Dua kali menikah dengan pria dari keluarga yang sama, freya sasmita tak menyangka cinta dan takdirnya akan menikah dua kali. yang lebih membuatnya tak percaya adalah pernikahanya yang biasa disebut turun ranjang.
ya, istilah untuk pernikahan yang dilakukan dengan menikahi kakak/adik dari pasangan kita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah paham
"bu, pak arka bu!"
Mila membangunkan freya agar melihat apa yang dikirimkan oleh vero pada mila
"peduli apa mil, saya mau mandi terus ke kantor!" freya menepis tangan mila yang menunjukan gambar di ponselnya
"bu lihat dulu pak arka di rumah sakit!" mila menunjukan ponselnya pada freya
" kenapa mil, dia kenapa?" freya panik
"kata pak vero, kecelakaan bu. Mobil pak arka nabrak wanita yang kemungkinan ada di foto semalam" mila diminta oleh vero untuk datang ke rumah sakit
"biarkan saja, mungkin karena dia selingkuh makanya celaka" ucap freya lalu tetap pergi mandi
"halo, iya pak vero bagaimana keadaan pak arka?"
Mila menerima panggilan telfon vero karena ingin tau yang sebenarnya terjadi. Vero menjelaskan secara detailnya pada mila
Bahwa arka sejak pagi sudah tiba di kota freya tinggal dan akan memberikan kejutan pada calon istrinya. Namun arka mampir ke rumah aksa untuk memberitahukan bahwa akan menikah dengan freya dua hari lagi
Sayangnya aksa tak menanggapi dengan baik bahkan terlihat masih menyimpan perasaan pada mantan istrinya. Dan tak setuju dengan keputusan arka karena akan jadi perbincangan nantinya
Lalu terjadilah pertengkaran dan arka meninggalkan rumah aksa dengan amarah. Mobilnya melaju kencang tiba-tiba ada orang menyebrang dan terjadilah kecelakaan
Arka menolong wanita yang ditabraknya dan segera membawa ke rumah sakit. dan setelahnya darah pun keluar dari kepala arka yang menyebabkan arka pingsan
"baiklah, saya sampaikan pada bu freya!" mila sudah mendengar semua ceritanya dan begitu pun dengan freya
"jadi ibu mau kesana atau tidak, pak arka masih belum sadarkan diri" mila masih menunggu jawaban freya
"ayo buruan kesana, cepat mil. Jangan sampai saya jadi janda dua kali sebelum menikah" freya membuang handuk dan pakaian gantinya
Menarik tangan mila agar cepat pergi, keduanya belum sempat mandi dengan keadaan habis menangis dan begadang semalaman
" pak buruan pak!" mila panik dengan keadaan arka, melupakan umpatannya semalam dan niatan membatalkan pernikahan
"sabar bu, ini macet!"
"mil masih jauh ga rumah sakitnya?" freya tak sabar dan tak bisa menunggu lama lagi
"masih satu kilo meter lagi bu, masih jauh" mila mengecek posisinya saat ini
"saya turun sini aja pak, mil kamu bayar dan naik mobil saja" freya nekat berlari untuk mempercepat sampai ke rumah sakit
"bu jangan bu, bahaya!" mila juga terpaksa ikut turun
Freya belum pernah berjalan kaki sejauh ini sebelumnya. Mila tak tega dan mengikuti dari belakang meski tak sanggup mengejarnya
Daripada menunggu lebih baik berusaha, freya tiba setelah sepuluh menit berlari tanpa sadar kakinya luka dia juga tak peduli
"mana mas arka?" freya masih mengatur nafasnya, dan bertanya pada vero yang menjemputnya di lobby karenan mila mengirimkan pesan
"tenang dulu bu, ayo saya antar ke ruangan bapak" vero mengarahkan freya untuk mengikuti jalannya
freya langsung masuk ke kamar rawat arka " mas kamu....."
Freya langsung terdiam saat ada dokter yang masih memeriksa kondisi arka
"maaf dokter!" freya berbalik arah
"sudah selesai bu, tinggal tunggu pasien bangun saja" dokter selesai memeriksa dan meninggalkan ruangan
Freya langsung mendekat dan melihat kepala arka diperban. Semua rasa kesalnya hilang seketika berganti dengan ras takut
"mas kamu ngga lupa sama aku kan?" freya memegang tangan arka dan duduk di kursi samping ranjang
"mas, kamu bikin jantungku copot. Kamu harus bangun jangan tinggalin aku mas arka!" freya menangis sesenggukan karena arka masih tak bergerak dan sadar
"awas aja kalau kamu berani ma*ti akan ku seret lagi kamu. Bangun!" freya menggoyangkan tangan arka
"ngantuk sayang!" arka membuka matanya
"mas, kamu sadar!" freya beranjak
"aku panggilkan dokter dulu!" freya lega arka mengeluarkan suara dan sudah sadar
"sayang, mas ngga apa-apa dokter sudah tau mas sadar" arka menahan tangan freya
Dan menggenggamnya

"disini aja, mas kangen!" arka tak melepaskan tangan freya
"vero bilang kamu ngga sadar sejak semalam, kamu mau nipu aku ya!" freya kesal bahkan sampai tak bisa bernafas rasanya mendengar arka tak sadarkan diri
"iya tapi tadi pagi mas bangun karena merindukanmu" arka masih lemas tapi ingin sekali bangun dan menatap wajah yang dirindukannya
"kenapa pakai masker?" arka baru sadar freya menutup wajahnya dengan masker
"aku belum mandi mas, dan ngga pake make up" bisik freya
"kamu tetap cantik sayang, mas mau lihat wajahmu!" arka membuka masker yang freya kenakan
"kamu habis lembur kerja?" arka melihat mata panda nampak jelas pada freya
"kalau lembur enak dapet duit, ini karena laki-laki aja!" freya ngambek mengingat kejadian semalam
"maaf ya sayang, kepala mas makin sakit kalau lihat kamu marah!" arka sedang merayu dan meminta perhatian freya
"kamu ngga amnesia kan mas?" freya melihat perban di kepala arka
"iya mas lupa segalanya, hanya kamu yang mas ingat" arka terus saja menggombal
Plak
Tangan freya melayang ke perut arka
"aw! Aw sakit banget!" arka mengeluh karena pukulan freya cukup keras
"sakit mas, maaf mas!" freya membuka baju arka ingin melihat apa ada luka lain selain dikepalanya
Cleguk
Yang dilihat membuatnya tak bisa berkedip, otot perut yang menggambarkan rajin berolahraga
"dek, kamu kenapa?" arka bingung melihat freya terdiam
"oh, itu aku senang ngga ada luka lain mas. Sebaiknya ditutup saja nanti masuk angin" fteya menyelimuti badan arka
"mas mau makan sesuatu?"
Arka menggelengkan kepalanya, tanganya menarik tangan freya dan memaksanya naik ke ranjang
Arka memeluk tubuh freya dan mengajaknya berbaring "ayo tidur mas ngantuk, mila bilang kamu begadang nonton film semalaman"
Arka tahu freya menangisinya, mila keceplosan pada arka saat marah karena sudah membuat bosnya menangis semalaman
"mas nanti ada yang lihat!" freya menolak tapi arka menahannya kuat
"Kita hanya tidur ngga ngapa-ngapain kok"