Pada suatu ketika, terlihat seorang pemuda dengan pakaian yang tak layak pakai sedang berjalan. Pemuda tersebut terlihat keletihan, entah mengapa pemuda itu seperti seorang yang belum makan berhari-hari. Karena dari tubuhnya, sudah terlihat sangat kurus kering, membuat siapa saja yang melihatnya merasa kasihan.
"mah, pah. Aku telah dewasa, ternyata benar apa yang kalian katakan dulu. Dewasa sangat tidak menyenangkan, banyak masalah yang ku pendam sendiri, dan aku sangat kesepian sekarang, tak ada teman maupun keluarga yang mau membantuku disaat susah kini," ucap pemuda tersebut didalam hati.
Berjalan tidak tentu arah, pemuda bernama asli Rifki Edrea kini singgah sebentar, dia berhenti sejenak untuk melepaskan rasa lelah habis perjalanan jauh. Walaupun dia tidak memiliki uang sekarang, tetapi rifki masih memiliki persediaan air dikantung celana nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RST, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sarapan Bersama.
"Dad...!" gumam Alya terkejut.
"Ada apa ini?" tanya Gordon penasaran.
"iya, kau pasti tau tujuan kami disini," ucap Jerry.
"Apa?" ucap Gordon sambil menatap tajam adik kandungnya.
"Bisnis tentunya," ucap Jerry.
"Kami mencaritahu sebab dan resiko lainnya dad, kala nanti program kita berjalan!" ucap Alya.
"Bagus! Beritahu cepat, apa yang kalian tadi sudah bicarakan!" ucap Gordon sambil lihat wajah Rifki.
Semenjak mengetahui, bahwa sang putrinya memiliki rasa penasaran terhadap Rifki. kini Gordon pun, tentu mencoba mencaritahu apa yang putri dan adiknya lakukan kepada Rifki hingga di waktu malam masih berbicara.
"Sudah dad. Kami memberitahu tadi apa yang sudah kami bicarakan!" ucap Alya.
"Benar Rif?" ucap Gordon sambil menatap Rifki tanpa senyuman.
"Benar tuan. Kami memang membicarakan itu!" ucap Rifki cepat tanpa masalah sedikit ketika bicara.
"Bagus! Suka dengan itu. Mari, kini sudah larut malam, kalian semua harus beristirahat bukan? Maka itu, kalian mari pergi ke kamar masing-masing!" ucap Gordon tegas.
"Tapi dad....!" ucap Alya sambil cemberut.
"Apa? Apa kau tidak ingin beristirahat?" tanya Gordon tajam.
"Hmm, baiklah mari paman. Kita pergi tidur," ucap Alya sambil berdiri dan pergi tanpa bicara apapun pada Gordon maupun Rifki.
"Maaf tuan. Karena saya, tadi kalian harus tidak tidur hanya untuk bertanya!" ucap Rifki.
"Ya, tidak apa-apa. Kau istirahat saja, nanti pagi jika membutuhkan sesuatu beritahu ke pelayan!" ucap Gordon sambil menepuk pundak Rifki.
Rifki pun terdiam dan lalu tersenyum. Senang rasanya, kala mendapatkan sebuah support dari keluarga Hux, tentu melalui program yang sudah di bicarakan, kini ia sudah terlalu lelah dan bersiap untuk beristirahat di atas ranjang.
Walau malam sudah ingin pergi, Rifki yang tadi ingin beristirahat, tidak terduga teringat akan trading yang sudah di lewatinya. Ia lalu mencoba membuka ponsel, dan kemudian melihat akun tradingnya melalui aplikasi lokal.
"Huhh, untung saja tidak meleset perkiraan trading hari ini!" gumam Rifki sambil geleng-geleng kepala.
Terlihat saat ini, akun trading miliknya miliki saldo berisi 10 juta dollar. Atas hasil yang di peroleh olehnya, esok hari akan langsung ia gunakan untuk keperluan membangun satu buah perusahan yang mungkin akan dapat menopang pemasukannya.
Kala selesai memeriksa akun trading, ia lalu berbaring di atas kasur sambil menatap atap plafon kamar dengan desain langit-langit berwarna biru dan awan putih.
......................
Pagi hari cerah, mansion keluarga Hux saat ini sudah berkumpul semua di meja makan bersama para tamu-tamu tidak di undang, tapi membawa gagasan program idealis dan baik untuk perkembangan industri perusahan.
"Bagaimana tidur malam kalian? Apa susah tidur di tempat baru?" tanya Mick pada Rifki dan Tomi.
"Kami nyaman tuan, dan hampir terlupa kalau kami akan pergi ke kantor!" ucap Rifki sambil tersenyum.
Ya, Rifki sudah belajar bagaimana cara bicara pada orang-orang kelas atas. Hingga ia dapat dengan lancar, tentu menjawab segala semua pertanyaan keluarga Fraswa padanya atau juga Tomi.
"Hmm, bagus! Apa kalian berdua tinggal di rumah kost fraswa?" tanya elena.
"Ya, kami memang satu rumah kost mom!" ucap Fraswa santai.
"Bagaimana jika kalian tinggal disini?" tanya Jerry pada kedua sahabat Fraswa.
"Bukankah tadi kalian bilang nyaman?" ucap Jerry lanjutnya.
Rifki dan Tomi tidak sengaja pun terbatuk di meja makan yang sedang mengunyah. Rasa tidak nyaman mulai muncul, kala mendengar penuturan Jerry untuknya dan Tomi di depan para keluarga besar Hux.
"Apa boleh kak?" ucap Jerry.
"Ada apa sayang? Kenapa kau asal tawarkan saja tanpa bicara pada kak mick?" ucap wanita setengah baya memarahi sang suami, bernama Aulia Hols.
lanjut thor