsi, baru deh lo terserah mau ngapain, daripada nanggung-nanggung, ujung-ujungnya revisi lagi revisi lagi, apa ga capek begitu mulu," ucap Amel memberitahu Risa
"Iyaa iyaa Mel, lu tuh ga berubah juga ya dari dulu, tetep aja bawel," ujar Risa kepada Amel yang sibuk menasihatinya
"Yaa kan gue kalau sama sahabat emang gitu, demi kebaikan sahabat gue sendiri sih ini mah," jawab Amel kepada Risa
"Hehehe iyaa, makasih yaa," ucap Risa kepada Amel
"Hmm btw, lo emangnya udah nggak lagi sama si Bryan itu?" tanya Amel kepada Risa tentang pria yang sempat menjalin hubungan dengan Risa pada waktu itu
"Enggak Mel, udah lama putusnya," jawab Risa kepada Amel
"Ohh, kenapa lo putus Ris?" tanya Amel kepada Risa
ceritanya bagus 👍