NovelToon NovelToon
AMERICAN CROWS

AMERICAN CROWS

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Bad Boy
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kazeo24

Cikampek adalah kota yang selama berabad-abad hidup dalam keterasingan dan dikenal sebagai wilayah yang sangat berbahaya. Banyak para petarung kuat berambisi menaklukkannya, tetapi hanya sedikit yang berani menginjakkan kaki di sana karena adanya perjanjian lama dengan berbagai pihak. Dahulu, satu-satunya cara membebaskan dan menguasai Cikampek adalah menaklukkan seluruh petarung terkuat hingga mencapai puncak dan memperoleh gelar Kaisar, sebuah gelar warisan sejak era awal yang pertama kali dikenal di Jakarta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kazeo24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26 THE THIRD RULER

Matahari pagi menyelinap di antara celah-celah gedung pusat kota, menandakan dimulainya hari libur sekolah bagi anak-anak Cikampek. Namun, bagi tim kecil Ryuka, tidak ada istilah libur dari ketegangan yang menyelimuti kota. Di Basecamp Rooftop gedung tua yang kini sudah jauh lebih rapi, suasana terasa cukup padat.

Ryuka duduk di sofa bekas favoritnya, menyesap rokok dengan raut wajah yang masih muram. Di sekelilingnya ada Sebas, Denza, Elisa, Gilang, dan anggota baru mereka, Raisya, mantan wakil ketua Ghost Girl yang kini menumpang di rumah Elisa.

"Udah seminggu lebih, dan gua masih gak dapet jejak si serigala itu," gerutu Ryuka sambil menatap bangku kayu kosong di pojok rooftop.

Denza menghembuskan napas berat, menyandarkan tubuhnya ke pagar pembatas. "Gua udah bilang, Ka. Jaringan Old Generation gua buntu. Petinggi Mahkamah Agung masih menutup diri semenjak gertakan kakek lu kemarin. Mereka seolah sengaja memutus semua jalur informasi jalanan."

"Tapi gak mungkin Zela ilang gitu aja tanpa ada yang liat," sela Gilang yang kini tampak jauh lebih tenang setelah insiden Cijalu.

Tiba-tiba, Raisya yang sejak tadi diam sambil menyeruput tehnya menyela dengan nada datar. "Zela? Cowok tegap yang auranya dingin itu kan? Gua tau dia ada di mana."

Seketika, atmosfer di rooftop membeku. Elisa tersedak minumannya, sementara Ryuka hampir menjatuhkan rokoknya. Elisa langsung menoleh ke arah Raisya dengan mata membelalak kaget.

"Hah?! Rai?! Kalau lu tau, kenapa lu gak bilang dari tadi ke gua?!" seru Elisa setengah berteriak.

Raisya hanya mengangkat bahu dengan santai, menatap Elisa tanpa dosa. "Lu aja gak nanya soal itu ke gua. Lu cuma nanya soal keadaan Ghost Girl sama Mahkamah Agung kemarin."

Mendengar jawaban itu, Ryuka, Denza, Gilang, dan Sebas secara serentak memalingkan wajah mereka ke arah Elisa. Mereka memberikan tatapan datar dan dingin yang kompak, seolah menyalahkan Elisa karena melewatkan informasi sekrusial itu selama mereka bersama di rumah.

Elisa yang ditatap seperti itu mendadak salah tingkah. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil menyengir canggung. "Hehe... ya... gua lupa, abisnya kemarin kita banyak banget bahas masa lalu... Sori, sori."

Ryuka mendengus jengkel, namun matanya kembali menyala penuh semangat. "Yaudah, lupain! Raisya, di mana si Zela?"

Raisya meletakkan cangkirnya. "Terakhir informan gua liat dia ada di daerah Wirasaba. Itu daerah Cikampek Utara bagian utara kalau ditarik garis lurus dari Sukaseri sini. Tempatnya agak terpencil dan jarang disentuh aliansi besar."

"Wirasaba..." gumam Denza sambil meraba dagunya. "Itu zona abu-abu. Gak heran intelijen pusat gak dapet kabar."

Tanpa membuang waktu, Ryuka langsung berdiri. "Ayo berangkat. Denza, lu yang nyetir. Lang, lu ikut gua."

"Tuan Muda, apakah saya perlu ikut?" tanya Sebas dengan sigap.

Ryuka menggeleng. "Gak usah, Wirasaba mungkin berbahaya buat Elisa kalau dia ikut. Lu tetep di sini, jaga Elisa sama Raisya. Pastikan gak ada sisa Dewan Intelligent yang berani mendekat."

"Baik, Tuan Muda. Saya akan memastikan keamanan mereka berdua," jawab Sebas dengan wibawa khasnya.

Sore Hari – Perjalanan Menuju Cikampek Utara

Mobil hitam mewah yang dikemudikan Denza melesat membelah jalanan Cikampek yang mulai panas. Ryuka duduk di depan, sementara Gilang di kursi belakang, memperhatikan pemandangan kota yang mulai berubah dari kawasan elite pusat kota menuju daerah pinggiran yang lebih keras.

Saat mereka mulai memasuki wilayah perbatasan menuju utara, pemandangan di depan mereka mendadak berubah menjadi chaos total.

"Buset... ada apa ini?" seru Gilang sambil menunjuk ke luar jendela.

Di jalanan besar yang mereka lalui, terjadi bentrokan besar. Puluhan remaja berjaket hitam saling hantam dengan brutal di tengah jalan, memblokir akses utama. Suara benturan pipa besi, teriakan amarah, dan pecahan botol kaca bergema di mana-mana.

Denza memperlambat laju mobil. Matanya menyipit tajam. "Lihat itu... itu anak-anak CBC. Si Friza lagi perang."

Ryuka menajamkan pandangannya. Di tengah lautan massa itu, dia melihat sosok Alfriza Farizy (Friza) yang sedang bertarung gila-gilaan. Friza tampak terdesak, dikerubungi oleh puluhan petarung yang mengenakan jaket dengan simbol yang belum pernah Ryuka lihat sebelumnya.

"Kaya nya ini adalah perang dua aliansi besar," jelas Denza sambil tetap waspada di balik kemudi. "Fraksi CBC dari Slonong Boys melawan T.O.M (Team Ogah Mundur) dari aliansi OKOM. T.O.M itu salah satu pendiri OKOM, aliansi tertua di kota ini."

Ryuka memperhatikan Friza. Sang pemimpin CBC itu tampak bersimbah darah, namun matanya tetap menyala liar dan dia tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah sedikit pun, meskipun jumlah musuh yang mengeroyoknya berkali-kali lipat lebih banyak.

"Pemimpin T.O.M itu namanya Oky Febrian," lanjut Denza. "Dia punya hampir 50 anggota inti yang semuanya petarung jalanan kawakan. Friza bener-bener dikepung di kandang lawan."

Gilang menatap Ryuka dengan ragu. "Apa kita bantu aja, Ka? Si Friza kelihatan kewalahan banget. Gimana pun, dia kan temen sekolah kita."

Ryuka mendengus dingin, menyandarkan punggungnya ke jok mobil. "Gak usah. Gua gak bakal bantu musuh gua. Biarin mereka terus perang kayak gitu. Friza itu orang yang angkuh, dia gak bakal suka kalau kita campuri urusan 'darah' aliansinya."

Denza mengangguk setuju. "Ryuka bener. Kalau kita turun, urusannya bakal makin panjang sama aliansi OKOM. Kita punya misi lain. Pegangan kalian!"

Denza menginjak pedal gas dalam-dalam. VROOMM! Mobil mewah itu menerobos pinggiran zona perang, menyenggol beberapa berandalan yang menghalangi jalan, dan melesat pergi meninggalkan medan tawuran besar tersebut.

Wirasaba – Cikampek Utara

Setelah menempuh perjalanan yang cukup menegangkan, mereka akhirnya tiba di sebuah lapangan luas di daerah Wirasaba sesuai arahan Raisya. Suasana di sini sangat sepi, jauh berbeda dengan keributan di pusat kota tadi. Angin sore bertiup kencang, menerbangkan debu di lapangan kosong tersebut.

"Raisya bilang Zela seharusnya ada di sini," ucap Ryuka sambil turun dari mobil dan mengedarkan pandangan ke sekeliling.

Namun, lapangan itu kosong. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Zela. Hanya ada beberapa puntung rokok yang masih baru di pinggir lapangan, menandakan seseorang memang sempat berada di sana.

"Kita telat?" tanya Gilang cemas.

Sebelum Ryuka sempat menjawab, ponsel Denza bergetar hebat. Dia mengangkatnya, dan wajahnya mendadak berubah sangat pucat. Denza tampak mendengarkan dengan serius, sesekali mengangguk dengan keringat dingin yang mulai muncul di dahinya.

"Ya... saya mengerti. Terus pantau pergerakan mereka," ucap Denza sebelum mematikan telepon.

"Ada apa, Bang?" tanya Ryuka curiga.

Denza menatap Ryuka dan Gilang dengan pandangan yang sulit diartikan. "Itu telepon dari jaringan pemerintah sipil yang megang data intelijen jalanan. Berita besar baru aja nyebar ke seluruh Cikampek. Kejadian yang tadi kita liat di jalan bukan sekadar tawuran biasa."

Denza membuka sebuah situs berita jalanan di ponselnya dan memperlihatkannya pada Ryuka. Judulnya tertulis dengan huruf tebal yang mencolok:

"ALIANSI OKOM MENGUASAI CIKAMPEK BARAT: OKY FEBRIAN NAIK TAHTA SEBAGAI RULER KETIGA DALAM SEJARAH CIKAMPEK BARAT!"

Ryuka dan Gilang ternganga. "Ruler?"

"Dengar ini," baca Denza dengan suara berat. "Aliansi OKOM, aliansi tertua di Cikampek, berhasil menyatukan seluruh wilayah barat di bawah satu komando tunggal. Dengan ini, menyatakan Oky Febrian sebagai pemimpin salah satu pilar aliansi resmi naik tahta dan menjadi seorang Ruler. Dia berhasil menjadi Ruler ketiga dalam sejarah Cikampek bagian barat."

Denza kemudian membacakan daftar panjang fraksi yang kini berada di bawah bendera OKOM di wilayah barat:

Wilayah Senopati: Fraksi Arko19 di pimpin Yaksa.

Wilayah Gang Kramat: Fraksi Team Orang Keren (T.O.K) yang dipimpin Ijal.

Wilayah Gang Arjuna: Fraksi Team Ogah Mundur (T.O.M) yang dipimpin Oky.

Wilayah Pajaten: Fraksi Los Verinto dipimpin Dion.

Wilayah Dawuan Barat: Fraksi BK Lads dipimpin Rai.

Wilayah Dawuan Tengah: Fraksi WAR19 dipimpin Regi.

Wilayah Dawuan Timur: Fraksi Kepaduri dipimpin Dahlan.

Wilayah Kebon Buah: Fraksi Warjal Mystery dipimpin Zaka.

Wilayah Perum VIP: Fraksi Bringin Gank dipimpin Robet.

Wilayah Perum BMI: Fraksi Spezialis Gank dipimpin Bian.

Ryuka, Gilang, dan bahkan Raisya (yang ikut memantau lewat radio di Basecamp) kaget setengah mati. Jumlah fraksi itu sangat masif, mencakup hampir seluruh titik strategis di Cikampek Barat.

"Pantesan Friza terdesak banget pas perang tadi," gumam Ryuka sambil mengepalkan tangannya. "Ternyata yang dia lawan bukan cuma pemimpin biasa, tapi seorang Ruler yang bawa kekuatan satu wilayah penuh."

Ryuka menatap langit sore yang kian menghitam. Dia menyadari bahwa hilangnya Zela dan kemunculan Ruler baru ini bukanlah sebuah kebetulan. Era baru yang dipicu oleh nama Black Dragon ternyata telah membangunkan monster-monster tua yang selama ini bersembunyi di balik bayangan aliansi.

"Ruler ketiga, huh?" Ryuka menyeringai liar, meski hatinya merasa tertekan oleh informasi tersebut. "Cikampek bener-bener makin seru. Zela... lu harus ketemu sebelum kota ini bener-bener meledak."

Denza menyimpan ponselnya, wajahnya menunjukkan ketegangan yang belum pernah Ryuka lihat sebelumnya. "Kita harus balik ke Basecamp. Kalau Oky Febrian udah naik tahta, peta kekuatan siang dan malam di Cikampek bakal berubah total dalam semalam."

1
DANZ XYZ
/NosePick//NosePick//Applaud/
Arashiii22
keren bangat sialan
Dongo Dipelihara
siapa yang di maksd maruyama abang nya zela kah?
Kazeo24: Yap itu abang nya zela
total 1 replies
Dongo Dipelihara
prolog yang keren
Kada Wijaya
DAMN BROO
Ekaa
/Plusone/
damai kami sepanjang hari
THISS IS PEAK BRO!!
AZIKAZUE
GOKSS PARAH SELAMA INI 22 BAB TERNYATA CMN PROLOG🤭
Kazeo24: BENER SEKALII
total 1 replies
AZIKAZUE
terus bekarya bang✌🏻
Kada Wijaya
OH GITU🤭
Kada Wijaya
👍👍👍
Kada Wijaya
lanjutt perang nya
Kada Wijaya
BADASSS🔥🔥🔥
kaka pelenger
GOKILLL
RezaFitra
/Casual//Casual/
Dongo Dipelihara
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!