“Aku hanya membutuhkanmu untuk melahirkan pewarisku. Tidak lebih!”
Itulah kata paling menyakitkan yang diucapkan Duke Cassian Clyvedon kepada Elowen Whitmore. .
Semua orang di kerajaan tahu bahwa Duke Clyvedon adalah pria yang ditakuti, dingin, kejam, dan tak pernah mempercayai siapa pun.
Sementara Elowen Whitmore hanyalah putri kedua dari keluarga bangsawan yang hampir bangkrut… seorang gadis yang bahkan tidak bisa berbicara.
Ia tidak seharusnya menjadi pengantin sang duke.
Namun ketika kakaknya melarikan diri dari perjodohan yang telah diatur kerajaan, Elowen dipaksa menggantikan posisi itu demi menyelamatkan kehormatan keluarganya.
Kini ia terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan pria paling menakutkan di kerajaan.
Semua orang yakin pernikahan ini hanya akan berakhir dengan kehancuran.
Tapi tidak seorang pun menyadari satu hal, bahwa sang duchess bisu mungkin adalah satu-satunya orang yang mampu meluluhkan hati sang Duke.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farchahcha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Dari sekian banyaknya bunga indah di dunia. Elowen memilih mawar biru untuk dekorasi pesta dansanya minggu ini. Bukan mawar putih, mawar merah, atau bunga lavender.
Tapi, wanita itu memilih mawar biru. Bukan dekorasi emas, atau perak. Sang duchess memilih mawar biru.
Bunga yang bahkan tidak pernah digunakan untuk dekorasi pesta di Arvendale. Dan, dia memilihnya sebagai dekorasi utama, dalam pesta dansa yang diadakan di Kastil Clyvedon untuk pertama kalinya setelah satu dekade.
“Kenapa harus mawar biru?” Harry mengernyitkan wajahnya dan bertanya pada Cassian.
Mereka sedang berada di lapangan tembak yang berada di belakang kastil.
Cassian tidak langsung menjawab pertanyaan Harry. Dia fokus dengan targetnya. Deretan papan kayu yang berjejer di depan tumpukan jerami sebagai alas penahan peluru.
Musket di tangan Duke Cassian sudah di ongkang dan diarahkan ke sasaran.
DOR!
Tembakannya tepat di tengah sasaran.
“Tidak penting kenapa. Kalau istriku menginginkannya, itu sudah cukup.”
Harry mendesis. “Tapi, Cassian… mawar biru itu tidak mudah didapatkan.”
Cassian yang siap membidik, melirik tajam ke arah Harry.
“Kalau itu keinginannya, cari sampai ketemu.”
Suara duke yang merendah dan dalam membuat Harry mengangguk tanpa berani menjawab.
Dia memang selalu seenaknya, dan istrinya… astaga kenapa juga Elowen ikut-ikutan seperti Cassian yang sulit dimengerti. Apa ini perpaduan yang serasi.
Astaga! Harry tidak bisa menolak untuk yang satu itu. Pekerjaannya akan banyak sekali, mencari bunga mawar biru. Kalau saja dia bisa menumbuhkannya dalam semalam.
Dor!
Duke langsung menembakkan lagi pelurunya ke sasaran yang spontan membangunkan Harry dari lamunannya.
Tanpa Harry tahu, sebenarnya Cassian juga tidak mengerti dengan permintaan Elowen atas mawar biru itu.
Istrinya itu memang wanita yang susah ditebak. Dia bisa membuat Cassian merasa bersalah, merasa takut, dan kebingungan. Perasaan yang tidak pernah sekalipun ada yang berani mengusiknya dari dalam diri sang duke.
***
Elowen tahu mawar biru itu adalah bunga yang sulit ditemukan di Arvendale. Tapi tidak di Lancaster, desa asal Agatha Whitmore, ibu kandungnya.
Duchess tidak percaya kalau suaminya akan setuju tentang keinginannya menggunakan mawar biru untuk pesta dansa nanti.
“Kau boleh mendekorasi pesta sesuai keinginanmu,” ujar Cassian ketika makan malam sebelumnya.
Sudah tiga malam ini, Cassian kembali makan malam bersama dengan Elowen. Dia sangat senang karenanya, setidaknya Elowen merasa dihargai sebagai seorang istri.
Sebenarnya, Elowen ingin kembali ke kamar Cassian. Tapi, dia mengurungkan niatnya karena tidak mau terkesan sebagai wanita murahan.
Walaupun Nyonya Wilson sudah menawarkan untuk memindahkan kembali barang pribadi miliknya ke kamar Sang Duke.
Elowen malu.
Ya, kalau dia kembali ke kamar pria itu… Sama saja memperlihatkan jelas perasaannya pada Cassian. Sedangkan, pria itu suka sekali berubah-ubah.
Sekali waktu Cassian bisa menjadi pria yang begitu hangat. Tapi detik berikutnya ekspresinya mulai dingin. Elowen tidak tahu apakah Cassian memiliki perasaan yang sama seperti dirinya.
Cassian tidak pernah mengatakan bahwa dia mencintai Elowen.
“Dia hanya bersikap baik,” bisikan muncul di hati Elowen.
Bersikap baik dan sopan setelah apa yang dilakukannya sebelum ini.
Elowen menghela napas panjang, kemudian berdiri dari kursi beludru di ruang baca. Kastil Clyvedon memiliki ruang baca di setiap sayapnya. Elowen kini duduk di ruang baca yang ada di sayap timur.
Dia bisa melihat rumah kaca milik keluarga Clyvedon melalui jendela ruang baca itu.
Elowen jadi tertarik untuk pergi ke rumah kaca tersebut.
Bersama dengan satu pelayan yang mendampinginya. Elowen berjalan menuju rumah kaca.
Siapa sangka, di dalam rumah kaca itu banyak sekali bunga Camelia putih yang ditanam. Elowen mengira akan menemukan mawar atau mungkin anggrek.
Tapi tidak.
Elowen menemukan begitu banyak Camelia berwarna putih meski tidak hanya itu bunga yang ada.
Di sana ada Lily yang ditanam di dekat jendela untuk menerima langsung cahaya yang masuk. Dan, di sudut yang agak teduh… Hydrangea blue.
“Duchess sebelumnya yang menanam semua bunga yang ada di sini, Your Grace.” Ucap pelayan yang mendampinginya.
Duchess sebelumnya? Itu artinya Lady Valerie, ibu kandung Cassian.
Elowen menoleh ke arah sang pelayan kemudian mulai menyapu pandangan ke seluruh rumah kaca.
Elowen mengerutkan alisnya dalam.
Kenapa pilihan bunga di sini terasa begitu… sendu.
White Lily, Hydrangea Blue, dan… Camelia? Itu semua bunga yang memiliki kesan anggun namun diselimuti oleh kesedihan.
Kesan pertama yang Elowen dapat dari seorang Lady Valerie bukan seperti ini. Mawar merah akan lebih cocok untuk wanita yang tegas itu. Atau mungkin Anggrek.
Tapi dia memilih Camelia, dengan warna putih.
Sebuah mantel hangat tiba-tiba menutupi tubuhnya. Membuyarkan Elowen dari lamunannya. Dia reflek menoleh, itu Cassian memakaikan mantel ke tubuhnya.
“Udara mulai dingin. Kenapa kau ada di luar?” ucap Cassian dengan suara seraknya.
Elowen tersenyum simpul, sambil melirik ke belakang Cassian. Harry berdiri membawa kotak kayu yang Elowen sudah tahu isinya adalah pistol. Cassian suka menembak.
Elowen menulis di buku catatannya.
“Kau sudah selesai berburunya?” tulis Elowen.
Cassian menyunggingkan senyum. Wanita ini selalu saja tidak menjawab pertanyaannya dan malah bertanya balik.
“Kau ini tidak pernah menjawab pertanyaanku lebih dulu,” sindir Cassian sambil tertawa kecil. Harry sampe terkesiap melihat Duke tertawa. Hal yang sangat langka. Apa pria itu sedang demam? Tapi tidak mungkin dia sakit dengan tubuh sebugar itu.
Elowen tersipu malu kemudian menundukkan kepalanya.
“Tapi, aku juga tidak bisa mengabaikan pertanyaanmu,” lanjut Cassian yang langsung membuat Elowen mengangkat kepalanya menatap ke arah Cassian.
“Aku tidak berburu, hanya berlatih untuk pertahanan.”
Elowen menahan napas kemudian menghembuskannya perlahan. Dia hampir lupa siapa Duke Clyvedon.
Pria ini bukan cuma penguasa wilayah barat dan utara Arvendale. Tapi dia juga bertanggung jawab menjaga perbatasan agar tetap damai.
“Oh ya, ada yang ingin kubicarakan denganmu.”
Cassian mengajak Elowen untuk duduk di kursi taman yang ada di rumah kaca.
“Ibuku nanti akan datang ke pesta dansa. Apa kau keberatan?” ujar Cassian.
“Lady Valerie?” Elowen membalasnya cepat.
Cassian mengangguk.
“Aku ingin mengatakan ini padamu sebelum nanti kau bertemu seseorang.” Suara Cassian mendadak lirih.
Elowen tidak begitu mengerti tentang arah percakapan ini. “Apa maksudmu dengan bertemu seseorang?” tulisnya di buku catatan.
“Ibuku mungkin akan datang bersama seseorang ke pesta dansa.”
Elowen mengerutkan keningnya, sambil menatap lantai. Seseorang? Apa itu Putri Lidya? Tapi kenapa wajah Cassian seolah khawatir akan terjadi sesuatu?
Elowen kembali menulis. “Apa itu Putri Lidya? Kalau kau khawatir tentang apa yang dilakukannya padaku di kediaman Marquess Lucien. Aku sudah tidak apa-apa, Cassian.”
“Putri Lidya tidak akan datang. Karena dia sudah bertunangan dengan Pangeran Antonio dan menetap di Methia.”
“Lalu siapa yang datang?” Elowen mulai bertanya-tanya.
“Dia adik dari Marquess Lucien.”
Elowen membeku.
Marquess Lucien memiliki seorang adik?
Ini kabar baru bagi Elowen. Lalu, kenapa wajah Cassian berubah aneh. Seperti ada sesuatu yang sedang ditutupi olehnya.
***
Semangat ya thooor.... terimakasih sdh up dan sllu kutunggu up mu banyak2😍
klo di rupiah kan setara dgn berapa kah...?
auto lsg tanta mbh gogle
you're amazing writer