NovelToon NovelToon
Hujan di Ranting

Hujan di Ranting

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Melati Lestari

Chua Yulin mengira hidupnya sudah cukup buruk setelah menemukan kekasihnya berselingkuh. Lalu dia pindah ke apartemen baru dan mendapat teman sekamar seorang cowok misterius bernama Sim Zhenyu—yang pulang tengah malam berbau bensin, menerima transfer Rp 10 juta dari orang tak dikenal, dan memiliki wajah yang terlalu tampan untuk hidup biasa.

Kesimpulan Yu: dia pasti model.

Yang tidak Yu duga? Sentuhan Zhen adalah satu-satunya yang bisa meredakan kondisi langka yang dideritanya—haus sentuhan. Sementara Zhen, si clean freak yang tidak pernah membiarkan siapa pun menyentuhnya, mulai membuat pengecualian. Hanya untuknya.

Dari kesalahpahaman yang konyol hingga pengorbanan yang tak terduga, ini adalah kisah tentang dua orang yang ditakdirkan untuk saling melengkapi—karena kadang, yang kamu butuhkan bukan payung dari hujan, tapi hujan itu sendiri.

"Kamu memang ditakdirkan kekurangan hujan—kekurangan aku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melati Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

Bab 23: Jangan Lari

Saat Yu terbangun, hal pertama yang ia lihat adalah garis leher kaus hitam.

Detik berikutnya, ia sadar itu bukan bantal.

Itu bahu Zhen.

Yu langsung duduk tegak, terlalu cepat sampai lehernya hampir kram. Selimut kecil merosot ke pangkuannya. Ruang tengah sudah lebih terang, bukan karena matahari, melainkan lampu meja yang masih menyala redup. Hujan di luar berhenti. Jam dinding menunjukkan 02.43.

Zhen masih duduk di sampingnya.

Matanya terbuka.

"Kamu bangun," katanya.

Suara itu rendah, agak serak karena terlalu lama diam.

Yu ingin mati.

"Aku... ketiduran."

"Aku tahu."

"Kenapa kamu tidak bangunin?"

"Kamu tidur."

"Itu alasan untuk membangunkan."

"Bukan kalau orangnya terlihat seperti bisa menggigit jika dibangunkan."

Yu memegang selimut, wajah panas sampai telinga. "Aku tidak menggigit."

Zhen menatapnya.

"Seringnya hanya hampir jatuh."

"Tolong lupakan semua kejadian memalukan tentangku."

"Terlalu banyak. Memori penuh."

Yu menutup wajah dengan selimut.

Zhen berdiri akhirnya. Ia tidak menyentuh bahunya, tidak mengomentari fakta bahwa selama lebih dari satu jam Yu bersandar padanya. Ia hanya mengambil gelas di meja, lalu berkata, "Pindah ke kamar. Lehermu sakit besok."

Yu mengangguk dari balik selimut.

Saat Zhen berjalan menuju dapur, Yu menatap punggungnya.

Tidak ada tisu basah.

Tidak ada ekspresi terganggu.

Tidak ada jarak yang tiba-tiba dibuat lebih jauh.

Yu kembali ke kamar dengan langkah melayang dan rasa malu yang tidak bisa ia letakkan di mana pun.

Di sisi lain pintu, Zhen menunggu sampai langkah Yu berhenti. Lalu ia mengambil ponsel dari meja, membuka akun Z, dan melihat ruang chat dengan MakiGwMasukBui.

Pesan terakhir masih dari dirinya.

Permintaan diterima dengan batas jelas.

Zhen menatap pintu kamar Yu.

Semalam, Yu bicara tentang penulis skenario dengan mata yang terlalu hidup untuk seseorang yang biasanya menyembunyikan banyak hal. Ia tertidur di bahunya tanpa sadar, dan tubuh Zhen tidak menolak. Itu fakta yang lebih mengganggu daripada booking lima puluh juta.

Ia mengetik.

Z: Batas yang kamu maksud, jelaskan.

Di kamar sebelah, ponsel Yu bergetar.

Zhen tidak perlu melihat untuk tahu. Ia mendengar suara kecil dari dalam kamar. Bunyi kasur bergerak. Lalu hening panjang.

Beberapa menit kemudian, balasan masuk.

MakiGwMasukBui: Maksimal pegang tangan. Tidak ada hal lain. Kalau Anda tidak nyaman, refund saja. Maaf sudah merepotkan.

Zhen membaca kata maaf itu.

Kebiasaan yang buruk, pikirnya. Terlalu cepat meminta maaf untuk kebutuhan yang bahkan belum ia pahami sendiri.

Ia membalas:

Z: Kenapa harus tangan?

Hening lagi.

Di balik dinding, Yu duduk memeluk lutut di kasur. Wajahnya masih panas karena bahu Zhen, sekarang ditambah pesan dari Z yang masuk pada jam hampir tiga pagi. Kenapa Z aktif jam segini? Apakah racer model juga insomnia? Apakah admin yang membalas? Tidak, gaya kalimatnya terlalu dingin, terlalu mirip.

Terlalu mirip Zhen.

Yu menggigit bibir.

Tidak mungkin.

Ia mengetik, menghapus, mengetik lagi.

MakiGwMasukBui: Karena sentuhan tangan paling mudah diberi batas. Saya tidak mau membuat siapa pun merasa dipakai.

Zhen menatap kalimat itu lama.

Di ruang tengah, lampu meja menyisakan lingkaran kuning kecil di permukaan sofa. Bahunya masih menyimpan sisa berat kepala Yu. Untuk pertama kalinya, kata "dipakai" terasa tidak cocok dengan apa yang terjadi.

Ia mengetik:

Z: Kamu pernah bertemu orang yang membuat tubuhmu tenang?

Balasan tidak langsung datang.

Yu menatap pertanyaan itu dengan dada berdebar.

Pernah.

Ada Ko Darren. Ada keluarga.

Dan sekarang ada Zhen.

Masalahnya, ia sedang berbicara kepada Z. Seseorang yang ia kira pembalap model misterius. Seseorang yang seharusnya tidak tahu bahwa roommate-nya baru saja dipakai sebagai bantal hidup.

MakiGwMasukBui: Pernah.

Z: Orang itu tahu?

Yu memejamkan mata.

MakiGwMasukBui: Tidak.

Zhen membaca jawaban itu dan hampir tersenyum.

Tidak tahu?

Ia melihat pintu kamar Yu lagi.

Kalau definisi tidak tahu adalah menerima lima puluh juta, membaca pesan, melihat pola sentuhan, dan baru saja dipakai sebagai bantal sampai hampir pukul tiga, maka benar, ia tidak tahu apa-apa.

Z: Kalau orang itu tahu, apa yang akan kamu lakukan?

Yu merasa ponselnya terlalu panas di tangan.

Ia tidak suka arah percakapan ini. Terlalu dekat. Terlalu seolah Z bisa melihat ke dalam kamarnya.

MakiGwMasukBui: Saya akan pindah negara.

Zhen benar-benar tersenyum kali ini.

Kecil.

Hampir tidak terlihat.

Z: Tidak perlu sedramatis itu.

MakiGwMasukBui: Anda tidak tahu betapa malunya ini.

Z: Aku bisa menebak.

Yu menatap kata aku.

Sebelumnya Z lebih sering memakai kalimat pendek tanpa subjek. Sekarang "aku". Entah kenapa terasa lebih dekat, lebih manusia, dan lebih berbahaya.

MakiGwMasukBui: Jangan tebak.

Z: Baik.

Zhen berhenti sejenak, lalu mengetik pesan yang sengaja ia pilih dengan hati-hati.

Z: Untuk sementara, tidak ada jadwal Sentul. Kalau butuh, tulis saja. Kita bicara dulu. Jangan memaksa tubuhmu sendiri.

Yu membaca pesan itu.

Dadanya mendadak sesak.

Ia membayar orang asing untuk batas yang jelas, tapi balasan yang datang justru terdengar seperti seseorang yang tidak ingin ia menyakiti dirinya demi terlihat kuat. Terlalu mirip kalimat Zhen. Terlalu mirip cara Zhen menepi sebelum ia membuka pesan ancaman. Terlalu mirip "aku di sini" tanpa mengucapkannya.

MakiGwMasukBui: Uang itu tetap untuk Anda. Saya tidak mau gratis.

Zhen membaca pesan itu, lalu rahangnya mengeras sedikit.

Z: Uang tidak membeli hak menyentuh orang.

Yu menatap kalimat itu sampai matanya panas.

Jarinya berhenti di layar.

MakiGwMasukBui: Saya tahu.

Z: Bagus. Jadi jangan pakai uang untuk menghukum diri sendiri.

Yu menarik napas pelan. Kalimat itu tidak seperti admin. Tidak seperti model. Tidak seperti orang yang sedang menagih klien. Kalimat itu terlalu personal, seolah Z sedang berdiri di depan pintu dan melihat langsung cara Yu bersembunyi di balik angka.

MakiGwMasukBui: Kenapa Anda baik?

Zhen menatap pertanyaan itu cukup lama.

Karena kamu sangat buruk menyembunyikan sakitmu, pikirnya.

Yang ia kirim hanya:

Z: Karena permintaanmu bukan lelucon.

Yu tidak tahu harus membalas apa.

Di luar kamar, lantai kayu berderit sangat pelan.

Ia menahan napas.

Zhen? Apakah Zhen masih di ruang tengah?

Ponselnya kembali bergetar.

Z: Kalau suatu hari kita bertemu, jangan lari.

Yu menatap layar.

Jantungnya jatuh ke perut.

Di sisi lain pintu, Zhen mematikan layar ponselnya dan berdiri dalam gelap, menunggu beberapa detik hanya untuk mendengar apakah Yu benar-benar akan membuka pintu.

Yu tidak membuka pintu.

Tapi dari dalam kamar, terdengar suara sangat pelan, seperti seseorang membenamkan wajah ke bantal.

Zhen menunduk, senyum tipisnya hilang, digantikan sesuatu yang lebih tenang.

Ia sudah yakin.

MakiGwMasukBui adalah Yu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!