Intan adalah gadis yang lugu dan baik hati, dia selalu membantu ibunya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di sebuah rumah mewah. Intan bersama ibunya hanya orang biasa yang tidak memiliki keluarga dan beruntung mereka bertemu dengan bu Ratna yang membawa mereka kerumah nya dan bekerja di sana.
Ratna yang berusia 18 tahun itu nampak cekatan membantu ibunya. Sikap sopan dan paruhnya membantu Ratna dan suami Agung begitu menyukai Intan, 5 tahun sudah berlalu kini intan sudah beranjak menjadi gadis dewasa.
Di mana kisah yang tidak pernah dia bayangkan akan terjadi, kisah pencinta dan tanpa restu akan terlibat dalam kehidupan nya.
Saat pertemuan nya dengan anak tunggal keluarga Wicana yang sudah menampung nya dan ibunya selamat bertahun-tahun lama nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lembayung Senjaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehidupan yang bahagia
Lilly berdiri di depan sebuah bingkai foto seorang gadis belia dengan seragam SMP yang kucal dan nampak sudah sangat jelek itu. Mata nya berbinar senyuman di wajah nya nampak pilu.
Foto itu adalah dirinya dengan Mauli 12 tahun lalu saat mereka masih berusia 14 tahunan. Dan di samping nya nampak foto Mauli dengan seorang gadis kecil dan seorang pria di samping nya yang tersenyum begitu lebar.
" Maaf yah agak berantakan, mas Aris pasti belum pulang kerja jadi belum beres beres ayo duduk Lilly.. " Mauli mengejutkan Lilly yang diam memerhatikan setiap bingkai foto di rumah Mauli.
" Jadi kamu sudah menikah dan punya seorang malaikat kecil. " Gumam Lilly duduk di sofa Mauli yang menatapnya dengan senyuman tipis.
" Iya, nama nya mas Aris dia kerja di perusahaan sebagian manager dan gajian nya cukup untuk kehidupan kita. Rumah ini kita bangun bersama saat kami resmi menikah dan urusan rumah tangga juga akan kamu lakukan berdua. Aku bener bener bahagia Lilly bisa bertemu dengan suami ku. " Mata nya berbinar setiap kali mengucapkan nama Aris dalam perbicaraan mereka.
Lilly tersenyum bahagia melihat sahabat nya ternyata jauh lebih bahagia dari yang dia bayangkan, dulu dia sangat ingin merasakan kebahagiaan itu dan sekarang tahun mengabulkan nya langsung.
" Lalu di mana gadis cantik itu?. " Gumam Lilly dan langsung membuat Mauli memandang foto gadis kecil yang dia gendong itu dengan tatapan kosong.
" Kenapa?. " Lilly yang bingung hanya bisa bertanya-tanya.
" Namanya Angel tante Lilly. Mungkin jika ada masih ada dia akan berusia 2 tahun sekarang, dan rumah ini tentu saja akan penuh dengan mainan mainan lucu nya. " Tubuh Lilly menengang dan bingung harus berbicara apa.
" gak papa santai aja, dia udah pulang sekitar 2 tahun lalu. Aku dan mas Aris memang masih susah melupakan nya tapi kami harus tetap melanjutkan hidup mungkin Tuhan akan memberikan 1 lagi Angel pada kami. " Gumam Mauli dengan kekehan pelan saat melihat ekpresi Lilly yang tidak enak dan juga pasti sedih.
" Maaf Mauli sungguh aku tidak bermaksud, nanti pasti ada Angel yang akan menemani mu. " Lilly menggenggam erat tangan sahabatnya itu dengan senyuman menyemangati nya.
" Jadi bagaimana hubungan mu dengan pria itu?. " Lilly hanya tersenyum getir.
" Aku sudah bertemu dengan orang tuanya. Kamu tahu ibunya menentang hubungan kami dia ingin menantu yang sempurna yang derajat nya sama seperti mereka, dia juga menghina pekerjaan dan orang tuanya. Kamu tahu kan aku sensitif banget masalah orang tua. " Mauli menganguk paham.
" Jadi dia memilih ibunya? " Lilly menggeleng.
" Dia memilih Mauli, tapi aku bingung aku sakit hati dengan ucapan nya jika aku mendapatkan semua ini tentu dengan menjual tubuh ku pada pria lain. Dia meremehkan orang tua di depan mata ku sendiri.. " Mauli nampak terkejut dia sendiri tidak menyangka jika ada seorang ibu yang berkata sedemikian pada seorang anak orang lain.
" Aku capek 3 tahun aku menemani nya dan aku hanya ingin kepastian darinya namun ucapan kasar yang aku terima. Jika aku lanjut apa wanita tua itu akan berubah atau malah terus berulah hingga aku dan Mahendra berpisah?. "
Rintik rintik air hujan mulai turun dengan deras membasahi bumi yang nampak panas. Mauli membuatkan teh hangat untuk Lilly yang nampak masih pusing dengan pikiran nya.
" Kamu fikirkan dalam dalam Li, jangan kegabah lagian dia milih kamu dan berani menentang ibu nya. Jadi bisa di simpulkan dia sangat mencintai mu dan takut kehilangan mu kan?. "
" Malah rasa tidak enak hati. " Mereka saling berpandangan seakan-akan saling bertukar pikiran dalam diam.
" Tapi bagaimana itu kamu harus memikirkan dengan matang dan jangan sampai gegabah membuat suatu keputusan yang nantinya akan membuat kamu menyesal. " Lilly mengangguk pelan sembari menikmati teh hangat nya dengan melihat hujan yang semakin deras.
Beberapa kali ponsel Lilly bergetar nampak Mahendra berusaha menghubungi nya dan mengirim pesan bertanya tentang dirinya dan keberadaan nya saat ini, Lilly hanya ingin sendiri tanpa memikirkan Mahendra atau pun perasaan nya itu.
Tok Tok Tok
" Sayang... " Seorang dengan pakaian sedikit basah nampak masuk kedalam rumah dengan seorang teman prianya.
" Mas Aris baru pulang, kenapa basah basahan?. " Mauli langsung berdiri menghampiri suami itu.
" Iya tadi mobil Marcell mogok jadi mas bantuin malah tambah gak hidup ya sudah, tolong buatkan kopi untuk ku sana Marcel yah.. " Ucap Aris lembut pada Mauli dan langsung mendapat anggukan dari wanita itu.
Pria bernama Aris dan Marcell itu berjalan masuk dan tekejut melihat kehadiran wanita lain di rumah mereka,
" Loh ada tamu to.. " Gumam Aris melihat Lilly yang duduk di ruang tamu rumah nya.
" Ini Lilly mas, sahabat baik aku yang aku sering cerita sama kamu itu loh. Tadi sebelum hujan di ke salon dan aku bawa kerumah. " Gumam Mauli.
Aris yang selesai mendengar penjelasan Mauli lalu menghampiri gadis itu dan berjabat tangan dengan nya.
" Saya Aris suami Mauli, salam kenal dan maaf tangan saya sedikit basah. " Gumam Aris.
" Lilly, gak papa. " Aris langsung pergi setelah bersalaman dengan Lilly untuk mengganti pakainya.
Sedangkan pria bernama Marcell itu nampak diam sembari beberapa kali mencuri pandang pada Lilly yang tersenyum manis.
" Cantik dan manis. " Batin Marcell.
Mauli melihat Marcell yang diam kemudian menepuk pundak pria itu menyuruh nya duduk.
" Mau berdiri jadi patung kamu, duduk gih kek di mana aja deh. Gak usah sungkan gitu mentang ada tamu cewek cantik.. " Gumam Mauli mengejek nya seperti mereka sudah kenak cukup deket.
" Lilly kenalin ini Marcell, dokter forensik sahabat suami ku. Dia kerja di Singapura dan kebetulan lagi di Indonesia untuk kunjungan di rumah sakit, kalian kenalan aja dulu, aku bikin kopi dulu bentar yah. " Lilly menganguk pelan.
" Mauli emang gitu orang nya, resek. " Gumam Marcell pelan membuka pembicaraan. Kini hanya ada mereka berdua di ruangan itu yang nampak canggung dan hanya saling diam.
"Dokter forensik, keren pinter ganteng dan pasti tajir. Gadis mana yang beruntung mendapatkan pria seperti Marcell ini.. " Batin Lilly dengan senyuman tipis.
" Saya seperti gak asing dengan anda. " Gumam nya memecah keheningan.
" Benar kah, apa kita pernah bertemu sebelum nya?. " Lilly menatap mata hitam itu yang langsung menghindar dari kontak mata nya.
" Di mana yah, ah kamu Lilly kan si model body secret kan. Beberapa kali aku liat di foto kamu di majalah dan juga billboard dibeberapa kota. Dan ternyata aslinya lebih cantik yah.. " Ucap Marcell membuat Lilly tersipu malu.
" Ah bisa aja, emmmz aku Lilly?. " Lilly mengulurkan tangan nya berjabat tangan dengan Marcell yang tentu saja langsung menyabut uluran tangan itu.
Sedangkan di dapur Mauli sedang mengaduk kopi panas untuk Marcell dan suami nya.
" Sayang.. " Aris yang hanya mengenakan handuk di pinggang nya memeluk istrinya dengan erat. Dapur di rumah memang berbeda ruangan dengan ruang tamu Mauli jadi mereka tidak bisa melihat keadaan di dalam nya.
" Apa sih mas, ada tamu tau.. " Gumam Mauli mereka geli dengan kegiatan suami dengan memasukkan tangan dingin nya kedalam baju nya.
" Masuk dulu yuk, mas kedinginan lagi pengen. Bentar aja.. " Sesuatu yang keras nampak menyembul keluar dari balik handuk tebal Aris dan tentu saja Mauli mengerti apa yang di inginkan suaminya itu.
" Tapi mas.. " Aris menarik tangan Mauli kembali untuk segera mengikuti langkah nya ke dalam kamar.
JIKA SUKA JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR NYA DONG, BIAR NANTI AKU TAMBAH SEMANGAT LAGI BUAT NULISNYA. TERIMA KASIH DAN MAAF YAH TULISAN KU AGAK BERANTAKAN ✋🤚