Helena berjuang untuk mendapat hati Edgar, tetangganya. Mencuri perhatian saat pria itu menjadi dosen tamu di kampus, bertingkah lucu saat weekend, atau mencoba melakukan segala cara agar bisa berbicara dengan pria itu.
Apakah Edgar akan luluh?,
Tapi, kenyataan pahit harus diterima Helena. Saat mengetahui bahwa Edgar adalah mantan ibunya.
Bagaimanakah Helena menata Hati saat merelakan Edgar menikahi ibunya.
Helena memilih kuliah di luar negeri, sampai suatu saat kembali...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sweet and dream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10
Edgar melambaikan tangan ke arah Helena, gadis itu baru saja berlalu menuju rumah di sebelahnya. Edgar menuju dapur, membawa piring yang mereka gunakan tadi saat Dinner
Masih segar diingatan Edgar, bagaimana Helena memperhatikannya saat memasak steak, kadang gadis itu tersipu saat tak sengaja Edgar memergokinya melihat Edgar saat mereka Having Dinner.
"Mereka berbeda" gumam Edgar.
Walah Edgar akui, Helena memiliki wajah yang begitu mirip Sandra saat mereka masih mudah, saat di kampus. Tapi, mereka berdua berbeda. Sandra itu Obses, dewasa dan masih ada di hatinya.
Sedangkan, Helena masih begitu muda. Gadis itu hanya mengalami virus merah jambu yang akan segera berubah haluan. Lagi pula mereka terpaut jauh, dia masih begitu muda dan cantik. Akan banyak pria yang mengantri untuk menjadi pacarnya. Kadang gadis itu bisa begitu menggemaskan saat menahan malu karena ketahuan menatapnya diam-diam. Padahal, begitu berani menghampiri seorang pria dewasa.
Edgar tersenyum membayangkan betapa lucunya tingkah gadis yang sedang dilanda cinta itu. Saat pandangannya masih mengarah ke tempat duduk Helena, tiba-tiba ada notifikasi chat dari handphone nya
"Kamu udah tidur? besok malam ada waktu? aku mau ketemu. Ada yang mau ku sampaikan" Kata Anastasia melalui pesan singkat.
"Kirim alamatnya besok, saya pukul 19.30 free" ketik Edgar.
Anastasia, wanita itu dulu tak begini. Dia selalu mengikuti apa yang mereka sepakati. Edgar benar-benar menutup pintu hatinya. Adapun perjodohan yang terjadi adalah karena keinginan orang tua mereka. Dan jangan lupakan grandma mereka berdua.
Sementara Helena sudah sampai di rumah, mamanya belum pulang dari dinner. Hal ini sudah bisa bagi Helena, bukan sedih yang ia rasakan ketika mamanya meninggalkannya justru senang. Iya karena mamanya bisa bekerja, bertemu dengan teman-temannya dan barangkali berkencan menemukan pendamping hidup.
Sejak bercerai, Sandra belum pernah bercerita tentang percintaannya atau memperkenalkan seorang lelaki yang dekat dengannya.
Helena mengunci pintu, lalu menuju ke kamarnya. Dila mengirimkan pesan pada Helena.
"Helena, mau Nginep.. boleh🥺? " tanya Dila.
Nggak biasanya Dila nanya, biasanya juga ya langsung datang terus tiba-tiba mau menginap.
"Tumben nanya lewat chat, biasanya juga langsung ke sini trus nginep. kamu baik-baik aja kan? " ketik Helena, lalu dia mengirimkan pesann itu pada Dila. Agak terburu-buru sempat beberapa kali salah kata.
"Lagi galau, hiks" jawab Dila di kamarnya sambil melirik ke arah foto Dion. Ya, foto Dion sudah terpajang di nakas samping tempat tidurnya. Dia meraih foto itu, dan memeluknya.
"Kak Dion, hmm love you" gumam Dila, memperhatikan dengan seksama foto dirinya dan Dion.
Kebucinan Dila pada seniornya itu membuatkan memberanikan diri melakukan pendekatan seperti saat jogging kemarin. Foto yang diperolehnya kemarin langsung di printout dan di bingkainya dengan cantik, dilengkapi tulisan di belakang gambar
"My First Love" itulah kata yang ia tulis, Dion telah bersarang di hatinya sejak SMP. Bukan Dila namanya kalau menyerah. Tapi entah mengapa, malam ini dia menggalau, kalut akan perasaannya.
"Galau kenapa? " notifikasi pesan dari Helena, mennyadarkan kembali khayalannya pada pria yang berhasil membuatnya kecintaan.
Tanda titik - titik ,
lagi-lagi titik-titik
Gadis itu berulang kali mau mengetik, tapi selalu tidak jadi. Akhirnya ia membalas juga dengan mempertimbangkan akan menceritakannya ketika bertemu.
"hmm, bentar ya aku ke situ" Dila mengirimkan pesan teks pada Helena.
"🐒 ???" Jawaban dari Helena berhasil membuat Dila tersenyum.
Ibunya Dila mengizinkannya untuk menginap di rumah Helena. Beliau percaya disana anaknya akan baik-baik saja. Apalagi Helena adalah anak yang ramah, baik dan cukup dewasa yang bisa mengbangi sifat Dila yang kadang kekanakan. Maklum anak bungsu. Karena abangnya sudah menikah dan tinggal bersama istri dan anaknya di luar kota.
Helena segera turun ke lantai bawah untuk menyambut tamu istimewanya itu. Namun, Helena mendapati mamanya baru pulang dari dinner.
"Kamu udah dinner sayang" tanya Sandra suara high heels 👠 terdengar konsisten mengarah ke Helena.
"Udah ma" Jawab Helena.
"Pesan di luar ya, .. maaf ya mama pulang telat hari ini" ucap Sandra.
Dia telat karena mobilnya tiba-tiba mogok saat mau pulang, untung ada Dion yang lewat mengenali mobil Sandra. Sungguh kebetulan atau memang takdir Tuhan.
Mereka, Helena dan Sandra menuju sofa. Sambil menunggu Dila, Helena berbincang dengan mamanya.
"Helena tadi pesen makan diluar, lagi pengen yang dari restaurant yang baru buka lagi Viral gitu. Kapan- kapan kita ke sana ya ma" jawab Helena.
Helena tak mungkin mengatakan bahwa dirinya baru saja dinner bersama tetangga nya itu, uncle Edgar yan penuh dengan pesona pria matang. Bisa-bisa diomeli mamanya. Mamanya cukup protective kalau urusan Helena dengan yang namanya pacaran atau urusan cinta.
"Mobil mama tinggal di bengkel, terus dibantuin sama.. siapa namanya Dion kah?.. Nah sempet ngobrol sama mama tadi. Katanya dia kenal kamu, sama Dila. Mama tawarin mampir katanya lain kali aja. " Jelas Sandra
Helena melirik hp dan juga pintu sambil mendengarkan mamanya. Dila belum juga datang.
"Ting.. tung" suara Bell rumah berbunyi
Helena bergegas membukakan pintu, Dila sudah berdiri di sana.
"masuk Dil" Ucap Helena.
Dila menggunakan piyama dan membawa novel terbaru yang dibelinya. Mata. Helena melirik ke arah novel
"Rill kah? udah ada bukunya kamu" wajah helena syok melihat temannya pamer buku baru yang cukup sulit di dapat di kotanya.
Buku karya Eka kurniawan berjudul cantik itu luka.
"Papa" Helena teringat papanya.
Papa. Helena sangat senang membaca novel ini.
"Buat kamu" jawab Dila yang disambut pelukan oleh Helena
"makasih, terharu banget sumpah" ucap Helena, yang seketika lupa niat temannya itu untuk menginap.
Jujur, Dila masih membawa rasa galau untuk ditumpahkan di kamar Helena. Berbagi rasa galau dengan sahabat nya.
"Hai Aunty, cantik banget malam ini. Hmm I thought you just having dinner with.. a human 😁" Pujian dari Dila diserta joke recehnya.
"Dila kamu bisa aja, kalian ngobrol aja aunty mau ke kamar" tutur Sandra yang berdiri dan hendak ke kamar
"Ma, Helena ajak Dila nginep ya. Girls night ma" mohon Helenaa
"sure, Have fun girl. Btw snack sm. minuman dibawa aja buat nemenin girls night nya" jawab sandra
"thanks aunty" ucap Dila, dibalas senyuman oleh Sandra.
Helena dan Dila menoleh satu sama lainnn dan tersenyum mengerti langkah berikutnya karena mendapat lampu hijau dari Sandra. Mereka langsung menuju frizer, mengambil beberapa snack, minuman kaleng, susu dan buah.
Di kamar, Dila dan Helena duduk berhadapan.
"Jadi gini.. " ucapan Dila tergantung, semakin membuat penasaran Helena.
🤭
Bintang lima untuk mu. Semangat