Aku adalah Arumi Ayunda, Putri satu-satunya dari konglomerat nomor 1 Indonesia, Kakak Pertamaku adalah Adlan, Kakak Keduaku Arnold, sedangkan Ayahku Abraham Aditama, sedangkan ibuku Paula Singh, keturunan India, ya kakek ibuku orang India.
Hidupku tak seperti kebanyakan putri orang kaya lainnya, aku tak lebih baik dari anak yang hidup di Panti Asuhan.
Jika kedua kakakku ke sekolah Naik mobil dan di antar sopir, juga sekolah di sekolah mahal, aku hanya di sekolahkan di dekat rumah, ke sekolah naik motor di antar ibu pengasuh.
Untuk makan aku harus menunggu keluargaku selesai, barulah aku makan, kejadian ini terjadi setelah ibuku meninggal saat datang mengambil ijazah SD ku, demi menyelamatkan ku ibu di tabrak mobil dan meninggal di rumah sakit setelah 1 Minggu di rawat.
Selesai pemakaman ibuku, semua berubah, ayah dan kedua kakakku mulai membenci ku, hingga aku mati terkurung dalam gudang.
Namun mahakuasa memberikan ku kesempatan, dengan hadirnya jiwa yang lain... ikuti ceritaku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jhon Dhoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 24. Kebodohan Arnold Adhitama
Bab. 24. Kebodohan Arnold Adhitama
Dari kaca spion Arumi melihat ada 2 mobil Fortuner yang mengikutinya, kebetulan ada putar balik, jadi dia putar balik dan lanjut ke Pasar Rumput kemudian masuk jalan Surabaya dan belok berputar-putar di Menteng baru masuk Thamrin.
Dia kemudian asal masuk ke salah satu Gedung dan ternyata ada restoran.
Arumi masuk ke Restoran dan duduk makan, dia melihat ada 5 orang di parkiran, yang melihat ke arah Restoran.
Selesai makan, dia keluar dan membuat Formasi ilusi, kemudian masuk mobil nya, dan lanjut ke arah Sudirman, masuk gedung apartemennya.
Para penguntit kebingungan karena target mereka sudah tidak ada, dan tiba-tiba tubuh mereka terasa lemah dan akhirnya pingsan.
Handphone pemimpin penguntit itu di ambil Arumi, dan saat ini dia sedang melihat nya.
"Dasar manusia serakah, dengus Arumi setelah membaca pesan Abraham Adhitama dan pemimpin penguntit itu.
Sudah pasti mereka akan mereka akan mendapatkan hadiah maki-maki dari Abraham Adhitama.
Arumi sendiri saat ini baru selesai mandi dan hendak menikmati mie daging buatannya.
Malam dia lewati dengan membaca laporan perkembangan Sumber Food dan pembangunan Pabrik Mie kering atau mie telur.
Family Mart kini sudah mulai mendapatkan pamor tempat belanja keluarga yang ramah di kantong dan barang-barang juga lengkap.
Sementara di kediaman Abraham dia masih emosi dengan laporan anak buahnya yang kehilangan jejak Arumi.
Setiap makan malam, keluarga itu menyempatkan diri untuk berdiskusi tentang perkembangan bisnis.
Namun belakangan secara khusus Arnold lebih sering berbicara Perusahaan dan pencapaian orang lain daripada memperbaiki dirinya sendiri.
Seminggu kemudian, anak perusahaan Adhitama Group yaitu Sinar Makmur, merilis produk baru yaitu Susu Kedelai dan sari Kacang Hijau.
Dan langsung tersedia di Sinar Mart, hanya Family Mart yang tidak menolak kerjasama dengan sistem barter produk saja.
Hal ini jelas merugikan pihak Sumber Food, dan lagian produk Sumber Food tidak akan pernah beredar di jaringan Sinar Mart, begitu sebaliknya.
Arnold tidak terima dengan penjelasan Adeline, bahwa Selamanya Produk Sumber Food tidak akan pernah di jual di jaringan Sinar Mart.
Arnold juga membalas, bawa produk Sumber Food selamanya tidak akan di jual, di seluruh jaringan Jaringan Sinar Mart.
Arnold pulang dengan tangan hampa, sehingga seharian dia tidak Fokus bekerja.
Penjualan Roti, biscuit dan selai cukup berkembang, dan hingga saat ini belum ada yang protes soal rasa dan harga.
Dari seluruh produknya, yang paling lancar adalah Mie Instan, kini sudah berada di peringkat 2 secara nasional.
Perseteruan antara Sumber Food dan Sinar Makmur terus berlanjut, sehingga pelanggan paham, dan tidak bertanya lagi produk Sinar Makmur saat berada di Family Mart.
Arumi membuat Aplikasi pemesanan online kepada setiap pelanggan, juga mengembalikan sistem poin, yang nantinya bisa digunakan untuk mendapatkan diskon.
Aplikasi Family Mart online, mempermudah pelanggan dalam memenuhi kebutuhan nya, dengan sistem pesan lagi di antar siang, pesan sore atau sebelum tutup akan di kirim besok paginya.
Dengan aplikasi tersebut, para pelanggan bisa memantau barang-barang baru, dan informasi tentang promo.
Kembali lagi Arnold Adhitama terlambat, hari pertama launching saja, sudah ada 10 ribu orang yang mendownload aplikasi tersebut.
Walaupun baru memiliki 52 gerai, akan tetapi sudah lumayan tingkat penjualan atau transaksi.
Hari ini Adeline telah bekerja sama dengan 20 orang pedagang untuk berjualan mie instan dan beberapa produk Sumber Food untuk toping mie instan, dan 20 orang pedagang itu, di buatkan booth dan peralatan, dengan berbelanja 10 juta saja di Family Mart.
Mereka juga di buatkan booth untuk Roti, biskuit dan selai.
Para pedagang itu sangat senang mendapatkan 2 usaha sekaligus, lagi-lagi Arnold terlambat, dan berujung Abraham Adhitama mau tidak mau memberi peringatan keras kepadanya.
Berbanding terbalik dengan Arumi yang bahagia melihat cara kakaknya membangun marketing.
Produk Sember Food di ciptakan untuk semua kalangan, itu prinsip nya, dengan demikian penjualannya akan mengalami peningkatan.
Sama halnya ikan Sarden, Mackarel, Tuna, hanya saja kepiting kaleng harganya sudah sangat tinggi.
Sementara olahan daging, baik sosis, bakso dan nugget, serta kornet. penjualan nya stabil.
Makanya Adeline mengambil keputusan untuk bekerjasama dengan para pedagang kaki lima.
Sumber Food sendiri sebentar lagi akan memulai memproduksi susu formula untuk bayi dari bahan kedelai.
Jika Abraham Adhitama mendengarnya sudah pasti tensi darahnya akan naik, dan akan maki-maki putranya yang tidak memiliki ide bisnis.
Kedua kakak angkat Arumi juga merekrut 5 orang pedagang kaki lima untuk berjualan Mie instan di tempat mereka.
Arumi berencana akan membuat pabrik Roti dan Biskuit serta selai di Surabaya, agar bisa memenuhi permintaan di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Untuk di Jadebotabek hingga Cikarang dan Karawang, roti miliknya sudah masuk, khususnya roti tawar.
Jawa Barat untuk wilayah Bandung, daerah sepanjang Pantura, hingga Cirebon, semuanya sudah masuk dan penjualan harian nya sangat bagus, biskuit juga mendapat respon yang baik.
Selama liburan Arumi berada di Jakarta, dia terkadang datang ke rumah mantan pengasuhnya di Depok.
Apalagi keponakan nya berjualan Mie instan dengan aneka toping yang merupakan produk dari Sumber Food, kecuali ayam goreng.
Keponakan yang satu lagi, berjualan Roti bakar, martabak manis dan telor, Arumi membantu modal buat Saudara-saudara mantan pengasuhnya, yang tentunya harus baik dan tulus kepada mantan pengasuhnya.
Kedua keponakan mantan pengasuh itu sejak kecil sudah tinggal bersama keluarga pengasuh itu karena orang tua mereka bercerai dan nikah lagi, sementara adik kandung bude juga sudah menikah lagi dan pindah ke Jawa Tengah.
Beruntung kedua anak itu bergaul tapi tidak tidak terjerumus ke hal-hal negatif, makanya Arumi membantu kedua keponakan Pengasuhnya.
Kedua kakak beradik itu berjualan di lokasi yang sama, karena Arumi sengaja membeli kios itu, atas nama mereka masing-masing, dengan catatan tidak boleh di jual.
Dan apa yang di inginkan Arumi berhasil, kedua kakak beradik itu semakin maju.
Sebelum masa perkuliahan di mulai, Arumi di sibukkan dengan AR Property and Development, yang terus membangun, untuk tahap pertama dam kedua semuanya sudah terjual, dan akan melaksanakan penyerahan kunci kepada customer.
Roti dan Biskuit serta Selai, Sudah masuk ke 5 Mall besar di Jakarta, Adeline menyewa Kios, harga tetap sama, sehingga para pelanggan setia Roti dan Biskuit Sumber Food tidak perlu repot-repot ke family Mart hanya sekedar membeli Roti atau Biskuit.
Sehari sebelum pulang ke Surabaya, Adeline menandatangani kontrak kerjasama sebagai supplier eksklusif untuk sebuah jaringan Minimarket.
"Kak Adeline, aku baru beli gedung Perkantoran, kakak pindah kesana saja, dan Bekas kantor ini, kita buat Pabrik #s cream, ucap Arumi
"Baiklah, nanti kakak akan laporkan saat semuanya sudah siap, jawab Adeline.
Keesokkan harinya setelah makan siang, Arumi langsung ke Bandara Soekarno Hatta.
Tepat jam 4 sore dia tiba di Bandara Juanda Surabaya.
Kedua Perusahaan miliknya berjalan dengan baik, untuk perusahaan otobus juga dalam keadaan baik-baik saja,
penasaran nii