Shen Yunan mengalami kematian tragis. Dikhianati keluarga, dikhianati pria yang dia cintai, menghabisii orang yang mencintainya dengan tulus.
Mendengar tawa sang putra mahkota yang baru naik tahta, dengan pedang di tangan yang telah menusuknya, bersama Shen Yuxiao, putri palsu yang mencuri tempatnya di kediaman Marquis selama 17 tahun. Shen Yunan bersumpah, dia akan membalas mereka semua. Dia akan membuat semua orang yang menertawakan kematiannya menangis.
'Jika ada kehidupan kedua, aku akan habisi kalian semua!'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
"Tuan membiarkan nona keempat pergi ke istana? bukankah itu sangat berbahaya?" tanya Wen Lang.
"Dia itu tidak seperti yang kalian bayangkan. Berkali-kali aku pikir dia akan celaka, justru dia yang mencelakai orang. Biarkan saja!" jawab Liu Yuting yang sedang membersihkan pedangnya.
"Benar juga!" sahut Wen Lang.
"Tapi kalau itu putri agung Chengyi?" tanya Wen Lao, "apa mungkin nona keempat bisa mengatasinya?" lanjutnya.
Mendengar ucapan Wen Lao, gerakan Liu Yuting terhenti. Dia melihat pedang tajam yang ada di tangannya. Reputasi putri agung Chengyi, memang dikenal sudah sangat buruk. Dia adalah satu-satunya putri mendiang raja terdahulu, bahkan raja yang sekarang pun tidak berani menghukumnya, meski putri agung Chengyi banyak melakukan kesalahan.
'Shen Yunan, apakah kamu bisa mengatasinya?' batin Liu Yuting yang sepertinya mulai khawatir.
Wen Lang dan Wen Lao saling pandang. Dia melihat tuannya sepertinya sangat khawatir.
"Jika tuan khawatir, aku bisa diam-diam masuk ke istana..."
"Tidak perlu!" sela Liu Yuting, "dia selalu sombong pada kemampuannya. Lihat saja, apa dia berhasil mengatasi putri agung Chengyi!"
Wen Lang dan Wen Lao saling pandang lagi, kali ini keduanya mengernyitkan kening mereka karena merasa cukup bingung. Barusan majikan mereka itu tampak khawatir, tapi sedetik kemudian sepertinya tidak perduli sama sekali. Entah mana yang benar?
Sedangkan malam yang semakin larut itu, kereta kuda milik kediaman Marquis yang ditumpangi oleh Shen Yunan dan Cao Cao sudah sampai istana Yipping. Istana milik putri agung Chengyi.
Istana kekaisaran letaknya sangat jauh dari istana Yipping. Meski masih berada dalam satu wilayah yang sama. Hanya saja untuk sampai ke istana kekaisaran, harus menggunakan kereta kuda juga dari istana Yipping. Begitu pula istana timur yang merupakan tempat tinggal putra mahkota. Ada banyak istana di kerajaan ini. Seperti ada beberapa paviliun di kediaman Marquis. Hanya saja perbandingan luasnya bisa 1 berbanding 200 atau 300 kali lebih luas istana daripada sebuah paviliun.
Pintu gerbang istana kasih tertutup ketika Shen Yunan datang. Seorang pelayan dari putri agung Chengyi bahkan sama sekali tidak memberikan hormat. Padahal dia sedang berhadapan dengan putri sah keluarga Marquis.
"Kamu Shen Yunan?" tanya pelayan itu dengan sangat arogan.
Cao Cao yang merasa pelayan itu kurang sopan, ingin menegurnya. Tapi Shen Yunan menahan tangan Cao Cao.
"Tapi nona, biarpun dia pelayan putri agung Chengyi. Dia tetap saja seorang pelayan. Mana bisa tidak sopan begitu pada nona yang merupakan putri sah tuan Marquis Shen!" kata Cao Cao dengan suara biasa.
Cao Cao sama sekali tidak berniat menyembunyikan apa yang dia katakan itu dari pelayan itu. Biar pelayan itu dengar niatnya memang.
Sedangkan pelayan itu, dia malah mendengus kesal.
"Seseorang yang berasal dari desa, memangnya pantas?"
Cao Cao semakin merasa geram. Tapi Shen Yunan kembali melarang Cao Cao untuk marah.
"Cao Cao, sudah!" katanya tenang.
Shen Yunan menatap Cao Cao dan tersenyum pada pelayannya itu. Cao Cao pun menghela nafas panjang. Dan mundur perlahan. Shen Yunan kembali pada pelayan putri agung Chengyi itu,
"Aku Shen Yunan dari kediaman Marquis, aku dengar Putri agung Chengyi memintaku untuk datang memainkan Guqin..."
"Benar!" sela pelayan itu.
Cao Cao berdecak kesal di belakang Shen Yunan.
'Pelayan ini! beraninya dia menyela nona!' geramnya dalam hati.
"Tapi pintu utama sudah di kunci, masuklah lewat pintu samping. Dimana para pelayan keluar masuk dari istana Yipping ini!"
Cao Cao tidak tahan lagi. Bagaimana bisa pelayan itu meminta nonanya untuk masuk melalui pintu yang biasanya di gunakan oleh para pelayan.
Tapi Shen Yunan punya pikiran lain. Bukankah lewat pintu itu, dia bahkan bisa tahu cara keluar dari istana Yipping ini tanpa melalui pintu utama.
"Kamu ini benar-benar ya, nona kami..."
"Cao Cao, tidak apa-apa!"
"Baiklah, tunjukkan jalannya!" kata Shen Yunan dengan ekspresi wajah dan suara yang begitu tenang.
Pelayan itu tersenyum puas.
'Dasar wanita dari desa, mau dia mengaku dirinya adalah putri sah Marquis. Tetap saja bodohh. Putri agung Chengyi pasti senang melihat aku berhasil membawanya masuk lewat pintu samping dimana seharusnya para pelayan masuk dan keluar!' batin pelayan itu.
Sepertinya dia cukup puas dengan apa yang dia lakukan. Dia bahkan berjalan tanpa menundukkan kepalanya sedikit, seperti aturan seharusnya para pelayan kalau berjalan dengan seseorang yang punya status lebih tinggi darinya.
Sedangkan Cao Cao, gadis itu masih terlihat kesal dan terus menatap tajam ke arah pelayan yang lebih tua darinya itu.
Shen Yunan sama sekali tidak perduli, dengan bagaimana sikap pelayan itu. Yang dia perhatikan adalah para penjaga, pohon-pohon disana, beberapa bangunan, dan jalan-jalan kecil yang ada. Di kehidupan lalunya, dia memang belum pernah ke tempat ini. Jadi, dia juga harus berjaga-jaga.
Setelah berjalan cukup jauh, mereka pun sampai di sebuah paviliun kecil, karena memang ukurannya tidak sebesar di kediaman Marquis.
"Ini tempat tinggal kalian, malam ini kalian bisa istirahat dulu. Besok pagi-pagi sekali, kalian harus beri salam pada putri agung Chengyi. Ingat untuk datang jam 5 pagi!"
"Jam 5 pagi?" sela Cao Cao yang memang sangat terkejut.
Siapa yang sudah bangun di jam segitu. Bukankah hanya para pelayan bagian binatu dan dapur saja biasanya.
"Kenapa? apa kalian biasa bangun terlambat? kalau begitu kalian akan celaka!"
Dan setelah mengatakan itu, pelayan itu langsung pergi dari sana bahkan tanpa menutup pintu.
Cao Cao segera berlari ke arah pintu, menutup pintu dengan wajah cemas dan menghampiri Shen Yunan yang malah duduk santai dan menuangkan teh di cangkir.
"Nona, bahkan seorang pelayan saja semena-mena di tempat ini. Sepertinya rumor yang beredar itu benar. Istana Yipping ini sangat mengerikan!"
Shen Yunan menyesap tehnya dan terlihat memeriksa sekeliling dengan pandangannya.
"Hanya 7 hari Cao Cao. 7 hari itu akan berlalu dengan cepat. Istirahatlah!"
Cao Cao masih khawatir, tapi dia juga tidak petang melawan perintah Shen Yunan. Cao Cao pun beristirahat di tempatnya.
Shen Yunan yang melihat Cao Cao sudah tertidur, berganti pakaian dan keluar diam-diam dari paviliun itu.
"Pelayan tadi memang sangat kurang ajar. Aku tidak pernah membiarkan siapapun yang menyinggungku tidur dengan tenang!" gumamnya sebelum menutup pintu dan pergi dari tempat itu.
***
Bersambung...
Namun jika lelaki menangisi seorang wanita, maka wanita itu adalah yg paling beruntung di cintai begitu hebat oleh pria yg mencintai nya..
Dan wanita itulah suhu pawang buaya cinta..
bikin lupa diri dll🤭
Namun cinta yg tulus memang butuh pengorbanan..
Walaupun harus mengorbankan diri..
Namun yg namanya cinta, mampu mengalahkan logika..
Dan bagi seorang lelaki..
Wanita adalah kelemahan nya..
Karena bila lelaki patah hati saat mencintai..
Mereka bahkan bisa menangis melebihi balita..