NovelToon NovelToon
Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu

Status: tamat
Genre:Angst / Trauma masa lalu / Penyesalan Suami / Konflik etika / Tamat
Popularitas:64.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Gresya Salsabila

Lintang Ayu Sasmita merasa terguncang saat dokter mengatakan bahwa kandungannya kering dan akan sulit memiliki anak. Kejadian sepuluh tahun silam kembali menghantui, menghukum dan menghakimi. Sampai hati retak, hancur tak berbentuk, dan bahkan berserak.

Lintang kembali didekap erat oleh keputusasaan. Luka lama yang dipendam, detik itu meledak ibarat gunung yang memuntahkan lavanya.
Mulut-mulut keji lagi-lagi mencaci. Hanya sang suami, Pandu Bimantara, yang setia menjadi pendengar tanpa tapi. Namun, Lintang justru memilih pergi. Sebingkai kisah indah ia semat rapi dalam bilik hati, sampai mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gresya Salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecewa Karena Dikhianati

"Saudara Albi dan Saudari Utari, silakan ikut kami ke kantor polisi. Anda berdua ditangkap atas tuduhan perencanaan pelecehan terhadap Saudari Lintang Ayu Sasmita."

"Tidak, Pak! Saya tidak bersalah!"

"Benar, Pak! Saya dan adik saya tidak terlibat!"

Albi dan Utari melangkah mundur dengan raut muka yang menyiratkan ketakutan. Mereka menolak tegas, tidak mau dibawa ke kantor polisi. Kalaupun benar memang merekalah dalang utamanya, tetapi Albi dan Utari tidak mau dipenjara. Mereka ingin hidup bebas. Karena menurut keduanya, Lintang memang pantas mendapat perlakuan itu.

"Bukti sudah ada pada kami. Silakan Anda berdua menjelaskannya di kantor polisi!"

Tanpa basa-basi lagi, dua polisi itu langsung memborgol tangan Utari dan Albi. Lantas, menggiring mereka untuk masuk ke mobil.

Ningrum menyaksikannya dengan penuh kesadaran. Namun, mulutnya hanya menganga dan tak sanggup bicara. Ia terpaku di tempat, melihat dua anak kesayangannya ditangkap polisi.

Barulah ketika mobil tersebut hampir meninggalkan halaman, Ningrum mulai tersadar dan berlari mendekat, menghalangi polisi yang akan membawa anak-anaknya.

"Tolong! Jangan bawa anak-anak saya, Pak! Tolong! Mereka tidak bersalah!" teriak Ningrum, sedikit histeris.

Namun, polisi hanya menjawabnya dengan keterangan kilat. Lantas, terus melaju membawa Utari dan Albi.

Di tengah kebingungannya, Ningrum berlari lagi ke dalam rumah, berteriak memanggil Benny yang tadi masih mandi.

"Ada apa, Bu?" Sambil mengancingkan kemejanya, Benny keluar dari kamar, mendekati Ningrum dengan sedikit panik.

"Istrimu dan kakakmu, Ben. Mereka dibawa polisi. Ayo kita susul mereka, Ben! Aku nggak mau melihat mereka dipenjara, Ben!"

"Dipenjara, Bu? Bagaimana bisa?" Mata Benny melotot saking terkejutnya. Dua kancing yang belum dipasang sampai dibiarkan karena langsung menyambar kunci mobil. "Ayo kita susul, Bu!" ucapnya sambil melangkah cepat.

Ningrum tak banyak bicara. Ia bergegas mengikuti Benny. Lantas, dengan tergesa-gesa ikut masuk ke mobil. Dalam hitungan detik, mobil itu meluncur meninggalkan rumah, melaju dan turut berpacu dengan kendaraan lain yang juga diburu waktu.

Sementara itu, mobil yang membawa Albi dan Utari sudah sampai di kantor polisi. Keduanya langsung digiring memasuki ruang pemeriksaan. Hingga detik ini, dua kakak beradik itu masih berulang kali melayangkan protes. Bersikeras mengatakan bahwa mereka tidak bersalah dan tidak tahu apa pun.

"Pada Hari Selasa, tanggal 17 Juni tahun 2014, adik kalian, Lintang Ayu Sasmita, sempat hilang dan ditemukan dalam kondisi telan-jang. Benar?"

"Benar, Pak. Tapi, itu tidak ada hubungannya dengan kami. Dia bergaul bebas dengan pacarnya sendiri." Albi menyahut cepat.

Utari pun membenarkan dengan berapi-api. Mereka tak sadar kalau hal itu justru membuat polisi makin curiga.

"Apa ada bukti bahwa Saudari Lintang melakukan itu dengan pacarnya? Dan bisa ditunjukkan identitas pacar Saudari Lintang, agar nanti kami bisa melakukan pemeriksaan."

Albi dan Utari saling pandang. Keduanya gugup dan tak bisa menjawab pertanyaan polisi dengan lancar.

Barulah ketika ditanya untuk ketiga kalinya, Albi bisa menjawab, itu pun dengan gelagapan.

"Kami tidak tahu siapa pacar Lintang. Yang kami tahu hanyalah dia pergi dengan seorang lelaki sebayanya, lalu menghilang, dan kemudian malamnya sudah ditemukan dalam keadaan seperti itu."

"Apakah Saudari Lintang membenarkan tuduhan tersebut?" Polisi bertanya lagi.

Albi menggeleng ragu. Ya, dia tidak bisa berbohong. Masih banyak saksi hidup yang waktu itu ada di tempat kejadian dan melihat betapa histerisnya Lintang menolak tuduhan. Lintang bersikeras mengatakan bahwa dirinya dilecehkan. Jika sekarang Albi berbohong dan polisi mendatangkan saksi, akan lebih berat lagi kasus yang menjeratnya.

"Saudari Lintang tidak membenarkan tuduhan tersebut, tapi keluarga Anda tidak mengambil tindakan? Lumrahnya, keluarga akan menyelidiki kasus tersebut. Mencari tahu kebenarannya, melakukan dengan pacar atau memang dilecehkan. Kalaupun melakukan dengan pacar tanpa paksaan, seharusnya keluarga mencari tahu siapa laki-laki yang menjadi pacar dari Saudari Lintang. Sangat aneh jika semua diam dan membiarkan kasus itu meredam dengan sendirinya, apalagi hal itu membuat Saudari Lintang mengalami trauma dan depresi berat."

Albi dan Utari kompak menunduk. Keringat dingin membasahi wajah mereka. Tangan dan kaki gemetaran karena tak bisa membantah apa yang diucapkan polisi. Mereka tak mau mendekam di penjara, tetapi ... bisakah lepas dari jerat itu?

"Sekarang saya tanya sekali lagi, apakah Saudara Albi dan Saudari Utari memang terlibat dalam kasus pelecehan yang menimpa Saudari Lintang?" Polisi kembali bertanya dengan tegas, kian menciutkan nyali serta keangkuhan dari seorang Albi dan Utari.

Sebelum mereka berdua menjawab, polisi yang lain ikut menambahi, "Saya sarankan kalian mengatakan dengan jujur. Jangan berkelit dan mempersulit proses pemeriksaan. Karena jika demikian, hukuman kalian akan lebih berat. Jadi, dimohon kerja samanya!"

Utari dan Albi masih menunduk. Belum berani mengaku meski katanya, jika jujur hukuman bisa lebih ringan. Tidak! Sehari pun mereka tidak mau dipenjara. Mereka ingin bebas dan menikmati hidup seperti biasanya.

"Jawab!"

"Tidak. Kami tidak terlibat dalam kasus itu. Kami—"

"Kalau begitu jelaskan tentang ini!" Salah seorang polisi memotong ucapan Albi dengan tegas, seraya memutar rekaman audio—pengakuan Albi terhadap Rayana atas semua keterlibatannya dalam pelecehan yang menimpa Lintang.

Utari langsung menoleh, menatap kakaknya. Matanya memicing sembari merutuki kebodohan Albi dalam batin. Sementara Albi sendiri, hanya bisa mematung dengan tangan yang mengepal erat.

"Rayana ...." Ia membatin dengan penuh kecewa. Tak menyangka akan dikhianati oleh istri yang sangat dia cintai.

Bersambung...

1
Anonim
Thor…coba yg versi Lintang meninggoy dan Pandu jadi sikopet dong
Visencia Alingga
ceritanya luar biasa.
dan memang di kehidupan nyata terkadang keluarga dan org terdekat bisa menjadi racun utk kita, bisa mendatangkan trauma serta rasa sakit luar biasa, yg tdk mudah utk kita hilangkan dr hidup kita.
Masliah Masliah
si lintang oon penulis novel dungu
IG👉Salsabilagresya: Kakak belum pernah kenal orang yang pernah depresi ya?
total 1 replies
ayu cantik
suka
Nisa Nisa
terimakasih author, penulisan yg bagus gk banyak typo dan bahasa yg enak.
cerita yg tdk bertele tele.. gk dibuat panjang panjang biar lama kontrak tp jd muter kaya benang kusut spt kebanyakan novel di web.
Nisa Nisa
ternyata yg selingkuh itu malah bapaknya, si nenek lampir biang kerok masalah itu tahu apa gk ya? kadang orang spt dia itu justru suka menyalahkan orang lain! dan menutup mata terhadap kesalahan anak sendiri seperti Ningrum
Nisa Nisa
Entahlah apa Pandu bisa bahagia dgn kondisi rumah tangga penuh kebohongan dan ketegangan krn takut sewaktu waktu Lintang ingat sesuatu. Apalagi membayangkan suatu saat Lintang sadar ttg kebohongan Pandu.
Posisi Wenda jg pasti cemas terhadap putranya, merawat Lintang seperti menjaga barang dari kaca yg harus super hati hati agar tdk pecah. Takutnya lama-lama justru Pandu atau Wenda yg jadi stress
Nisa Nisa
dasar napi bodoh dibayar pakai cerita, makanya penjahat jgn diajak kerjasama
Nisa Nisa
masih heran dgn sakitnya Lintang benar-benar ibu yg gk punya empati
Nisa Nisa
apa cuma aku yg kepikiran dari mana sumber dana Pandu ya. Dia kan sdh dipecat, jelas tanpa pesangon. dulu dia hanya karyawan bank jg. sekarang setelah nganggur dia 100% hanya mengurus Lintang dgn pengeluaran tak terhingga mulai pengobatan dan biaya pengacara
Nisa Nisa
benar-benar beruntung Lintang punya suami setulus Pandu, itu tak ternilai harganya.
Benar kan Tuhan itu adil, tdk dapat keluarga yg mencintainya Lintang dapat suami dan mertua yg sangat mencintai nya
Nisa Nisa
keinginan Pandu terkabul?
dia pernah berharap Lintanh media dan melupakan masa lalunya
Nisa Nisa
gk ada ajaran agama sama sekali dikeluarga Lintang ini. Mana ada kedamaian kalau mati bundir, yg ada kekal dineraka. Benar-benar keluarga toxic
Nisa Nisa
orang normal akan sangat bersyukur dapat suami sebaik Pandu. Harusnya bersyukur walau keluarga pada jahat tp diberi suami spt Pandu dan bonus mertua spt Wenda.
Tp itulah hasil teror demi teror Ningrum pada anaknya, merusak lahir dan batin.
Nisa Nisa
Ningrum lagi-lagi menghancurkan mental Lintang dgn menyerang hal sensitifnya.
bukan salah paham lagi kali ini tp memang hati seorang ibu yg sesat terlalu pilih kasih pada anak-anak nya
Nisa Nisa
masih jg Ningrum menyerang dan berusaha menyudutkan Lintang, benar-benar ibu durjana
Nisa Nisa
Ningrum semakin kamu memohon utk kedua anakmu semakin memperlihatkan bahwa kamu memang hanya sayang dan peduli pd mereka dan sebaliknya dgn Lintang. walau kamu sdh tahu bgm kelakuan kedua anakmu itu bgm menderita nya Lintang.
Nisa Nisa
harusnya lintang jawab ibu kaget mereka dihukum atas kesalahan mereka tp ibu tega aja menghardik aku yg diperkosa bahkan tega memaksakan aborsi yg membahayakan nyawaku dan walau tdk mati tp berakibat aku kesulitan hamil.
Nisa Nisa
kasus pemerkosaan dgn kekerasan ancaman pidana nya maksimal 12 th, atau kalau korban dibawah umur spt kasus Lintang paling lama 15 th tdk ada seumur hidup apalgi hukuman mati.
Itulah ruginya hukum kita, hancurkan masa depan seorang anak hanya dituntut maksimal 15 th penjara.
Nisa Nisa
Ningrum mau bersujud minta maaf hanya utk membebaskan Albi dan Utari bukan krn menyadari dan menyesali kesalhan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!