Berciuman tidak diperbolehkan di dunia ini, apalagi berhubungan seks. Bayi dibuat oleh mesin dan cinta melanggar hukum. Tetapi sepasang kekasih saling jatuh cinta dan sang wanita hamil. Akankah mereka berhasil melarikan diri sebelum terlambat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Kompensasi
Sinar matahari pagi menyelinap masuk melalui celah ventilasi Ruang Kerja Panglima Sektor Militer. Di balik mejanya, Panglima Huwky mendengarkan laporan dengan wajah tanpa ekspresi, sementara Komandan Pasukan Keamanan Militer berdiri tegap di hadapannya.
"Jadi, kalian tidak menemukan apa pun selain tumpukan pangan dan instrumen laboratorium yang dia sebutkan?" tanya Huwky, mengetuk-ngetukkan jemarinya di atas meja.
"Siap, Panglima. Seluruh sudut apartemen sudah kami periksa dengan teliti. Jumlah jatah pangan militer yang ada di sana sesuai dengan akumulasi data yang hilang. Instrumen penelitian di mejanya juga terdaftar resmi di bawah enkripsi Laboratorium Kesehatan. Tidak ada indikasi perangkat ilegal, dokumen terlarang, atau kejanggalan pada struktur fisik bangunan," lapor Komandan itu dengan tegas.
Panglima Huwky hanya mengangguk-angguk samar. Insting predatornya sedikit kecewa, namun fakta di lapangan tidak bisa dibantah. Carson tampaknya memang berkata jujur.
Namun, tepat saat Huwky baru saja mengibaskan tangan untuk membubarkan komandannya, sebuah draf laporan baru berkedip di layar monitor utamanya. Huwky membaca baris data tersebut, dan keningnya seketika berkerut dalam.
"Tunggu, Komandan," panggil Huwky, membuat bawahannya yang baru berbalik itu kembali tegap. "Tim audit logistik baru saja mengirimkan analisis lanjutan pagi ini. Mereka menemukan anomali lain. Ada sejumlah jatah pangan khusus militer yang terdeteksi masuk ke dalam sistem limbah pembuangan medis satu bulan yang lalu."
Komandan itu tampak bingung. "Masuk ke limbah pembuangan medis? Apakah ada staf gudang yang membuang logistik kita, Panglima?"
"Itulah yang aneh. Sistem mencatatnya sebagai 'limbah organik yang terkontaminasi', tapi kode serinya adalah jatah pangan steril," Huwky mengusap dagunya, menatap layar dengan saksama. "Entahlah, apakah ini murni eror pada algoritma sistem atau ada hal lain. Biar kutanyakan langsung pada anak itu nanti."
Huwky bangkit berdiri, merapikan mantel hitamnya. "Ikut aku ke ruang interogasi bawah tanah, Komandan. Dua puluh empat jam sudah berlalu. Saatnya meminta konfirmasi dari Direktur Utama."
...***...
Di dalam ruang interogasi yang temaram, kondisi Carson tampak memprihatinkan. Efek arus listrik mikro dari Static Volt-Chair selama semalaman membuat tubuhnya kaku, dan bekas hantaman di rahang kirinya kini membiru pekat. Luka di sudut bibirnya yang robek telah mengering, meninggalkan jejak darah yang kontras dengan kulit wajahnya yang pucat.
Namun, begitu pintu baja berdesing terbuka dan sosok Panglima Huwky melangkah masuk, sepasang mata datar Carson langsung terbuka. Sorot matanya tetap tajam, menolak untuk terlihat tunduk.
Panglima Huwky berjalan menuju alat komunikasi utama di dinding ruangan tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Carson. Ia memasukkan kode otoritasnya, lalu menekan tombol panggil.
Kali ini, tidak butuh waktu lama sampai layar hologram besar di tengah ruangan menyala.
Sesosok pria paruh baya dengan setelan formal yang sangat rapi dan potongan rambut klimis muncul di layar. Meskipun usianya sudah tidak muda lagi, aura wibawa dan karisma yang memancar dari pria itu sangat kuat, khas seorang pejabat tinggi yang terbiasa memegang kendali atas ribuan anak buahnya.
"Panglima Huwky," sapa pria di layar itu dengan nada suara yang tenang, berat, namun terdengar sangat berkuasa. "Ada keperluan mendesak apa hingga Anda menghubungi jalur pribadi saya sepagi ini?"
"Selamat pagi, Direktur Utama," Huwky memberi anggukan hormat yang formal. "Maaf mengganggu waktu Anda yang berharga. Saya hanya butuh konfirmasi singkat mengenai salah satu teknisi Anda yang baru dipindahkan ke Sektor Militer, seorang pemuda bernama Carson."
Direktur Utama menaikkan pandangannya, seolah ingatan tentang nama itu langsung melintas di kepalanya. "Ah, Carson. Ada apa dengannya?"
"Dia ditahan oleh Satuan Keamanan Militer kami sejak kemarin karena kedapatan menyimpan sejumlah besar jatah pangan khusus militer di apartemen pribadinya. Tersangka mengklaim bahwa barang-barang tersebut adalah fasilitas kompensasi resmi yang Anda otorisasi secara pribadi. Apakah itu benar?"
Di layar hologram, Direktur Utama terdiam sejenak. Matanya melirik ke arah Carson yang terikat di kursi interogasi. Garis wajah sang Direktur mendadak berubah menjadi lebih serius, memancarkan ketegasan yang tak terbantahkan.
"Itu seratus persen benar, Panglima Huwky," jawab Direktur Utama, suaranya terdengar mutlak. "Otorisasi itu sah dan ditandatangani langsung oleh saya sebelum dia dipindahkan. Carson sedang menjalankan proyek bioteknologi militer terbaru yang merupakan bagian dari kerja sama antar-lembaga kita. Jatah pangan itu adalah kompensasi atas beban kerjanya yang ekstrem."
Direktur Utama mencondongkan tubuhnya ke arah kamera, menatap Huwky dengan pandangan memperingatkan. "Panglima, saya harap Anda tidak melakukan tindakan ceroboh. Carson adalah aset yang sangat berharga bagi Laboratorium Kesehatan. Otaknya adalah salah satu yang terbaik yang kita miliki di generasi ini. Jika sesuatu terjadi padanya karena masalah sepele seperti—"
"Masalahnya, saya sudah babak belur, Direktur," potong Carson tiba-tiba. Suaranya parau dan serak, memotong kalimat sang Direktur tanpa ragu.
Direktur Utama tertegun. Matanya menyapu kondisi Carson yang terikat di kursi. Di sana terlihat rahang Carson yang bengkak kebiruan, sudut bibir berdarah, dan tubuh yang gemetar akibat sisa trauma listrik.
Keheningan sempat melanda ruangan itu selama beberapa detik, sebelum tiba-tiba... Direktur Utama terkekeh rendah. Tawa berwibawanya menggema dari pengeras suara hologram.
"Astaga, Carson. Maafkan aku, maaf," ujar Direktur Utama sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan senyum geli, mengabaikan wajah kaku Panglima Huwky. "Aku benar-benar lupa kalau memorandum pengiriman logistik khususmu belum sempat kukirim ke bagian administrasi militer karena kesibukanku. Aku tidak menyangka Sektor Militer akan se-reaktif ini sampai menyiksamu di kursi interogasi."
Carson hanya menatap atasannya itu dengan pandangan datar yang dingin. Di dalam hatinya, ia ingin sekali mengumpat, namun ia tahu batas posisinya. "Kelalaian Anda hampir membuat saya kehilangan nyawa, Direktur."
"Ya, ya, aku tahu. Ini murni kesalahanku," Direktur Utama kembali memasang wajah berwibawanya, lalu mengalihkan tatapannya pada Panglima Huwky yang kini tampak menahan dongkol. "Nah, Panglima. Anda sudah mendengar konfirmasinya secara langsung, bukan? Anak buah Anda sudah menyiksa aset berhargaku karena kelalaian administrasi di pihak saya. Seharusnya Anda menunggu konfirmasi dari saya terlebih dahulu, sebelum bertindak lebih lanjut. Jadi, kurasa Carson berhak meminta ganti rugi yang setimpal dari Anda."
Panglima Huwky mengembuskan napas panjang, mencoba meredam rasa malunya karena telah salah mengambil keputusan. "Tentu saja, Direktur Utama. Kesalahpahaman ini akan segera kami selesaikan dengan kompensasi yang layak."
"Bagus. Pastikan dia keluar dari tempat itu dalam kondisi utuh," ucap Direktur Utama.
Namun sebelum Direktur Utama mematikan layar, Huwky dengan cepat mencegah. Pimpinan tertinggi di sektor militer itu teringat akan laporan anomali yang baru dibacanya. "Tunggu, Direktur. Ada satu hal lagi. Tim audit kami menemukan bahwa selain pangan di apartemen Carson, ada jatah logistik militer dalam jumlah yang sama, terdeteksi masuk ke dalam sistem limbah pembuangan medis satu bulan yang lalu. Apakah itu juga perbuatan Anda?"
Direktur Utama mengernyitkan dahi, tampak berpikir sejenak sebelum menggelengkan kepala. "Masuk ke limbah medis? Tidak, saya tidak tahu apa-apa tentang itu."
Carson yang mendengar itu hampir saja tertawa jika ia tidak ingat posisinya saat ini.
'Tentu saja Direktur tidak tahu, karena itu adalah perbuatanku,' batin Carson.
Pembuangan limbah medis itu adalah jalur yang Carson gunakan untuk menyelundupkan jatah pangan militer yang ia retas. Dan mereka semua mengira itu adalah eror sistem? Sungguh beruntung sekali dirinya ini.
Direktur Utama melirik Carson di layar, lalu tersenyum penuh arti. "Kenapa Anda tidak tanyakan saja pada Carson? Dia adalah teknisi jenius yang sangat paham tentang integrasi sistem digital dan jaringan logistik. Jika ada eror atau kegagalan sistem pada jaringan Sektor Militer Anda, otaknya pasti bisa menemukan kerusakannya dalam waktu singkat."
"Baiklah, terima kasih atas informasinya, Direktur," ucap Huwky akhirnya, lalu mematikan layar hologram tersebut.
Suasana ruang interogasi kembali hening. Panglima Huwky berbalik, menatap Carson dengan pandangan yang jauh berbeda dari kemarin. Tidak ada lagi tatapan menghina, yang ada hanyalah sisa rasa segan dan kebutuhan akan efisiensi kerja.
Huwky memberi isyarat tangan pendek pada petugas di sampingnya. "Lepaskan semua pengikatnya. Sekarang."
Petugas itu dengan cepat mematikan arus listrik dan membuka sabuk magnetik yang mengunci tubuh Carson. Begitu terbebas, Carson langsung memegangi rahangnya yang linu, melangkah turun dari kursi dengan kaki yang agak kaku.
Panglima Huwky melangkah mendekat, lalu mengulurkan sebuah saputangan steril pada Carson. "Atas nama Sektor Militer, aku meminta maaf atas kesalahpahaman ini, Saudara Carson. Tindakan pasukan Keamanan Militer kemarin murni didasarkan pada perlindungan aset negara."
Carson menerima saputangan itu, menyeka sisa darah di bibirnya tanpa ekspresi. "Saya mengerti, Panglima. Prosedur adalah prosedur."
"Sebagai bentuk ganti rugi, aku akan memastikan jatah pangan khususmu digandakan untuk bulan ini, dan seluruh catatan penahananmu hari ini akan dihapus total dari sistem sipil maupun militer," ujar Huwky, suaranya melunak, mencoba bernegosiasi. "Namun, seperti yang dikatakan Direktur Utama tadi... aku butuh bantuanmu."
Carson menaikkan satu alisnya. "Soal anomali limbah medis?"
"Benar," Huwky mengangguk, wajahnya tampak serius. "Sistem logistik militer tidak boleh memiliki celah atau eror yang membuat barang steril terbuang ke saluran limbah. Itu adalah pemborosan fatal. Jika kamu bersedia memeriksa jaringan sistem dan memperbaiki eror tersebut, Sektor Militer akan berutang budi padamu."
Carson terdiam, berpura-pura berpikir keras untuk menyembunyikan kepuasan yang mendalam di lubuk hatinya.
'Memperbaiki eror sistem?'
Itu artinya Huwky justru memberikan akses legal dan otoritas penuh bagi Carson untuk mengotak-atik sistem jaringan militer yang selama ini sangat sulit ia tembus dari luar. Ini adalah peluang emas. Dengan memegang kendali atas jaringan itu, ia tidak hanya bisa menghapus jejak penyelundupannya secara permanen, tapi juga bisa mencari tahu jalur pelarian yang lebih aman bagi dirinya dan Nezha kelak.
"Baiklah, Panglima," jawab Carson dengan nada tenang dan profesional. "Begitu kondisi fisik saya pulih, saya akan langsung memeriksa jaringan sistem sektor militer dan menutup celah eror tersebut agar tidak ada lagi barang yang tersesat ke pembuangan limbah."
Panglima Huwky tersenyum puas, menepuk pundak Carson dengan ramah. "Kerja bagus, Carson. Sektor Militer menghargai keahlianmu. Sekarang, pergilah ke ruang medis untuk mengobati lukamu, lalu kamu diizinkan pulang awal hari ini untuk beristirahat."
Carson memberi anggukan hormat, lalu melangkah keluar dari ruang interogasi dengan kepala tegak. Di balik wajah datarnya yang babak belur, Carson tahu bahwa badai besar baru saja lewat, dan kini dia memegang kunci yang jauh lebih kuat untuk melindungi keluarga kecilnya.
i ini panglima berbuat baik