Adinda putri harus menerima pil pahit saat suami atau pria yang selama ini begitu ia cintai tidak pernah menganggap dirinya Saat itulah ia memutuskan untuk meninggalkan pria itu dan membatalkan pernikahanya Tapi siapa sangka sahabat atau bossnya malah selalu ada disisinya saat ia terpuruk Akankah adinda membuka hatinya untuk sang boss atau balah sebaliknya Yukk ikuti terus kisah cinta mereka 😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiba-tiba
“Sya… aku dari tadi ngubungin rey kok gak bisa ya??” Mendengar pertanyaan dari adinda membuat sasya sedikit heran
Pasalnya sepupunya itu tidak akan mungkin hilang tanpa kabar apalagi saat ini adinda jauh dari hadapanya
“Handphonenya aktifkan??” Tanya sasya memastikan tapi dijawab gelengan kepala oleh adinda
Hal itu tentu saja membuat sasya juga ikutan panik, gadis itu kini ikut menghubungi sepupunya dan hasilnya juga sama nihil
Karena sudah cukup lama mereka menghubungi rey tapi pria itu tetap tidak ada kabar, ada raut kecewa diwajah adinda membuat sasya merasa kasihan
“Din, mungkin handphone rey mati atau saat ini mungkin dia sibuk dengan pekerjaanya.. kamu tau sendiri punya suami workholic kayak si rey” ucapan sasya memang ada benarnya
Adinda merasa heran pada dirinya kenapa begitu sepi rasanya saat rey tidak ada kabar seperti ini.. biasanya pria itu setiap 15 menit akan mengirim pesan untuk dirinya
Tapi hari ini rey hampir menghilang setengah hari membuat adinda merasa ada separuh hati yang hilang
Sasya melihat lekat kearah sang sahabat membuat adinda memincangkan matanya
“Kenapa sya??” Ucap adinda dan sasya hanya tersenyum menggoda
“Apa kamu sudah ada rasa dengan pria dingin itu?” Mendapat pertanyan seperti itu membuat adinda terkejut tentunya
“Hhmm itu, akuu”
“Baguslah din, bukanya dari awal kamu memang menyukai pria yang menyelamatkanmu?” Adinda mengangguk setuju dengan wajah yang memerah
“Aaahhh sepertinya aku akan segera mendapatkan keponakan” ucap sasya begitu bersemangat membuat otak adinda kini ikut travelling kemana-mana
“Aaawwwww sakit din!!” Keluhnya mengelus lenganya yang dicubit oleh adinda
Sasya memang suka sekali menggodanya, entahlah itu membuatnya merasa malu mulut sasya memang jarang bisa direm jika saat bersama dengan adinda
Ddrrttt
Drrtt
“Siapa?” Adinda mendongakan kepalanya membuat sasya kaget
“Cowok aku din,,, aku kekamar dulu ya angkat telpon” ucapnya dan diangguki oleh adinda
Dengan langkah cepat sasya kekamarnya dan tidak lupa menguncinya dari dalam karena telpon yang dia dapatkan sebenarnya adalah dari salah satu anak buahnya
“Hallo”
“ hallo Nona.. saya sudah mendapapatkan semua informasi tentang nona berlin” ucapnya diseberang sana
“Baiklah segera kirimkan!”
“Baik nona” sasya tersenyum inilah saatnya untuk membalas perbuatan gadis itu karena sudah berani mengusik kehidupan adinda
Sebenarnya saat malam kejadian adinda dikeroyok oleh teman-teman berlin mereka sudah diaberipelajaran olah sasya kecuali berlin yang memang ingin ia hancurkan secara perlahan
Bahkan gadis itu membuat ketiga teman berlin berada disebuah tempat dimana membuat mereka menangis setiap malam
Sasya mengirim mereka untuk menjadi kupu-kupu malam yang harus melayani 3 laki-laki setiap harinya., karena setelah sasya selidiki jika ternyata mereka merupakan orang-orang yang berasal dari kalangan orang kampung yang merantau bahkan mereka rela menjadi dimpanan para om om kaya hanya untuk mendapatkan uang
Tokk
Tokk
Mendengar ketukan pintu adinda bangkit dari tempat duduknya
Ceklek
Mata adinda melotot sempurna melihat orang yang ada didepannya, suami sekaligus pacar yang begitu ia rindukan kini berada dihadapanya
Jlleppp
Mendapat pelukan dadakan dari sang istri membuat rey cukup terkejut, ini kali pertama rey dipeluk oleh istrinya atas inisiatif gadis itu sendiri
Rey juga ikut memeluk erat tubuh ramping adinda karena tidak mau menyia-nyiakan kesempatan seperti ini
Pelukan mereka cukup lama berlangsung, sasya yang menyaksikan momen itu segera mengabadikan momen
Gadis itu mengambil beberapa gambar secara sembunyi-sembunyi dan mengirimkan pada seseorang
“Oma sebentar lagi oma akan punya cicit!! Cucu nakal oma diam-diam sudah menikah”
Kirim
“Hehhe pasti mansion utama saat ini heboh ” ucapnya dengan cekikikan lalu kembali kekamarnya dengan senyuman
Sasya memutuskan untuk menghubungi kekasihnya dari pada harus menganggu pasutri yang saat ini sedang melepas rindu
Ddrrttt
Drrrttt
Mendengar deringan ponselnya membuat adinda melepaskan pelukan mereka. Adinda melihat kearah ponselnya dan melihat nomber telepon baru yang saat ini mengubunginya
“Siapa?” Tanya rey yang cukup penasaran
“Tidak tau rey nomber baru” ucapnya menyerahkan ponsel miliknya kearah rey
“angkat saja siapa tau penting!” Rey meyakinkan membuat adinda membuat gadis itu mengangguk mengerti
Gadis itu menekan tombol hijau lalu menempelkan benda pipih itu ditelinganya
“Hallo selamat sore”
“Hallo… adinda” ucap seseorang diseberang sana
“Iya saya sendiri.. dengan siapa ya pak?”
“Adinda ini aku.. zyan, zyan mahardika”
Mendengar nama zyan tentu saja membuat adinda terkejut dan diam mematung hal membuat rey penasaran saat melihat wajah terkejut adinda
“Zyan?” Bisiknya tapi masih bisa didengar oleh rey
Rey dengan cepat pria mengambil benda pipih itu ia tidak bodoh jika saat ini zyan menelpon adinda dengan tujuan tertentu
“Hallo adinda..”
“Iya hallo!!” Ucap rey datar dengan wajah seakan ingin menelan seseorang hidup-hidup
“Aa..aanda siapa?”
“Saya suaminya. Jangan menganggu istri orang!” Tutt tuttt tuttt
Zyan menatap lahar handphone dengan raut wajah heran “Suami??? Apa dia sedang ingin mengerjaiku?” Ucapnya sedikit penasaran
Sedangkan saat ini rey menggengam erat ponsel adinda., tanpa sepatah kata pria itu berlalu masuk kedalam apartemen milik sepupunya yang ada disingapur
Tapi baru 5 langkah ia kembali dan berbalik kearah adinda., pria itu menggengam tangan sang istri dengan wajah yang cemberut
Adinda diam-diam tersenyum melihat perlakuan suaminya, inilah yang ia sukai dari reykendra., pria itu tidak pernah meninggalakannya dalam keadaan apapun meskipun terlihat jelas kekesalan dari wajah pria itu
Adinda berjanji, kali ini ia akan mencintai rey sepenuh hati dan tidak akan meninggalkan pria itu bagimanapun keadaannya
Happy reading💫💫💫