Delapan tahun pernikahan membuat Naura rela mengorbankan segalanya demi keluarga. Ia melahirkan dua anak, meninggalkan kariernya, dan diam-diam membantu suaminya membangun kerajaan bisnis hingga menjadi konglomerat.
Namun setelah tubuh Naura berubah gemuk usai dua kali melahirkan, Erwin justru menganggapnya sebagai aib dan memilih wanita lain.
Diceraikan, dihina, bahkan dipisahkan dari anak-anaknya, Naura memilih bangkit daripada terus terpuruk. Ia kembali pada identitas yang selama ini disembunyikan sebagai pewaris keluarga kaya. Di saat yang sama, takdir mempertemukannya kembali dengan pria dari masa lalunya, yang membantunya mengubah hidup sekaligus mengembalikan tubuhnya menjadi sehat dan ideal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab²⁷
Suasana ruang keluarga Mansion Ardynata berubah mencekam.
Naura masih berdiri diam setelah mendengar ucapan Kakek Guntur, tangannya yang tadi memeluk Laura dan Lionel perlahan turun.
"Jadi... ada seseorang yang mengatakan aku bukan bagian dari keluarga Ardynata? Dan ini untuk kedua kalinya?"
Suaranya terdengar tenang, tetapi tatapan matanya menunjukkan luka yang kembali terbuka.
Kakek Guntur mengepalkan tangannya. "Jangan percaya begitu saja, Naura. Kakek yakin ada sesuatu yang tidak beres."
"Tapi kenapa orang itu bisa dengan mudah mengatakan hal seperti itu?"
Tidak ada yang langsung menjawab, karena pertanyaan itu memang sulit dijelaskan.
Delapan tahun lalu, seluruh keluarga Ardynata percaya bahwa Naura bukan anak kandung mereka setelah Tania datang membawa hasil DNA yang menyatakan dirinya sebagai putri Sakti dan Miranda. Tidak ada yang menyangka bahwa hasil tersebut ternyata bagian dari sebuah rekayasa.
"Apa orang yang mengirim bukti itu memberikan sumber yang jelas?" Alaska yang berdiri di samping Naura menatap layar ponsel Kakek Guntur.
Kakek Guntur menggeleng. "Tidak. Dia hanya mengirim dokumen yang mengatakan bahwa hasil DNA lama tidak pernah mengalami manipulasi."
"Lucu sekali. Dulu aku pernah kehilangan keluarga karena sebuah hasil DNA. Sekarang aku harus kembali berhadapan dengan hasil DNA yang lain."
Kakek Guntur langsung merasa bersalah. "Naura..."
"Aku nggak apa-apa, Kek." Ia menarik napas panjang. "Jika memang ada seseorang yang ingin menghancurkan keluargaku lagi, aku tidak akan pergi seperti dulu dan akan menghadapinya. Aku ingin tahu kebenarannya."
Di sisi lain, Tania sedang berada di apartemennya bersama Davina. Ia terlihat puas melihat berita yang mulai menyebar.
"Bagus. Sekarang semua orang mulai mempertanyakan Naura."
Davina tersenyum. "Kalau keluarga Ardynata mulai ragu, posisi Naura akan goyah."
Namun Tania tidak ikut tertawa, pikirannya justru kembali pada satu hal.
"Ada sesuatu yang menggangguku."
"Apa?" tanya Davina.
"Kalau mereka terus mencari, mereka bisa menemukan fakta yang sebenarnya."
"Fakta tentang hasil DNA?"
Tania mengangguk pelan. Selama ini Tania memang yakin dirinya memiliki hubungan darah dengan keluarga Ardynata. Karena dirinya bukan orang asing, ia adalah anak kandung Sakti. Dan dalam pikirannya, ia merasa berhak mendapatkan semua yang selama ini tidak pernah ia miliki.
Tatapan Tania berubah dingin. "Aku tidak mencuri semuanya, aku hanya mengambil sesuatu yang seharusnya menjadi milikku. Naura hidup dengan semua yang seharusnya bisa menjadi milikku. Kasih sayang keluarga, nama besar Ardynata, bahkan posisi sebagai pewaris. Aku tidak merebut sesuatu yang bukan milikku, aku hanya mengambil kembali hakku. Aku anak sulung Papa, aku lahir lebih dulu daripada Naura, dan seharusnya aku lah yang mendapatkan tempat itu."
...*****...
Keesokan harinya, Kakek Guntur meminta tim khusus keluarga Ardynata kembali membuka seluruh dokumen lama. Tidak hanya hasil DNA, tetapi juga riwayat kelahiran Sakti, Miranda, dan Tania.
"Ada sesuatu yang selama ini kita lewatkan," ujar Kakek Guntur.
"Kami menemukan catatan lama mengenai kelahiran Tania." Salah satu penyelidik menyerahkan sebuah dokumen.
Kakek Guntur membuka dokumen tersebut, ekspresinya perlahan berubah. "Apa ini?"
"Pihak rumah sakit menemukan data kelahiran seorang bayi perempuan tiga bulan sebelum Nyonya Miranda melahirkan Naura."
Ruangan langsung sunyi.
"Nama ibunya... Rina."
Mata Kakek Guntur membesar, nama itu bukan nama asing. Rina adalah wanita yang pernah dicintai Sakti sebelum menikah dengan Miranda.
"Mustahil..." Kakek Guntur membaca dokumen itu lebih dalam. "Kalau benar, berarti Tania mungkin memang memiliki darah Ardynata."
Naura yang mendengar itu tidak merasakan kemarahan, justru kebingungan. "Jadi selama ini... Tania bukan orang asing?"
"Sepertinya bukan." Kakek Guntur menggeleng pelan.
Naura menatap dokumen tersebut. "Kalau begitu, siapa yang sebenarnya memalsukan semuanya?"
Pertanyaan itu kembali menggantung, karena sekarang mereka mulai memahami satu hal. Tania bukan sekadar seseorang yang datang merebut posisi Naura, ada hubungan darah yang mengikat mereka. Dan kebenaran yang selama ini tersembunyi jauh lebih rumit dari yang mereka bayangkan.
Malam itu, setelah penyelidikan awal menemukan fakta mengejutkan tentang kelahiran Tania, Kakek Guntur tidak langsung mengambil keputusan. Ia tahu, selama delapan tahun terakhir terlalu banyak rahasia yang tersembunyi dalam keluarga mereka.
Jika Tania memang memiliki hubungan darah dengan Sakti, maka pertanyaannya bukan lagi apakah Tania bagian dari keluarga Ardynata.
Melainkan...
Mengapa kebenaran tentang kelahiran Tania selama ini ditutupi?
___
Di sebuah rumah sederhana, seorang wanita paruh baya duduk menatap foto lama di tangannya. Foto itu memperlihatkan seorang pria muda bersama seorang wanita cantik. Foto Sakti dan Rina.
Wanita itu adalah Dahlia, kakak kandung Rina sekaligus bibi Tania yang selama ini merawatnya setelah ibu kandung Tania meninggal dunia. Tangannya menggenggam foto lama itu dengan gemetar, seolah kenangan bertahun-tahun lalu kembali memenuhi pikirannya.
"Sudah waktunya semuanya terbuka."
Selama bertahun-tahun, ia menyimpan rahasia yang tidak pernah berani ia ungkap. Tentang adiknya dan juga Sakti, juga identitas Tania. Jarinya mengusap wajah Rina—adik perempuannya, ia mengingat kembali masa lalu yang selama ini ia simpan rapat.
Saat itu, Rina yang adalah kekasih Sakti sedang mengandung anak pria itu. Namun Sakti memutuskan menikah dengan Miranda, wanita yang dipilih keluarganya melalui perjodohan, tanpa pernah mengetahui bahwa Rina tengah mengandung anaknya.
Kehamilan Rina pun tidak berjalan dengan mudah. Kondisi kesehatannya terus menurun hingga dokter memperingatkan bahwa nyawanya berada dalam bahaya.
Tidak lama kemudian, Rina melahirkan seorang bayi perempuan yang diberi nama Tania. Namun setelah melahirkan, kondisi Rina semakin memburuk. Ia tahu waktunya tidak akan lama. Di waktu yang sama, Miranda juga sedang mengandung anak Sakti. Usia kandungan Miranda baru memasuki enam bulan.
Sebelum meninggal, Rina hanya menitipkan satu pesan kepada Dahlia sang kakak.
"Kak... tolong jaga Tania dengan baik."
"Jangan pernah ganggu Mas Sakti, Mbak Miranda, atau anak mereka. Aku tidak ingin anakku tumbuh dengan membawa kebencian."
"Mas Sakti sudah memilih keluarganya, biarkan mereka bahagia."
Dahlia masih mengingat jelas pesan terakhir adiknya. Awalnya, ia berusaha memenuhi permintaan Rina. Ia merawat Tania dengan kasih sayang, bahkan Tania memanggilnya Mama. Namun semakin lama, rasa sakit mulai tumbuh dalam hatinya.
Ia melihat Sakti hidup nyaman bersama Miranda. Ia melihat keluarga Ardynata memiliki segalanya. Sementara dirinya harus berjuang membesarkan Tania sendirian.
Terlebih ketika tiga bulan setelah Tania lahir, Miranda melahirkan Naura. Sejak saat itu, Dahlia melihat sesuatu yang membuat hatinya semakin terluka.
Sakti memiliki dua anak perempuan. Namun satu anak dibesarkan dalam keluarga kaya raya dengan nama besar Ardynata. Sementara Tania hanya tumbuh bersama dirinya.
Rasa kasihan kepada Tania perlahan berubah menjadi rasa iri. Dan rasa iri itu berubah menjadi ambisi.
"Seharusnya Tania juga mendapatkan semua itu."
Namun Dahlia sudah bukan lagi memperjuangkan kebahagiaan keponakannya. Ia hanya mengingat luka yang selama bertahun-tahun ia simpan, ditambah ambisi dan keserakahan yang perlahan menguasai dirinya.
🤭🤭
krn ibu ny Tania sendiri yg gx kasih tau klo dy lgi hamil ank ny sakti ,,
dulu juga aq pernah ngalamin sama Kya kk ,,
sampe gx bisa dduk terlalu lama ,,
Itu menurutku ya🤭🙏🏻
😂😂😂😂😂😂😂😂😂