NovelToon NovelToon
Queen Mafia Di Tubuh Pewaris Lemah

Queen Mafia Di Tubuh Pewaris Lemah

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mafia
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kasmawati

Chloe Weiss, pewaris tunggal di keluarga Weiss tapi nasibnya tidak seindah yang dibayangkan, Chloe dengan kondisinya yang sehat harus menelan pil pahit, saat ibu kandungnya meninggal dunia.

Ayah dan ibu tirinya bersekongkol memasukkannya ke rumah sakit jiwa, dan menguasai seluruh harta kekayaan yang di tinggalkan oleh ibunya.

Tapi setelah lima tahun kemudian, Chloe kembali dengan jiwa yang berbeda untuk merenggut apa yang menjadi miliknya.

Bukan hanya itu saja, Chloe juga mengambil calon suami saudara tirinya, dan apa yang di lakukannya itu membuat Ayah dan ibu tirinya sangat murka.?

Siapakah sosok jiwa yang berada di tubuh Chloe Weiss, gadis yang di kenal sangat lamah dan bodoh?

Apakah jiwa yang berada di tubuh Chloe Weiss itu juga mempunyai dendam dengan seseorang di kehidupan sebelumnya sehingga Alam dan semesta memberikannya kehidupan kedua.?

Yang penasaran, ikuti terus ceritanya sampai akhir 🤗🤗🥰.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tanganku Terlalu Bersih

Di dalam mobil, Chloe duduk diam. Matanya menatap lurus ke depan. Elsa yang duduk di sampingnya sambil menyetir melirik sekilas.

"Sekarang kita mau ke mana, Kak?" tanya Elsa.

"Markas Black Kobra. Aku ingin melihat seperti apa kondisi putri kesayangan Alexander itu," jawab Chloe. Wajahnya datar. Nada suaranya pelan tapi menusuk.

Elsa mengangguk. Mobil melaju kencang menembus jalanan ibu kota Geneva di siang hari.

Dua puluh menit kemudian.

Mobil berhenti di depan sebuah bangunan besar. Tidak ada plang. Hanya ada logo ular hitam melingkar di gerbang besinya.

Dua anggota berseragam hitam langsung membuka gerbang begitu melihat mobil Elsa.

Elsa melajukan mobilnya pelan masuk ke halaman markas itu. Setelah mobil berhenti dan terparkir rapi di depan markas, Chloe dan Elsa segera turun. Dress hitamnya berkibar diterpa angin.

Semua anggota Black Kobra yang berjaga di depan pintu markas langsung menunduk hormat saat melihat kedatangan Chloe.

"Bawa aku ke dia," ucap Chloe kepada Elsa tanpa menoleh.

"Baik, Kak. Ayo," ucap Elsa, mempersilakan Chloe masuk lebih dulu.

Mereka menuruni tangga menuju bawah tanah. Bau lembab. Lampu neon berkedip.

Di ujung lorong ada satu ruangan dengan pintu besi.

Senyum tipis terukir di sudut bibir Chloe. Ia melangkah dan berdiri tepat di depan pintu itu.

Elsa segera membuka pintu besi itu. KREK

Pintu terbuka. Di dalamnya, Vivian duduk di atas kursi. Tangannya diborgol. Wajahnya pucat. Lipstik dan makeup-nya sudah luntur. Gaun pengantinnya semalam masih ia pakai, tapi sudah kusut.

Begitu melihat Chloe, Vivian langsung mendongak, menatap tajam wanita itu.

"LEPASKAN AKU! PAPA PASTI MENCARIKU!" teriak Vivian.

Chloe tidak menjawab. Ia berjalan pelan dan berhenti tepat di depan Vivian.

"Tenanglah, adikku sayang," suara Chloe terdengar dingin.

"Aku hanya ingin bermain denganmu sebentar saja," Chloe mengulurkan tangan kanannya ke arah Elsa.

Dan Elsa dengan cepat memberikannya pisau lipat.

KLIK

Pisau itu terbuka, memantulkan cahaya lampu neon yang berkedip.

Vivian langsung menggelengkan kepalanya, matanya berkaca-kaca.

"J-JANGAN MENDEKAT! JANGAN SENTUH AKU! KAU INI GILA!"

"Jangan berteriak seperti itu. Telingaku sakit mendengarnya," Chloe berjongkok, setara dengan Vivian. Ujung pisau itu ia usap-usap pelan di pipi Vivian. Tidak melukai. Hanya dingin.

DUG

"Jangan lakukan ini padaku. Papa dan calon suamiku akan membunuhmu jika dia tahu!" ucap Vivian. Suaranya bergetar.

Chloe tersenyum tipis. Senyuman yang tidak sampai ke mata.

"Apa kau belum tahu, adikku? Calon suamimu itu sekarang sudah menjadi suamiku."

BRAK

Dunia Vivian langsung runtuh. Harapannya untuk menjadi Nyonya Reinhard pupus.

"BOHONG! KAU BOHONG! NGGAK MUNGKIN! NYONYA BESAR REINHARD MEMILIHKU! AKU YANG PANTAS, BUKAN KAU!" teriak Vivian. Suaranya pecah.

Ujung pisau itu berhenti tepat di dagu Vivian, lalu diangkat perlahan.

"Pantas? Kau ini sama persis seperti ibumu. Tidak tahu diri. Apa kau tahu... Erivo Reinhard itu tidak pernah ingin menikah denganmu. Dia masih belum bisa melupakan cinta masa lalunya," suara Chloe terdengar dingin dan menusuk.

Vivian mendongak, tidak berani bergerak sedikit pun. Karena jika ia bergerak, wajah mulusnya itu akan tergores pisau tajam di tangan Chloe.

"Dan apa kau tahu, adikku? Ibu yang kau puja-puja bahkan tidak mencari keberadaanmu," ujung pisau itu turun, berhenti di leher Vivian. Tidak melukai.

"Saat ini kau sudah tidak berguna lagi untuk ibumu itu. Karena kau gagal menikah dengan Tuan Erivo Reinhard. Dan sekarang... kau dibuang," KLIK. Pisau itu dilipat, lalu dilempar ke Elsa.

Vivian gemetar, menangis histeris.

"Tidak... kau bohong... Mamaku sangat menyayangiku..."

Chloe tersenyum tipis.

"Menyayangimu karena kau masih berguna. Tapi sekarang semuanya sudah berakhir. Rencanamu menjadi Nyonya Reinhard sudah kugagalkan. Dan aku yang berada di posisi itu sekarang."

"KAU PENCURI! KAU MEREBUT SEMUANYA!" teriak Vivian, matanya memerah menatap Chloe.

Tapi Chloe hanya tersenyum sambil berdiri.

"Aku hanya merebut kembali apa yang memang dari awal menjadi milikku. Nama Weiss. Perusahaan. Dan mansion."

Chloe memberi kode kepada Elsa lewat gerakan mata. Wanita itu mengangguk patuh dan segera melangkah keluar.

Hanya beberapa detik kemudian ia kembali lagi, membawa jarum suntik yang sudah berisi cairan berwarna bening.

Elsa memberikan suntikan itu kepada Chloe, dan dengan senang hati Chloe menerimanya.

Chloe memainkan jarum itu di antara jari-jarinya. Cahaya neon memantul di ujung jarum.

"Apa kau mengenal benda ini, adikku?"

Vivian langsung mundur sebisa mungkin. Kursinya berderit. Borgolnya berbunyi. KLANG KLANG.

"JANGAN... JANGAN DEKATI AKU!" wajah Vivian memucat karena ketakutan.

"Oh, sayang. Ini cairan yang sama yang sering dokter sewaan mamamu itu suntikkan ke aku setiap lima belas jam sekali. Hanya saja warna cairannya berbeda. Ini dosisnya sangat tinggi. Setetes saja masuk ke dalam tubuhmu, maka kau akan menjadi gila selamanya."

Chloe berjalan pelan, mengelilingi tubuh Vivian. Lalu berhenti tepat di belakang Vivian. Ia menempelkan jarum itu ke leher Vivian. Tidak menusuk, hanya disentuhkan.

"Shhh... Diam. Rasanya dingin, ya? Dulu aku juga sering merasakan ini. Setiap kali aku berteriak minta tolong dan minta dilepaskan, tidak ada yang peduli padaku. Setiap aku mengatakan aku tidak gila... dokter bayaran mamamu itu menambahkan dosis yang tinggi," Chloe berbisik tepat di telinga Vivian.

Air mata Vivian jatuh deras.

"Aku mohon... jangan suntik aku..."

"Takut? Bagus. Berarti kau masih waras."

KLIK

Chloe menarik jarum itu dari leher Vivian, lalu menancapkannya ke meja besi tepat di depan mata Vivian.

"Tenang. Aku tidak sebusuk kalian."

Chloe berjalan ke depan, duduk di atas meja, menyilangkan kaki. Dress hitamnya jatuh rapi.

"Aku tidak akan menyuntikmu. Darahmu yang kotor itu bisa mengotori tanganku yang bersih ini. Tapi aku mau kau merasakan apa yang aku rasakan selama lima tahun. Rasa takut. Tidak berdaya. Dan dibuang ke rumah sakit jiwa yang sangat menyeramkan," Chloe berbicara sambil menatap Vivian. Wajahnya datar, dingin, menusuk.

"K-KAU IBLIS!" teriak Vivian.

"Iblis yang kau ciptakan bersama mama kesayanganmu itu," senyum tipis Chloe terukir.

Elsa maju, meletakkan map hitam tebal dan pulpen emas di atas meja, tepat di depan Vivian.

"Tanda tangani berkas ini," ucap Chloe.

Vivian menatap map itu dengan mata merah bengkak. Tangannya gemetar di borgol.

"A-apa ini?"

Chloe mengambil map itu, membuka halaman pertama.

"Surat pelepasan hak, adikku sayang. Semua aset, saham, perhiasan, rekening, kartu kredit atas nama Vivian Weiss. Mulai hari ini pindah ke aku. Chloe Weiss."

DUG

"TIDAK! ITU HAK AKU! MAMA DAN PAPA YANG MEMBERIKANNYA PADAKU!"

Chloe kembali tersenyum.

"Hak? Semua ini milik ibuku. Ibu yang lima tahun lalu mamamu bunuh, karena ingin menguasai harta kekayaannya."

Hening. Hanya ada suara Vivian yang tersendat tangis.

"AYO, TANDA TANGANI! JANGAN BUAT AKU MURKA DAN MELAKUKAN KEKERASAN!" teriak Chloe. Suaranya menggema di dalam penjara bawah tanah itu.

Vivian bergetar hebat. Tapi tetap memberanikan diri menatap Chloe.

"KAU BUKAN CHLOE!" teriak Vivian.

"Lalu siapa? Hantu yang kalian ciptakan di rumah sakit jiwa?" Chloe mengusap pipi Vivian dengan punggung tangannya.

"Aku Chloe Weiss. Putri kandung Irina Weiss. Yang mamamu siksa lima tahun di dalam rumah sakit jiwa. Dan sekarang... giliranmu yang merasakannya."

Vivian menggelengkan kepalanya.

"TIDAK! CHLOE YANG AKU KENAL ITU LEMAH! PENAKUT! DAN GAMPANG NANGIS!"

"Iya, kau benar. Tapi Chloe yang dulu sudah mati di ranjang putih itu. Disetrum. Disuntik. Dan dipukul," Chloe berdiri.

"Dan yang berdiri di hadapanmu sekarang ini... adalah Chloe yang lahir dari kuburan."

BRAK

Chloe membanting map itu ke meja.

"TANDA TANGAN!"

Vivian langsung terkejut, menangis semakin keras.

"Aku nggak mau! Itu hakku!"

"Tidak ada hakmu di sini. Sumuanya milikku. Milik ibuku," suara Chloe rendah, tapi mematikan.

Chloe mengambil pulpen emas itu, menyodorkannya ke tangan Vivian yang gemetar.

"Tanda tangani. Jika tidak, maka aku akan menyuntikmu dengan tanganku sendiri."

---

Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys. Like, komen dan Vote. 🙏🤗🥰

1
Muft Smoker
raga mungkin udh mati Erivo ,, tp nyawa tu tdk ,,
dan skraang queen ad ddsnaa ,, d tubuh Chloe weiss
Muft Smoker
cepat sembuh duluu kak ,,
baru berkarya lgiii ,,

tenang aq gx kmn2 tetap mantengin NT buat nunggu kelanjutan cerita kk ,,

🤭🤭🤭🫣🫣🫣😂😂😂😂😂
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Muft Smoker
semoga aj setelah mereka tau sypa Chloe ,, mereka bisa menerima Chloe or queen daisy
Muft Smoker
eeeey pak su udh go public niiih ,,
tp apa gx kaget tuh nanti pa mertua dr Zurich dtg ke geneva ,,🤔🤔🤔🤔😂😂😂
Muft Smoker
lanjuuut kak
kas. maa29: proses 🫡🤗
total 1 replies
Muft Smoker
gmn tuh Kali mama Eleanor tau klo menantu ny sbnrnya queen daisy ,,
Muft Smoker
semoga Eleanor bnr2 berubah Dan menyayangi Chloe or daisy dg tulus ,,
sebagai penebus dy dlu menyakiti queen daisy tanpa sadar ,,
Muft Smoker
kalo mau hidup enk kerjaaa ,, jgn ngemis harta org lain 😒😒😒😒
Muft Smoker
jgn2 Vivian juga di suntikkan cairan yg dlu pernah di terima oleh Chloe sebelum ia meregang nyawa 🤔🤔🤔
Baek chanhun
next thour 💪💪
kas. maa29: proses 🫡🫰
total 1 replies
Sekar
gak sadar diri
Runi Mayantri
ad horor2 ny
kas. maa29: 🫣🫣🫣🫣🫣🫣🫣🫣
total 1 replies
Muft Smoker
licik ny Alexander ma Serena Kalo bukan krn Irina Weiss sewes sewees ,, bablaaas ke sapu angin mereka ,,
menguasai harta yg bukan hak ny ,,
membuang pewaris ,, tp tenang karma mereka sdang otw menghampiri 😏😏😏😏😏
Muft Smoker
ceritany seruuu kak ,,
dtggu kelanjutan ny yx kak
Muft Smoker: 🫡🫡🫡🫡🫡🫡😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
tentu saja dy adalah queen ,, sekali pun dy tertidur ,, kewaspadaan adalah yg utama ,,
Sekar
lanjut thor💪💪
kas. maa29: proses 🤗🤗🤗
total 1 replies
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
semakiiiiin memanaaas ,,
Muft Smoker: 😁😁🫰🫰🫰
total 2 replies
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
kas. maa29: ok proses 🤗🫰
total 1 replies
Sekar
wuih mantap,, lanjut thor💪💪
kas. maa29: ok proses 🤗🤗🫰
total 1 replies
Sekar
lanjut thor💪💪
kas. maa29: siaappp🫡🫡🫡🫰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!