Shen Yunan mengalami kematian tragis. Dikhianati keluarga, dikhianati pria yang dia cintai, menghabisii orang yang mencintainya dengan tulus.
Mendengar tawa sang putra mahkota yang baru naik tahta, dengan pedang di tangan yang telah menusuknya, bersama Shen Yuxiao, putri palsu yang mencuri tempatnya di kediaman Marquis selama 17 tahun. Shen Yunan bersumpah, dia akan membalas mereka semua. Dia akan membuat semua orang yang menertawakan kematiannya menangis.
'Jika ada kehidupan kedua, aku akan habisi kalian semua!'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Setelah semua kekacauan itu, Shen Yuxiao pun di bawa ke kamar tamu di kediaman Bangsawan Tian. Gu Tianing dan Tian Fengyu juga tampak cemas, mereka tidak ada di sana tadi, karena harus menyambut tamu dari kerajaan. Malah terjadi hal seperti itu, mereka juga jadi khawatir.
"Bagaimana kondisi Yuxiao?" tanya Gu Tianing pada tabib yang sedang memeriksanya.
Shen Yunan juga ada di sana, di samping Tian Guoyang yang memang sejak tadi tak mau jauh-jauh dari Shen Yunan.
Tabib yang memeriksa sampai geleng-geleng kepala.
"Nyonya bangsawan, saya pikir nona muda Shen ini cukup parah masalahnya. Bentol-bentol sebelumnya belum hilang, ditambah lagi disengat lebah, dia pasti akan demam setelah ini!"
"Yuxiao..." Gu Yuning tampak sangat khawatir.
"Lakukan apapun tabib, tolong sembuhkan keponakanku" kata Gu Tianing.
"Tapi, bagaimana lebah-lebah itu bisa menyengat Shen Yuxiao?" tanya Bangsawan Tian Fengyu.
Dia tinggal di kediaman itu selama puluhan tahun. Dan dia jiga tahu kalau sarang lebah di atas pohon tinggi itu sudah ada sejak bertahun-tahun. Tapi, tidak ada yang pernah di sengat. Lebah-lebah itu adalah lebah jinak. Dari ayahnya, sampai dia, tidak ada yang pernah di sengat lebah. Makanya dia juga heran. Bagaimana bisa Shen Yuxiao disengat lebah-lebah jinak itu.
Shen Yunan melirik ke arah tabib yang masih berada di dekat Shen Yuxiao. Kalau memang tabib itu pintar, dia pasti tahu kalau masalahnya ada pada pakaian Shen Yuxiao. Pakaiannya mengandung bubuk yang bisa memicu para lebah panik dan kehilangan kendali. Seperti seseorang yang dibuat mabukk, ketika lebah-lebah itu mencium aroma bubuk feromon yang merupakan alarm alami bagi para lebah. Jika lebah mencium aroma feromon itu, lebah-lebah bisa langsung mengamuk tak terkendali.
Gu Yuning yang ingat dia memang punya bubuk feromon itu langsung menoleh ke arah Shen Yunan.
'Harusnya kan dia yang dikejar! bagaimana bisa dia baik-baik saja, sedangkan Yuxiao...'
Shen Yunan yang melihat ibunya meliriknya juga segera menatap ibunya itu.
'Bagaimana ibu? sekarang sudah menyadarinya?' batin Shen Yunan.
Tabib itu berpikir lama sekali, sampai dia menyentuh sedikit ujung lengan hanfu yang digunakan oleh Shen Yuxiao.
Dan setelah itu, tabib itu mencium aroma di tangannya.
"Pakaian nona ketiga ini, aromanya..."
"Tabib, mungkin karena Shen Yuxiao sedang sial saja! yang penting obati dia, hal semacam ini bisa saja terjadi. Tidak masalah adik, tuan bangsawan. Waktu sial seseorang kan memang tidak terjadwal!" Gu Yuning segera menyela tabib yang mau bicara.
Karena kalau bangsawan Tian sampai mengusut masalah ini. Pasti dia juga kena. Hanya pakaian Shen Yuxiao yang aromanya aneh, lantas dia mau mengkambinghitamkan siapa untuk masalah ini. Jelas tidak ada siapapun yang pastinya akan memiliki bubuk feromon itu di tempat ini.
"Kasihan sekali, sebaiknya Shen Yuxiao istirahat dulu saja. Bagaimana dengan obatnya tabib?" tanya Gu Tianing.
"Salep biasanya hanya mengurangi ruam dan rasa sakit. Tetap dibutuhkan pil salju untuk bisa mengobati bentol itu sepenuhnya!"
"Suamiku sedang berusaha mendapatkannya. Adik, bangsawan Tian. Maaf jadi seperti ini, harusnya ini jadi hari baik untuk kalian..."
"Tidak apa-apa kakak!"
"Benar nyonya Marquis, sebenarnya malah kamu yang tidak enak. Kecelakaan yang terjadi pada Shen Yuxiao malah terjadi di tempat kami"
Masalah itu akhirnya selesai. Semua orang diminta keluar melanjutkan acaranya, sementara Gu Yuning menemani Shen Yuxiao sampai tuan Marquis Shen datang.
Shen Yunan sebenarnya kurang puas dengan hasil akhirnya. Tapi ya sudahlah, ini tempat orang bukan? lagipula dia juga sudah menyiapkan kejutan untuk bibi Mo nanti setelah mereka kembali.
Hanya saja, masih sangat disayangkan. Jika kecelakaan itu terjadi padanya. Sudah pasti dia akan dipermalukan bahkan oleh Ibunya sendiri. Tapi tidak masalah juga, setidaknya dia sudah merasa senang karena sudah memukul kepala Shen Yuxiao beberapa kali di kolam tadi. Dan bentol-bentol itu, itu juga pasti sangat menyiksa Shen Yuxiao.
"Sudah petang, sebelum acara makan malam aku akan mengantarkan nona Shen beristirahat ke kamar tamu. Silahkan!"
Shen Yunan mengangguk. Shen Yunan mengikuti Tian Guoyang. Begitu sampai di kamar tamu, Tian Guoyang tak kunjung pergi.
"Jika butuh apapun, jangan ragu mengatakannya pada pelayan!"
"Baik tuan muda Tian!"
"Nanti... aku yang akan. menjemputmu untuk makan malam!"
"Iya, terima kasih!"
Tian Guoyang masih terus berdiri di depan pintu. Sebenarnya dia sangat enggan pergi.
"Nona Shen, beristirahatlah!"
'Astaga, kalau dia tidak pergi juga. Bagaimana aku akan bisa beristirahat?' gerutu Shen Yunan dalam hatinya.
"Iya tuan muda Tian. Tuan muda Tian juga pasti sangat lelah, istirahatlah!"
"Iya, aku juga berpikir begitu. Tapi..."
"Sampai bertemu nanti!" sela Shen Yunan yang langsung membuka pintu kamar tamu itu.
"Iya, sampai bertemu nanti!"
Akhirnya tuan muda Tian Guoyang pergi. Cao Cao malah terkekeh kecil.
"Nona, sepertinya tuan bangsawan menyukai nona!"
"Terlihat sekali ya? biar saja, itu hal semua orang untuk suka pada seseorang. Cao Cao, kamu juga istirahatlah. Aku hanya mau tiduran sebentar!"
"Baik nona!"
Cao Cao memberi hormat, lalu meninggalkan kamar Shen Yunan.
Shen Yunan beranjak ke tempat tidur, dia sedikit meregangkan otot-otot lehernya. Lalu menyingkap tirai tempat tidur itu.
"Astaga!"
Shen Yunan sampai mundur ke belakang, di atas tempat tidurnya. Liu Yuting sudah duduk dengan aura gelapnya.
"Tuan Liu, kenapa kamu..."
"Apa menyenangkan sekali tebar pesona sana sini?"
Shen Yunan melebarkan matanya.
"Siapa yang tebar pesona?" tanya Shen Yunan dengan nada yang sedikit meninggi.
"Sangat tidak tahan ingin jadi nyonya bangsawan?"
Shen Yunan menaikkan kedua alisnya.
'Orang ini... dia sedang cemburu?' batin Shen Yunan.
Liu Yuting turun dari tempat tidur, dan menghentakkan ujung lengan hanfu-nya.
"Bagus aku tidak menuruti keinginanmu untuk menggantikan Shen Yuxiao jadi calon putri mahkota!"
Shen Yunan mendengus kesal.
'Dasar pria! sok jual mahal, padahal cemburu!'
"Maaf tuan Liu, aku memang sudah berubah pikiran!"
"Kamu..." Liu Yuting tampak kesal, dia lalu berbalik membelakangi Shen Yunan, "sudah aku duga, kamu bukan wanita berprinsip!" lanjutnya kesal.
"Memang, aku memang tidak punya prinsip. Aku sudah merubah pikiranku, tapi bukan untuk jadi nyonya bangsawan. Aku masih tetap mengincar posisi putri mahkota, hanya saja aku tidak akan meminta bantuan mu tuan Liu. Aku akan gunakan caraku sendiri!"
"Kau..."
Shen Yunan memeluk Liu Yuting dari belakang.
"Jadi, yang katanya tidak mau membantuku. Kenapa datang ke tempat ini? apa kamu cemburu?" tanya Shen Yunan tanpa melepaskan pelukannya pada Liu Yuting.
***
Bersambung...
Namun jika lelaki menangisi seorang wanita, maka wanita itu adalah yg paling beruntung di cintai begitu hebat oleh pria yg mencintai nya..
Dan wanita itulah suhu pawang buaya cinta..
bikin lupa diri dll🤭
Namun cinta yg tulus memang butuh pengorbanan..
Walaupun harus mengorbankan diri..
Namun yg namanya cinta, mampu mengalahkan logika..
Dan bagi seorang lelaki..
Wanita adalah kelemahan nya..
Karena bila lelaki patah hati saat mencintai..
Mereka bahkan bisa menangis melebihi balita..
Ketika Yunan berniat untuk membantu pangeran dalam perburuan agar memperoleh kemenangan..
Namun dari kubu Yuxiao, sepertinya Liu Yuting tak akan membiarkan Yunan & pangeran menang..
Lalu, apa yang terjadi..?
Apakah Liu Yuting ikut berburu, dan berniat menang dari pangeran agar dekrit itu di gagal kan..?
Penasaran kan..?
Jika belum dapat wanita yg diinginkan, dia bakal mengusahakan nya apapun yang terjadi..
Padahal yg diperjuangkan, belum tentu cinta sejati..
Dikira cinta beneran, ujung²nya diselingkuhi..
Yakin jika pangeran tipe lelaki yg menjunjung kesetiaan..?Kita lihat saja nanti..
Sebelum pangeran naik tahta, mungkin dia sudah mati.. 🤭
Sabar ya Liu Yuting, Yunan melakukan ini untuk melindungi mu dari rencana busuk pangeran, yg menginginkan kamu mati..