NovelToon NovelToon
Mercenary Of El Dorado

Mercenary Of El Dorado

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengawal / Teen / Action / Persahabatan / Epik Petualangan / Fantasi / Light Novel
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Protocetus

Alkisah di sebuah benua yang bernama El Dorado, kekayaan emasnya begitu mahsyur sehingga penduduk pulau tidak pernah bekerja apalagi kelaparan tetapi sekarang cerita itu hanyalah sekedar hikayat dari orang-orang tua.

Asalkan ada yang mau membayar dengan mahal, pasti ditemukan petunjuk dari hikayat itu untuk menemukan "El Dorado".

Daftar Arc:

1. Prologue: Cambiaso Dybala (Bab 1-3)
2. Muerte Prison Escape (Bab 4-13)
3. Arc of Lamh Laidr (Bab 14-33)
4. Pemberontakan Bangsa Gunung (Bab 34-51)
5. Fuego de Duchess Villareal (Bab 52–selanjutnya)
6. Age of Mercenario (Coming Soon)



Genre: Aksi, Petualangan, Fantasi Barat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Protocetus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 - Penderitaan Sullivan

Dua tahun setelah kematian Mateo. Setelah Dybala dan Tiago bebas dari penjara, keduanya bergabung menjadi tentara bayaran dibawah suruhan daripada Marquess Viceu dari Kekaisaran Chavez. Negeri yang kuat itu terkenal di Benua El Dorado akan ketidakstabilan politik di dalamnya.

Perang saudara terus berkecamuk hampir setiap tahun setelah kematian Kaisar Almeida VIII, penerus Assuncao. Dia hanya mampu memerintah 1,5 tahun lamanya sebelum mati diracuni lawan politiknya.

Setiap pangeran yang merupakan keturunan dari Raja Almeida III baik dari silsilah ayah maupun ibu mereka saling memperebutkan singgasana. Perang saudara yang berkepanjangan telah menyebabkan terjadinya kelaparan dan wabah penyakit.

Menunggangi kuda putihnya, Marquess Viceu menghentakan kedua kakinya. Medan perang di depan mata, para pengawal berada tepat di belakang. Pangeran Mouzinho tidak berani untuk menatapnya atau menatap pada pertempuran yang sebentar lagi akan terjadi.

"Dengar baik-baik wahai prajuritku. Selangkah lagi kita akan memenangkan perang! demi Pangeran Mouzinho," teriak Marquess Viceu, memimpin kavaleri pasukan memanah untuk menyergap musuh. Dia berada di antara pasukannya.

Marquess Viceu telah mengumpulkan 20.000 prajurit untuk pertempuran terbuka melawan pasukan Kaisar Almeida XI. Banyak dari para bangsawan kekaisaran itu yang tidak mau mengakuinya. Negeri yang kuat itu sekarang secara de-facto telah berubah menjadi tiga faksi politik yang saling berperang.

"Maju!" perintah dari Marquess Viceu, tanpa menunggu persetujuan ataupun aba-aba Mouzinho.

Pertarungan berlangsung sengit di darat maupun udara. Pasukan Marquess Viceu di udara tidak dapat menahan serangan lawan, jumlah monster mereka lebih sedikit. Seekor basilisk yang ditunggani salah satu ksatria kuat mendarat dan dari tanduk monster itu energi listrik yang sangat kuat menyambar semua penantangnya.

Tanpa disadari pasukan Almeida XI, muncul asap api dan keributan dari dalam tenda-tenda mereka. Kaisar yang masih berumur 16 tahun itu wajahnya berubah menjadi pucat.

Sang Marquess tersenyum sinis melihat strategi militernya berhasil. Dia memberi perintah kepada sayap kanan dan kiri untuk berpencar dan menjepit pasukan Kaisar yang lebih besar.

"Sial kenapa mereka belum juga menyerah!" ucap Dybala.

"Diam dan fokus saja bertarung dasar lemah," balas Tiago. Kedua tangannya menggenggam erat tombak panjang.

Duk!

Posisi Dybala dan Tiago berada di sayap kiri. Mereka memperhatikan bagian tengah yang sudah berhenti bertarung karena musuh yang memilih untuk mundur. Keadaan berubah terbalik untuk keduanya, formasi pasukan mereka pecah karena seorang pengguna elemen tanah yang kuat.

Sayap kiri terdesak oleh jumlah musuh yang lebih banyak. Bagian tengah hanya melihat sekutu mereka tanpa membantu. Pasukan elit dari Almeida XI belum ingin menyerah. Celah itu dimanfaatkan mereka untuk setidaknya dapat membalas kekalahan memalukan yang tidak dapat dihindari.

"Habis kalian para pengkhianat," mereka dengan pasukan berkudanya merengsek masuk dalam barisan depan.

Buk!

Srat!

Terjadi kekacauan, teman sulit dibedakan dengan lawan. Beberapa dari mereka mulai mengeluarkan kuasa elemen masing-masing tanpa peduli jika rekan atau sekutu mereka terkena serangan.

"Tiago!" teriak Dybala, dia segera menolong temannya yang kewalahan.

Ting!

"Aku tidak perlu bantuanmu," balas Tiago. Bahunya tertusuk oleh mata tombak.

Teknik Listrik: Jala!

Serangan listrik yang memencar seperti jaring nelayan itu memberikan ruang bagi Dybala dan Tiago untuk mundur beristirahat. Keduanya memakai gambeson, luka tusuk dari tombak yang didapat Tiago tidak terlalu dalam.

"Kalau kau ingin berkata sesuatu katakan saja," tanya Dybala.

"Kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu? apa kau pikir aku akan segera mati," jawab Tiago menantangnya.

"Tiago jangan seperti itu, Dybala telah menyelamatkan nyawamu." Belinda, gadis di dekat Dybala itu menjadi marah karena Tiago selalu menyalahkannya. Dia mengencangkan ikatan penutup lukanya.

"Aduh tanganku! Ayuk Belinda tolong," Tiago berteriak kesakitan.

"Haha wajar Tiago ... lihat hanya seperti ini kau sudah berteriak paling keras sendiri di sini."

"Hihihi betul, aku lihat tadi ada musuh dari belakang yang hendak menyerang Tiago. Pilihan yang tepat mengeluarkan kuasa listrik tadi."

"Memang kakak tadi ada di bagian mana, aku tidak melihat dirimu tadi."

"Hah ... Dybala aku tidak jauh dari sampingmu, kalian berdua juga lain daripada yang lain suka terlalu maju di depan."

"Hoho asyik obrolan serunya? dengar ini ya aku akan keluar dari grup anak kecil bodoh kalian. Aku akan bergabung bersama kelompok tentara bayaran yang lebih kuat," Tiago dengan tubuh yang gemetar memaksakan diri untuk kembali berperang.

Dybala yang merasa kelelahan hanya duduk di belakang. Menyaksikan pertarungan di kedua belah pihak berlangsung dengan sengit. Tidak lama berselang, pasukan musuh telah dikepung oleh prajurit yang berdatangan dari bagian tengah dan sayap kanan.

"Hah berakhir sudah ... aku harap Paman bangsawan yang satu ini tidak mencuri uang kita." Dybala berbaring memandang langit.

"Tidak apa kita bisa menjual zirah dan pedangnya. Rugi kalau tidak dimanfaatkan," balas Belinda.

"Aduh kak tidak semudah itu, ketahuan dan setelahnya tangan kita dipotong Raja. Aku pernah melihat seseorang yang melakukannya di Italianica."

"Hihi jangan menyamaratakan adat istiadat Spaniardo dengan kita." Belinda belum terlalu mengerti soal peperangan.

Belinda adalah seorang gadis Portu yang tiga tahun lebih tua daripada Dybala. Dia berasal dari kampung tetangga, tidak sampai setengah jam berjalan kaki sudah sampai. Gadis itu baru bergabung dengan kelompok Dybala yang hanya berjumlah mereka bertiga.

1
itsme.adhisty_deer03
kak aku mampir cerita nya bagus terus keren Walid nya 🤣
Protocetus: siapa walidnya? Pak Margrave kah? 😂
total 1 replies
Koke
Spanyol tah ini?
Otherplane
Yes, akh udah baca, kayaknya menarik
Aegis
ngincer susu🥴
Barou Cool: gimana Thor masak endingnya udah dikasih tau 🤣
total 2 replies
Aegis
tadi aja sok, kakek pembalap ini🥴
Aegis
haris diewek dulu🥴
Aegis
kalo ada elipisis tanda baca lain di depan elipsis bang, ...! kaya gitu
Aegis
si bro siap-siap mau menjadi pahlawan di saat kritis🥴
Aegis
tinggal makan ae cacingnya, enak kan cacing jenis itu🥴
Aegis
pembunuh biasanya kebal racun
Aegis
ini bahasa malay kah?
Aegis
ini bandit jahat apa bandit baik? pake bahas soal pajak segala🥴
Aegis
emang gak usah nanem?
Protocetus: setahu saya ya orang-orang Nomaden kyk Turk itu dia kerja paling cumn ngurusin kambing makan. Dah sama ngambilin susu kenyang
total 1 replies
Aegis
mampir bang🤭
Ryuuto ★★
absen
azure
ngeri-ngeri namanya ya/Shame/
Dhatu Lukita
⭐5 buat akak, aku agak sulit memahami tokoh2nya nih kak. tpi kayaknya seru nih tema medieval2 gitu gak sih😁.

semangat berkarya terus yaa 💪💪💪

terbaik lah buat akak.
Dhatu Lukita
halo kak, aku mampir disini yaa😄, soalnya aku kirang suka sepak bola.
maap ya heheh.🙏.
azure
hmph
azure
terlalu gegabah🗿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!