NovelToon NovelToon
Dikhianati Sahabat Dan Kekasih Kini Aku Dewa Kematian

Dikhianati Sahabat Dan Kekasih Kini Aku Dewa Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Tiga tahun lalu, Sony kehilangan segalanya dalam satu malam akibat pengkhianatan sahabatnya dan mantan kekasihnya, Dimas dan Rina. Perusahaan keluarganya direbut, kedua orang tuanya dibunuh secara tragis, dan Sony dijebloskan ke dalam penjara paling kejam dengan tuduhan palsu. Namun, di tempat yang seharusnya menjadi akhir hidupnya itu, Sony justru bertemu dengan seorang guru misterius yang mewariskan ilmu bela diri tingkat dewa dan keterampilan medis kuno kepadanya. Setelah menghabiskan waktu di luar negeri, membantai para petarung terkuat hingga dijuluki Dewa Kematian, Sony kini menginjakkan kakinya kembali di tanah kelahirannya. Dengan kekuatan mutlak di tangannya, Sony bersiap untuk memberikan mimpi buruk dan membalas dendam kepada siapa saja yang telah menghancurkan hidupnya tanpa sisa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Sony membersihkan sedikit debu dari lengan jasnya dengan gerakan santai.

"Membunuh tikus kecil seperti dia tidak akan memberikan dampak kerusakan mental apa-apa pada musuh utama kita, Leo."

"Tapi membiarkannya pulang dalam keadaan babak belur dan ketakutan luar biasa akan menghancurkan kewarasan Dimas perlahan-lahan."

"Kepanikan dari anak buah yang dia andalkan pasti akan menular dengan sangat cepat pada majikannya."

Sony tersenyum sinis sambil membayangkan wajah pucat Dimas saat melihat pembunuh terhebatnya pulang sambil menangis ketakutan.

Ting.

[Sistem Pemberitahuan: Ancaman Pembunuhan Tingkat S Berhasil Dinetralisir Sepenuhnya]

[Hadiah Misi Sampingan: Kemampuan Medis Tahap Dewa Kini Terbuka Untuk Digunakan]

[Status Baru: Target Utama Bernama Dimas Telah Kehilangan Sisa Perlindungan Fisiknya]

Sebuah panel layar biru transparan tiba-tiba muncul di udara memberikan rentetan laporan hasil yang memuaskan.

Sony melebarkan seringainya setelah membaca hadiah keterampilan baru dari sistem yang melayang di depannya.

"Kemampuan medis tahap dewa ya."

"Sepertinya mulai besok aku akan bermain-main dengan nyawa para elit di rumah sakit swasta milik Grup Dimas."

"Ayo kita kembali ke hotel sekarang, Leo."

"Nadhira pasti sudah tidak sabar menantikan cerita lelang yang sangat menyenangkan malam ini."

"Baik, Tuan."

Leo membukakan pintu mobil dengan sopan untuk Sony dan mereka berdua pun segera meninggalkan area parkir bawah tanah tersebut.

Sementara itu di dalam sebuah mansion mewah yang terletak di kawasan elit Jakarta.

Prang.

Suara pecahan gelas kaca kembali terdengar nyaring dari dalam ruang kerja pribadi Dimas.

Dimas duduk merosot di kursinya dengan rambut yang sangat berantakan dan mata yang sembab karena kelelahan.

"Sialan."

"Kenapa Jaka belum juga memberikan laporan masuk kepadaku sampai detik ini?"

"Seharusnya penembak jitu itu sudah menembak hancur kepala bajingan itu sejak tadi."

Dimas meremas ponsel di tangannya dengan penuh kecemasan yang terus memuncak.

Sejak pulang dari acara lelang yang menghancurkan harga dirinya, dia tidak henti-hentinya mondar-mandir menunggu kabar kematian Sony.

Brak.

Pintu ruang kerjanya tiba-tiba didobrak dari arah luar dengan sangat kasar.

Dimas terkejut setengah mati dan langsung melompat mundur selangkah menabrak mejanya.

Tubuh Jaka yang bersimbah banyak darah segar jatuh tengkurap begitu saja di ambang pintu ruangan tersebut.

"Jaka?"

"Apa yang sebenarnya terjadi padamu di sana? Di mana mayat Sony?" teriak Dimas sangat panik sambil berlari menghampiri tubuh Jaka.

Jaka mengangkat kepalanya perlahan dengan sisa tenaga terakhir yang masih dia miliki.

Wajah pembunuh bayaran itu pucat pasi seolah tidak ada lagi darah yang mengalir di wajahnya.

"D-Dimas."

"Kau telah menipu organisasiku, bajingan busuk."

"Kau sama sekali tidak pernah bilang kalau target malam ini adalah seorang monster bela diri tahap dewa."

Jaka terbatuk keras lalu memuntahkan darah segar berceceran ke atas karpet bulu mahal milik Dimas.

Dimas membelalakkan kedua matanya tidak percaya melihat kondisi mengenaskan dari pembunuh bayaran termahalnya itu.

"A-apa maksud ucapanmu?"

"Kau gagal membunuh pria miskin itu?" tanya Dimas dengan suara yang sangat bergetar saking takutnya.

Jaka melemparkan lambang tengkorak peraknya tepat mengenai wajah Dimas dengan sisa tenaganya.

"Dia menangkap peluru penembak rundukku dari jarak jauh hanya dengan menjepitnya memakai dua jari."

"Dia juga menghancurkan tulang rusuk dan organ dalamku hanya dengan satu tendangan yang sangat pelan."

"Dengar pesannya baik-baik, Dimas."

Jaka menarik nafas panjang dengan susah payah demi menahan rasa sakit luar biasa di rongga dadanya.

"Jika kau berani mengirim pembunuh lagi kepadanya."

"Dia sendiri yang akan datang kemari besok pagi dan akan merobek mulutmu hidup-hidup dari wajahmu."

Bruk.

Tubuh Dimas seketika terasa sangat lemas hingga dia jatuh terduduk di atas lantai marmernya setelah mendengar pesan kematian itu.

Udara di dalam ruangan itu mendadak terasa menghilang mencekik saluran pernafasannya.

Monster yang dulu pernah dia jebloskan ke penjara dengan cara yang licik.

Kini benar-benar telah kembali untuk mencabut nyawa semua orang tanpa ampun.

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai mawar hitam permalukan ke media sebelum di bantai
kiyoe: bantai
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai jendral haris beserta keluarganya dengan cara paling kejam dan sadis
kiyoe: hehehe
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai jendral haris dengan cara paling kejam
Fajar Fathur rizky
cepat bantai Viktor dengan cara paling kejam
kiyoe: hehehe 🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai dimas dengan cara paling kejam pajang tubuhnya yang sudah tiada itu
kiyoe: mau di pajang ke mana kak tubuh nya hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!