NovelToon NovelToon
Dikejar Mafia, Tapi Gue Cuma Mau Lulus Skripsi

Dikejar Mafia, Tapi Gue Cuma Mau Lulus Skripsi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Komedi
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nisaicha

Target gue cuma satu,Lulus Skripsi. Tapi, gara-gara Abang kurir salah kirim paket barang ilegal, gue malah berurusan sama Arka, bos mafia paling ditakuti.
Bukannya dihabisin, gue malah disandera dan dipaksa jadi asisten pribadinya dengan ancaman gila, "selesaikan skripsimu, atau hidupmu tamat detik ini juga!"
Asli, kepala gue rasanya mau pecah, udah pusing mikirin revisian dosen killer, ditambah harus ngadepin bestie halu, Bara si bodyguard sedingin kanebo kering, dan Dino yang otaknya suka buffering pas lagi genting.
"Mas, tolong dong, mas.."Suara gue bergetar nahan nangis."Gue cuma mau revisi, bukan mau cari mati."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisaicha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tanda Tangan Jalur Mafia

Pukul delapan pagi. Penthouse lantai empat puluh terasa menyesakkan.

Rara berdiri di depan cermin, merapikan kemeja putih formal dan rok hitamnya yang agak kusut. Di sudut ruangan, Arka duduk bertelanjang dada sementara Bara melilitkan perban baru di pinggang kirinya. Pria itu diam membisu tanpa menunjukkan ekspresi kesakitan sedikit pun.

"Gue tetep harus ke kampus, Arka" seru Rara ngegas, membalikkan badannya menghadap sang bos mafia. "Jam sembilan teng jadwal bimbingan skripsi sama Pak Baskoro,Kalau gue nggak datang, nama gue fix dicoret dari daftar yudisium!"

Arka mendengus pelan, menepis tangan Bara yang baru selesai merapikan balutan luka. Ia meraih kemeja hitamnya dan mengenakannya perlahan. "Kau sudah kehilangan akal, Rara. Victor sedang menebar pasukannya di penjuru kota untuk memburu kepalamu, dan kau masih memikirkan tanda tangan dosen?"

"Lo nggak ngerti rasanya jadi mahasiswa tingkat akhir!" balas Rara frustrasi, tangannya melipat di dada. "Dospem gue itu jelmaan malaikat maut versi lokal! Berkelahi sama anak buah Victor aja masih mending daripada harus ngadepin Pak Baskoro pas lagi ngamuk karena mahasiswanya bolos bimbingan!"

"Bener banget kata Rara, Mas Arka!" Beby menyahut dari ambang pintu kamar mandi sambil merapikan jilbabnya dengan terburu-buru. "Dospem kami tuh kejamnya melebihi teroris internasional! Nyawa emang penting, tapi status 'lulus' itu harga mati buat kita berdua. Kalau gue nggak sidang bulan ini, mahar gue bakal dipatok turun sama camer!"

Dino, yang sejak tadi duduk santai mengunyah roti tawar di meja pantry, ikut menyeletuk. "Ya elah, Mbak Rara. Tinggal sogok aja dosennya pakai duit segepok. Bos Arka kan kaya raya, masa urusan cap kertas doang pusing?"

Rara langsung melempar bantal sofa tepat ke wajah Dino. "Sembarangan lo, dosen gue tuh integritasnya tinggi tau nggak! Disogok pakai mobil juga malah gue yang diludahin!"

Arka melirik keributan kecil itu, lalu mengalihkan pandangannya yang tajam kembali ke arah Rara. "Kau pikir saya akan membiarkanmu berjalan keluar dari gedung ini? Kampusmu pasti jadi titik intai anak buah Victor."

"Makanya!" Rara maju beberapa langkah, memasang muka memelas. "Kawal gue ke kampus. Pakai pasukan lo! Bikin pengawalan ketat ala presiden! Yang penting gue bisa nyerahin revisi bab empat, habis itu gue pasrah dikurung di penthouse ini seumur hidup!"

Arka menatap Rara lekat sejenak, ruangan itu terhempas dalam keheningan yang menekan. "Kau benar-benar keras kepala, Rara."

"Namanya juga pejuang skripsi, Bos!" sahut Rara cepat. "Jadi, gimana? Mau diantar atau gue nekat lari ke depan nyari ojek pangkalan?!"

Arka mendengus kasar, lalu menoleh ke arah asisten setianya. "Bara."

"Ya, Bos?" jawab Bara siaga.

"Siapkan tiga unit SUV antipeluru. Kerahkan tim Alpha. Kita ubah kampus mahasiswi ini jadi zona militer dalam waktu lima belas menit."

Bara mengangguk patuh. "Dilaksanakan, Bos."

Perjalanan menuju kampus terasa seperti adegan film aksi yang salah tempat. Di dalam SUV hitam yang melaju membelah jalanan ibu kota, keheningan mencekam menyelimuti kursi penumpang.

Rara duduk kaku di sebelah Arka, sementara Beby memeluk tas ranselnya di kursi seberang dengan wajah sepucat kertas.

Dino yang duduk di kursi depan samping kemudi memecah keheningan. Pemuda itu menoleh ke belakang sambil cengengesan. "Gila ya, Mbak Rara doang nih mahasiswi yang berangkat bimbingan dikawal konvoi pembunuh bayaran. Kalau gue jadi rektor sih, nggak usah nunggu sidang, ijazahnya langsung gue kasih di depan gerbang."

"Diem lo, Din," desis Rara tegang, tangannya meremas ujung rok hitamnya. "Gue lagi deg-degan mikirin mood Pak Baskoro hari ini. Kalau dia sampai nolak tanda tangan, kelar hidup gue."

Arka melirik tangan Rara yang gemetar. Pria itu menggeser duduknya, merengkuh pinggang gadis itu dengan satu tangan dan menariknya lebih dekat. "Berhenti mengoceh," potong Arka datar, menatap lurus ke luar jendela kaca yang gelap. "Simpan kepanikanmu. Dosen itu tidak akan berani menyentuh selembar pun kertasmu setelah ini."

Rara menelan ludah, tidak berani menjawab lagi kalau bos mafia itu sudah mulai bersuara mutlak.

Pukul sembilan kurang lima menit.

Halaman Fakultas Ekonomi mendadak berubah mencekam. Tiga unit SUV hitam legam menerobos masuk gerbang kampus dengan kecepatan tinggi. Derit ban bergesekan keras dengan aspal, membuat keributan besar.

Pak Yono, satpam kampus yang sedang berjaga, awalnya meniup peluit nyaring berniat menghentikan rombongan arogan itu. Namun, begitu melihat enam pengawal berotot berjas gelap turun dari mobil dengan tatapan membunuh, peluit di mulutnya langsung merosot. Pak Yono mendadak pura-pura sibuk memungut daun kering, tidak berani ikut campur.

Para mahasiswa kocar-kacir menyelamatkan diri. Beberapa dari mereka refleks menyembunyikan ponsel BlackBerry dan Nokia ke dalam tas, mengira ada razia dadakan atau tawuran antar kampus.

Enam pengawal itu membentuk barikade ketat. Tangan mereka bersiaga di balik jas. Dari mobil tengah, Arka melangkah turun dengan postur tegap mendominasi. Kacamata hitam menutupi sebagian wajahnya, menambah kesan berbahaya yang kental. Diikuti Bara, sementara Rara dan Beby mengekor di belakang dengan lutut lemas. Dino tetap siaga di dalam mobil, memangku laptop tebalnya untuk memantau radar keamanan.

"Ya ampun, Ra... ini kampus kita apa zona perang?" bisik Beby histeris, mencengkeram lengan Rara kuat-kuat.

"Masuk," perintah Arka tegas. Tangannya mencengkeram pinggang Rara, memaksa gadis itu berjalan beriringan di sisinya. Sentuhan itu posesif dan sama sekali tidak menerima penolakan.

Mereka menyusuri koridor lantai dua yang mendadak sunyi senyap. Mahasiswa yang tadinya bergerombol menunggu dosen langsung minggir, menempel ke tembok. Tidak ada yang berani menatap langsung rombongan tersebut.

Arka berhenti tepat di depan pintu kayu bernomor 304.

Ruang Dosen: Dr. H. Baskoro, M.Si.

"Arka... tunggu di sini. Jangan tembak siapa pun," bisik Rara panik.

Arka menatap gadis itu lekat, merapikan kerah kemeja Rara sekilas. "Masuklah. Jika dalam dua menit kau belum keluar, saya sendiri yang akan merobohkan ruangan ini."

Tok. Tok.

Rara mendorong pintu perlahan. Di dalam, Pak Baskoro dosen killer berkepala pelontos sedang asyik menyesap kopi hitamnya. Mendengar decit pintu, ia langsung mendongak sinis.

"Baru datang, Rara? Kamu pikir saya supir pribadi kamu yang bisa nungguin..."

Brak!

Pintu terbuka paksa dari luar. Arka melangkah masuk tanpa diundang, disusul Bara yang berjaga di ambang pintu dan memblokir satu-satunya jalan keluar. Kehadiran fisik mereka langsung mendominasi ruangan sempit itu, membuat atmosfer mendadak sesak.

Pak Baskoro melotot kaget. Cangkir kopi di tangannya berguncang hingga menumpahkan cairan pekat ke meja. "K-kalian siapa?! Berani masuk ruang dosen tanpa izin!"

Arka maju perlahan. Setiap ketukan sepatunya di lantai sukses membekukan nyali sang dosen. Pria itu menaruh map tebal berisi revisi bab empat Rara di atas tumpukan dokumen dengan gerakan penuh kuasa.

"Periksa tugasnya," ucap Arka mutlak, suaranya yang rendah menggetarkan ruangan. "Dan tanda tangani dokumen itu sekarang juga. Tanpa revisi tambahan."

"T-tapi prosedur kampus..." Pak Baskoro mencoba memprotes, meski suaranya mencicit pelan.

Bara menyibakkan sedikit jasnya, memperlihatkan gagang pistol yang terselip rapi di pinggang. Gestur kecil itu sudah lebih dari cukup.

Pak Baskoro menelan ludah dengan susah payah. Tanpa berani memprotes sepatah kata pun lagi, dosen galak itu langsung menyambar stempelnya dengan tangan gemetar, lalu membubuhkan tanda tangan secepat kilat.

1
beybi T.Halim
ya Allah gak ada tenang nya 1 hr pun ,neng rara apa gak tauma berat itu waduh..,mana mau sidang lagi kudu konsentrasi🙈laa ini malah tembak2an ,kejar2an haih saket dadaku
nischa: Hahaha maafkan Rara ya kak, Ujian hidupnya emang paket komplit, urusan skripsi bonus kejar-kejaran mafia 😭 Makasih banyak ya udah ikutan gregetan sama ceritanya
total 1 replies
beybi T.Halim
🤣🤣🤣🤣kocak ini
beybi T.Halim
kita mampir.,suka karakter ceweknya di awal sedikit penakut tapii bar bar👍kita lanjutkan
nischa: makasih kak✨
total 1 replies
Yuyum Yunengsih
lanjut Thor pengen baca bab selanjutnya
Yuyum Yunengsih
mulai seru nih, interaksi antar tokohnya dapet banget
Yuyum Yunengsih
wah, awal cerita yang langsung bikin penasaran sama karakternya😍
Yuyum Yunengsih
keren banget ceritanya, nggak nyesel ikutan baca dari awal. pertahankan terus kualitas tulisannya author
nischa: makasih kak✨
total 1 replies
Yuyum Yunengsih
semangat💪cerita nya seru😍
Winna Yun
wah wahh seru ni ka, lanjut ka
nischa: siap,ka😍
total 1 replies
Erni Saputri
lama kali upnya Thor🥺
Erni Saputri: ok semangat💪💪💪
total 2 replies
Suzie
💪 mangatt
nischa: siap,makasih🤩
total 1 replies
Cilia
Ceritanya enteng banget! Enak buat dibaca pas lagi ngisi waktu kosong. Vibesnya berasa lagi baca AU yang target audience nya emang nyari bacaan pas lagi penat😆
nischa: Makasih banyak ya! Senang banget kalau ceritanya bisa jadi teman pas lagi santai atau penat. Enjoy terus ya bacanya! ✨
total 1 replies
partini
lucu banget ini mahasiswi
nischa: terimakasih kak sudah mampir😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!