Dunia yang tidak hanya dihuni oleh manusia, kini juga terdapat "Astra" yang dapat membantu setiap orang mencapai kesuksesan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SINYAL DARI SEKTOR LIAR
Malam di pinggiran Kota Megapolitan baru saja dimulai, tetapi kabut tebal sudah turun menyelimuti Sektor Liar. Di balik kawat berduri yang membatasi wilayah kota aman dengan zona berbahaya itu, angin berembun menusuk jaket hitam bertuliskan nomor 15 yang dikenakan Arkan.
Remaja itu berdiri diam, menatap papan peringatan besi berkarat di depannya yang bergoyang pelan ditiup angin. Tulisan “ZONA MERAH URBAN – KONTRAKTOR DI BAWAH LEVEL 20 DILARANG MASUK” seolah sedang menertawakan kenekatannya.
Siang tadi, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-15, Arkan resmi mengaktifkan tes spiritualnya. Wadah energinya dinyatakan terbuka dan siap menampung hingga maksimal tiga kontrak Astra. Di saat remaja-remaja kaya lain langsung pergi ke penangkaran legal bersama orang tua mereka untuk membeli telur Astra elemen murni yang mahal, Arkan justru berjalan ke arah sebaliknya. Dia memilih pergi ke tempat di mana maut dan keberuntungan bertaruh di garis yang sama: Sektor Liar.
"Satu kontrak saja. Aku cuma butuh satu Astra untuk memulainya," bisik Arkan pada diri sendiri. Tangannya mengepal erat di dalam saku jaket. Dia tidak punya uang, tetapi dia punya tekad.
Arkan menarik napas panjang, lalu dengan gerakan cekatan menyelip di antara celah kawat berduri yang sudah rusak. Begitu kedua kakinya menginjak tanah Sektor Liar, atmosfer di sekitarnya langsung berubah. Suara bising kendaraan kota mendadak lenyap, digantikan oleh kesunyian mencekam dari hutan beton yang terbengkalai. Pohon-pohon liar tumbuh menembus aspal jalanan lama, dan gedung-gedung runtuh terlihat seperti raksasa yang sedang tidur.
Baru berjalan sekitar sepuluh menit melewati jalur rel kereta bawah tanah yang sudah mati, indra spiritual Arkan mendadak berdenyut kencang. Dada sebelah kirinya terasa panas.
Krasak!
Suara gesekan semak-semak di dekat reruntuhan tiang beton membuat Arkan langsung memasang posisi waspada. Tubuhnya merendah, matanya menatap tajam ke arah kegelapan.
"Hei, keluar kamu. Jangan sembunyi," seru Arkan dengan suara tertahan.
Bukannya takut, jantung Arkan justru berdegub kencang karena antusias. Dari balik bayangan beton, perlahan muncul tiga pasang mata merah yang menyala kelaparan. Itu adalah Gloomhound liar—Astra berwujud anjing pemburu bertubuh legam yang diselimuti aura hitam tipis. Dari ukurannya, mereka berada di sekitar Level 5 hingga 7. Untuk remaja berumur 15 tahun tanpa Astra pelindung seperti Arkan, menghadapi tiga ekor sekaligus sama saja dengan bunuh diri.
Salah satu Gloomhound menggeram rendah, memamerkan taringnya yang tajam, lalu melompat menerjang ke arah Arkan dengan kecepatan tinggi.
Arkan memejamkan mata, bersiap menggunakan sisa energi spiritual murninya untuk menahan benturan. Namun, sebelum taring makhluk itu menyentuh jaketnya, sebuah kilatan listrik berwarna biru terang memotong udara dengan suara gemuruh yang nyaring.
BLAAAM!
Sambaran petir itu menghantam tepat di depan kaki Arkan, menciptakan ledakan kecil yang melempar Gloomhound tersebut hingga menghantam dinding beton. Dua Gloomhound lainnya yang melihat hal itu langsung mendengking ketakutan dan lari terbirit-birit masuk kembali ke dalam kegelapan hutan liar.
Arkan terengah-engah, perlahan membuka matanya. Di sela-sela asap tipis sisa ledakan, dia melihat sesosok makhluk kecil sedang berdiri dengan kaki yang gemetar.
Itu adalah seekor anak serigala berbulu biru muda. Di sekujur tubuhnya, percikan listrik statis masih menyala kecil, berderak-derak memotong keheningan malam. Namun, kondisinya memprihatinkan. Ada bekas luka cakar besar di punggungnya, dan napasnya tampak berat. Makhluk itu adalah seekor Astra elemen petir tingkat rendah yang tampaknya baru saja terusir dari kelompoknya. Levelnya masih berada di angka 0—masih wujud bayi.
Anak serigala itu menoleh pelan, menatap Arkan dengan sepasang mata biru jernih yang memancarkan rasa waspada sekaligus kepasrahan.
Arkan merasakan dadanya bergetar hebat. Frekuensi energi spiritual dari anak serigala itu terasa sangat pas, seolah-olah mengalir masuk dan mengisi kekosongan di dalam jiwanya. Ini adalah sebuah anomali. Di tengah Sektor Liar yang kejam, seekor Astra petir justru menyelamatkannya.
Sambil menahan napas agar tidak mengejutkan makhluk kecil itu, Arkan perlahan berlutut di atas tanah yang basah. Dia mengulurkan tangan kanannya ke depan, membiarkan telapak tangannya memancarkan cahaya keperakan hangat—simbol undangan untuk sebuah kontrak spiritual.
"Hei," panggil Arkan dengan nada selembut mungkin, senyum tipis terukir di wajahnya yang tegang. "Kamu hebat banget tadi. Terima kasih, ya."
Anak serigala itu menggeram kecil, tetapi tidak mundur. Matanya menatap lekat-lekat tangan Arkan yang bercahaya.
"Kondisi kamu parah. Kalau kamu tetap tinggal di sini sendirian, kamu bisa mati dimakan Astra lain," lanjut Arkan, matanya memancarkan ketulusan yang mendalam. "Jadi... kamu mau ikut aku? Aku janji, aku akan bantu kamu jadi lebih kuat. Kita berjuang sama-sama dari bawah."
Makhluk berbulu biru itu terdiam selama beberapa detik. Merasakan kehangatan dan ketulusan dari energi spiritual Arkan, perlahan-lahan benteng pertahanannya runtuh. Percikan listrik di tubuhnya mulai mereda, berubah menjadi aliran energi yang lembut.
Dengan langkah kaki yang lemah dan pincang, anak serigala itu berjalan mendekat. Dia mengendus ujung jari Arkan sejenak, sebelum akhirnya menyandarkan kepalanya yang kecil tepat di atas telapak tangan remaja itu.
Seketika itu juga, cahaya keperakan dari tangan Arkan meluap terang, membungkus tubuh mereka berdua. Sebuah lambang berbentuk lingkaran sihir berukir petir muncul sesaat di pergelangan tangan Arkan, lalu meresap masuk ke dalam kulitnya.
Kontrak pertama telah resmi terbentuk.
Arkan bisa merasakan aliran energi petir yang menyengat namun menenangkan mengalir di dalam pembuluh darahnya. Dia segera mendekap tubuh anak serigala itu ke dalam pelukannya yang hangat.
"Mulai sekarang, nama kamu Volt," bisik Arkan sambil mengusap kepala Astra pertamanya dengan lembut. "Ayo kita pulang. Perjalanan kita masih panjang sampai ke level seratus."
Di tengah kegelapan Sektor Liar, langkah pertama seorang Kontraktor Pemula baru saja dimulai.
pukul 12.00 Wib dan 15.00 Wib. Saran dan dukunganmu sangat membantu karya ini menjadi lebih baik!